Mengaku Tunangan CEO

Mengaku Tunangan CEO
Ekstra Part Az dan Dara Bagian 4


__ADS_3

Azril merasa de javu ketika suara letupan senjata api kembali terdengar beberapa kali di salah satu wilayah yang ada di Negara R saat ia melintasi tempat tersebut.


Dor... Dor.. Dor..


Mobil yang dikendarai Az tiba-tiba saja mogok di wilayah tersebut.


“Oh, tidak! Kenapa aku harus selalu terjebak dalam situasi seperti ini,” gumam Az kesal sambil memukul kemudinya.


“Az, awas!” teriak seorang wanita yang terdengar bersama suara letupan senjata api.


Dor


“Kau, tidak apa-apa?” tanya wanita tadi yang tak lain adalah Dara. Ia baru saja menyelamatkan Az dari serangan peluru yang hampir menembus dadanya.


“Tidak, kau sendiri? Apa kau terluka?” tanya Az khawatir.


“Tidak, aku tidak apa-apa. Tapi, kenapa kau bisa ada di sini?”


“Mobilku mogok,”


“Oh, kalau begitu. Ikut denganku kita cari tempat yang aman,” ajak Dara yang langsung menggengam dan menarik tangan Az.


“Dara, ke mana penjahatnya?” tanya Kalista yang baru tiba di tempat Dara.


“Sepertinya berhasil kabur,”


“Oh, celaka. Sepertinya kali ini karir kita akan benar-benar tamat,” keluh Kalista.


“Sudahlah, aku pun sudah lelah,” ucapnya yang tampak sedih. Lalu duduk di atas bebatuan yang ada di tempat itu.


“Kau benar-benar yakin ingin berhenti dari pekerjaan ini?” tanya Kalista menatap wajah Dara yang tampak sendu.


“Iya, aku yakin karena kau tahu Kalista, ayahku sekarang sudah sangat tua. Aku tidak ingin membuat ayahku selalu khawatir setiap kali akau menjalankan sebuah misi,”


Az nampak memperhatikan percakapan Dara dan Kalista.


“Baiklah, aku mengerti. Kalau begitu sekarang kita kembali ke markas,” ajak Kalista.


“Apa? Kalian ingin kembali ke markas dan membiarkan penjahat itu berkeliaran?” Pertanyaan Az membuat Dara dan Kalista saling memandang satu sama lain.


“Kalian boleh berhenti, tapi selesaikan misi kalian ini hingga tuntas,” tegas Az yang kembali membuat Dara dan Kalista saling memandang.


“Az benar Dara, kita harus tuntaskan misi ini dulu setelah itu baru kita berhenti,”


“Baiklah, kita harus dapatkan penjahat itu,” sahut Dara menimpali.


Mereka berdua kembali bersiap dengan senjata mereka masing-masing. Akan tetapi, tiba-tiba Az menarik tangan keduanya dan membawa mereka untuk bersembunyi di balik batu yang besar.


“Penjahat itu kembali,” bisik Dara.


“Iya, sepertinya barang yang ingin dibawanya tertinggal di sini,” sahut Kalista.


“Ini kesempatan kita,”


“Baik, bersiap Dara,”


“Satu.. Dua ... Tiga..”


Dor.. Dor.. Dor..


Dalam sekejap peluru keduanya berhasil melumpuhkan penjahat yang ada di hadapan mereka hingga membuat orang itu terkapar tak berdaya.


“Yeayy, berhasil!” teriak keduanya.


“Misi terakhir kita berakhir dengan sempurna,” ucap Kalista.


“Selamat kawan,” ucap Dara yang langsung memeluk Kalista.

__ADS_1


Tiba-tiba penjahat itu terbangun, lalu dengan tangannya yang terluka ia berusaha mengambil pistolnya dan menembakkan peluru ke arah Kalista dan Dara.


Bugh..


Az yang melihat aksi penjahat itu berhasil menggagalkan aksinya. Ia berhasil menendang pistol si penjahat di waktu yang tepat.


“Astaga, kurang ajar,” ucap Kalista.


“Segera borgol dia Kalista,” perintah Dara.


“Baik,” Kalista langsung mengeluarkan borgolnya dan memborgol penjahat yang kini sudah dalam keadaan terluka.


“Terima kasih, Az. Kau sudah sangat sering membantuku,” ucap Dara.


“Sama...,” ucapan Az terpotong saat suara dering ponsel milik Az berbunyi.


“Halo, Sayang. Ada apa?” tanya Az saat melihat nama ‘Lusia’ di layar depan ponselnya.


“Ayah, cepat pulang.. Tadi, Kakek Sam memberitahuku kalau Kakek Bernardo masuk rumah sakit dan ia juga mengajakku ke sana, sepertinya kondisi Kakek kali ini lumayan parah. Ia ingin bertemu dengan aku dan Ayah,”


“Ya Tuhan.. Kalau begitu kau mintalah Kakek Sam menjemputmu dulu, nanti Ayah akan langsung ke rumah sakit,”


“Baiklah, aku tunggu kau di sana dan jika Ayah bertemu Tante Dara ajak dia karena tadi aku kesulitan menghubunginya,”


“Baiklah, aku akan mengajaknya,”


“Ada apa Az? Kenapa aku seperti mendengar Lusia menyebut-nyebut nama Ayahku?”


