Mengaku Tunangan CEO

Mengaku Tunangan CEO
Bab 27 Yang Pertama Bag. 1


__ADS_3

Setelah para wartawan itu pergi meninggalkan aula pertemuan, David langsung menarik tubuh Bella dan menghempaskan tubuhnya ke sudut dinding yang ada di ruangan itu.


“Aww, sakit ! Kamu ingin membunuhku ya?” keluh Bella saat tubuhnya terbentur dinding dengan begitu keras.


“Hah, membunuhmu? Itu terlalu mudah buat kamu! Mungkin dengan mencabik-cabik kamu baru bisa aku puas!” bentak David seraya menajamkan pandangannya.


“Kamu ini kenapa sih? Apa salahku coba?” ucap Bella merasa pura-pura tidak bersalah.


Pletak


David menyentil kening Bella.


“Kamu masih menanyakan apa salahmu? Lihat dirimu! Berdandan seperti ondel-ondel dan...” ucap David sambil memperhatikan Bella dari atas sampai ke bawah. Kemudian, ia menyeringai tipis.


“Oh, aku tahu sekarang. Kamu sengaja memoles wajahmu seperti itu agar semua orang tidak bernafsu melihat wajahmu tapi lebih bernafsu untuk melihat belahan yang ada di bagian dadamu itu,”


Ucapan David langsung membuat Bella, menutupi bagian dadanya yang putih.


“Atau kamu lebih suka mereka melihat pahamu yang putih dan mulus itu,” goda David dengan senyum liciknya.


Bella yang mendengar ucapan David, lalu memindahkan tangan yang sebelumnya ia pakai untuk yang menutupi bagian dadanya itu ke bagian paha putihnya yang mulus.


“Dasar mesum! Tutup matamu!” teriak Bella.


“Cih, kamu sendiri yang menyuguhkan pemandangan seperti itu, WANITA MURAHAN!”


Plak

__ADS_1


Sebuah tamparan mendarat di pipi David.


“Dilla, mana jaketku!” teriak Bella.


Dilla yang mendengar itu langsung mengeluarkan jaket Bella yang ia simpan di dalam tasnya. Setelah mengambil jaket itu, Bella langsung memakainya.


“Ayo, kita ke kamar mandi sekarang,” ajak Bella menarik tangan Dilla, meninggalkan David yang masih terlihat sangat kesal.


“Bos,” sahut Lim.


“DIAM! Aku akan membuat perhitungan dengan gadis tengik itu,” ucap David mengepalkan tangannya. Darahnya benar-benar terasa mendidih saat itu.


***


Sementara itu di kamar mandi, Bella bergegas mengganti pakaian dan membersihkan riasan di wajahnya. Lalu dengan terburu-buru mengajak Dilla untuk segera pergi meninggalkan gedung hotel tersebut. Namun, sebelum ia dan Dilla sempat melangkah jauh, tangannya lagi-lagi ditarik dan dicengkeram kuat oleh David.


“Lalu mau kamu apa?” tanya Bella kesal sambil terus berusaha melepaskan tangannya dari genggaman David.


“Mauku?” gumam David dengan seringai tipis.


Lalu dengan cepat ia kembali mendorong tubuh Bella ke dinding, mengunci tubuh gadis itu lalu mencium bibir mungil Bella begitu saja. Bella yang sempat terkesiap dan baru tersadar dengan kelakuan bejat David langsung mendorong tubuh David dengan kuat hingga terpental cukup jauh.


“Dasar Brengsek !! Kamu mencuri ciuman pertamaku,” umpat Bella sebelum berlari keluar meninggalkan David yang hampir jatuh tersungkur dan Lim yang masih berdiri mematung. Sedangkan, Dilla ikut berlari keluar mengikuti Bella.


“Apa yang aku lakukan Lim?” tanya David yang masih tak percaya dengan apa yang barusan diperbuatnya. Ia pun memegang bibir yang masih terasa manis setelah mencium Bella.


“Bos sepertinya Anda benar-benar sudah dibuat gila oleh gadis itu,” kata Lim menyadarkan David.

__ADS_1


“Oh tidak, kamu benar. Aku harus segera membersihkan ini semua,”


Setelah mengucapkan itu David langsung ke kamar mandi. Ia pun membersihkan bibirnya dengan air berulang kali. Bibir yang ia gunakan untuk mencium Bella.


“Apa yang terjadi? Apa yang baru saja aku lakukan? Bukankah aku seharusnya sangat marah kepadanya?” tanyanya pada diri sendiri.


“Kenapa aku malah mencium gadis tengik itu? Aah... Dasar brengsek!” umpat David pada dirinya sendiri.


Lim yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku bos sekaligus sahabatnya itu berusaha menahan tawanya.


“Sudahlah Bos, toh Anda juga tidak rugi! Anda dengar sendiri kan apa yang dikatakan gadis itu dia bilang bahwa itu adalah ciuman pertamanya,” bisik Lim saat mendekat ke arah David.


“Hey, apa maksud kamu? Itu bukan hanya ciuman pertama gadis tengik itu, tapi itu juga ciuman pertamaku!” sahut David kesal.


“Ups, maaf Bos, saya lupa kalau Anda juga sebelumnya tidak pernah berciuman dengan seorang wanita,” sahut Lim sambil berusaha menahan tawanya. Hal itu terlihat oleh David.


“Kenapa? Mau ketawa? Awas kalau berani! Seperti kamu sendiri sudah pernah ciuman aja,” ancam David.


Ia kemudian segera berlalu pergi meninggalkan Lim yang saat ini tampak sangat menjengkelkan bagi dirinya. Sementara Lim masih terus berusaha menahan tawanya melihat tingkah David.


***


Bersambung


Masih penasaran?


Nantikan episode selanjutnya. Jangan lupa kasih like untuk karya ini..

__ADS_1


__ADS_2