Mengaku Tunangan CEO

Mengaku Tunangan CEO
Bab 30 Reaksi Keluarga


__ADS_3

Setelah Diana pergi, Nenek David merebahkan badannya di atas sofa, kemudian menghela nafasnya panjang.


“Mun, apa pendapatmu?” tanya Nenek David seraya memperhatikan video konferensi pers yang dilakukan David.


“Sepertinya ada yang tidak beres dengan semua itu Nyonya,” jawab Bibi Mun.


“Atas dasar apa kamu mengatakan itu?”


“Kita semua tahu Tuan Muda bukanlah orang yang mudah jatuh cinta. Ia seperti ayahnya Tuan Haris, dingin dan sedikit sombong. Jadi, rasanya tidak mungkin jika ia tiba-tiba jatuh cinta apalagi langsung bertunangan dan secara tiba-tiba mengumumkan berita pertunangannya itu tanpa memberi tahu kita terlebih dahulu,” jelas Bibi Mun.


Nenek David menghela nafas berat sebelum kembali berkata, “Kau benar, Mun. Kalau begitu kira-kira kenapa dia bisa melakukan itu semua?”


“Kemungkinan karena waktu itu Nyonya terlalu memaksanya untuk segera menikah dengan Nona Clarissa. Padahal, kita sama-sama tahu kalau tuan muda David sangatlah keras kepala bahkan sikap keras kepalanya itu melebihi sikap Tuan Handika, Nyonya,”


“Iya, kau benar. Lalu apa yang harus kita lakukan?” tanya Nenek David.


“Sebaiknya kita ikuti saja alurnya. Kita harus tahu dulu apa yang akan direncanakan Tuan Muda selanjutnya,” jawab Bibi Mun.


“Tapi bagaimana kalau dia benar-benar mencintai perempuan itu? Aku takut dia akan terobsesi seperti pamannya yang bodoh itu,”


“Saya pikir Nyonya tidak perlu khawatir seperti itu. Apa Nyonya tidak melihat bagaimana rupa dari perempuan yang mengaku tunangan Tuan David itu? Wajahnya saja mirip ondel-ondel dan gaya berpakaiannya seperti wanita jalang. Apa mungkin Tuan David yang sangat menyukai kesempurnaan bisa menyukai wanita semacam itu? Menurut saya wanita itu sangat jauh dari kriteria yang dimiliki Tuan David. Bahkan, penampilan Nona Clarissa saja masih 10 kali lebih baik dari wanita itu," sahut Bibi Mun.


“Hem, dalam hal ini kamu salah, Mun. Kamu pikir cucuku David itu sepolos pamannya? Bisa saja dia memang sengaja menyuruh perempuan itu berdandan seperti itu untuk mengelabui kita semua,” ucap Nenek David.


“Nyonya, benar. Tuan David orang yang sangat cerdas, pasti di balik ini semua Tuan David memiliki rencananya sendiri. Kalau begitu untuk memastikan semuanya tetap dalam kendali Nyonya, bagaimana kalau Nyonya menyuruh orang untuk menyelidiki perempuan itu dan menggali semua informasi tentang dirinya,” saran Bibi Mun.


“Kau benar, kali ini hanya itu satu-satunya cara yang bisa aku lakukan. Sekarang kamu cari orang untuk menggali semua informasi tentang perempuan itu!!”


“Baik, Nyonya,”


Bibi Mun pun segera meninggalkan kamar neneknya David dan menghubungi orang untuk menggali semua informasi tentang Bella.

__ADS_1


***


Sepanjang perjalanan David hanya diam, tanpa banyak bicara. Pikirannya terus kembali pada pada kejadian yang terjadi di hotel itu.


Entah mengapa setiap ia mengingat kejadian itu, jantungnya terasa berdetak lebih cepat.


Tumben si Bos diem aja (batin Lim)


Kediaman David itu pun terus berlangsung hingga mobil David memasuki pekarangan rumah mewahnya.


