Mengaku Tunangan CEO

Mengaku Tunangan CEO
Bab 88 Pembalasan


__ADS_3

Dengan langkah tegap dan penuh keyakinan, David kembali melangkahkan kakinya kembali menuju ruang perawatan Lusia.


“Bos, saya hanya ingin mengingatkan. Tolong jangan bertindak gegabah karena Anda cukup tahu kan bagaimana karakter Nona Bella?”


“Aku sudah tahu Lim. Gadis itu bukanlah gadis yang penurut, semakin dipaksakan gadis itu akan semakin senang berbuat onar,” sahut David.


“Lalu sekarang Anda ingin melakukan apa?” tanya Lim saat sudah berhasil mengejar langkah David.


“Tentu saja aku akan mengajaknya pulang. Mana mungkin aku membiarkan si Bakpau Gosong itu berduaan dengan Bella,”


“Bakpau Gosong? Itu artinya..”


“Benar, laki-laki yang bersama Bella itu Azril. Teman kita si Bakpau Gosong,”


“Wow, keren,” puji Lim yang langsung mendapat pelototan dari David.


“Berani sekali kau! Sepertinya kau sudah tidak betah bekerja di sini dan ingin segera kupindahkan ke kutub utara,”


“Maaf, Bos. Saya hanya terkejut dengan perubahannya,” sahut Lim.


David tak bisa menyangkal ucapan Lim karena dia sendiri memang cukup terkejut dengan perubahan Az.


“Bella,” panggil David saat masuk ke dalam kamar Lusia dan melihat Bella dan Dilla tengah tertawa bersama.


“Hai, Az,” sapa Lim saat melihat Azril berada di ruangan itu. Namun, Az hanya membalas sapaannya dengan senyuman dingin.


Meski penampilannya sudah berubah, sikapnya masih saja sama persis seperti laki-laki yang datang bersamaku (batin Lim).


Merasa Bella tidak begitu memperhatikan panggilannya sebelumnya, David melangkah mendekatinya. Kemudian, memanggilnya kembali.


“Sayang,” panggilnya lagi yang kali ini membuat Bella dan Az menoleh bersamaan.


“Ada apa?” tanya Bella yang sebenarnya masih merasa kesal dengan perbuatan David saatdi kedai bakmi itu.


“Ayo, kita pulang! Sudah sore, aku ingin mandi. Badanku sudah sangat lengket,” ucapnya mesra sambil melirik ke arah Az yang tampak mempertanyakan sikap David kepada Bella.


David tadi memanggil Bella apa? Sayang? Apa aku tidak salah dengar? Dan apa maksudnya mengatakan itu? Apa Bella tinggal bersama dengan David? (batin Az).


“Baiklah. Dilla kau mau pulang bersama kami tidak?” sahut Bella lalu menoleh ke arah Dilla.


“Mungkin setengah jam lagi, Bel. Karena jam kerjaku belum selesai,” jawab Dilla.


“Tenang saja, Bel. Nanti biar Dilla aku yang antar,” sahut Ar.


“Ok, aku percayakan Dilla kepadamu,” ucap Bella.


Dan sekarang saatnya aku memberikan pelajaran pada David (batin Bella)


“Mari sayang, kita pulang!” ajak Bella berpura-pura bersikap manja.


“Baiklah,” jawab David tersenyum lebar melihat sikap Bella yang manja kepadanya.

__ADS_1


Lim hanya menggeleng melihat sikap kedua insan di depannya yang begitu pandai berakting. Kemudian, mengikuti keduanya melangkah keluar meninggalkan ruangan Lusia.


Kalian berdua memang layak mendapatkan piala OSCAR (batin Lim).


Setelah ketiganya keluar dari ruangan Lusia, Ar menoleh ke arah Dilla.


“Memang kalian tinggal bersama David?” tanya Ar.


“Iya, untuk sementara kami bertiga tinggal di rumah Lim,” jawab Dilla.


“Di rumah Lim? Kenapa?” tanya Ar.


“Karena Neni mengusir kami gara-gara tempo hari kami pulang bermain terlalu malam,”


“Oh, ternyata kalian berdua memang bocah nakal ya..” ucap Ar menggoda Dilla.


Sewaktu Ar, akrab dengan Bella, ia memang sudah sering mendengar curhatan Bella tentang Neninya yang akan marah dan mengusirnya jika ketahuan dia ikut balapan liar atau pulang terlalu malam. Meski hingga saat ini, Ar belum ada kesempatan untuk bertemu dengan Neninya.


Kalau Bella, aku bisa mengerti. Tapi, kalau David kenapa dia bisa tinggal bersama mereka? Tidak mungkinkan dia diusir oleh Paman Han. Lalu, kenapa harus di rumah Lim (batin Ar)


***


Bella masih berpura-pura bersikap manis di depan David agar bisa menjalankan rencananya malam ini.


Tumben, gadis ini manis sekali. Aku malah curiga dengan sikapnya ini. David, waspadalah! Dia pasti akan membuat ulah hari ini. (batin David).


“Makasih ya.. sudah mentraktir bakmi dan mengantarku ke rumah sakit hari ini,” ucap Bella sambil membenamkan kepalanya di bahu David.


