Mengaku Tunangan CEO

Mengaku Tunangan CEO
Bab 87 Foto


__ADS_3

David yang tak kuasa menahan kemarahannya, langsung memilih meninggalkan ruangan itu sebelum sempat mendengarkan penjelasan Bella lebih lanjut.


“Hey, gadis. Kau sudah berani selingkuh di hadapanku. Kau lihatlah setelah ini kau akan menerima akibatnya,” gumam David yang kini terlihat sangat kesal.


Kekesalan David itu kini semakin bertambah ketika sebuah panggilan masuk dari Clarissa muncul di layar ponselnya.


“Kenapa wanita ini meneleponku?” gumam David yang langsung menolak panggilan telepon dari Clarissa.


Lantas meneruskan langkahnya menuju tempat di mana sekretarisnya itu sedang duduk menunggu mereka di sebuah taman yang tak jauh dari ruangan itu sehingga masih bisa terlihat oleh David. Namun belum juga sampai ke tempat itu, lagi-lagi David dibuat jengkel oleh nada dering telepon dari salah satu pengunjung rumah sakit tersebut saat David melintasinya.


Entah a... pa yang merasukimu..? Hingga kau tega mengkhianatiku. Menduakan cintaku..


“Hey, kau!” bentak David pada orang yang hendak mengangkat telepon itu.


Orang yang berjalan di sampingnya itu seketika terkejut dan hampir saja menjatuhkan ponsel yang sedang digenggamnya. Orang itu tak lain adalah salah satu mantri di rumah sakit itu yang cukup mengenal David sebagai teman dan sudah dianggap kerabat oleh pemilik rumah sakit tersebut. Bahkan, memiliki saham yang cukup besar di sana.


“A-ada Tuan?” tanyanya gugup saat David memandangnya dengan tatapan dingin dan mematikan.


“Norak sekali nada deringmu. Tidak bisa kah kau menggantinya dengan nada dering yang lain! Membuat orang semakin kesal saja. Cepat ganti!” serunya memberi perintah.


“Ba-baik, Tuan,” seketika mantri yang diminta David untuk mengubah nada ponselnya dengan gemetar mengatur ulang bunyi dering panggilan masuk ke dalam ponselnya.


Lim yang melihat pertengkaran bosnya dengan salah satu petugas medis di rumah sakit tersebut, hanya bisa menggelengkan kepalanya. Kemudian, menghampiri bosnya yang kini berdiri tak jauh dari tempatnya duduk.


“Ada apa Bos? Sepertinya suasana hati Anda saat ini sedang tidak begitu baik?” tanya Lim saat sudah berada di dekat David.


David yang masih berkacak pinggang itu menghela nafas pelan, lalu melanjutkan langkahnya menuju kursi taman dan duduk di tempat itu. Lim yang melihat wajah frustasi, bos sekaligus sahabatnya itu mengikuti langkah David dan duduk di sampingnya.


“Aku benar-benar kesal dengan gadis itu, dia...” belum sempat David menyelesaikan ucapannya lagi-lagi ponselnya berbunyi.


“Sial, ada apa dengan wanita ini? Kenapa dia selalu menggangguku?” ucap David bertambah kesal saat melihat lagi-lagi Clarissa meneleponnya.


“Siapa Bos?” tanya Lim penasaran.


“Nih, angkatlah!” jawab David memberikan ponselnya itu kepada Lim.


Nona Clarissa, ada apa dia menelepon Bos David berkali-kali? Sepertinya aku punya firasat buruk. (tanya Lim dalam hati sebelum ia mengangkat telepon itu)


“Halo, David apa kabar?” sapa Clarissa sebelum Lim sempat mengatakan sepatah kata pun.


“Maaf, Nona Clarissa. Saya Lim,”


“Oh, kamu Lim. Di mana David?"


“Bos David sedang ada rapat,” jawab Lim berbohong.

__ADS_1


“Sayang sekali, padahal aku sudah sangat merindukannya dan ingin sekali berbicara dengannya,” sahut Clarissa.


David yang mendengar ucapan Clarissa dari loudspeaker yang dinyalakan Lim, membuat memasang ekspresi yang seolah-olah ingin muntah dibuatnya.


“Maaf sekali, Nona. Mungkin lain waktu Anda bisa meneleponnya kembali,” kata Lim.


“Baiklah, tapi aku ingin menanyakan satu hal kepadamu,” sahut Clarissa.


“Kalau begitu tanyakanlah!” seru Lim.


“Apakah foto yang aku kirimkan pada David sudah diterimanya?” tanya Clarissa senang.


“Foto yang mana?” tanya Lim tak mengerti karena David tak pernah mengatakan itu kepadanya dan kini ia pun hanya mengangkat bahunya yang berarti ‘tidak tahu’.


“Itu foto yang kirimkan lewat pesan beberapa jam yang lalu?”


“Oh, kalau itu maaf Nona. Bos tidak mengatakan apa pun kepada saya, mungkin dia memang belum melihat foto kiriman Nona,” jawab Lim.


‘”Kalau begitu mintalah dia untuk segera melihat dan membukanya. Itu foto yang sangat bagus Lim. Aku jamin, David pasti bisa memberikanmu bonus setelah melihatnya,” bujuk Clarissa.


