Mengaku Tunangan CEO

Mengaku Tunangan CEO
Ekstra Part Kehamilan Bella Bagian 4


__ADS_3

Mendengar suara laki-laki di hadapannya, Mang Kadir segera menoleh ke arah David. Ia memperhatikan David dari atas hingga bawah. Matanya melebar saat melihat sosok David. Ia pun mulai meneguk air liurnya sendiri kala mata mereka saling bertatapan.


Eh, bukannya itu Bos David ya? (ucap Mang Kadir dalam hati)


“Tadi kamu bilang saya apa? Saya itu bo..,”


“Tidak, Bos, tidak...., Bos David pasti sudah salah dengar. Bos David itu orang yang paling hebat, paling jenius, dan paling berbakat,” ucap Mang Kadir sesegera mungkin.


Heran, kenapa orang ini begitu bertemu David langsung ketakutan? (ucap Bella dalam hati).


“Bos? Tadi kamu panggil saya, Bos? Memang siapa kamu?” tanya David yang sama herannya dengan Bella karena ia sama sekali tidak ingat dengan sosok yang sepertinya cukup mengenalinya.


Apalagi orang itu seperti ketakutan kepadanya padahal dia lah yang bersalah karena begitu semena-mena melempar mangga pada orang itu.


“Saya itu Lee Min Ho KW , Bos,”


“What?” Bella menahan tawanya saat mendengar pengakuan laki-laki itu.


Yang benar saja, KW nya Lee Min Ho seperti dia? Aduh, kalau seperti itu mana mau aku jika calon putra kami seperti Lee Min Ho. Aamiiin (ucap Bella sambil mengelus-elus perutnya).


“Hey, kalau bicara jangan asal bunyi! Memang di rumahmu tidak ada kaca apa? Tampang seperti kamu mengaku sebagai KW (tiruan)-nya Lee Min Ho. Apa tidak akan kena hujatan para netizen sejagat raya nantinya?” maki Bella geram merasa tidak terima jika Oppa favoritnya disamakan dengan laki-laki tua, botak yang kini berada di hadapannya.


“Benar kata istriku tersayang. Jangan sembarangan mengaku-ngaku! Kalau wanita cantik dan manis seperti istriku baru pantas mengaku sebagai tunangan CEO yang tampan dan hebat seperti diriku,”


Eh, kenapa jadi bawa-bawa masa lalu sih (ucap Bella dalam hati).


“Sedangkan kamu? Apanya yang pantas dengan si Lili itu?”


“Lee Min Ho, Sayang” Bella menekan ucapannya geram karena David salah menyebutkan nama Lee Min Ho.


“Ah, iya. Maksudku itu Lee.. Min.. Ho.. . Maaf,” ucap David memperbaiki ucapannya, tak ingin macan betinanya mengamuk.


“Maaf, Nona manis jika Nona tidak suka dengan julukan saya itu,”


“Hey, siapa yang mengizinkanmu memanggil manis pada istriku!”


“Aduh, salah lagi. Maksud saya maaf Nyonya David Erlangga yang budiman jika Nyonya tak suka dengan julukan saya itu, tapi Bos bukan kah dulu Bos sendiri yang memberikan saya nama itu?” ucapnya membuat Bella kembali menatap David.


Sial! Ada apa dengan tukang mangga yang satu ini? Kenapa dia suka sekali membuat hidupku dalam masalah? (batin David).


“Mana ada? Kapan?” David mencoba mengelak.


“Benar, Bos. Saya ini Kadir Umaydillah, salah satu mantan bodyguard yang pernah bekerja di rumah Bos dulu sebelum saya pensiun. Kepala saya juga Tuan Lim sendiri yang menggunduli atas perintah Bos,” jelasnya.

__ADS_1


Oh, ternyata itu dia (batin David).


David mulai teringat dengan ulah salah satu mantan bodyguardnya yang pernah dia hukum dengan menggunduli rambutnya. Bodyguard itu ketahuan menggunakan profesinya sebagai salah satu bodyguard di keluarganya untuk bertindak semena-mena kepada orang lain.


Karena itulah ia meminta Lim menghukumnya secara langsung dengan menggunduli rambutnya di hadapan anak buahnya yang lain sebelum laki-laki itu diberhentikan dari pekerjaannya. Tujuannya agar anak buah yang lainnya tidak meniru sikapnya.


David juga ingat dengan ancamannya kepada laki-laki itu bahwa ia tidak ingin melihat sehelai rambut pun tumbuh di kepala laki-laki tersebut dan jika suatu hari ia bertemu kembali dengan laki-laki itu dan ia melihat ada rambut tumbuh di bagian kepalanya, maka bukan hanya rambutnya yang dipotong tapi burungnya juga.


“Tapi apa hubungannya Lim menggunduli rambutmu dengan panggilan Lee Min Ho KW kepadamu?” tanya Bella masih belum mengerti.


“Itu karena....,” David segera membekap mulut Mang Kadir sebelum melanjutkan ucapannya.


“Diam, atau kau benar-benar ingin milikmu itu aku potong sekarang juga,” bisik David.


“Sayang, kenapa kau membekap mulutnya? Biarkan dia bicara,” ucap Bella.


