Mengaku Tunangan CEO

Mengaku Tunangan CEO
Ekstra Part Az dan Dara Bagian 5


__ADS_3

“Bukan sebulan atau juga dua bulan, Ar,” ucap Damar pada putra bungsunya yang kini tengah berdiri di hadapannya.


“Apa yang sedang Ayah bicarakan?” tanya Ar bingung.


“Ar, malam ini Ar. Malam ini,” ucap Damar penuh penekanan.


“Iya, apanya yang malam ini? Ayah, sebenarnya sedang membicarakan apa? Aku benar-benar tidak mengerti,”


“Kakakmu akan menikah malam ini,”


“Kakakku yang mana? Memang Ayah pernah selingkuh dan punya anak lain?”


Plak


Pertanyaan Ar langsung membuat Damar memukul kepalanya.


“Tentu saja kakakmu, Azril”


“Hah?? Ayah, serius? Az menikah?”


“Ha ha ha… aku tidak menyangka dia benar-benar bergerak cepat bahkan lebih cepat dariku,” ucap Ar di sela-sela tawanya.


“Iya, dia lebih cepat darimu karena dia akan menikah malam ini juga. Maka, kita harus segera memesan tiket pesawat sekarang juga,”


“Hemm, tapi siapa gadis yang akan dia nikahi? Apa dia akan menikah dengan wanita galak yang bernama Dara itu?” tanya Ar.


“Iya, tepat sekali. Tebakanmu benar,”


“Ah, sudah kuduga. Baiklah Ayah, tiket pesawat akan segera dipesan. Ayah, siapkan saja barang-barang keperluan yang akan kita bawa,”


“Oh, ya, jangan lupa siapkan juga maharnya karena si bodoh itu pasti belum mempersiapkannya,” ucap Ar sambil menepuk pundak sang Ayah yang nampak masih sangat terkejut dengan berita yang baru saja didengarnya.


***


Beberapa jam sebelumnya...


“Az, maafkan Ayahku. Kau tak perlu mendengarkan ucapannya,” ucap Dara sambil mengekori Az yang sedang berjalan ke arah dispenser untuk mengambil air.


Az tak berbicara apa pun, ia hanya duduk lalu meneguk air yang baru diambilnya dari dispenser.

__ADS_1


“Az, aku tahu permintaan Ayah untuk kita menikah adalah permintaan yang sulit bagimu. Kau tak perlu memenuhi permintaannya jika kau memang tak menyukaiku,”


Az diam saja ia tak menjawab pertanyaan Dara.


“Az, walaupun aku sangat menyayangi Ayah dan untuknya aku akan memenuhi segala permintaannnya, tapi untuk yang satu ini aku benar-benar tak akan memaksamu,” ucap Dara lagi, namun lagi-lagi Az hanya diam.


“Az, tolong bicaralah,” pinta Dara saat melihat Az masih menunjukkan sifat dinginnya.


Beruang kutub ini, kenapa juga masih tidak bicara sih? Apa dia benar-benar bisu? Membuatku kesal saja (batin Dara)


Az bangkit berdiri dan hendak membuang gelas plastik yang baru saja digunakannya.


“Az,” Dara tiba-tiba memeluk Azril.


“Tolong, bicaralah. Kalau kau tidak bicara, aku tak akan melepaskan pelukan ini,”


Gadis bodoh ini. Apa yang dia lakukan? (batin Az saat merasa bagian bawahnya mulai menegang)


“Eh,” Dara terkejut dan langsung melepaskan pelukannya saat merasakan sesuatu yang menegangkan, menempel di bagian bawah.


“Apa yang kau lihat? Aku ini laki-laki normal,” ucap Az dengan nada tak suka.


Cih, ternyata laki-laki ini mesum juga (batin Dara dengan wajah yang kini merona)


Tut


“Halo, putraku, apa kabar?” ucap suara si penerima telepon.


“Kabarku baik Ayah, kau dan Ar sendiri bagaimana?”


“Kabar kami baik. Lalu bagaimana dengan hari ini? Apakah ada sesuatu yang ingin kau ceritakan tentang hari ini? Karena tidak biasanya kau menelepon Ayahmu ini duluan,” tanya Damar karena biasanya memang dia lah yang lebih sering menelepon Az duluan untuk menanyakan kabar putra dan cucunya.


“Hari ini... tepatnya malam ini aku akan menikah dengan Dara,”


“Apa?!” Damar sangat terkejut mendengar kabar dari putra sulungnya.


“Iya, karenanya kalian cepatlah datang kemari,”


“Az, kau tidak sedang bercanda kan? Kau benar-benar akan menikah malam ini?”

__ADS_1


“Iya,”


“Dengan Dara, Tantenya Lusia?”


“Iya,”


“Az..,” panggil Damar masih tak percaya.


“Sudah Ayah, aku tutup teleponnya,”


Tut


Az mengakhiri teleponnya dengan sang Ayah. Percakapannya dengan ayahnya bisa terdengar jelas di telinga Dara yang kini berdiri dekatnya. Mulut Dara ternganga tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.


“Az, kau benar-benar ingin menikahiku malam ini?”


“Bukan kah kau punya telinga? Kau tentu sudah mendengarnya tadi kan?


“Az, tapi kita belum bicara apa pun,”


“Bukan kah tadi kau sudah bicara sangat banyak?” tanya Az lagi.


“Iya, tapi seharusnya kau tetap bertanya kepadaku dulu? Aku ini bersedia menikah denganmu atau tidak?” protes Dara


“Bukan kah tadi kau sendiri yang bilang akan memenuhi apa yang diminta oleh ayahmu,”


“Tapi kupikir kau tak akan mengabulkannya.”


“Aku bersedia mengabulkannya. Dan sekarang jawablah kau bersedia menikah denganku malam ini juga atau lupakan keinginan ayahmu itu,” tegas Az.


Ya ampun, laki-laki ini sedang melamar atau mengancam sih? Benar-benar pria dingin yang tidak memiliki sisi romantis (batin Dara)


“Aku akan menghubungi pihak KUA untuk menyiapkan surat-surat dan seorang penghulu yang akan menikahkan kita malam ini,” ucap Az lagi yang berlalu meninggalkan Dara yang sedari tadi hanya terdiam.


“Dara, apa yang tadi dia katakan? Kalian akan menikah? Menikah dengan laki-laki sedingin es seperti dia.. Ya Tuhan..” gumam Dara sambil terduduk lemas saking tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari Azril.


***


Bersambung

__ADS_1


Apakah pernikahan Az dan Dara akan benar-benar terjadi? Simak kelanjutan ceritanya dan Terima kasih telah mampir dan membaca cerita receh ini.


Jangan lupa tinggalkan jejakmu dengan memberi dukungan lewat like dan vote sebagai dukungan atas karya ini dan tetap jadikan favorit ya…


__ADS_2