
Bella kemudian berpikir sejenak, ia benar-benar ingin memberikan pelajaran pada wanita sombong yang ada di hadapannya itu.
Senyumnya terangkat saat sebuah ide muncul dalam benaknya.
“Baiklah karena kamu tadi meremehkan ku dan selalu merasa dirimu lebih hebat dariku. Maka, aku akan memberikan tantangan yang tidak kalah hebat untukmu,"
"Aku ingin kamu memanggil orang yang paling hebat yang ada di gedung ini untuk menemuiku SEKARANG juga,” tantang Bella.
“Apa maksud ucapanmu?” tanya Amanda.
“Iya, apa maksud ucapan gadis itu?
Memangnya siapa lagi yang paling hebat di gedung ini kalau bukan Bos David,” bisik beberapa karyawan yang menyaksikan pertarungan yang terjadi antara Bella dengan Amanda.
“Aih, apa kamu masih belum paham dengan yang aku ucapkan? Tentu saja yang aku maksudkan itu kamu harus bisa memanggil bosmu itu kemari. Dia kan orang paling hebat di sini,”
“Ha, jadi maksud kamu, kamu ingin aku memanggil Bos David hanya untuk menemui gembel seperti kamu ini?! Yang benar saja! Mana mungkin dia mau menemui gembel seperti kamu,” ejek Amanda menekan kata ‘gembel’.
“Oh ya? Bilang saja kamu tidak punya kemampuan itu? Dasar pembual!” cibir Bella.
“Kamu?” Amanda melotot. Dia benar-benar merasa kesal dengan ucapan Bella. Ia pun mengambil ponsel yang ada dalam saku jas miliknya dan menekan sebuah nomor ponsel.
“Halo, selamat siang Sekretaris Lim,” sapanya lembut.
“Iya, ada apa?” jawab Lim datar.
“Saya ada perlu dengan Bos David. Bisa kah Anda menolong saya untuk memintanya keluar sekarang juga,” pinta Amanda.
“Dasar tidak waras! Kamu pikir kamu ini siapa? Kamu sudah tidak betah lagi bekerja di sini? Atau ingin melihat saya digantung? Berani sekali kamu menyuruh atasanmu sendiri! Jika memang ada hal penting, silakan kamu datang kemari! Tapi TIDAK sekarang karena Bos David sedang sibuk hari ini, ” sahut Lim dengan suara meninggi.
“Oh, baiklah, maaf atas kelan...." belum sempat Amanda menyelesaikan ucapannya, telepon itu sudah langsung ditutup oleh Sekretaris Lim.
“Sial, gara-gara gadis gembel ini aku jadi dimarahi oleh Sekretaris Lim,” gumamnya menatap Bella dengan tatapan kesal.
“Bagaimana? Apa Bos kamu itu bersedia datang kemari menemui orang hebat seperti kamu?" ucap Bella dengan senyum penuh ejekan.
“Baiklah, untuk tantangan kali ini aku menyerah, tapi bukan berati aku sudah kalah dan kamu yang menang. Karena aku yakin, kamu sendiri juga belum tentu bisa memanggil Bos David kemari,” tantang Amanda.
“Oh ya? Kita lihat saja, apakah Bos kamu itu akan datang kemari atau tidak setelah aku sendiri yang memanggilnya? Tolong perhatikan baik-baik Nona Amanda yang terhormat!" ucap Bella sebelum akhirnya ia mengeluarkan suara teriakan yang menggema ke seluruh ruangan yang ada di lantai tersebut, termasuk ruangan di mana David dan Lim sekarang berada.
“DAVID!!!!!!”
“Uhuk, uhuk, siapa orang gila yang berteriak memanggilku seperti itu?! " ucap David kesal saat mendengar teriakan yang membuatnya tersedak kopi yang sedang diminumnya.
“Sepertinya tunangan yang Anda tunggu-tunggu sudah datang Bos,” terka Lim saat mendengar suara teriakan tersebut.
__ADS_1
“Hah, dasar gadis tengik! Tidak bisa apa sekali saja tidak membuat masalah,” gerutu David sambil memijat keningnya.
“Lim, segera temui dia! "
“Baik, Bos,”
Saat Sekretaris Lim keluar, ia melihat beberapa karyawannya tengah mengerumuni Bella untuk membekap mulutnya.
“Ehem,” Lim berdehem dengan cukup keras membuat perhatian para karyawan yang semula tertuju pada Bella, kini teralihkan pada sekretaris berpostur tinggi itu.
“Sekretaris Lim, maaf, mengganggu kenyamanannya. Gadis ini kurang waras, dia ingin sekali bisa bertemu dengan Bos David, " ucap Amanda gugup.
"Kurang waras ya? " memicingkan mata ke arah Amanda.
"Kau dengar itu, Lim! Anak buahmu yang kurang ajar ini mengataiku kurang waras. Sekarang cepat minta Bos kamu itu menemuiku di sini!" ucap Bella dengan nada memerintah, membuat mata para karyawan yang mendengarnya terbelalak tak percaya.
Mereka sama sekali tidak menyangka gadis gembel yang ada di hadapan mereka itu bisa berbicara dengan nada memerintah seperti itu pada orang nomor dua di perusahaan mereka.
