Mengaku Tunangan CEO

Mengaku Tunangan CEO
Bab 43 Kesepakatan


__ADS_3

“Nona, bisakah kau duduk di depan dulu bersama Lim. Ada hal yang ingin saya bicarakan dengan temanmu ini,” ucap David pada Dilla saat Dilla akan masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Bella.


“Baiklah, tapi tolong bisakah Tuan tidak memanggilku Nona? Panggil saja aku Dilla,” pinta Dilla.


“Baiklah Nona Dilla, bisakah kamu duduk di depan bersama Lim?” ulang David.


“Dilla, Tuan, bukan Nona Dilla,” protes Dilla.


“Baiklah, Dilla,” ucap David kembali meralat ucapannya.


Dilla tersenyum melihat David mau mengikuti permintaannya. Kemudian ia pun mengikuti keinginan David, ia kini duduk di bagian depan, di samping Lim. Sedangkan, David sudah masuk terlebih dahulu ke dalam mobil dan kini tengah duduk di samping Bella.


“Anda juga Tuan Tampan, tolong panggil saya Dilla tanpa embel-embel 'Nona', ” ucap Dilla saat duduk di samping Lim.


“Baiklah, Dilla, dan kau juga cukup panggil aku Lim karena aku sungguh tak pantas mendapat sebutan tadi,” ucap David merendah. Ia kemudian mulai menyalakan mobil yang akan dikemudikannya.


“Lim, tunggu sebentar!” sergah David.


“Iya, ada apa, Bos?” tanya Lim.


Tanpa menjawab pertanyaan Lim, David langsung mendekati Bella.


“Hey, apa yang ingin kau lakukan?” ucap Bella terkejut karena saat ini posisi David begitu dekat bahkan hampir menempel dengan dirinya.


"Memakan mu" bisik David.


"Apa?! " Bella berteriak histeris mendengar bisikan David dan hampir saja mendorong David sebelum akhirnya David kembali berkata.


“Pasang sabuk pengaman mu gadis tengik! Aku tidak mau kejadian tadi pagi sampai terulang kembali,” ucap David sambil memasangkan sabuk pengaman pada Bella.


Ya Tuhan, aku kira dia benar-benar akan memakan ku? Bikin kaget saja, jantungku tadi hampir saja lepas dari badanku gara-gara mendengar ucapannya (ucap Bella dalam hati).


“Dilla, apa perlu aku pasangkan sabuk pengaman juga untukmu,” tawar Lim saat melihat Dilla juga belum memasang sabuk pengamannya.


“Tidak perlu, biar aku sendiri saja,” jawab Dilla yang mulai memasangkan sabuk pengaman yang berada di sampingnya itu pada dirinya.


Namun, rupanya Dilla sedikit kesulitan memasang sabuk pengaman itu. Lim yang melihat itu segera membantu Dilla memasangkan sabuk pengaman untuknya.


“Terima kasih,” ucap Dilla malu-malu.


“Sama-sama,” balas Lim dengan senyum ramahnya.


Setelah dipastikan, sabuk pengaman Bella dan Dilla telah terpasang dengan benar. Lim mulai menjalankan mobil David yang sedari tadi dikemudikannya.


Sementara itu, David masih berusaha menahan senyum saat melihat ekspresi Bella setelah ia baru saja menggodanya.


"Kenapa? Kecewa?" goda David.

__ADS_1


"Apa maksudmu? Tolong ya.. jangan dekat-dekat. Setidaknya kasih jarak satu jengkal denganku. Oke?" ucap Bella sambil mengukur jarak satu jengkal dari David.


"Cih, kamu pikir aku akan benar-benar memakan mu?" umpat David.


"Kalau iya? Kenapa? Ada yang salah? " sahut Bella santai.


David menghela nafas. Sebelum akhirnya berkata kembali.


"Aku katakan sekali lagi sama kamu GADIS TENGIK. Aku sama sekali TIDAK BERMINAT DENGANMU, pemilik dada rata, " seloroh David.


"Iiiih, Dasar Mesum!!! " teriak Bella lalu memukul-mukul badan David.


"Aw, aw, aw, sudah dong gadis tengik! Kalau kamu masih memukulku seperti ini aku tidak akan sudi membayar mu sepeser pun, " ancam David yang sukses membuat Bella menghentikan pukulannya.


"Enak saja!" protes Bella.


"Sekarang mana uang muka dari bayaran yang kau janjikan!" pinta Bella sambil menengadahkan tangannya di hadapan David.


"Dasar gadis matre! " ucap David yang lalu mengeluarkan sejumlah cek yang ia simpan di balik saku jasnya dengan nominal nol yang berderet.


"Nih, 10 juta uang muka yang sebelumnya aku janjikan, " ucap David menyerahkan cek tersebut kepada Bella.


"Ok, makasih," Bella dengan tak sabar langsung merebutnya dari David.


"Dasar matre!" gumam David.


