
Di ruang kerja David, tampak Lim masih duduk termangu setelah pembahasan proyeknya bersama David. Ia masih merasa penasaran dengan yang ingin dilakukan bosnya itu pada Bella. Itulah sebabnya ia sengaja datang ke rumah David karena sebenarnya masalah proyek hanya alasan saja.
“Bos, apa yang sebenarnya Anda rencanakan? Apa maksud Bos dengan menyuruh gadis itu untuk mengumumkan kepada seluruh media bahwa Anda adalah tunangannya? Apa Bos ingin membuat seluruh dunia tahu bahwa DAVID ERLANGGA sekarang sudah memiliki seorang tunangan?”
“Menurutmu?” ucap David enteng.
“Jadi Bos benar-benar serius ingin melakukan itu? Bagaimana kalau Nyonya Besar tahu, dia pasti akan marah besar?”
“Kenapa harus marah besar? Bukankah itu yang selama ini dia inginkan. Dia begitu inginkan melihatku menikah?" tanya David.
“Tapi Bos, yang diinginkan Nyonya Besar adalah bos menikah dengan wanita yang setara dengan keluarga Bos, seperti Nona Clarissa Anna William,”
“Nah, itulah alasannya,” sahut David
“Maksud Bos?” tanya Lim bingung
“Masa kau masih belum mengerti,”
Sekretaris Lim berpikir sejenak.
“Jadi, maksud Bos, Bos ingin menjadikan gadis itu sebagai tameng untuk menghindari pernikahan dengan keluarga William karena Bos tahu bahwa keluarga Wiliam tidak akan setuju kalau cucu mereka menikah dengan laki-laki yang sudah bertunangan. Benar begitu, Bos?" tebak Lim.
“Pintar sekali, ternyata aku tidak salah memilihmu sebagai asisten sekaligus sekretaris pribadiku. Padahal, tadinya kupikir aku harus mulai berpikir untuk mengeliminasimu sebagai sekretaris ku, Sobat”
“Heh.. rasanya saya jadi tersanjung sekali karena Bos masih mengingat saya sebagai sahabat Anda,"
“Ayolah, Lim! Jangan mengatakan hal yang membuatku jadi tidak enak seperti itu,” bujuk David.
“Hah... tidak enak? Sejak kapan bos sombong seperti Anda ini bisa merasa tidak enak,” ucap Lim tak percaya.
“Kau benar, Lim! Aku hanya membual saja, ha ha ha,”
__ADS_1
Tawa renyah David menggelegar ke seluruh ruangan. Sekretaris Lim yang sudah sangat hafal dengan karakter dari sahabat sekaligus bos yang diikutinya itu hanya bisa memutar kedua bola matanya saat melihat reaksi dari bosnya itu.
***
“Dasar Brengsek! Ternyata aku sedang dipermainkan oleh pria bajingan itu! Dia sengaja memberikanku tantangan seperti itu untuk mempermalukan dan menertawai ku di depan semua media. Lihat saja aku pasti akan memberikannya pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya,” ujar Bella menggebu-gebu.
Tiba-tiba pandangannya teralihkan saat mendengar nada dering di ponselnya itu.
‘Goyang domret.. ah.. goyang domret.. goyang domret ah.. goyang domret.. Kang Dadang paling ganteng.. Saya suka Akang... suka sekali.. Bang Mandor paling kasep.. sama demen Abang.. demen sekali..’
“Siapa yang menelepon Dill?” tanya Bella.
“Enggak tahu, di layar ini cuma tertulis ‘Pangeran Tampan’” ucap Dilla saat menyerahkan ponsel yang berada di dekatnya itu ke tangan Bella.
“Pangeran Tampan?? Siapa dia?” gumam Bella.
“Halo, nona tunangan dari tuan David Erlangga, apa kabarmu? Apakah kau sudah siap?" ejek David.
“Iya, gadis pintar ini aku. Bagaimana kau sudah siap untuk menghadiri jumpa pers hari ini? Dan mengumumkan kepada seluruh dunia bahwa kau adalah tunangan dari DAVID ERLANGGA,” ledek David.
“Oh, tentu saja. Aku dengan berbangga diri akan mengumumkan kepada seluruh dunia bahwa aku Bella adalah tunanganmu, puas? TUAN DAVID ERLANGGA?" ucap Bella menekan nama David.
“Ha ha ha.. Ternyata kau sudah tahu ya? Bagaimana wajah tunanganmu ini benar-benar tampan bukan?” goda David.
“Cih, kalau aku tahu itu kau, aku tidak akan sudi mengaku sebagai tunanganmu,”
“Tapi sayangnya kau sudah terlambat Nona Arabella,” sahut David.
“Heh, dari mana kau tahu namaku?”
“Tentu saja aku tahu namamu karena itu sangatlah mudah dan kau tahu jangankan hanya sekedar nama bahkan ukuran bra yang kau pakai pun aku sudah mengetahuinya," bisik David.
__ADS_1
"Iih, DASAR MESUUUUM!!” teriak Bella membuat David tertawa terbahak-terbahak mendengarnya.
“Sebenarnya kau ini maunya apa sih? ” tanya Bella lagi.
“Seperti kesepakatan kita kemarin kau katakan kepada seluruh media bahwa aku, DAVID ERLANGGA adalah TUNANGANMU. Bukankah kau biasa melakukan itu tunanganku?” ejek David.
“Baiklah, aku akan melakukannya, tapi sesudah itu jangan ganggu hidupku lagi!” ancam Bella.
“Baiklah, tunanganku,” jawab David.
Tapi aku tidak janji, kalau sesudah ini hidupmu tidak akan terganggu (pikir David)
Bella yang kesal langsung memutus sepihak sambungan teleponnya.
“Heh, berani sekali gadis ini memutuskan teleponnya, tapi gadis ini benar-benar sangat menarik," gumam David dengan senyum diwajahnya yang tanpa sadar senyum itu diperhatikan oleh Sekretaris Lim.
Wah, ceria sekali wajahnya itu, tidak seperti biasanya. Sepertinya tebakanku kali ini benar si Bos memang sudah benar-benar jatuh cinta pada gadis itu (ucap Sekretaris Lim dalam hati)
***
Bersambung
Masih penasaran dengan ceritanya??
Nantikan episode selanjutnya...
Jangan lupa dukung karya author dengan like, vote, dan jadikan favorit ya.. terima kasih.
Salam juga dari
__ADS_1
"Cintaku di Kampus Pelangi"