
Sementara di tempat yang berbeda Bella terus melajukan motornya dengan kecepatan tinggi dan mulai berhenti saat sampai di depan kedai baksonya.
“Hoek.. hoek..” Dilla muntah-muntah selepas turun dari motor Bella.
“Bella, kau benar-benar ingin membunuhku ya?” ucap Dilla dengan wajah pucat pasi.
“Hehe.. Maaf, ini darurat,” sahut Bella.
“Kalian sudah kembali? Cepat sekali,” tanya Neni heran melihat kedatangan Bella dan Dilla yang begitu cepat.
“Bagaimana tidak cepat, Neni? Tadi Bella mengemudikan motornya itu seperti sedang membawa kereta api saja,” jawab Dilla yang mendapat pelototan dari Bella.
Plak
Sebuah pukulan dengan serbet mendarat di kepala Bella.
“Kau ini .. Sudah berapa kali Nenek katakan jangan terlalu kencang membawa motornya! Apa kau tidak sayang dengan nyawamu sendiri, hah??” omel sang Neni.
“Jelas sayang, dong.. tapi Neni,” belum sempat Bella melanjutkan ucapannya sang Nenek keburu menyahutinya.
“Tapi apa? Kau mau bilang kalau kau itu seorang pembalap, jadi orang-orang akan mentertawakan mu kalau kau membawa motor itu dengan pelan?” tanya Neni.
“Bukan begitu,” sangkal Bella.
“Haa.. sudahlah. Neni tidak mau dengar alasanmu lagi. Pokoknya mulai sekarang kau tidak boleh membawa motormu itu lagi dengan kencang. Apa kau tidak lihat wajah Dilla? Gadis cantik ini wajahnya sekarang jadi begitu pucat karena ulahmu," ucap Neni sambil memegang wajah Dilla yang terlihat pucat pasi.
“Iya, Neni. Aku minta maaf. Aku tidak akan mengulanginya lagi,” sahut Bella pasrah.
__ADS_1
“Oh, ya? Mana uang setoran bakso tadi?” pinta Neni sambil menengadahkan tangannya pada Bella.
“I-itu Nek,” jawab Bella terbata.
“Itu apa?” tanya Neni lagi.
“Dompet Kak Maya hilang, jadi baksonya belum dibayar hari ini,” jawab Bella mengalihkan pandangan matanya dari sang Nenek.
“Tumben sekali Maya berhutang. Kau tidak sedang berbohong pada Nenekmu ini kan?” tanya Neni memicingkan matanya menatap Bella penuh curiga.
“Neni ini, kenapa tidak pernah sekali saja mempercayai cucumu?” rengek Bella.
“Karena kau sudah terlalu sering berbohong,” sahut Neni ketus.
“Neni ini,” gumam Bella mengerucutkan bibirnya.
Bella mengedipkan sebelah matanya pada Dilla berharap agar Dilla mau berbohong.
“Em..emm... sebenarnya Neni tadi kami baru saja bertemu orang jahat dan orang itu telah menumpahkan seluruh bakso yang kami bawa,” ucap Bella.
“Apa?! Benarkah?” tanya Neni terkejut.
Plak
“Kau ini Bella! Kenapa kau tidak cerita pada Nenekmu? Bagaimana kalau sesuatu terjadi pada kalian?” sahut Neni dengan nada tinggi.
“Maaf, Neni, aku tidak ingin membuat Neni khawatir?” ucap Bella seraya memeluk erat sang Neni.
__ADS_1
‘Maaf, Neni, jika aku berbohong dan terpaksa harus menyembunyikan sesuatu pada Neni,’ (ucap Bella dalam hati)
“Bagaimana kalau kau terluka? Nenek tidak akan hidup lagi,” keluh Neni dengan air mata yang mulai menetes di pipinya.
“Oh ya, seperti apa orang jahat itu? Biar Neni yang akan berikan orang itu pelajaran,” ucap Neni sambil memilitkan lengan bajunya dan hendak keluar dari kedai.
“Neniiiii, mana bakso pesananku? Aku sudah sangat lapar. Kenapa kau terus saja bicara dengan cucumu?” teriak salah seorang pengunjung kedai membuat Neni menghentikan langkahnya.
“Oh, iya. Maaf Sep, aku benar-benar lupa dengan bakso pesananmu" ucap Neni menepuk jidatnya dan kembali ke gerobak bakso untuk membuat bakso pesanan laki-laki itu.
“Kalau begitu Bella, cepat bersihkan dirimu! Lalu kau antar Dilla ke kontrakannya dan bereskan semua baju-bajunya,” perintah Neni.
“Membereskan bajuku?? Untuk apa Neni?” tanya Dilla bingung, begitu pula Bella.
“Untuk apa? Tentu saja untuk tinggal di sini,” jawab Neni.
“Tinggal di sini,” sahut Dilla mengulang ucapan Neni.
“Iya, tinggal di sini. Apa kau lupa dengan apa yang Neni katakan sebelumnya? Mulai hari ini kau adalah cucu Neni dan itu berarti kau tidak tinggal sendiri lagi, tapi bersama kami,” ucap Neni.
Bella dan Dilla pun terlihat senang dengan apa yang Neni ucapkan. Mereka saling berpelukan, lalu setelah itu berjalan ke kamar Bella dengan penuh semangat dan perasaan yang penuh kegembiraan.
***
Bersambung
Jangan lupa selalu tinggalkan jejak dengan memberi like, vote dan jadikan favorit ya...😍😍
__ADS_1