Mengaku Tunangan CEO

Mengaku Tunangan CEO
Bab 116 Tiga Bidadari


__ADS_3

Semua orang di kediaman Erlangga tampak sibuk mempersiapkan hajat besar yang sebenarnya hampir tiap tahun dilaksanakan. Namun, kali ini Nenek Kanaya ingin membuatnya lebih mewah karena selain untuk merayakan hari kelahiran putranya Han dan ulang tahun EG Company selaku sentral perusahaan Erlangga Grup, Kanaya juga akan mengumumkan siapa pasangan David yang sesungguhnya.


Kini Diana tampak bersiap membawa Bella dan Dilla ke tempat Nikita sesuai dengan permintaan David, mengingat David saat ini banyak hal yang sedang diurus oleh David.


“Bella, Dilla, bersiaplah! Kita akan ke tempat Nikita sekarang,” perintah Diana saat melewati kamar kedua gadis itu.


“Baik, Tante,” sahut Bella dan Dilla bersamaan.


Hubungan Diana dengan kedua gadis itu tampak semakin dekat. Mereka kini terlihat seperti ibu dan anak .


“Ayo, Tante!” ajak Bella.


“Ayo!”


Kini mereka bertiga tengah keluar meninggalkan kediaman Erlangga guna mempersiapkan diri mereka agar terlihat lebih cantik.


“Jadi, gadis itu adalah putri kandung Han dengan Arini?” tanya Nenek Kanaya untuk memastikan apa yang sebelumnya ia dengar dari mulut Bibi Mun bukanlah kesalahan.


“Benar, Nyonya. Hanya hingga sekarang baik Tuan Muda maupun Nyonya Diana belum memberi tahukan semua kebenarannya pada Tuan Han,”


“Kalau begitu kita juga tidak perlu melakukan apa-apa. Biarkan seperti ini saja dulu,”


“Baik, Nyonya,” jawab Bibi Mun.


***


“Clarissa, apa kau bodoh? Aku sudah bilang kepadamu jangan melakukan tindakan apa-apa dulu kepada gadis gembel atau pun temannya itu sebelum malam ini. Mengapa kau masih melakukannya juga sih?” protes Lolita yang saat ini sedang berada di Mansion William.


“Cukup, Lolita! Aku tidak ingin membahas hal itu lagi. Sekarang sebaiknya kau beritahu aku apa rencana yang kau bilang hebat itu?” tanya Clarissa kesal karena perkataan Lolita mengingatkannya kembali akan tamparan keras yang ia terima dari sang Opa.


Lolita lalu membisikkan semua rencananya kepada Clarissa.


Sial! Aku tidak bisa mendengar apa yang mereka rencanakan (batin Steven kesal)


Steven kini tengah menguping percakapan antara Clarissa dengan Lolita karena ia merasa khawatir kalau Clarissa akan kembali membuat masalah di acara penting malam ini dan benar saja. Kali ini Clarissa dan Lolita tengah merencanakan sesuatu yang sayangnya tak bisa didengar oleh Steven.


“Baiklah, Steven itu artinya kau harus mengawasi adikmu. Jangan sampai ia berhasil dengan rencana liciknya,” gumam Steven.


***


“Hai, Bella cantik... Akhirnya kau datang juga. Aku pusing sekali karena sedari tadi David meneleponku,” ucap Nikita saat melihat Bella, Dilla, dan Diana sudah sampai ke tempatnya.


“Halo, Tante Diana, apa kabar? Kau semakin cantik saja,” sapa Nikita saat melakukan cipika cipiki dengan ketiganya.


“Kabarku baik, Niki. Sekarang lakukanlah apa yang diperintahkan David,”


“Oce, Tante. Sekarang Niki akan menunjukkan bagaimana Bella akan terlihat semakin cantik dan membuatnya menjadi sorotan malam ini,” ucap Nikita.


Setelah mengatakan itu Nikita langsung menarik Bella ke tempatnya. Ia sendirilah yang akan mengubah penampilan Bella. Sementara Tante Diana dan Dilla ditangani oleh para asistennya.


Cukup lama Nikita memoles wajah Bella dan seperti keinginannya Bella terlihat sangat cantik layaknya bidadari yang turun dari kahyangan. Bahkan, Bella sendiri hampir tak percaya bahwa wajah yang ditampilkan di depan cermin itu adalah dirinya.


“Ya ampun, Niki. Apa benar gadis di depan cermin itu adalah aku?” tanya Bella.

__ADS_1


“Tentu saja, sekarang ganti pakaianmu ya, Cantik !” seru Nikita.


Bella pun mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sebelumnya telah dipilih oleh David sendiri.


David sengaja memilih sendiri pakaian untuk Bella karena khawatir jika Nikita akan memberi istrinya pakaian yang serba terbuka dan tentu saja itu tidak diingkan oleh David.