Mobil Lim kini sudah sampai di halaman depan pintu utama rumahnya.


Bella yang baru keluar dari mobil bergegas masuk ke dalam rumah, lalu naik ke lantai atas menuju kamarnya dengan perasaan riang.


“Lim,” panggil David.


“Ada apa, Bos?” tanya Lim.


“Telepon Laudya! Aku ingin dia membuatkan ku sepasang cincin dari rancangan terbaiknya secepat mungkin,”


“Baik, Bos. Tapi jika boleh tahu, cincin itu untuk apa? Apa Bos bermaksud melamar Nona Bella?”


“Tidak secepat itu karena aku hanya akan melamarnya ketika sudah mendapatkan hatinya,”


“Anda yakin akan mendapatkan hatinya Bos?” goda Lim yang langsung mendapat serangan dari David.


“Kau ini (memukul lengan Lim) Baru tadi menyemangati sekarang sudah kembali membuat pupus. Dasar laki-laki tidak berpendirian!” umpat David kesal dan membuat Lim terkekeh.


“Ha ha ha, maaf,Bos, saya hanya ingin menggoda Anda saja. Lalu, cincin itu untuk apa?” tanyanya.


“Tentu saja untuk memberitahukan kepada semua orang kalau dia adalah tunanganku, TUNANGAN DAVID ERLANGGA. Dan tidak boleh ada pria mana pun menggangunya, termasuk kau,” ucapnya penuh penekanan dan keyakinan.


***

__ADS_1


“Apa? Jadi, Bella itu tunangannya David?” tanya Az yang kaget saat mendengar perkataan ayahnya.


“Berarti tebakanku benar, kau memiliki perasaan kepada gadis itu?” tanya Damar pada putranya saat mengajaknya makan di luar.


“Ti-tidak, kenapa Ayah bisa berpikir seperti itu?” ucap Az menyangkal.


“Ayolah, Az.. aku ini ayahmu. Aku bisa melihat sorot matamu yang hangat saat melihat gadis itu. Dan menurut Ayah, tak masalah kalau kau memang ingin bersaing dengan David,”


Toh, gadis itu juga tidak sepadan dengan David. Keluarganya juga tidak akan mungkin menerima gadis itu (melanjutkan ucapannya di dalam hati)


“Benarkah?” tanya Az.


“Tentu, tapi kau juga tidak bisa meremehkan David. Selain dia punya segalanya, anak muda ini juga sangat bertalenta karena ia memiliki semua kelebihan yang dimiliki kedua orang tuanya yang telah tiada. David bukan hanya pandai dalam hal bisnis, tapi juga di semua bidang,” puji Damar karena dia cukup mengetahui kelebihan yang dimiliki keponakan Han itu.


“Ayah terlalu memuji laki-laki sombong itu dan itu malah semakin membuatku tertantang untuk mengetahui seberapa hebat kemampuan yang dimilikinya,” ucap Az.


“Bukan terlalu memuji, tapi itu kenyataannya,” sahut Damar.


***


Terdengar suara air shower yang jatuh, menandakan ada seseorang yang sekarang sedang menikmati guyuran air tersebut di kamar mandi. Tampak Bella yang celingak-celinguk memperhatikan keadaan sekitar saat dirinya kini berada di dalam sebuah kamar yang ditempati David.


“Benar perkiraanku, laki-laki itu sedang mandi. Berarti ini saat yang tepat untuk melakukan pembalasan,” ucap Bella sambil terus mengendap-ngendap di kamar David.


Bella berusaha mencari sesuatu yang bisa dijadikan alat pembalasannya.


“Kira-kira apa ya? Yang tidak terlalu mencolok dan pasti akan dipakai laki-laki itu?” gumamnya sambil terus berpikir.


Sementara itu di dalam kamar mandi, David mulai merasa ada barang yang tertinggal yang belum dibawanya. Ia bermaksud untuk keluar dari dalam kamar mandi. Namun, baru sebagian pintu kamar mandi itu dibuka, ia sudah melihat seseorang sedang mengendap-ngendap di dalam kamarnya. Bibirnya terangkat, memperlihatkan senyum manisnya. Pikiran nakal terselip di dalam kepalanya.


"Gadis, kau sendiri yang mengantarkan dirimu ke sini untuk menjadi mangsaku. Jangan salahkan aku jika sedikit menggodamu!” gumam David.


Kemudian, David kembali menyalakan shower air yang sempat dimatikannya agar Bella tak curiga.


“Tapi sebelumnya, aku penasaran apa yang sebenarnya ingin kau lakukan di sini? Baiklah, aku ingin melihat pertunjukanmu dulu,” gumam David sambil terus mengintip apa yang sedang ingin dilakukan Bella di kamarnya.


***


Bersambung


Apa ya.. yang sedang dilakukan Bella di kamar David?


Bagaimana cara David mengerjai Bella balik?


Dapatkah Bella menjalankan rencana balas dendamnya dengan baik?


Penasaran? Nantikan jawabannya di episode selanjutnya...


Jangan lupa memberikan like, vote, dan komen terbaikmu untuk cerita ini dan tetap jadikan cerita ini favoritmu.


Terima kasih 💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2