“Tapi Nona Bella, apa tidak sebaiknya Anda...”
“Ada apa? Kenapa kamu ingin aku menemuimu di sini?” David menyela ucapan Lim yang belum selesai.
Kehadirannya di tempat itu sungguh mengejutkan para karyawan yang saat itu sedang menggerumuni Bella di tempat itu.
David menelan salivanya, saat bagian lembut milik Bella menempel di dada bidang miliknya. Seiring detak jantung yang berpacu semakin cepat. Beruntung Bella segera melepas pelukannya dari David hingga jantung David bisa kembali terkendali.
Huh, gadis ini benar-benar berbahaya (ucap David dalam hati).
“David, anak buahmu ini memarahiku. Dia bilang aku ini kurang waras, gadis gembel, dan tidak pantas berkeliaran di sini,” rengek Bella membuat para karyawan di tempat itu semakin terkejut karenanya.
“Astaga, kali ini sepertinya Bu Amanda benar-benar celaka,” bisik lirih beberapa karyawan yang sedari tadi asyik menonton.
“Siapa?” tanya David dingin.
“Tuh,” Bella menunjuk Amanda yang sekarang berdiri di hadapannya dengan wajah pucat pasi.
Sial, aku benar-benar tidak menyangka kalau tunangan yang dimaksud gadis gembel itu adalah Bos David (ucap Amanda dalam hati).
“Kamu! Besok kamu tidak perlu datang kemari lagi,” ucap David dingin pada Amanda.
“Ba-baik, Bos. Saya akan segera mengurus pengunduran diri saya hari ini,” sahut Amanda.
Kepalanya tertunduk, badannya tampak lemas.
“Sayang, jangan seperti itu! Kasihan kalau dia tidak punya pekerjaan lagi. Biarkan dia tetap di sini. Lagi pula dia sudah kalah taruhan denganku,” rajuk Bella.
__ADS_1
“Nona Bella, Bos David tidak pernah menarik kata-katanya, apa yang...” sela Lim namun terhenti saat David mengangkat salah satu lengannya.
“Biarkan dia tetap di sini,” ucap David.
Ha, tidak biasanya si Bos menarik kata-katanya sendiri. (batin Lim)
“Terima kasih, Bos, terima kasih Nona,” ucap Amanda penuh kelegaan.
“Tidak perlu terima kasih padaku dan lagi urusan kita juga belum selesai. Kamu lupa kita baru saja bertaruh,” ucap Bella.
“Iya, Nona, saya ingat. Saya mengaku kalah. Jadi, apa pun permintaan Nona akan saya turuti,” sahut Amanda yang kembali mengingat taruhannya dengan Bella.
“Baiklah, David sayang, Lim, dan kalian semua yang ada di sini. Kalian dengar sendiri kan apa yang dikatakan Nona Amanda ini. Dia berkata akan menuruti semua permintaan saya karena dia telah kalah dalam taruhan ini. Jadi, saya umumkan pada semuanya bahwa mulai besok dan seminggu ke depan.. oh, tidak, tidak, maksud saya satu bulan ke depan, saya ingin Nona Amanda bekerja di kantor ini dengan mengenakan pakaian yang jauh lebih lusuh dengan yang saya kenakan hari ini. Kalau tidak, kamu bisa langsung memecatnya secara tidak terhormat," ucap Bella penuh penekanan.
Ya Tuhan, apa maksud gadis gembel ini? Apa dia benar-benar ingin mempermalukan aku di sini? Benar-benar kejam bahkan lebih kejam dari permintaan Bos David (batin Amanda dengan wajah yang semakin pucat)
“Bagaimana Amanda?”
“Ba-baik Nona, saya akan memenuhi permintaan Nona, satu minggu, eh maksud saya, satu bulan ke depan saya akan bekerja di kantor ini dengan pakaian yang jauh lebih lusuh dari pakaian yang Nona kenakan saat ini,”
Benar-benar gadisku ini, ternyata dia cukup sadis juga (batin David)
Ya ampun, kalian benar-benar pasangan serasi. Dalam memberi hukuman saja bisa sama-sama kejam. Sepertinya orang yang berurusan dengan kalian berdua akan sangat tidak beruntung (batin Lim).
“Sekarang semuanya sudah selesai, silakan kembali bekerja,” ucap Lim membuat para karyawan kembali ke ruangannya masing-masing termasuk Amanda.
“Kalau begitu saya permisi dulu Bos,” ucap Amanda lemah meninggalkan David, Lim, dan Bella.
Setelah semuanya membubarkan diri, David, Lim, dan Bella memasuki ruang kantor David.
“Sepertinya kau harus memberiku hadiah karena aku telah membantumu memenangkan pertaruhan kali ini,” ucap David dengan senyum licik, saat melihat Bella masuk ke dalam ruangannya.
***
Bersambung
Kira-kira hadiah apa yang akan diminta David pada Bella?
Tentu penasaran kan?
Nantikan kelanjutan kisahnya di episode berikutnya.
Jangan lupa selalu dukung author dengan memberikan like dan votenya, serta jadikan karya ini sebagai favorit kamu.❤️❤️❤️
Terima kasih... 🙏🙏🙏
__ADS_1