Mengaku Tunangan CEO

Mengaku Tunangan CEO
Ekstra Part Kehamilan Bella Bagian 5


__ADS_3

“Bugh” Satu lemparan keras berhasil menjatuhkan pria berbadan kekar yang hampir saja memukul Lim.


“Wah, ternyata ada pemandangan hebat seperti ini di sini,” ucap Bella takjub saat melihat aksi heroik dari sekretaris sang suami yang selama ini dianggapnya hanya laki-laki penakut.


Bella ingat betapa dirinya pernah tertawa hingga mengompol bila mengingat kejadian yang pernah mereka alami di rumah hantu. Saat itu Lim lari terbirit-birit bahkan sampai pingsan hanya karena melihat hantu bohongan. Akan tetapi, sekarang ia melihat pemandangan yang berbeda.


“Sudahlah, berhentilah menganggumi pria lain seperti itu,” ucap David sambil memasang tubuhnya menghalangi pandangan Bella.


“Sayang, kau itu pelit sekali. Oh, ya, boleh kah aku ikut memukul preman itu?”


“Tidak, kau itu sedang hamil, Sayang.” tolak David.


“Kalau gitu wakili aku memberi preman pasar itu pelajaran. Berani-beraninya dia memukul anak kecil di hadapanku,”


“Kalau begitu apa yang kau inginkan? Merontokkan gigi-giginya,”


“Memang kau mampu melakukannya, Sayang,” tanya Bella meragukan kemampuan sang suami.


“Kau ini ya?” memegang hidung istrinya.


“Beraninya meremehkan suamimu. Lihat ini!” seru David menghampiri sang preman yang mencoba bangkit.


“Bugh” pukulan David benar-benar berhasil membuat gigi depan preman itu rontok.


“Aduh, Bos. Ampun, Bos...,” preman itu pun akhirnya merengek minta ampun.

__ADS_1


“Bos, Bos, memang siapa Bos, kamu!” ucap David tak terima.


“Maksud saya ampun, Tuan,” sahut sang preman memohon ampun pada David dan Lim.


“Dul,” Mang Kadir tiba-tiba datang berlari ke arah Bella, David, dan Lim, sambil meneriaki sebuah nama yang ternyata nama panggilan dari preman yang habis dipukul David dan Lim.


“Dia lagi,” gumam Bella dan David bersamaan.


“Ma-maaf, Bos David. Anak saya salah apa ya?” tanya Mang Kadir yang terkejut saat melihat dua laki-laki berkuasa berada di depan putranya, David dan Lim.


“Anakmu itu mengambil paksa uang dari anak kecil itu,” jawab Lim sambil menunjuk anak kecil yang berada di dekat mereka.


“Bener, Dul?” tanya Mang Kadir pada putranya.


“Jadi dia anakmu? Ternyata sama saja dengan Bapaknya, banyak tingkah,”sahut David.


“Maaf, Bos. Saya janji akan menyuruh anak saya untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai preman di pasar ini dan tidak lagi meminta jatah dari orang-orang yang bekerja atau pun berjualan di pasar ini,” ucap Mang Kadir.


“Baiklah, saya pegang ucapanmu,” ucap David.


“Lim, apakah semua barang yang aku minta untuk segera diangkut kemari sudah dibawa? “


“Sudah, Bos,” jawab Lim singkat.


“Kalau begitu sekarang kita kembali ke rumah, Sayang,” ajak David pada Bella.

__ADS_1


Bella pun mengangguk, menyetujui permintaan David. Namun, tiba-tiba saja langkahnya terhenti saat melewati preman itu.


“Sayang, ada satu hal lagi yang ingn kuminta darimu,” pinta Bella.


“Apalagi, Sayang,” tanya David lembut.


Kemudian Bella membisikkan permintaannya pada David dan itu membuat mata David terbelalak mendengar permintaan aneh dari sang istri.


Apalagi permintaan dari Nyonya yang satu ini. Kenapa aku merasakan firasat yang tidak enak ya? (batin Lim saat melihat ekspresi David saat mendengar bisikan Bella).


Setelah mendengar permintaan aneh dari istrinya itu, David meminta Lim untuk segera menghampirinya. Lalu, ia membisikkan apa yang dibisikkan Bella kepadanya.


Tuh kan, seperti yang kupikirkan sebelumnya. Akan ada hal aneh yang diminta Nyonya muda kita yang satu ini. Lim.. Lim... nasibmu sungguh beruntung sekali, memiliki dua majikan yang begitu langka ini (batin Lim kesal).


***


Bersambung


Sebenarnya permintaan aneh apa yang diminta Bella pada David dan Lim hingga membuat Lim merasa kesal?


Temukan jawabannya di update selanjutnya yang insyaAllah siang nanti. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan memberikan like, vote, serta menjadikan karya ini sebagai karya favorit dalam rak buku kalian.


Terima kasih..


Salam sayang untuk semua dan semoga sehat selalu.

__ADS_1


__ADS_2