
Sebelum Lim melajukan kendaraannya, ia bermaksud meletakkan ponsel yang baru saja ia temukan ke dalam laci yang berada di bagian depan mobilnya. Namun, senyumnya terangkat saat melihat wallpaper yang terpasang di layar depan ponsel tersebut.
“Ada apa, Lim? Masih saja kau terus melihat ponsel jelek itu, ” tanya David sinis.
David merasa tidak suka dengan kelakuan Lim yang masih saja memperhatikan ponsel itu dan tidak segera melajukan mobilnya.
“Maaf, Bos. Tapi sepertinya ponsel ini akan berguna untuk kita nantinya,” jawab Lim.
“Maksud kamu?” tanya David heran.
“Bos, lihat saja sendiri layar depan ponsel tersebut,” jawab Lim menyerahkan ponsel itu kepada David.
David melihat bagian layar depan ponsel yang baru saja ditemukan oleh sekretarisnya itu. Sama seperti Lim, senyum David pun terangkat. Tampak kepuasan tercermin di wajahnya.
“Sudah bodoh, ceroboh pula. Heh, kali ini kamu pasti tidak akan bisa lepas lagi dariku GADIS TENGIK” gumam David.
“Informasi apa yang sudah kamu dapatkan tentang gadis itu, Lim?” tanya David.
“Maaf, Bos. Saya belum mendapatkan informasi apa pun tentang gadis itu, tetapi saya sudah mendapatkan nomor orang yang tahu banyak tentang gadis itu,” jawab Lim singkat.
“Lambat sekali,” sahut David.
“Bukankah Bos memberikan saya waktu satu jam? Dan sepertinya saya masih punya waktu itu,” jawab Lim.
“Cih, kau itu pintar sekali kalau sudah menjawab,” ejek David.
“Terima kasih, Bos,” jawab Lim tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
‘benar-benar bodoh' gumam David tiba-tiba saat dirinya sedang memperhatikan ponsel Bella.
“Apa Bos?” tanya Lim yang merasa tidak terima saat mendengar kata-kata ‘bodoh’ dari sang bosnya.
“Apa Bos mengataiku 'bodoh' tadi?” tanyanya lagi.
“Heh, memang kau merasa dirimu bodoh?” tanya balik David
“Tidak,” jawab Lim singkat.
“Lalu kenapa kau sampai berpikir seperti itu?” tanya David.
“Karena tadi bos bilang begitu,” jawab Lim tak mau kalah.
“Aku tidak sedang bicara denganmu,” jawab David juga tak mau kalah.
Jawaban Lim benar-benar membuat David kesal.
Plak
David memukul kepala Lim dengan majalah yang biasanya ia letakkan di dalam mobil.
“Kau ini semakin cerewet saja dan siapa yang mengajarimu menjadi orang yang keras kepala, heh,” tanya David kesal.
“Siapa lagi kalau bukan orang yang sekarang berada di belakangku,” gumam Lim pelan tapi masih bisa didengar David.
Plak
__ADS_1
“Kau ini,” David kembali memukul Lim gemas.
“Aku itu tadi sedang mengatai gadis tengik itu.. Dia itu benar-benar bodoh. Masa ponselnya saja tidak dia kunci. Bagaimana kalau orang lain yang menemukannya? Bisa saja kan mereka memanfaatkannya untuk tindak kejahatan," ucap David.
“Mungkin gadis itu tidak pernah berpikir bahwa ia akan kehilangan ponselnya,” sahut Lim.
“Walaupun seperti itu kebanyakan orang kan akan menggunakan kode sandi untuk melindungi privasi yang ada dalam ponselnya,” ucap David.
“Mungkin gadis itu merasa kalau ia tidak memiliki privasi yang harus dilindungi atau bisa jadi dia itu orang yang polos dan terbuka, “ jawab Lim sambil terus melajukan mobilnya.
‘Polos,’ gumam David sambil membayangkan kembali pertemuan pertamanya dengan Bella.
“Menurutku bukan polos, tapi terlalu berani,” ucapnya lagi.
“Bisa jadi,” jawab Lim singkat.
Sekretaris Lim terus melajukan mobilnya sambil sesekali melihat spion ke arah David yang duduk di belakangnya. Ia memperhatikan David yang tampak asyik memainkan ponsel milik Bella.
"Sepertinya Bos memiliki perasaan yang khusus pada gadis itu. Aku yakin cepat atau lambat dia akan jatuh cinta pada gadis itu,’ (ucap Lim dalam hatinya)
***
Bersambung
Jangan lupa selalu tinggalkan jejak dengan memberi like, vote, dan jadikan favorit ya.. 😍😍
Baca juga karya author "Cintaku di Kampus Pelangi" sudah tamat loh...
__ADS_1