
Bella begitu merasa senang dan bahagia karena bisa mendapatkan amplop sebesar 50 juta hanya dalam semalam. Baginya ini seperti kejatuhan bintang di langit. Meski, 5 juta dari uang itu ia bagikan kepada Ar untuk dibagikan kembali kepada teman-temannya, Bella tak merasa rugi. Toh, masih banyak sisanya.
“Aaah, Dilla.. aku sangat bahagia hari ini! Aku tidak menyangka kalau si Az itu tajir juga ya.."
"Bayangkan, 50 juta Dilla, 50 juta... !! Rasanya kejatuhan bintang-bintang di langit! Akhirnya aku bisa melunasi hutang-hutang nenekku pada rentenir itu. Dan sepertinya aku juga bisa membeli ponsel baru untukku," ucap Bella sambil memeluk amplop coklat yang baru saja diterimanya itu.
“Ponsel baru! Jangan mimpi!” suara seorang pria membuat Bella dan Dilla menoleh ke arahnya.
Seketika itu juga pria itu merebut amplop coklat yang sedari tadi dipeluk Bella. Tentu hal itu membuat Bella dan Dilla terkejut.
“Kau?!” Ucap Bella dengan mata terbelalak saat melihat David lah yang kini tengah berdiri di hadapannya dan mengambil amplop coklat miliknya.
“Kembalikkan!” Teriak Bella sambil berusaha mengambil amplop itu dari tangan David.
Namun, karena badannya kalah tinggi dari David, meski sudah berusaha berjinjit bahkan sampai berloncat-loncat untuk mengambil amplop itu, ia tetap saja tak berhasil.
“Hey, orang kaya! Kau itu sebenarnya maunya apa sih? Apa kau benar-benar sudah bangkrut sampai kau mengambil amplop dari orang miskin,” caci Bella dengan meletakkan ke dua tangan di pinggangnya.
David tersenyum penuh ejekan saat mendengar ucapan Bella.
“Enak saja, mengatai orang bangkrut,” ucap David sinis.
“Lantas kalau tidak bangkrut kenapa juga kau mengambil uang itu secara paksa dariku?" tanya Bella.
“Heh, kau lupa, kau sudah memecahkan kaca spion mobilku. Uang ini adalah uang ganti rugi atas kerusakan kaca spion itu,” jawab David.
“Hah, yang benar saja! Kau tahu berapa harga uang yang ada di dalam amplop itu. EMPAT PULUH LIMA JUTA,”
__ADS_1
“Lalu?” tanya David.
“Untuk mengganti kaca spion mobil paling hanya membutuhkan seratus hingga dua ratus ribu. Gak nyampe 45 juta kali,” ucap Bella enteng.
“Lim,” panggil David.
Sekretaris Lim yang memahami maksud David, langsung mengeluarkan selembar kuitansi dan memberikannya kepada Bella.
“Alamak,” ucap Bella dengan mata terbelalak saat melihat deretan angka yang ada dalam kuitansi itu.
“50 juta,” sahut Dilla yang tak kalah kaget saat melihat kuitansi yang diberikan oleh Sekretaris Lim.
“Tidak, ini pasti penipuan! Mana mungkin kaca spion mobil ini bisa semahal itu,” kilah Bella.
“TERSERAH! Kau mau percaya atau tidak. Lagi pula untuk apa aku menipu gadis miskin sepertimu,” ucap David.
Rasakan pembalasanku! Siapa suruh kau berani menantang seorang David Erlangga! (pikir David)
Bos ini benar-benar jahat sekali, gadis miskin seperti ini saja masih ditindas (pikir Sekretaris Lim)
Sepertinya Bella kali ini benar-benar celaka. Kasihan sekali dia baru saja begitu senang seperti orang baru dapat lotre, sekarang uang yang baru dimenangkannya dengan taruhannya nyawa itu diambil paksa oleh orang lain. Tapi tunggu! Kenapa semakin dilihat wajah pria ini terasa sangat familiar
ya.. (pikir Dilla)
“Baiklah, aku akan mengganti rugi uang yang kau habiskan untuk memperbaiki kaca spion mobilmu. Tapi, kurasa tidak sekarang. Aku masih membutuhkan uang itu untuk membayar hutang-hutang nenekku kepada rentenir,” ucap Bella kemudian.
“Bagaimana aku yakin kau bisa memegang ucapanmu dan tidak kabur lagi seperti waktu itu?” tanya David.
__ADS_1
“Kali ini aku bersungguh-sungguh. Lagi pula kalau aku berbohong kau bisa menemui tunanganku dan meminta ganti rugi langsung kepadanya,” jawab Bella bohong.
“Heh, tunanganmu?” David mengernyitkan dahi.
Lalu berjalan mendekati Bella seraya berbisik lembut di telinga gadis manis itu, "Yang kau maksud dengan tunanganmu itu David Erlangga bukan? Dan aku bisa meminta ganti rugi kepadanya?"
Bella yang merasakan sensasi panas segera menjawab pertanyaan David dengan anggukkan, sambil mendorong tubuh David yang semakin mendekat ke arahnya.
David tersenyum melihat tingkah Bella. Di mata David gadis tomboy itu tampak terlihat semakin menggemaskan ketika sedang salah tingkah seperti itu.
Dilla dan Sekretaris Lim yang sedari tadi berdiri di dekat mereka tampak kebingungan. Mereka tak mendengar apa yang dibisikkan David kepada Bella.
Apa Bella masih berpikir untuk membohongi tuan ini dan masih mengatakan bahwa David Erlangga adalah tunangannya? (pikir Dilla)
Apa yang dikatakan si Bos? Apa gadis bodoh ini masih mengaku sebagai tunangannya? (pikir Sekretaris Lim)
“Baiklah,” ucap David sambil melempar amplop coklat itu kepada Bella.
“Buktikan ucapanmu! Besok aku ingin melihat kau mengatakan kepada semua media bahwa kau adalah tunangan dari DAVID ERLANGGA!” ucap David tegas dan membuat ketiga orang yang ada di depannya itu ternganga tak percaya.
***
Bersambung
Jangan lupa like, vote, dan komennya untuk karya ini dan jadikan favorit ya...
Terima kasih..
__ADS_1