“Lusia bilang Paman Bernard masuk rumah sakit,”


“Apa? Ayah masuk rumah sakit. A-apa jantung Ayah kambuh lagi?” tanya Dara panik.


“Entahlah, Lusia tidak mengatakan seperti apa kondisinya dia hanya mengatakan jika ayahmu ingin bertemu dengan aku dan Lusia. Dan dia juga mengatakan jika aku bertemu denganmu untuk mengajakmu ke sana,” jawab Az sedikit berbohong.


“Ka-kalau begitu tunggu apalagi, kita segera pergi ke sana. Kalista, tolong kau urus orang ini,”


“Terima kasih, Kalista,”


“Sama-sama,”


“Ayo Az!” ajak Dara menarik paksa tangan Az.


“Tunggu, kau mau mengajakku ke mana?”


“Tentu saja naik ke mobilmu,”


“Kau lupa, mobilku sedang mogok,”


“Kalau begitu naik motorku saja,”


“Hah?”


“Kenapa hah? Ayo!” tarik Dara dan membawa Az ke tempat motornya diparkirkan.


Az cukup terkejut dengan motor yang ditunjukkan Dara. Sebuah motor yang ukurannya cukup besar. Bahkan, mungkin lebih besar dari berat badan Dara.


“Kau yakin kita naik ini?” tanya Az ragu.


“Iya, cepatlah naik!”


“Tidak,” tolak Az.


“Ada apalagi?” tanya Dara kesal.


“Sebaiknya kau di belakang aku di depan,” jawab Az.


“Hah, merepotkan sekali,”

__ADS_1


Dara segera mengikuti permintaan Az. Lalu, ia pun duduk di belakang Az.


“Peganglah,” perintah Az.


Dara memeluk pinggang Az. Setelah itu motor pun melaju.


Selama perjalanan keduanya hanya diam membisu. Namun, tidak bagi jantung keduanya yang terus berdetak.


Ya Tuhan.. Kenapa jantung ini terus berdetak kencang? (batin Dara yang tampak sadar malah memeluk Az semakin erat).


Az, tolong kendalikan dirimu! Dasar wanita ini! Benar-benar bodoh! Kenapa dia begitu suka menempel? Apa dia tidak sadar kalau aku ini laki-laki normal? (batin Az).


Sepanjang perjalanan keduanya terus bicara dalam hati hingga sampailah motor mereka di depan rumah sakit, tempat Ayah Dara dirawat.


“Nona, Tuan Azril. Baguslah kalian berdua sudah datang. Tuan besar terus menerus memanggil kalian, terutama Anda, Tuan Azril” ucap Paman Sam saat melihat Dara dan Az.


“Apa aku?” tanya Az heran.


“Iya,” jawab Sam, lalu mengajak keduanya ke tempat di mana kini majikannya tengah mendapat perawatan.


“Az...,” panggil Bernardo dengan suara terengah-engah.


“Ada apa Paman?”


“To-tolong ka-kabulkanlah pe-perrmintaan terak-hirku,” ucapnya.


“Ayah, Ayah bicara apa?” tanya Dara yang langsung menangis saat melihat kondisi sang Ayah.


“Ja-jangan menangis, Nak! Ka-kau tidak boleh menangis,” ucap Bernardo dengan nafas tak beraturan.


“Da-dara, Az... a-aku mi-minta ka-kalian ja-jagalah Lusia,” lanjutnya.


“Tentu, Paman. Aku akan menjaganya. Anda jangan khawatir,” jawab Az.


“Ja-jaga juga putriku Az,”


“Maksud Paman?”


“Iya, apa maksud Ayah? Aku bisa menjaga diriku sendiri.


Dengan suara kian melemah, Bernardo terus menatap Az.


“Dara... Nikahi dia,”


“Apa?” tanya Az dan Dara bersamaan karena terkejut dengan permintaan Bernardo.


“Ayah, apa maksud Ayah? Kenapa Ayah meminta itu kepadanya?” tanya Dara. Namun, Bernardo tak menghiraukan pertanyaan Dara. Ia masih terus menatap Az penuh permohonan.


“Az, tolong aku.. Aku hanya percaya kepadamu,” ucap Bernardo sebelum ia tak sadarkan diri.


“Ayah! Dokter, tolong Ayah saya,” teriak Dara.


Para dokter datang dan langsung mmeberikan pertolongan medis pada Bernardo.


“Nona Muda, Tuan Az, tolong penuhi permintaan Tuan Besar,” ucap Paman Sam.


“Benar, Ayah, Tante, penuhi permintaan Kakek,” tambah Lusia.


Mendengar permintaan Paman Sam dan putrinya membuat Az terdiam. Ia tak mampu mengatakan apa pun. Sebagai dokter ia merasa iba dengan keadaan pasien saat ini. Namun, menikah. Menikah adalah permintaan yang tak main-main. Apalagi yang ia nikahi adalah wanita yang belum lama ini ia kenal.


***


Bersambung


Apakah Az dan Dara akan memenuhi permintaan Bernardo? Akan kah mereka benar-benar menikah?


Nantikan cerita selanjutnya dan berikan dukungan pada author dengan memberi like dan votenya serta jadikan karya ini sebagai karya favorit kalian.

__ADS_1


Akhir kata " Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan dan mohon maaf lahir batin" dan info tambahan, mulai hari ini "Mengaku Tunangan CEO" akan update pukul 02.00 dini hari.


__ADS_2