“Sekarang kau pakailah perhiasan ini,” ucap Nikita saat memberikan satu set perhiasan yang dititipkan David kepadanya. Ia pun membantu Bella memakaikannya.


“Sepertinya Bos David sangat menyayangimu ya.. Kau tahu harga satu set perhiasan ini setara dengan harga dua mobil lamborgini yang biasa dipakai Lim,” ucapnya sambil memasangkan anting bertahta berlian ke telinga Bella.


Sementara Bella memilih diam, mendengarkan setiap pujian yang meluncur dari mulut Nikita tentang David.


“Aih, sepertinya kalungmu yang ini dilepas saja dulu ya.. ,” pinta Nikita saat hendak memasangkan kalung berlian ke leher Bella. Namun, ia melihat kalung lain yang sudah ada di leher Bella.


“Iya, tapi hati-hati ya membukanya.. Jangan sampai cincin yang ada pada kalung itu jatuh karena itu adalah pemberian dari mendiang ayahku,” pinta Bella yang disetujui Niki.


Niki pun melepas kalung itu dan menyimpannya di atas meja rias miliknya.


“Sempurna,” sahut Nikita saat melihat penampilan Bella yang sudah terlihat seperti putri bangsawan.


“Ya ampun, Bella. Kau cantik sekali,” puji Dilla yang juga baru selesai dengan riasannya dan menghampiri Bella.


“Kau juga terlihat sangat cantik Dilla,” puji Bella saat melihat penampilan baru Dilla.


“Tante juga,” lanjutnya saat melihat Diana yang juga sudah selesai dengan riasannya.


Kini ketiga wanita itu sudah terlihat lebih cantik dari sebelumnya. Siapa pun yang menjadi pasangan mereka akan bangga bisa berdampingan dengan ketiga bidadari cantik itu.


***


Tampak ketiga bidadari yang kehadirannya tengah ditunggu oleh pasangan mereka masing-masing berdiri di acara itu.


“Wah, bukankah itu Nyonya Diana Safira Wijaya? Cantik sekali. Padahal usiannya sudah kepala lima, beruntungnya Tuan Han memiliki istri secantik itu. Dengar-dengar dia juga wanita yang sangat baik,” suara bisik-bisik para tamu terdengar di aula itu.


“Kau dengar apa yang mereka katakan? Kau sungguh beruntung memiliki istri secantik Diana. Tapi sayangnya, kau begitu bodoh, menyia-nyiakan bunga indah yang ada di hadapanmu,” ucap Damar yang kini tengah berdiri di samping Han yang malam ini juga terlihat tampan.


“Jaga bicaramu! Kalau sampai ada yang mendengarnya, kupastikan rumah sakit milikmu akan segera ditutup,” sahut Han yang membuat Damar hanya menghela nafasnya. Karakter keluarga Erlangga yang paling tak disukai Damar, sombong dan suka mengintimidasi.


Suara bisik-bisik para tamu masih berlanjut. Mereka masih merasa penasaran dengan kehadiran dua orang wanita cantik yang ada di samping Diana.


“Lalu coba lihat! Siapa dua wanita yang berdiri di samping Nyonya Diana ya? Mereka berdua juga terlihat sangat cantik. Apakah mungkin mereka adalah putri dari keluarga ini?”


“Hus, bicara apa kamu? Keluarga Erlangga mana punya seorang putri. Mereka hanya memiliki Handika Erlangga sebagai putra mereka dan David Erlangga sebagai cucu laki-laki mereka,”


“Iya, juga ya. Lalu siapa mereka? Apa mungkin salah satu dari mereka adalah pasangan Tuan David yang sesungguhnya yang menurut rumor akan diumumkan Nyonya besar malam ini?”


“Bisa jadi, tapi bukannya tunangannya Tuan David itu sangat jelek ya. Sampai-sampai tertulis dalam tajuk berita utama ‘Si Tampan dan Si Buruk Rupa’,”


“Benar, dandanannya juga terlihat sangat norak. Persis seperti ondel-ondel, makanya sampai dijuluki ‘gadis ondel-ondel’, ha ha ha,”


“Kayak tokoh ‘Jengkelin’ dong dalam Ekstra vaganza,”


“Ya, seperti itulah, tapi bisa jadi itu hanya samaran gadis itu buktinya wajah asli tokoh ‘Jengkelin’ juga sangat cantik,”.

__ADS_1


“Lah.. kenapa jadi ngomongin ekstra vaganza ya? Ha ha ha,”


Aria yang melihat kehadiran tiga bidadari di hadapannya itu segera menghampiri mereka. Dan tepat di depan Dilla, Ar memberikan pujiannya.


“Tuan Putri, akhirnya kau tiba juga. Aku sangat senang melihat penampilanmu malam ini. Kau terlihat sangat cantik,” puji Ar seraya mengulurkan tangan pada Dilla, kekasihnya. Dilla tersenyum saat melihat Ar yang malam ini terlihat tampan datang menghampirinya.


