Mengaku Tunangan CEO

Mengaku Tunangan CEO
Bab 89 Kejahilan David


__ADS_3

David terus mengintip kelakukan Bella dari balik kamar mandi. Ia memperhatikan apa yang Bella tengah lakukan di dalam kamarnya. Sedangkan Bella, terus mengendap-ngendap mencari objek sasaran yang dapat digunakan sebagai media balas dendamnya.


Nah, ini dia. Media balas dendam untuk rencana A, jika dengan rencana A ini tidak berhasil baru aku akan siapkan rencana B. He he he.. (Pikir Bella saat melihat jel rambut yang biasa digunakan David)


Bella menambahkan jel rambut itu dengan lem super lengket yang berwarna bening, namun tak berbau.


“ Rasakan kau David! Kau akan merasakan bagaimana lem super lengket ini nantinya kan merekat di rambutmu. Itu hukuman yang pantas untukmu karena kau sudah mencuri ciumanku sebanyak dua kali. Maka hari ini kau akan mendapatkan balasan dua kali pula. Jadi, nikmatilah harimu ini David Sayang,” ucap Bella lirih dengan menampakkan senyum penuh kemenangan.


“Apa yang dimasukkan gadis bodoh itu ke dalam jel rambutku? Ini tidak bisa dibiarkan. Gadis itu harus tahu apa yang disebut senjata makan tuan?” gumam David, lalu ia segera keluar dari kamar mandi.


Kreett..


Bella yang mendengar bunyi pintu kamar mandi terbuka begitu terkejut dan panik, ia takut David melihatnya. Karena itulah tanpa pikir panjang lagi, ia langsung bersembunyi di bawah ranjang David.


David tersenyum saat melihat Bella bersembunyi di bawah ranjangnya. Namun, ia pura-pura tak melihat.


Dasar gadis bodoh! Kau pikir aku tidak tahu kau bersembunyi di bawah sana, hah. Tapi, setidaknya aku bisa menambahkan bonus pelajaran hari ini. Kau akan tahu Bella, betapa berbahayanya seorang gadis masuk ke dalam kamar pria dewasa yang masih lajang. (batin David)


Mendengar tak ada suara dari David, membuat Bella merasa penasaran dengan apa yang sedang dilakukan David di kamar dalam itu.


Aneh, kenapa tidak ada suara dari CEO sombong itu? Apa dia sudah keluar ya? (batin Bella)


Bella pun mencoba menyibak bagian seprai yang menjuntai keluar, menutupi bagian kolong ranjang.


“Ya ampun, roti sobek!” gumam Bella mengeluarkan suara lirihnya.


“Ups,” Bella segera menutup mulutnya dan memukulnya berkali-kali.


Nih, mulut kenapa enggak bisa diem ya? Kalau David sampai tahu, habis kamu Bel (batin Bella)


David yang mendengar suara Bella tersenyum jahil.


Enak ya... dapat tontonan gratis. Tapi yang ini.. apa kamu bisa menontonnya (batin David).


Astaga, apa yang dilakukan si brengsek itu? (jerit Bella dalam hati, saat dirinya terkejut melihat David, membuka satu-satunya handuk yang melilit tubuhnya)


Spontan Bella segera menutup mata dan juntaian seprai yang menutup kolong ranjang, tempatnya mengintip.


Ya ampun, Bella.. Matamu ternodai. Bisa-bisa matamu jadi bintitan gara-gara melihat punya orang itu. Ah, tidak kamu belum sempat melihat apa pun kan? (ucap Bella dalam hati).


Sambil mengenakan pakaiannya, David berusaha menahan tawa melihat tingkah lucu Bella yang sebenarnya terlihat jelas dari balik cermin yang ada di hadapannya.


Sebenarnya saat David membuka handuk yang melilit di pinggangnya, ia masih mengenakan celana kolor hitam yang sempat dibawanya ke kamar mandi, tidak telanjang bulat seperti yang dipikirkan Bella. David langsung mengenakan celana itu saat menyadari kalau Bella sedang berada di dalam kamarnya.


“Karena kau masih belum mau keluar juga, maka jangan salahkan aku kalau kau harus mendengar adegan dewasa ini,” ucap David.


Sebelum mengucapkan kalimat nakal yang terbesit dalam benaknya, terlebih dahulu David menetralkan suara agar tawa yang sejak tadi ditahannya tidak terdengar.

__ADS_1


“Aduh, kau ini begitu besar, kuat, kekar, dan semakin panjang saja ya..” kembali menutup mulut sebelum tawanya keluar.


Bella yang ada di bawah ranjangnya langsung menutup telinga.


“Apa sih yang sedang dikatakan pria mesum itu? Dia sedang melakukan apa di dalam kamarnya,” rengek Bella dengan suara pelan.


Sepertinya gadis bodoh itu masih belum mau keluar. Baiklah kali ini kau akan mendengar yang suara yang sedikit lebih erotis dari tadi (pikir David).


