
David melangkahkan kakinya menuju kamar Diana. Ia berhenti di depan pintu kamar Diana dan saat ia hendak mengetuk pintu kamar itu, pintu itu pun terbuka.
“David?” sapa Diana saat melihat David berdiri di depannya.
“Iya, Tante. Aku ingin bicara dengan Tante,"
“Baiklah, akhirnya kau pulang juga, Tante juga ingin bicara denganmu. Katakan apa yang terjadi sebenarnya pada Tante, David? Kenapa tiba-tiba kamu membuat konferensi pers dan mengaku pada semua wartawan bahwa kamu sudah memiliki seorang tunangan? Memang kapan kamu bertunangan? Kenapa kamu tidak memberi tahu kami?” tanya Diana.
“Maaf, Tante, semuanya terjadi begitu cepat,”
jawab David.
“Maaf? Hanya itu? Apa maksud kamu David? Kamu tahu kelakuan kamu itu sungguh membuat Tante, Paman, dan Nenekmu itu kecewa! Apa ini yang Tante ajarkan kepadamu, David?" ucap Diana dengan nada sedikit meninggi.
"Maaf, Tante, jika David telah membuat semuanya kecewa, tapi aku terpaksa melakukan itu semua karena Nenek terus menerus memaksaku untuk menikah dengan Clarissa,” sahut David.
“Jadi, hanya karena nenek memaksamu menikah dengan Clarissa, kamu bertunangan dengan sembarangan wanita David?” ucap Diana tak percaya.
“Ehem,”
Suara deheman Bibi Mun menghentikan percakapan antara David dan tantenya, Diana.
“Tuan David, Anda ditunggu Nyonya besar di kamarnya,” ucap Bibi Mun kemudian.
“Sudahlah, pergilah temui Nenekmu dulu!" seru Diana.
“Baiklah, Tante aku ke kamar Nenek dulu," ucap David seraya meninggalkan Diana.
***
__ADS_1
David memberanikan dirinya masuk ke dalam kamar sang Nenek yang saat ini sudah seperti kandang macan baginya. Di dalam kamar tersebut tampak Nenek David sedang duduk sambil membuka lembar demi lembar halaman majalah yang ada di tangannya.
Saat ia mendengar suara langkah kaki David memasuki kamarnya, pandangannya pun beralih menatap David tajam.
Plak
Lemparan keras sebuah majalah mengenai wajah David.
“Memalukan! Apa seperti itu kelakuan dari seorang cucu Tomi Erlangga yang juga CEO dari Erlangga Cooperation? Mengumumkan sebuah pertunangan tanpa memberitahu keluarganya. Kau pikir keluargamu itu sudah mati, hah!” teriak Nenek David.
“Maaf, Nenek, tapi aku rasa kalau aku memberi tahu Nenek tentang hal ini juga percuma. Nenek pasti tidak akan setuju,” jawab David.
“Kalau kau tahu aku itu tidak akan menyetujuinya, kenapa kau tetap melakukan itu? Apa kau memang sengaja ingin mempermalukan nenek dan keluargamu sendiri, hah?” bentak Nenek David.
"Bukan begitu maksudku, Nek,"
David terdiam tak bisa menjawab saat kalimat itu keluar dari mulut tajam Neneknya. Karena itu semua bukan maksud David. Ia sama sekali tidak tahu bahwa Bella akan membuat keonaran yang mempermalukan keluarganya seperti itu. David hanya ingin seluruh dunia tahu termasuk keluarga William bahwa David sudah memiliki tunangan sehingga mereka tidak bisa memaksakan David untuk menikah dengan Clarissa.
Namun, kejadian hari ini benar-benar di luar kendali David. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Bella bisa berbuat senekat itu untuk membalas perlakuannya.
“Kenapa? Kenapa kau cuma diam? Apa kau sudah menjadi bisu David?!” teriak Nenek David.
“Maaf, Nenek, sebetulnya semua yang terjadi hari ini di luar perkiraan David. Itu semua karena Bella sedang marah sama David. Jadi, dia sengaja berdandan dan berpakaian seperti itu untuk mempermalukan David,” jawab David.
“Oh, jadi nama gadis itu Bella? Dan.. berani sekali dia belum jadi istrimu saja, dia sudah berani mempermalukanmu. Apa kamu yakin akan menjadikan gadis dengan kelakuan seperti itu sebagai istrimu?” tanya Nenek David yang mencoba mencari kejujuran dari mata David.
“Untuk saat ini David belum terpikir sampai ke situ Nenek,” jawab David menundukkan pandangannya.
Sepertinya apa yang Mun dan aku pikirkan itu benar. David melakukan ini semua hanya karena ia tidak ingin menikah dengan Clarissa dan sepertinya hubungannya dengan gadis itu hanya pura-pura saja (batin Nenek David).
__ADS_1
“Kalau begitu besok kau bawalah gadis itu kemari. Aku ingin mengetahui seperti apa rupa dari gadis itu sesungguhnya,”
“Apa?!” Mata David melebar saat mendengar ucapan sang Nenek.
“Kenapa? Apa Nenek salah jika Nenek ingin mengenal tunangan dari cucu Nenek?” tanya Nenek yang semakin curiga saat melihat reaksi David.
“Ti-tidak, Nek. Besok David akan membawa Bella ke rumah," jawab David tanpa memandang sang Nenek.
Sial, kenapa semuanya jadi seperti ini? Aku harap gadis tengik itu tidak membuat masalah lagi kali ini. Aku harus bisa meyakinkan Nenek kalau hanya gadis itu yang ingin aku nikahi bukan Clarissa sehingga semua yang aku lakukan hari ini tidak sia-sia (batin David).
***
Bersambung
Bagaimana ya, reaksi Bella saat David memintanya untuk menemui keluarganya?
A. Senang dan langsung menerimanya
B. Menolak David mentah-mentah
C. Tidak senang dan membuat siasat baru
D. Terpaksa menerima karena David memaksanya
(Ingin tahu jawabannya, baca terus ceritanya ya...)
Jangan lupa dukung karya author dengan like, vote, dan jadikan favorit ❤️❤️
Terima kasih 😍😍😍
__ADS_1