“Kau tentu sudah dapat menebaknya,” jawab David.


“Maksudmu? Kau ingin kita tetap pura-pura seperti ini?” tanya Bella.


“Iya, seperti kesepakatan kita di awal. Aku ingin kau tetap berpura-pura menjadi tunangan ku selama satu bulan ke depan. Apalagi sekarang ini nasi sudah menjadi bubur. Jadi, mau tidak mau sandiwara ini tetap harus dilanjutkan” jawab David menjelaskan.


“Tapi bagaimana kalau sekarang aku berubah pikiran?” protes Bella.


“TIDAK BOLEH," ucap David tegas.


“Atas dasar apa? Kenapa kau ini senang sekali memaksa?” tanya Bella kesal.


“Apa kau lupa? Sebelumnya aku menawarkan mu untuk itu, sama sekali tidak ada unsur paksaan dan kau pun menyetujuinya. Itulah kenapa aku membawamu hari ini menemui keluargaku," jawab David sedikit kesal.


“Tapi Nenekmu itu terlihat tidak menyukaiku sama sekali," sahut Bella.


"Dengar Bella, tidak penting Nenekku suka atau tidak terhadapmu. Yang penting adalah seluruh keluargaku percaya kalau kau adalah tunangan ku," tegas David.


“Baiklah, kalau begitu aku bersedia melanjutkan sandiwara ini, tapi kau harus benar-benar melindungi keamanan ku dan keluargaku dari nenek dan juga keluargamu," ucap Bella.


"Baiklah, aku juga akan buatkan surat perjanjian hitam di atas putih tentang kesepakatan kita ini agar kau tidak bisa seenaknya berubah pikiran begitu saja. Bagaimana?” tanya David.

__ADS_1


“Oke, aku setuju. Tapi aku memiliki syarat untuk ini,” ucap Bella.


“Shit! Apalagi? Berani sekali kau bermain syarat denganku,” bentak David.


“Ya sudah, kalau kau tidak mau aku tidak akan setuju,”


“Baiklah, apa syarat mu? Asalkan kau tidak melampaui batasan mu akan aku penuhi semua syarat mu," tanya David.


“Cih, bukan kah yang lebih sering melampaui batasan mu?” sahut Bella.


“Aku melampaui batasan. Apa maksudmu? Kapan aku bertindak melampaui batas?” tanya David.


“Hey, kau Tuan Muda, kau benar-benar sudah pikun ya. Apa kau lupa dengan yang sudah kau lakukan kepadaku di Hotel Grand XX kemarin?” tanya Bella balik.


David tersenyum mendengar perkataan Bella. Ia mengerti kejadian yang Bella maksudkan.


“Ternyata tunangan ku tersayang masih mengingat kejadian kemarin ya?” goda David yang membuat pipi Bella seketika merona.


“Cih, jangan mengingatkanku kejadian itu lagi dan jangan panggil aku 'sayang', menjijikan!” seru Bella.


“Tapi, selama kau menyetujui kesepakatan itu kau harus terbiasa dengan panggilan itu, Sayang. Dan mengenai kejadian kemarin itu salahmu sendiri karena kamu yang lebih dahulu melampaui batas kesabaran ku,” ucap David.


“Baiklah, tapi setelah hari itu jangan pernah mencium ku lagi atau aku tidak mau lagi berpura-pura menjadi tunangan mu,” ancam Bella.


“Baiklah, aku tidak akan pernah menciummu lagi kecuali kau sendiri yang menginginkannya," goda David lagi.


“Cih, kau gila! Mana mungkin aku menginginkan itu darimu. Lebih baik dicium kambing deh daripada dicium orang seperti kamu,” ucap Bella yang membuat David kesal.


Ya Tuhan, gadis tengik ini benar-benar ya... Membuatku naik darah saja. Berani sekali dia membandingkan ku dengan kambing (batin David).


Sementara Lim dan Dilla yang sedari tadi hanya menyimak perdebatan mereka hanya bisa menahan tawa.


Hati-hati Bella dengan ucapan mu dan aku harap kau jangan langsung begitu saja menyetujuinya. Aku takut nasibmu nanti akan sama seperti ibuku. Di saat kau benar-benar mencintainya.. David justru pergi meninggalkan mu. (batin Dilla)


Sepertinya kisah Bos dan gadis ini ke depannya akan semakin seru saja.. aku jadi tidak sabar ingin melihat kelanjutan episodenya (batin Lim)


***


Bersambung


Sepertinya bukan cuma Lim ya, yang tidak sabar dengan kelanjutan episodenya?


Bagaimana dengan kalian? Kalau begitu nantikan kelanjutan kisahnya ya..


Jangan lupa berikan dukungan pada cerita ini dengan memberikan like dan vote untuk cerita ini..👍👍👍


Jadikan juga cerita ini sebagai favoritmu dengan menekan love....❤️❤️❤️

__ADS_1


Terima kasih..😍😍😍


__ADS_2