“Terima kasih Pangeran, telah menyambut kedatangan Tuan Putri,” balas Dilla seraya menyambut uluran tangan kekasihnya.


“Oh, jadi gadis itu pasangannya Dokter Aria. Benar-benar cantik, sungguh pasangan yang serasi,” bisik salah satu tamu yang berdiri di samping mereka.


“Ehem, kau mau menyambut ratumu atau perlu aku yang menyambutnya?” tanya Damar yang sedari tadi gemas melihat tingkah sahabatnya.


“Diamlah dan tetap duduk di tempatmu!” seru Han yang lalu melangkah menghampiri Diana.


Diana tersenyum bahagia saat mendapati suami tercintanya tengah menyambutnya, meski mungkin itu hanya bentuk pencitraan saja.


“Huh, ke mana si David bodoh itu? Kenapa dia tidak menyambutku? Padahal aku sudah datang cantik-cantik seperti ini,” gerutu Bella sebal sambil memonyongkan bibirnya.


“Kenapa sayang? Sepertinya ada yang sedang mencariku?” bisik David mesra saat dirinya telah memeluk Bella dari belakang. Ia sengaja datang dari arah belakang untuk memberi kejutan pada istrinya.


Bella tersenyum senang, pipinya merona saat mendapat pelukan hangat dari suaminya. Terlebih setelahnya David memberikan sebuket mawar merah nan indah kepadanya. Setelah mendapat satu set perhiasan mewah, gaun nan indah, dan sekarang sebuket bunga mawar mewah dari David benar-benar menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri baginya. Karena semua itu selama ini hanya ada dalam impiannya.


“Lihatlah! Ternyata gadis itu benar-benar pasangannya Tuan David. Aduh, cantik sekali. Tuan David juga terlihat sangat tampan dan dia memperlakukan pasangannya dengan sangat lembut, membuat semua orang iri saja,” bisik-bisik para tamu terdengar jelas di telinga Clarissa dan Lolita.


“Kurang ajar, mereka berdua adalah pasangan yang memuakkan! Apalagi gadis gembel itu dia telah berhasil mencuri perhatian semua orang dariku,” maki Clarissa.


“Tenanglah Clarissa, sekarang kita mulai rencana kita. Ingat, kau harus berhasil membujuk Tante Diana untuk menyuruh David meminum minuman yang telah kau campur dengan obat perangsang itu dan memastikan kalau David meminumnya. Lalu, begitu efek obat itu sudah mulai terlihat, kau suruhlah orang untuk membawa David ke salah satu kamar yang ada di hotel ini. Dan aku akan mengalihkan perhatian mereka dengan menuduh teman wanita gembel itu mencuri perhiasanku. Dengan begitu, kedua wanita itu akan segera tersingkir dari kehidupan kita berdua,”


Clarissa dan Lolita mulai menjalankan rencana mereka. Clarissa mengambil minuman dari salah satu pelayan dan menuangkan obat perangsang itu ke dalam minuman tersebut. Setelah dipastikan minuman itu tercampur, ia mulai mencari Diana.


Sementara itu Lolita, menyuruh pelayan lainnya untuk menumpahkan minuman ke pakaian Dilla sehingga pakaiannya menjadi kotor akibat terkena tumpahan minuman itu.


“Oh, maaf Nona, saya tidak sengaja,” ucap si pelayan yang telah berhasil menumpahkan minuman ke pakaian Dilla.


“Ah, tidak apa-apa. Ar, aku ke kamar mandi dulu ya,” ucap Dilla.


Di kamar mandi itu Lolita tengah menunggunya untuk melakukan aksi selanjutnya.


Saat Dilla tengah sibuk menghilangkan bau minuman yang ada di pakaiannya. Diam-diam petugas kebersihan yang ada di dalam kamar mandi itu memasukan kalung mutiara milik Lolita ke dalam tas kecil yang dibawa oleh Dilla.


“Bagaimana?” tanya Lolita saat petugas kebersihan itu telah keluar dari dalam kamar mandi.


“Tenanglah, Dok. Aku telah berhasil melakukan apa yang Anda perintahkan,” jawab si petugas kebersihan itu.


“Baguslah. Ini bayaranmu,” ucap Lolita sambil memberikan setumpuk uang kepada petugas itu sebagai bayaran.


“Terima kasih, Dok. Semoga Anda berhasil merebut kembali calon suami Anda dari pelakor itu,” sahut si petugas kebersihan yang termakan oleh kebohongan Lolita.


“Heh, sekarang tinggal menunggu keberhasilan dari aksimu Clarissa karena jika kau berhasil melakukannya. Aku bisa memastikan bahwa rencanaku juga kali ini pasti akan berhasil. Tanpa bantuan David gadis itu tidak akan bisa lolos dari tuduhanku,” ucap Lolita menampilkan senyum jahatnya.


***


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa berikan like dan dukungan lainnya ya... terima kasih. 😘😘😘


__ADS_2