Mengaku Tunangan CEO

Mengaku Tunangan CEO
Ektra Part Kehamilan Bella Bagian 3


__ADS_3

Setelah menitipkan barang yang mereka beli kepada Emak Ijah dan Emak Enung, Bella dan David pun melanjutkan perjalanan mereka membeli buah mangga yang diinginkan Bella. Yang merupakan tujuan utama dari keberadaan mereka di pasar tradisonal tersebut.


Namun sebelum langkah mereka menjauh, David teringat sesuatu. Ia pun mengeluarkan ponsel yang disimpan di saku celananya.


“Lim,”


“Iya, Bos,” jawab Lim dari balik telepon.


“Cari seorang kuli dan sebuah kendaraan umum untuk membawa barang belanjaan kami di sini,”


“Baik, Bos. Memang belanjanya sudah selesai, Bos?”


“Selesai, kepalamu!” umpat David yang langsung mendapat tatapan tajam dari Bella.


“Eh, tentu saja belum. Kami belum mendapatkan mangga yang dicari istri dan calon bayiku tersayang,” jawab David sambil tersenyum menatap Bella yang sedari tadi menyimak percakapan David dan Lim.


“Lalu untuk apa kuli itu, Bos?”


“Untuk membawa barang belanjaan kami yang lain karena istriku di sini juga membeli satu kilo salak dan setengah karung... jengkol,”


“Uhuk,uhuk...,” Lim yang sedari tadi diam-diam menyeruput segelas es kelapa saat menerima telepon David tersedak, saat mendengar kata ‘jengkol’ keluar dari mulut David.


Betapa tidak karena gara-gara jengkol Lim harus ikutan bergadang menemani David yang semalaman mengoceh tak karuan. Belum lagi David juga memaksannya untuk ikut menikmati santapan jengkol pesanan istri bosnya itu.


Sama seperti Bosnya, Lim juga mengalami muntah karena terlalu banyak memakannya. Selain itu, Lim masih ingat aroma yang ditimbulkan selesai memakannya juga membuat kepalanya pusing dan tidak percaya diri saat menghadiri acara makan malamnya dengan Kalista. Alhasil, ia tidak datang dan hal itu membuat Kalista mendiamkannya cukup lama.


“Bos, aku tidak menyangka kau begitu menyukai jengkol, tapi tolong ke depannya jangan libatkan aku,” ucap Lim memohon.

__ADS_1


“Hey, apa maksud perkataanmu? Aku membelinya bukan untukku, tapi untuk Neni,” jawab David.


“Haaa.. syukurlah..,” sahut Lim lega.


“Kau ini kenapa? Apa kau kecewa?”


“TIDAAAK, jelas tidak,” jawab Lim lantang dan tegas.


“Kalau begitu cepat lakukan yang kuminta. Jangan banyak bicara! Aku heran kenapa akhir-akhir ini kau semakin banyak bicara saja,” gerutu David.


“Siap, Bos. Ke mana?”


“Ke lapak Emak Ijah dan Emak Enung,”


“Siap, laksanakan!”


David pun segera memutuskan teleponnya.


“Kenapa? Tidak suka?” tanya Bella sambil meletakkan kedua tangan di pinggangnya.


David hanya menggelengkan kepala sambil berkata dalam hati


Ha.. yang benar saja. Satu menit? Itu sih cuma bilang halo saja.


Setelah menyimpan kembali ponselnya, Bella dan David melanjutkan perjalanan mereka ke kios buah mangga ‘Mang Kadir’ sesuai arahan yang diberikan Emak Enung dan Emak Ijah.


Tampak dari kejauhan seorang pria berkepala botak, sedang tertidur di kios mangga miliknya. Kepalanya menghadap ke atas, dengan mulut mengnganga dan mengeluarkan sebagian air liurnya.

__ADS_1


“Ih, jorok sekali,” gumam David.


“Mang, beli mangganya Mang,” teriak Bella.


“Mang, beli mangga,” kali ini David yang berteriak dengan nada jengkel.


Namun, yang diteriaki masih belum menyahuti. Ia tetap saja asyik dengan alam mimpinya.


“Mang, mangganya Mang,” teriak Bella lagi.


“Nih, orang benar-benar tuli,” ucap David geram dan langsung melempar sebuah mangga yang ada di hadapannya itu ke arah mulut si penjual yang masih mengnganga lebar.


“Eit, eit...,” si penjual itu pun refleks terbangun.


“Ah, orang bodoh dari mana nih yang berani-beraninya lempar mangga, hah? ” ucapnya sambil berkaca pinggang.


“Saya,” ucap David dingin.


Mendengar suara laki-laki di hadapannya, Mang Kadir segera menoleh ke arah David. Ia memperhatikan David dari atas hingga bawah. Matanya melebar saat melihat sosok David. Ia pun mulai meneguk air liurnya sendiri kala mata mereka saling bertatapan.


***


Bersambung


Apakah Mang Kadir, si penjual mangga, mengenali sosok David? Siapa Mang Kadir itu sebenarmya? Kenapa ia seperti ketakutan saat melihat sosok David?


Temukan jawabannya di update selanjutnya yang insyaAllah siang nanti.

__ADS_1


Jangan lupa untuk penyemangat author berikan dukungannya pada karya ini dengan memberikan like dan votenya, serta simpan karya ini di rak buku sebagai favoritmu.


Terima kasih.


__ADS_2