“Sayang sekali, aku harus terus memijatmu seperti ini. Kapan ya.. ada yang sukarela memijatmu. Ah.. ah... “


“David!!” teriak Bella dari bawah ranjang.


“Kau menjijikan!” teriaknya hingga membuat David tertawa terbahak-bahak, tak kuat lagi menahan tawanya.


Bella pun akhirnya keluar dari bawah ranjangnya dengan mata terpejam.


“David, jangan macam-macam ya! Aku tidak melihat dan tidak mendengar apa pun. Kau jangan dekati aku! Dan pakailah pakaianmu segera!” sahut Bella dengan mata terpejam membuat David semakin gemas dengan tingkah lucu gadis di hadapannya.


“Kau sedang apa ada di sini? Mengintip aku mandi ya? Kau juga sudah mendengar dan melihat semuanya kan?”


“Ti-tidak, aku tidak melihat apa pun kecuali hanya bagian roti sobekmu saja,” jawab Bella jujur.


“Oh ya? Apa aku bisa percaya denganmu? Coba jawab yang jujur! Sudah berapa lama kau berada di kamarku ini?” tanya David mendekati Bella.


Aduh, aku harus jawab apa pada pria mesum ini (batin Bella)


“Aku sudah berada di sini saat kau sedang mandi tadi,” jawabnya.


“Apa kau mengintip?” tanya David lagi.


“Cih, mana mungkin. Tentu saja tidak,” jawab Bella yakin masih dengan mata yang tertutup.


“Kalau begitu sewaktu aku keluar dari kamar mandi, kau sudah melihat dan mendengar semuanya?”


“Tidak! Aku tidak melihat apa pun,” jawabnya mantap. “


Aku hanya mendengar beberapa kalimat yang menjijikan itu saja,” lanjut Bella jujur.


Tidak kusangka gadis bodoh itu akan menjawab jujur (batin David)


“Lalu untuk apa kau ke kamar ini?” pancing David.


Aduh, Bella bagaimana ini? Masa aku harus bilang kalau aku ke sini untuk membalas perbuatannya waktu itu (batin Bella)


“Katakan,” sahut David.


Namun, Bella masih saja diam, tak menjawab.

__ADS_1


Cup


David, tiba-tiba saja mencium singkat pipi Bella yang membuat mata Bella yang terpejam itu kini terbelalak lebar.


“David! Apa yang kau lakukan?” teriaknya, namun saat sadar matanya telah terbuka ia mencoba menutupnya kembali. Hanya saja saat dia melihat David yang sudah memakai pakaian, ia tidak jadi menutup kembali matanya.


“Kau?”


“Kenapa kecewa? Karena penampilanku tidak seperti yang ada dalam bayanganmu?” goda David tersenyum.


“Cih, memang apa yang ada dalam bayanganku?” sahut Bella.


“Oh, apa ya? Baiklah akan aku tunjukan!” ucap David hingga membuka bajunya.


“David, cukup! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau ingin membuka bajumu?” tanya Bella panik.


“Kenapa kau begitu panik sayang? Bukankah kau kemari untuk ini?” mendekati Bella, lalu menariknya ke dalam dekapannya.


“A-apa maksudmu? Aku kemari bukan untuk menggodamu ya, David. Aku kemari hanya ingin memberimu sedikit pelajaran karena kau telah berani-beraninya menciumku,” jawab Bella sambil berusaha mendorong David agar melepaskan pelukannya.


“Bagaimana caranya aku bisa percaya denganmu?”


“Tentu saja, aku punya buktinya,” Bella kemudian mengambil jel rambut yang sudah ia campur dengan lem perekat.


“Ini,” menunjukkan jel rambut kepada David.


“Untuk apa kau mengambil jel rambutku?” tanya David.


“Aku ingin menggunakannya untuk mengerjaimu,” jawab Bella.


“Dengan cara apa?”


“Aku menambahkan lem perekat di jel rambut itu agar nanti ketika kau memakainya rambutmu akan terasa lengket,” jelas Bella.


Namun, David kembali menarik tubuh Bella ke dalam dekapannya.


“Waw, idemu itu benar-benar hebat, sayang! Tapi, dengarlah lain kali jangan pernah masuk ke dalam kamar tidur seorang pria. Karena apa yang kau bayangkan dari apa yang dengar tadi bisa benar-benar manjadi kenyataan. Bahkan, mungkin lebih parah dari itu,”


“Ba-baiklah, maafkan aku,” ucap Bella yang langsung berjalan keluar begitu David melepaskannya.


“Baiklah sayang, hari ini aku melepaskanmu. Tapi, tidak untuk lain kali,” gumam David menyunggingkan senyumnya.


***


Bersambung


Terima kasih yang masih setia membaca, memberikan dukungan berupa like, vote, dan komennya.. Love you all

__ADS_1


__ADS_2