“Sayang, sudahlah. Dia pasti hanya asal bicara saja. Lagipula bukankah kita ke sini untuk membeli mangga-mangga itu,” ucap David menunjuk mangga-mangga di hadapannya.


“Sekarang pilihlah sesukamu,” ucapnya lagi.


“Tapi aku ingin mendengarnya bicara dulu. Aku ingin tahu alasannya dipanggil Lee Min Ho KW” sahut Bella.


“Sayang, kenapa kau begitu percaya saja dengan ucapan si botak ini. Bukankah kau sendiri dengar dari Emak Ijah dan Emak Enung kalau laki-laki ini dengan putranya yang preman pasar iu memang laki-laki licik,” ucap David teringat ucapan Emak Ijah dan Emak Enung yang membuat Bella kembali berpikir.


Semoga kali ini dia percaya (doa David dalam hati)


Cih, teori dari mana itu? Mana ada bayi yang masih dalam perut kulitnya bisa hitam karena cuaca panas (batin Mang Kadir).


“Baiklah, lupakan masalah Lee Min Ho. Aku tak mau gara-gara kepanasan kulit bayi kita menjadi hitam,”


Ha??? Dia percaya? Yang benar saja? Sebenarnya berapa IQ istri Bos ini? (batin Mang Kadir).


“Sekarang cepat layani baik-baik istri cantikku ini,” bisik David.


“Ba-baik,” jawab Mang Kadir gugup.


Baiklah, karena IQ istri Bos itu jongkok, aku akan memanfaatkannya, he he.. (batin Mang Kadir dengan seringai licik).


“Mau Mangga yang mana Nyonya?” tanya Mang Kadir saat Bella mulai memilah milih mangga yang ada di hadapannya.


Bella mencium aroma mangga itu satu per satu sambil memastikan keadaan mangga yang dipilihnya berkualitas baik, tidak genjur, serta bisa dipastikan mangga itu sudah dalam keadaan matang, tidak mentah. Setelah menentukan jenis mangga yang akan dibelinya, Bella pun mulai melakukan penawaran.


“Berapa harga satu kilo mangga ini?” tanyanya menunjuk jenis mangga harum manis.

__ADS_1


“Sekilo seratus ribu Nyonya,” jawab Mang Kadir dengan senyum liciknya.


Cih, dasar penjual licik. Berani sekali dia ingin membodohiku.Memang dia pikir IQ-ku ini berapa? Dia pikir aku tidak tahu harga mangga yang sebenarnya. Baiklah, karena kau ingin meraup terlalu banyak keuntungan akan kubuat kau rugi besar. (batin Bella).


“Tidak mau, itu terlalu mahal. Bagaimana kalau lima puluh ribu?” tawar Bella.


He he... kena dia (batin Mang Kadir).


“Baik, lima puluh ribu boleh,” jawab Mang Kadir mulai menyodorkan plastiknya.


“Tunggu! Aku belum selesai maksudku lima puluh ribu untuk SEPULUH KILO,”


“Apa??? Yang benar saja, Nyonya. Mana ada mangga harum manis yang dijual dengan harga semurah itu?” sahut Mang Kadir kesal.


“Sayang... Dia menghina penawaranku,” rengek Bella pada David.


“Kadir, kau sudah bosan hidup ya?” ancam David separuh berbisik, membuat Mang Kadir yang mendengar ucapan mantan bosnya itu hanya bisa menelan salivanya.


“Ba-baiklah, Nyonya. Untuk Anda lima puluh ribu sepuluh kilo. Sekarang, silakan pilihlah,” jawabnya gugup sambil menyodorkan kantung keresek pada Bella.


Bella dan David dengan semangat memilih dan mengambil mangga-mangga itu.


Aaaah.. rugi bandar saya. Kenapa saya harus bertemu dengan si Bos dan istrinya yang kejam ini? (batin Mang Kadir, mengeluh dalam hati).


Setelah transaksi selesai, David dan Bella kembali menitipkan barang belanjaan mereka untuk nantinya diambil oleh kuli suruhan Lim.


“Baiklah, aku titip mangga-mangga ini dulu. Nanti Lim akan menyuruh orang untuk membawakan mangga-mangga ini untukku atau.... kau ingin aku menyuruh Lim untuk langsung yang mengambilnya sendiri kemari?” tanya David.


“Ti-tidak perlu, Bos. Sekretaris Lim pasti sangat sibuk, biarkan dia menyuruh orang lain saja yang mengambilnya kemari,”


Dan asal kau tahu Bos, di dunia ini hanya ada dua orang yang paling tidak ingin saya temui. Yang pertama adalah Anda, yang kedua sekretaris Anda yang satu itu, Sekretaris Lim (batin Mang Kadir).


“Baiklah kalau begitu,” ucap David sebelum meninggalkan kios mangga Mang Kadir bersama istrinya, Bella.


***


Bersambung


Apakah Mang Kadir akan bertemu dengan Sekretaris Lim? Benarkah takdir tidak akan mempertemukan kembali Mang Kadir dengan David dan Bella setelah hari ini?


Nantikan kelanjutan kisahnya dalam update selanjutnya.


Jangan lupa berikan terus dukungannya dengan menekan like, vote, serta menjadikan karya ini favorit kalian.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2