Mengaku Tunangan CEO

Mengaku Tunangan CEO
Bab 46 Tantangan Clarissa


__ADS_3

Sepanjang perjalanan dari rumah Bella, wajah David tampak berseri. Hal itu dapat teramati dengan jelas oleh Lim yang sedari tadi memperhatikan David dari balik kaca spion.


Dahaga untuk bertanya kembali muncul saat Lim perlahan-lahan mulai bisa melupakan kejadian memalukan sebelumnya ia alami.


“Bos,” panggil Lim.


“Hemm,” jawab David.


“Mengenai surat perjanjian antara Anda dan Nona Bella apa itu serius, Bos?” tanya Lim.


“Memang sejak kapan aku suka bercanda?” sahut David dengan nada datar.


“Kalau begitu saya akan segera meminta pengacara kita untuk membuatkannya,” ucap Lim.


“Baguslah, minta dia segera ke kantor hari ini karena ada beberapa pasal yang harus ada dalam surat perjanjian tersebut,” ucap David kemudian.


“Baik, Bos. Kalau begitu sekarang kita langsung ke kantor, Bos?” tanya Lim.


“Hemm,” jawab David.


****


Di Negara R


Selesai memutuskan sambungan teleponnya dengan Nenek David, Clarissa nampak menghela nafas panjang.


“Haah, apa ini? Kenapa aku baru mengetahui beritanya sekarang?” gumam Clarissa.


Setelah itu, untuk menghilangkan rasa penasarannya, ia langsung menggeser layar ponsel miliknya, membuka salah satu aplikasi yang ada dalam ponselnya untuk mencari topik pemberitaan terpanas yang di Negara S. Benar saja, sesuai perkiraannya, berita pertunangan David menjadi topik pemberitaan terkini dan terpopuler saat ini.


Ia membaca satu persatu artikel berita yang memuat tentang pertunangan David, sesekali ia memperbesar foto yang dilampirkan dalam berita tersebut. Matanya melebar dengan mulut menganga tak percaya saat membaca dan membuka foto-foto itu.


“Astaga, mata David sepertinya sudah katarak ya.. Dia bertunangan dengan gadis seperti ini hanya karena tidak ingin menikah denganku,” ucapnya bermonolog.


“CEO UNIK, DAVID ERLANGGA MENYUKAI GADIS BERPARAS ONDEL-ONDEL!” Membaca ulang salah satu judul artikel berita tersebut.


“Haaaaaaaa, David!!!! Kau sungguh MENYEBALKAN!” teriak Clarissa yang hampir saja membanting ponsel.


“Ada apa Clarissa? Kau kesurupan ya?” tanya seorang pria berparas tampan yang baru saja masuk ke dalam rumahnya dan menemukan Clarissa sedang berbicara dan berteriak-teriak sendiri.


“Apa maksud Kak Steven? Aku masih waras, Kak. Justru teman kakak itu yang sudah tidak waras,” omel Clarissa kesal.


“Teman aku yang mana?” tanya Steven bingung.


Clarissa enggan menjawab pertanyaan kakaknya yang saat ini tampak sangat menyebalkan baginya. Ia hanya menyodorkan ponsel yang hampir saja dibantingnya itu.

__ADS_1


Steven mengambil ponsel Clarissa, membaca artikel berita yang baru saja dibaca adiknya itu. Seketika matanya melebar sebelum tawa lepas keluar dari mulutnya.


“Ha ha ha ha, David, David, pemikiran mu selalu di luar batasan. Kau selalu saja membuat kejutan, ha ha ha ha, ini hebat. Benar-benar hebat, ha ha ha,” Steve terus menerus tertawa membuat Clarissa tampak semakin kesal.


“BERISIK !! Bisa tidak Kakak berhenti tertawa! Kakak tidak tahu apa?! Aku sungguh kesal membaca berita ini dan kau malah begitu tampak senang membacanya!” bentak Clarissa.


“Baik, baik.. maaf, adikku sayang, Kakak akan mencoba berhenti tertawa, ha ha ha,” ucap Steven yang berusaha menahan tawanya.


Setelah tawanya bisa berhenti, Steven melanjutkan kembali ucapannya.


“Jadi berita ini yang membuatmu kesal dari berteriak seperti tadi?” tanya Steven sambil menunjuk berita yang ada di ponsel Clarissa.


Clarissa dengan wajah cemberutnya menganggukkan kepala.


“Kalau begitu Clarissa, ini sudah saatnya kau melupakan DAVID,” ucap Steven tegas.


“Mana bisa? Aku sudah mencintai David dari kecil,” rengek Clarissa.


“Iya, aku tahu. Tapi David tidak pernah mencintaimu. Dia hanya menganggap mu sebagai adiknya saja,” ucap Steven.


“Tapi aku tidak mau menjadi adiknya. Aku hanya ingin menjadi istrinya,” sahut Clarissa dengan nada meninggi.


“Kau benar-benar keras kepala Ica,” ucap Steven menghela nafasnya panjang.