Mendengar kata ‘bonus’, Lim tampak begitu antusias dan bersemangat.


“Baiklah, Nona. Akan segera aku sampaikan kepada Bos. Sebelumnya terima kasih atas informasi yang telah Nona berikan. Semoga bonusnya bisa cepat cair,” sahut Lim senang. Ia tampak semakin antusias dan dibuat penasaran dengan foto yang dikirimkan Clarissa kepada David.


“Bos, Anda sudah dengar?” tanyanya menoleh ke arah David.


Setelah mendapat persetujuan dari David, Lim segera membuka aplikasi pesan (whatsapp) yang ada di ponsel David. Lalu mencari pesan masuk atas nama Clarissa. Sesuai yang dikatakan Clarissa, bahwa ada foto yang ia kirimkan di pesan WA tersebut.


Lim segera mengklik foto itu dan saat foto itu bisa terlihat dengan jelas, seketika itu juga ekspresi Lim tiba-tiba berubah.


Sial! Aku kena tipu wanita itu. Bonus apanya? Yang ada habislah sudah (batin Lim).


“Mana? Coba aku ingin lihat bonusmu itu!” seru David yang spontan membuat Lim langsung menyembunyikan ponsel ke belakang.


“Lim!” teriak David yang mulai curiga.


“Baiklah, Bos. Tapi tolong, lupakan perkataan Nona Clarissa. Saya sama sekali tidak menginginkan bonus dari Bos,” ucap Lim.


“Heh, tumben sekali. Cepat tunjukkan!” seru David dengan suara meninggi, membuat Lim segera menunjukkan foto yang baru saja dilihatnya barusan.


Darah David semakin mendidih saat melihat foto Bella yang begitu dekat dengan Az. Bahkan, terlihat begitu serius membalut luka di tangan Az. Sedangkan, Az tampak tersenyum senang dan menikmati perlakuan Bella tersebut.


“Bella!!” seru David geram, lalu bangkit dan hendak kembali ke ruang rawat Lusia.


“Bos, Anda mau ke mana?” Lim mencoba menahan kepergian David.

__ADS_1


“Aku ingin segera memberikan gadis itu pelajaran. Ternyata dia benar-benar berani selingkuh di belakangmu,”


“Bos, tenanglah! Bos dan dia kan hanya tunangan pura-pura,"


“Kau!” David melotot tak suka dengan perkataan Lim, meskipun benar adanya.


David tersenyum kecut saat menyadari bahwa dirinya memang bodoh sampai-sampai ia lupa kalau dia dan Bella memang hanya tunangan pura-pura. Lalu, ia kembali menghela nafas meredam emosi yang saat ini seperti sedang membakar dirinya.


“Tapi, kau tahu dan bisa merasakannya kan Lim bahwa saat ini perasaanku kepadanya bukan lagi pura-pura,”


“Iya, saya tahu dan bisa merasakannya Bos. Tapi, Nona Bella? Apa Anda sudah memberi tahunya tentang perasaan Anda yang sesungguhnya kepadanya?”


“Tidak, tentu saja tidak. Karena aku takut dia menolakku,”


Waw, tidak menyangka ternyata seorang David Erlangga yang biasanya digilai para wanita sekarang malah takut untuk ditolak.


(batin Lim).


“Tidak, ini tidak benar. Aku tidak takut untuk ditolak karena akan kubuat dia tidak ada kesempatan untuk menolakku,” ucap David kemudian dengan nada percaya diri.


“Baguslah, kalau begitu bersemangatlah Bos. Buatllah gadis tengik itu bertekuk lutut di hadapanmu!"


“Tentu saja akan kubuat Bella hanya bisa melihat bahwa hanya ada aku sebagai laki-lakinya dan bukan pria lain,” ucapnya kembali percaya diri.


“Tapi, tunggu! Tadi kau sebut Bella apa? Gadis tengik?” tatapan mengancam, lalu menyentil kening Lim (pletak!) “Berani sekali kau menyebut seperti itu! Itu hanya panggilanku saja!”


“Baiklah, maaf Bos,” sahut Lim.


“Jadi untuk bonusmu bulan ini semuanya sudah hangus,” lanjut David sambil melangkahkan kakinya menuju kamar Lusia.


“Loh, kok Bos. Bisa begitu?” panggil Lim seraya mengikuti langkah David.


“Ah, sial. Ini semua gara-gara aku dibodohi wanita itu,” gumam Lim saat David tak menghiraukan ucapannya dan tetap berjalan menjauhinya.


***


Bersambung


Catatan Author


Maaf, ya.. seperti yang sebelumnya pernah author sampaikan di episode sebelumnya. Update kemungkinan akan tidak menentu karena sekarang author sudah kembali bekerja seperti biasa dan harus pulang sore. Tapi, author akan tetap usahakan update setiap hari.


Untuk hari ini, author akan usahakan 2 episode ya.. tapi yang satu masih proses.


Ditunggu saja.. dan tetap beri author dukungan dengan like, vote, dan komen terbaikmu, serta tetap jadikan karya ini favoritmu.

__ADS_1


Terima kasih 💐💐💐


__ADS_2