
Gurat kekhawatiran terlihat jelas di wajah Dilla saat menyadari kalung peninggalan almarhumah ibunya kini telah menghilang.
Oh, Dilla, ayolah jangan bodoh! Kau harus bisa mengingat kembali di mana kalung peninggalan ibumu itu? Aku ingat tadi pagi aku masih memakainya? Apa mungkin kalung itu terjatuh? Tapi jatuh di mana? Ya Tuhan, berikan aku petunjuk. Aku ingin kalung itu kembali kepadaku (batin Dilla).
Ia hanya mengaduk-ngaduk bakmi yang ada di hadapannya tanpa sekali pun memasukannya ke dalam mulut, menggigit bibir bawahnya, dan beberapa kali mengedarkan pandangannya ke arah yang tak jelas. Hal itu dirasakan oleh mereka yang duduk dalam satu meja bersamanya.
“Dil, kau kenapa?” tanya Bella saat merasakan perilaku yang tak biasa dari temannya.
“A-aku, aku sedang bingung Bel,” kalimat itu akhirnya terucap dari mulut Dilla, setelah sebelumnya ia merasa ragu untuk mengatakannya.
“Bingung kenapa?” tanya Bella sambil melahap bakmi yang ada di hadapannya.
“Aku, aku kehilangan sesuatu,” jawab Dilla.
“Kehilangan apa?” tanya Bella penasaran, sedangkan Lim dan David yang ikut mendengarkan hanya saling bertatapan satu dengan lainnya. Mereka menunggu jawaban yang akan Dilla katakan, meski mereka sudah bisa menebak benda apa yang dimaksud.
“Kehilangan dompetku, ta-tapi mungkin bukan hilang hanya ketinggalan saja,” jawab Dilla tanpa berani menatap Bella maupun David.
Kenapa Dilla harus berbohong? Ada apa sebenarnya dengan kalung itu? Apa kecurigaan Bos David itu benar adanya (batin Lim)
Sepertinya kecurigaanku benar. Ada sesuatu dengan kalung itu. Aku harus bisa segera mengetahuinya. (batin David)
“Oh, hanya masalah dompet. Tenang saja, kau tidak lihat di sekeliling kita ada tiga orang pria mapan. Masa hanya membayarkan makan dua orang perempuan saja tidak bisa. Sekarang makanlah dengan tenang. Benar kan sayang?” sahut Bella sambil menoleh ke arah David meminta persetujuannya.
“Benar sayang, kalian makanlah sepuasnya biar aku yang bayar dan kalau kau ingin kau juga bisa bawa pulang gerobaknya sekalian,” ucap David.
“Bawa gerobaknya? Maksudmu kau mau menyuruhku menjadi tukang bakmi? Tega sekali,” keluh Bella.
“Hey, bukan begitu. Siapa yang menyuruhmu menjadi tukang bakmi? Bahkan jika kau menginginkannya pun aku tak akan mengizinkannya,” sahut David.
“Kenapa?” tanya Bella yang langsung membuat David menghadapkan badan Bella ke hadapannya.
“Karena aku tak akan mengizinkanmu melayani orang lain. Aku hanya ingin kau melayaniku seorang,” jawab David.
Jawaban David yang terkesan ambigu itu membuat Dilla yang sedang menyantap bakmi tersedak.
“Uhuk uhuk,” spontan Lim dan Ar menyerahkan segelas air minum kepada Dilla secara bersamaan.
“Terima kasih,” Dilla tidak mengambil gelas dari keduanya. Dia lebih memilih mengambil gelas miliknya sendiri.
Sementara Bella menjadi salah tingkah mendengar ucapan David. Pipinya pun merona seketika.
Aih, apa sih yang dia katakan? Apa maksudnya mengatakan hal seperti tadi? Melayani dia bagaimana? Kita kan hanya tunangan pura-pura saja. (batin Bella).
__ADS_1
Aduh, kenapa aku bisa sampai keceplosan bicara seperti itu ? Apa yang akan dipikirkan gadis itu? (batin David).
Bos, perhatikan ucapanmu. Jangan membuat orang lain berpikir macam-macam mendengar ucapanmu itu (batin Lim)
Sepertinya David kali ini benar-benar serius dengan Bella. Aku harap Bella bukanlah si wonder woman yang dicari Az selama ini (batin Ar).
Apa dugaanku memang benar? Kalau David memang benar-benar menyukai Bella karena kalau tidak, tidak mungkin dia sampai mengatakan hal seperti tadi (batin Dilla).
Mereka berlima melanjutkan santapan bakminya dengan pikiran masing-masing.
“Rasanya enak kan?” Bella menoleh ke arah David bermaksud memecah suasana canggung yang sempat terjadi di antara mereka.
David pun ikut menoleh ke arahnya, tersenyum melihat bibir Bella yang memerah akibat pedas yang dirasakannya.
“Minumlah, sepertinya kamu kepedesan,” ucap David sambil menyodorkan minum ke arah Bella.
“Tenang saja, aku sudah terbiasa dengan rasa pedas seperti ini,” ucapnya sambil menyeruput segelas teh hangat yang diberikan David. Lalu, spontan menggunakan punggung tangannya untuk mengelap mulutnya. Namun, David mencegahnya.