“Ada apa, Opa?” Seorang laki-laki tua berbadan besar tampak berdiri di depan Clarissa dan Steven sebelum akhirnya seorang wanita tua berparas cantik mengikutinya.


“Apa kau sudah dengar berita tentang David?” tanya laki-laki tua itu kemudian.


“Sudah, Opa,” jawab Clarissa menundukkan kepalanya.


“Jadi, kau sudah tahu kalau David sekarang sudah punya tunangan?” tanya wanita tua yang berdiri di samping laki-laki yang dipanggil Clarissa ‘Opa”.


“Sudah, Oma,” jawab Clarissa mengangguk pelan.


“Lantas apa kau masih berniat untuk pindah ke Negara S?” tanya Opa.


“Tentu saja, Opa, karena semua berkasnya sudah selesai aku urus. Lagi pula kepindahan ku ke sana buka hanya untuk David, tapi juga untuk membantu Opa mengurus proyek kerja sama Opa di sana,” jawab Clarissa cepat.


“Kalau masalah proyek, aku bisa menyerahkan itu pada kakakmu Steven. Tapi kalau masalah David, aku dan Oma kamu tidak setuju jika kau harus merusak pertunangan seseorang,” tegas Opa.


“Tapi Opa, Nenek Kanaya bilang pertunangan David itu tidak seperti yang diberitakan. Jadi kita tidak perlu menghiraukannya,” sahut Clarissa.


“Tidak menghiraukannya? Memang Kanaya bilang apa kepadamu?” tanya Oma kesal.


“Nenek bilang kemungkinan itu hanya permainan yang dibuat oleh David saja karena David tidak ingin dipaksa segera menikah,” jawab Clarissa.

__ADS_1


“Konyol Sekali! Apa mungkin keluarga sehebat Erlangga akan mempertaruhkan reputasi baik keluarga mereka hanya untuk permainan menjijikan semacam itu?” tanya Oma menyudutkan Clarissa.


“Memang kelihatannya itu sangat konyol Oma, tapi sepanjang aku mengenal Es Balok itu. Aku juga merasa kalau ini hanya permainan dari David saja,” sahut Steven.


Oma dan Opa Clarissa saling memandang satu sama lain, kemudian duduk di dekat mereka.


Opa menghela nafasnya panjang, sebelum akhirnya kembali berbicara.


“Andai saja aku dan almarhum Tomi dulu tidak pernah membuat perjanjian seperti itu. Aku sungguh tidak peduli apakah berita ini kenyataan atau hanya permainan saja. Aku pasti akan melarangmu untuk berhubungan dengan David. Karena baik aku atau pun Oma kamu sangat tidak suka jika anak atau pun cucu kami terlibat dalam percintaan orang lain. Tapi, karena adanya perjanjian itu, maka aku akan memberikanmu satu kesempatan,” ucap Opa, namun disela oleh Oma Clarissa.


“Apa maksud kamu Robert? Kau akan tetap mengizinkan Clarissa untuk pindah dan terus mengejar David?” sahut Oma tidak terima.


“Tenang, Sayang, aku belum selesai.” Robert mencoba menenangkan istrinya.


“Opa memberimu kesempatan, tapi hanya satu bulan. HANYA SATU BULAN, kau harus membuat permainan ini selesai,” tegas Opa.


“Satu bulan,” gumam Clarissa berpikir sejenak.


“Baik, Opa. Aku setuju denganmu,” ucapnya kemudian.


Aku terima tantangan satu bulanmu Opa dan selama satu bulan itu aku akan menggunakan segala cara untuk berhasil mendapatkan David dan membuatnya putus hubungan dengan wanita itu. Sekali pun cara-cara licik harus aku gunakan (ucap Clarissa dalam hatinya).


Satu bulan? Apa dia yakin bisa menaklukan David selama satu bulan itu. Sementara selama bertahun-tahun dia menyukai David, hati David sama sekali tidak tergerak olehnya. Mungkin kah dia akan kembali menggunakan cara-cara yang tidak pantas untuk mendapatkannya. Oh, tidak adikku sayang. Jangan pernah kau melakukan cara itu lagi! Karena cara itulah yang sebenarnya membuat David semakin jauh darimu dan membuatnya tidak pernah menyukaimu (batin Steven).


Sebagai kakak sekaligus teman David, Steven sangat tahu alasan David sangat menentang perjodohannya dengan Clarissa karena dulu Clarissa pernah membuat kesalahan fatal yang membuat David sangat tidak suka dengannya. Namun, Steven tidak pernah menyampaikan hal itu kepada Clarissa karena ia tidak ingin Clarissa, adik satu-satunya itu, merasa sedih dan kecewa.


***


Bersambung


Kesalahan apa yang sebenarnya pernah dilakukan oleh Clarissa sehingga membuat David tidak pernah menerima perjodohannya dengan Clarissa?


Baca terus ceritanya ya...


Dan jangan lupa dukung author dengan like dan votenya..


🙏🙏🙏


Jadikan juga karya ini sebagai favoritmu ya...


❤️❤️❤️❤️


Terima kasih


😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2