
Di salah satu aula pertemuan sebuah hotel mewah, tampak beberapa orang wartawan sedang berkerumun memenuhi aula gedung tersebut. Mereka tampak tidak sabar menunggu berita sensasional yang akan mereka tulis.
Betapa tidak, pagi itu mereka mendapat kabar dari orang kepercayaan yang bekerja bersama David Erlangga yang menyatakan bahwa cucu dari pemilik Erlangga Grup yang dikenal sangat dingin dan arogan itu kini akan mengumumkan tunangannya.
Mereka mulai menerka-nerka gadis cantik dan kaya mana yang berhasil menaklukan pemuda tampan yang telah menuai prestasi sebagai pengusaha muda paling sukses di Negara S. Bahkan, kabarnya prestasi David ini bukan hanya di Negara S saja, namun juga hingga ke manca negara.
“Ke mana gadis tengik itu? Apa sekarang dia berubah pikiran?” keluh David sambil sesekali melihat jam tangannya.
“Perlu saya telepon, Bos?” tawar Sekretaris Lim.
“Pakai tanya lagi? Cepat telepon sana!” Bentak David.
Aah.. si Bos ini, selalu saja seperti itu (ucap Lim dalam hati)
Lim pun segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Bella yang sebelumnya telah ia simpan.
“Iya, halo,” sahut si penerima telepon.
“Anda di mana Nona?” tanya Lim.
“Saya baru saja sampai di depan hotel yang kalian sebutkan,” jawab Bella.
“Ini sudah jam 10 Nona,” sahut Lim mengingatkan karena mereka berjanji kepada wartawan untuk bertemu pada jam 9.
“Iya, aku tahu dan maaf kalau kami datang terlambat karena tadi jalanan macet,” jelas Bella.
__ADS_1
Sebenarnya Bella terlambat bukan karena macet, namun karena dia harus berurusan dengan polantas gara-gara membawa motor dengan kecepatan yang sangat tinggi.
“Kalau begitu silakan Nona naik ke lantai 12, aula gedung hotel ini karena kami dan para wartawan sudah menunggu kehadiran Anda di sini sedari tadi,” ujar Sekretaris Lim.
“Ok, baiklah,” sahut Bella yang kemudian langsung menutup teleponnya secara sepihak. Padahal, David baru saja merebut ponsel Lim untuk berbicara kepadanya.
“Sial, gadis tengik ini menutup teleponnya lagi!” umpat David kesal.
***
Setelah menutup sambungan teleponnya, Bella dan Dilla kemudian masuk ke dalam gedung pencakar langit yang kini berada tepat di depan mereka. Dengan menarik nafas panjang, mereka mulai melangkahkan kaki mereka memasuki gedung tersebut. Namun, baru beberapa langkah mereka berjalan, langkah Bella tiba-tiba terhenti.
“Tunggu,” ucap Bella.
“Ada apa Bel?” tanya Dilla.
“Apa kau yakin akan melakukan itu?” sahut Dilla ragu.
“Tentu saja, seorang Bella tak akan menarik kembali ucapannya,” jawab Bella mantap.
Setelah percakapan singkat mereka yang terjadi di loby hotel, Bella lalu menarik tangan Dilla menghampiri salah seorang sekuriti yang sedang berjaga di loby hotel tersebut.
“Permisi Pak, saya mau ke aula tempat pertemuan Tuan David Erlangga dengan para wartawannya, tapi sebelum itu bisa tolong tunjukkan kepada saya di mana letak kamar mandinya?” tanya Bella.
“Oh, aula pertemuan untuk konferensi pers ya, Mbak?” tanya sang Sekuriti.
__ADS_1
“Iya,” jawab Bella.
“Ada di lantai 12 gedung ini, Mbak. Adapun untuk kamar mandinya di tiap lantai ada, di dekat aula itu juga ada, Mba, letaknya persis di sebelahnya,” jelas Sekuriti berbadan kekar tersebut.
“Oh, kalau begitu terima kasih, Pak,”
“Sama-sama, Mbak,”
Setelah mengetahui arah tempat yang akan mereka tuju, mereka pun langsung masuk ke dalam lift menuju lantai 12.
“Aduh, apa kau tidak merasa tegang, Bel,” ucap Dilla sambil menaruh kedua telapak tangannya tepat di depan dadanya.
“Santai saja, semuanya pasti baik-baik saja,” ucap Bella, namun di dalam hatinya ia pun merasakan ketegangan yang sama. Betapa tidak, ia harus menjumpai para wartawan dan mengakui pria asing yang merupakan cucu dari pengusaha terkaya di negara S ini sebagai tunangannya. Meski itu sudah sering ia lakukan, namun selama ini kebohongannya hanya terjadi di komunitasnya saja.
Setelah sampai di lantai 12, Bella mengajak Dilla memasuki kamar mandi yang berada tepat di sebelah aula itu.
“Bella, apa kamu benar-benar yakin akan melakukan ini?” sahut Dilla mencoba menghentikan rencana gila dari Bella.
“Huss, diamlah! Dari tadi kamu cerewet sekali! Tunggu di sini! Aku mau berganti pakaian dulu,” perintah Bella sebelum ia masuk ke dalam salah satu bilik yang ada di dalam kamar mandi tersebut.
***
Bersambung
Apa ya? Yang kira-kira akan Bella lakukan? Rencana gila apa yang akan dilakukannya pada David? Simak dan nantikan terus kelajutan ceritanya.
__ADS_1
Jangan lupa untuk memberi like, love, dan vote untuk mendukung cerita ini.. terima kasih 😍😍😍