“Bos,” sahut Lim


“Hemmm,”


“Kita sudah sampai” ucap Lim yang sedari tadi merasa heran karena David yang tak kunjung keluar. Padahal mobil itu sudah berhenti sedari tadi.


“Oh, astaga," David yang baru menyadari situasinya segera membuka pintu mobil dan keluar dari mobil. Kemudian disusul oleh Lim.


“Baiklah, Bos, saya permisi kembali ke perusahaan dulu,” pamit Lim.


“Hemm,”


Setelah David masuk ke dalam rumahnya, Sekretaris Lim pergi ke garasi mobil, untuk mengambil mobilnya yang ia titipkan di rumah David. Kemudian ia kembali ke perusahaan dengan menggunakan mobilnya itu.


Sebenarnya setelah konferensi pers selesai, David dan Lim memutuskan untuk langsung ke perusahaan, namun selama di perusahaan David benar-benar tidak bisa konsentrasi. Pikirannya dipenuhi oleh kejadian tadi siang. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk pulang lebih awal dan memutuskan untuk menunda rapat dewan direksi yang seharusnya dilaksanakan malam ini.


***


“Hebat, sekali! Tuan Muda kita sekarang sudah pulang. Bukankah seharusnya malam ini tuan muda seharusnya sedang ada rapat?” suara Handika menghentikan langkah David, membuat David menoleh ke arah Handika.


“Oh, aku kira siapa, ternyata Pamanku yang super sibuk ini juga ada di rumah?” tanya balik David.

__ADS_1


“Kamu salah David. Setelah jabatan CEO aku serahkan kepadamu, tentu kesibukanmu seharusnya yang susah melebihi Pamanmu ini,” sangkal Handika.


“Jadi, Paman tidak suka kalau aku kembali ke rumah lebih awal?” tanya David tidak suka.


“Kamu salah, David. Paman bukannya tidak suka kamu kembali ke rumah ini lebih awal, hanya heran saja orang yang seharusnya sangat sibuk, bisa-bisanya di jam seperti ini ada di rumah. Dan satu lagi David, hari kamu sungguh luar biasa. Kamu bisa membuat acara tv yang sangat menghebohkan keluarga Erlangga. Dan kau tahu itu sungguh memalukan David. Paman sangat tidak menyukai acara itu," ucap Handika sinis.


Kini David mulai memahami arah pembicaraan dari pamannya itu karena sebelum ini pamannya hampir tidak pernah berkata sinis seperti itu kepadanya. Setelah menghela nafas panjang Handika melanjutkan ucapannya, "Dan akibat kelakuanmu itu, kau membuat wanita yang telah merawat dan sangat menyanyangimu itu terluka dan kecewa,"


“Apa maksud Paman? Apa yang membuat Tante Diana terluka? Apa Nenek mengatakan sesuatu pada Tante Diana?” tanya David yang kaget akan ucapan pamannya.


“Menurutmu?” Handika balik bertanya.


Membuat David berpikir dan mulai menerka apa yang mungkin diucapkan sang Nenek pada tantenya. Setelah itu, ia pun bergegas menuju kamar Diana.


“Tunggu, David!” panggil Handika menghentikan langkah David


“Apalagi Paman?” sahut David kesal.


“Paman tidak menyangka kalau kamu memiliki selera yang sangat BURUK,” ejek Handika sebelum berlalu meninggalkan David.


David yang mendengar ejekan Handika, hanya bisa menghela nafas panjang, ia paham maksud dari perkataan pamannya itu. Namun, saat ini ia tak ingin menjelaskan apa pun pada pamannya. Satu-satunya orang yang ingin ia jelaskan dan temui hanyalah Diana. Ia tahu Diana saat ini pasti sangat kecewa terhadapnya.


****


Bersambung


Nantikan kisah selanjutnya, jangan lupa jadikan favorit ya.. agar tidak ketinggalan episode berikutnya.


Dukung juga karya ini dengan like dan votenya, terima kasih 😘😘


Salam sayang dan selamat beraktivitas.

__ADS_1


__ADS_2