“Jangan mengelap dengan tangan seperti itu jorok sekali!” seru David, ia pun lalu mengambil tisu dan mengelapkan tisu itu ke arah sekitar bibir Bella yang basah.
Sesaat keduanya merasakan debaran jantung yang begitu kuat saat David mulai membersihkan bibir Bella dengan tisu di tangannya.
Apa ini? Ada apa dengan jantungku? Apakah gara-gara terjatuh di kamar mandi tadi sakitnya bisa sampai ke jantung? (batin Bella).
“Ehem,” Lim dan Ar berdehem bersamaan, menyadarkan kedua insan di hadapan mereka untuk menghentikan pertunjukannya.
“Eh, kenapa kalian belakangan ini jadi kompak seperti itu ya,” sahut Bella yang beberapa kali melihat reaksi Ar dan Lim yang selalu bersamaan.
“Tapi ini bukan karena efek kalian menyukai orang yang sama kan?” ucap Bella memandang wajah Ar dan Lim secara bergantian.
Sementara Dilla memandang Bella dengan tatapan tidak suka seolah-olah ingin berkata,
Bella, hentikan ucapanmu! Apa maksudmu bicara seperti itu di hadapan Lim dan Ar? Apa kau ingin mengatakan kalau keduanya menyukaiku? (batin Bella).
“Iya, enggak Dil?” goda Bella menatap Dilla yang sedari tadi hanya diam saja.
“Mungkin hanya kebetulan saja. Lagi pula memang mereka sama-sama menyukai siapa?” sahut Dilla yang membuat Ar dan Lim saling bertatapan satu dengan yang lainnya.
“Entahlah, tapi kurasa mereka itu menyukai...” ucapan Bella terpotong saat mendengar jeritan David.
“Aww, siapa yang berani menginjak kakiku? Apa kau yang menginjaknya lagi, Bella?” tanya David geram.
Astaga, kenapa aku bisa salah injak? Kenapa aku malah menginjak kakinya David? Celaka kamu Dilla, celaka, tamat riwayatmu hari ini juga (ucap Dilla dalam hati).
__ADS_1
“Bukan aku, David,” sahut Bella yang langsung menunduk ke kolong meja mencari pelaku sebenarnya.
“Eh maaf, Tuan David. Tadi itu saya tidak sengaja melakukannya karena tadi saya melihat ada seekor kecoa di sana,” tunjuk di Dilla ke kolong meja.
“Apa?” David terperanjat naik ke atas kursi saat mendengar nama makhluk yang menurutnya sangat menjijikan itu, melupakan rasa sakit yang dirasakannya saat terinjak oleh Dilla.
“Di mana? Di mana kecoa itu?” ucap David dengan wajah yang sedikit pucat.
"Tenanglah, David. Kenapa reaksimu berlebihan seperti itu sih?” ucap Ar yang baru saja menyahut setelah sebelumnya lebih banyak memilih diam tanpa banyak bicara.
“Diam kau! Mana kecoanya? Lim, cepat singkirkan makhluk astral itu!” jerit David.
“Iya, tapi kau bisa turun dulu kan David. Apa kau tidak tahu malu bertingkah seperti ini di tempat umum?” ucap Bella yang sebenarnya ingin tertawa melihat tingkah menggelikan dari seorang CEO yang biasanya terlihat angkuh dan arogan itu.
“Maaf, Nona Bella. Bos David memang sejak kecil memiliki phobia terhadap makhluk yang bernama kecoa itu,” sahut Lim.
“Oh, begitu,” ucap Bella.
Rupanya seperti itu toh, ternyata CEO sombong ini takut sama yang namanya kecoa. Aku pikir dia sama sekali tak punya rasa takut setelah melihat kehebatannya melawan para hantu palsu itu. Ternyata ketakutannya justru pada makhluk kecil ini. He he he.. terima kasih Dilla, kau telah menunjukkan kelemahan CEO sombong, tunanganku ini (batin Bella).
Dilla yang merasa bersalah segera meralat ucapannya.
“Ma-maaf, Tuan. Sepertinya tadi saya hanya salah lihat. Di sini bersih. Tidak ada kecoa sama sekali. Maaf ya, maafkan saya,” ucap Dilla sambil mengatupkan kedua tangannya di dada penuh penyesalan.
David yang mendengar perkataan Dilla, akhirnya bisa kembali tenang. Ia pun turun kembali dari kursinya. Namun, ekspresi wajahnya kini terlihat berubah dari pucat ketakutan menjadi ekspresi yang sangat dingin. Jauh berbeda dengan ekspresi yang sebelumnya ia tunjukkan kepada Bella saat menyantap bakmi.
Seketika itu juga suasana di antara mereka menjadi sangat dingin. Sedingin tampilan wajah yang ditunjukkan David saat ini.
***
Bersambung
Hayo loh... Babang David kayaknya lagi marah nih..😅😅
Kira-kira apa yang bakalan terjadi nantinya ya?🤔🤔
Penasaran? Simak kelanjutan ceritanya di episode selanjutnya.
Jangan lupa berikan like, vote, dan komentar positifmu sebagai bentuk dukungan pada karya ini.. dan tetap jadikan karya ini favoritmu ya..
Terima kasih.. 💐💐💐
(Ini bonus update hari ini)
__ADS_1