
Kini, Bella, Dilla, dan Neni sedang duduk di ruang tengah yang berada di lantai atas kedai bakso.
“Sekarang jelaskan pada Neni bagaimana kamu bisa berurusan dengan David Erlangga?” tanya Neni.
“Begini Neni, Neni masaih ingat dengan ceritaku tempo hari yang lalu?” tanya Bella.
“Cerita yang mana?’ tanya Neni bingung.
“Cerita 2 hari yang lalu Neni, saat aku pulang dengan baju yang kotor,” jawab Bella.
Neni mencoba mengingat kembali cerita Bella.
“Kalau tidak salah waktu itu kamu bertemu dengan laki-laki kurang ajar yang membawa mobilnya secara sembarangan hingga membuat pakaian dan seluruh badanmu kotor karena terkena cipratan air lumpur saat mobil itu melintas di dekatmu,” ucap Neni.
“Benar, Neni, dan waktu itu aku saking kesalnya sampai melempar batu ke arah mobil itu hingga membuat kaca spionnya pecah,” lanjut Bella.
“Jadi, David adalah laki-laki itu? Lalu kenapa kamu malah bisa bertunangan dengan laki-laki itu?” tanya Neni bingung.
“Itu karena---” ucap Bella menggantung.
Tidak, Neni tidak boleh tahu tentang hal yang sebenarnya terjadi (batin Bella)
“Karena apa?” desk Neni.
“Itu karena setelah kejadian itu aku terus memikirkan hal tersebut. Lalu aku berusaha mencari dan meminta maaf kepadanya. Sejak saat itu karena David melihat ketulusanku, maka dia memintaku untuk menjadi tunangannya,” ucap Bella berbohong.
Kenapa Bella harus berbohong segala sih? (batin Dilla)
__ADS_1
“Jadi, seperti itu..” Neni masih mencoba mencerna penjelasan dari Bella.
“Lalu kenapa kamu malah memilih memakai pakaian seperti itu?” protest Neni.
“Oh, itu. Kalau itu aku benar-benar salah memilih pakaian Neni. Karena aku bingung pakaian seperti apa yang disukai David. Neni kan tahu selama hidup selain seragam sekolah, aku mana pernah pakai pakaian feminim,” jawab Bella.
“Baiklah, tapi lain kali jangan kamu ulangi lagi! Dan jika kamu tidak tahu pakaian seperti apa yang pantas kamu pakai. Kamu bisa tanyakan dulu pendapat Neni,” ucap Neni.
“Baik, Neni, Bella saaayang sama Neni,” ucap Bella sambil memeluk erat Neninya.
“Oh ya, satu lagi, besok kamu minta David untuk menemui Neni di sini, " perintah Neni.
Apa? Untuk apa Neni meminta David kemari ? (batin Bella)
“Untuk apa Neni?” tanya Bella penasaran.
“Oke, baiklah, Neni. Kalau David sedang tidak sibuk di kantornya, Bella akan meminta dia untuk berkunjung ke kedai bakso ini,” ucap Bella asal.
“Kalau begitu, Neni turun ke bawah dulu! Kasian si Otoy kalau terlalu lama ditinggal sendiri,” ucap Neni sebelum meninggalkan Bella dan Dilla.
“Ah... gawat! Alasan apa yang harus kupakai agar si brengsek itu mau kemari,” gumam Bella.
“Lagian Bella kenapa kamu harus berbohong sama Neni sih?” tanya Dilla yang sedari tadi diam memperhatikan percakapan Bella dengan neneknya.
“Aku terpaksa berbohong Dilla karena aku tidak mau Neni jadi kepikiran masalah ini. Selain itu, Neni bisa memarahi David kalau tahu tentang masalah ini. Aku gak mau kalau Neni harus berurusan dengan keluarga Erlangga hanya karena masalahku,” jawab Bella.
Dilla terdiam sejenak mendengarkan perkataan Bella.
__ADS_1
“Lalu bagaimana denganku?” tanyanya kemudian.
“Maksud kamu?” Bella balik bertanya karena ia benar-benar tak paham dengan maksud pertanyaan dari Dilla.
“Apa kamu lupa? Kalau aku ini masih bagian dari keluarga Erlangga, meskipun hingga saat ini ayah masih belum menyadari keberadaan ku,” ucap Dilla sedih.
“Apa kamu juga tidak ingin berurusan denganku setelah tahu kalau aku juga bagian-bagian dari keluarga Erlangga?” tanya Dilla sedih.
“Bukan begitu maksud aku Dilla. Kamu di mataku adalah sahabat sekaligus saudara yang selamanya penting bagiku. Oleh karena itu, aku rela jika harus berurusan dengan keluarga hebatmu itu jika menyangkut kamu. Bahkan, aku akan berusaha mencari cara agar kamu bisa bertemu dengan ayahmu dan membuat dia dan seluruh keluarganya menyadari tentang adanya dirimu serta mau menerima kamu sebagai bagian dari keluarga mereka, " ucap Bella.
“Benarkah, Bella?” tanya Dilla tak percaya.
“Tentu, ini janjiku,” jawab Bella.
“Terima kasih Bella, aku percaya padamu,” ucap Dilla sambil merengkuh tubuh Bella.
***
Bersambung
Akankah Dilla bertemu dengan ayah kandungnya?
Lalu bagaimana cara Bella agar Dilla bisa diterima oleh keluarga besar Erlangga?
Nantikan kelanjutan kisahnya di episode berikutnya..
Jangan lupa berikan like dan vote atas karya ini agar author lebih semangat dalam menulis.
__ADS_1
Terima kasih 🥰🥰🥰