Mengaku Tunangan CEO

Mengaku Tunangan CEO
Bab 25 Tunangan CEO


__ADS_3

Bella mengganti pakaiannya dengan gaun merah yang super seksi. Gaun itu menunjukkan lekuk tubuhnya yang menggoda serta kaki jenjang dan putih mulusnya.


“Ya Tuhan, demi memberi pelajaran pada laki-laki bajingan itu, tidak kusangka aku akan melakukan ini. Menjijikan sekali, tapi sudahlah! Dengan begitu laki-laki bajingan itu akan kapok berurusan denganku. Kita lihat saja seberapa merah mukanya menahan marah, ha ha ha” gumam Bella sambil tertawa.


Dilla yang melihat penampilan Bella yang baru keluar dari bilik itu hanya bisa menelan salivanya. Tidak hanya sampai di situ, setelah keluar Bella langsung memoles wajahnya dengan riasan yang..... (sudah pasti bisa membuat seorang David Erlangga akan sangat murka dibuatnya)


“Sempurna,” ucap Bella setelah selesai dengan riasannya itu.


Dilla hanya tercengang tak percaya melihat penampilan sahabatnya itu.


Ya Tuhan, Bella benar-benar nekat. Mudah-mudahan setelah ini kita masih bisa keluar hidup-hidup dari tempat itu (ucap Dilla dalam hati)


“Sepertinya aula pertemuannya di situ ya, Dill,” tunjuk Bella pada ruangan yang terletak persis di dekat kamar mandi itu.


“Eh... i-iya, sepertinya kau benar karena terlihat beberapa wartawan ada di sana,” ucap Dilla saat menyaksikan beberapa wartawan yang keluar masuk ruangan itu.


Bella dan Dilla pun kemudian masuk ke ruangan itu.


“Hai, David,” teriak Bella sambil melambaikan sebelah tangannya. membuat perhatian David dan seluruh wartawan tertuju padanya.


David yang mendengar teriakan Bella mengalihkan pandangannya ke asal suara itu. Saat melihat sosok Bella, mata David melebar, ia mengepalkan tangannya kuat berusaha menahan amarah yang bergelora dalam dirinya.

__ADS_1


“Apa-apaan ini sepertinya gadis tengik ini sengaja mempermainkanku,” gumam David kesal.


Wah, menarik sekali! Baru kali ini ada wanita yang berani menantang si Bos (ucap Lim dalam hati sambil menahan senyumnya)


Bella dan Dilla kemudian berjalan ke arah David, membelah kerumunan wartawan yang tak henti memandang mereka dengan tatapan aneh sambil berbisik antar satu dengan lainnya.


Rasakan kau brengsek! Beraninya kau menantang seorang Bella. Makanya ini yang akhirnya kau dapatkan (ucap Bella dalam hati)


“Eh, apa ini tunangannya Tuan David,” bisik salah satu wartawan.


“Ih, mana mungkin wajahnya saja kaya ondel-ondel dan lihat pakaiannya.. Ih, benar-benar mirip wanita yang ada di pangkalan sana,” sahut yang lainnya.


“Hus, kalau Tuan David dengar bisa bahaya kamu,” timpal wartawan di sebelahnya.


“Iya, kalau gadis yang satu itu manis dan menawan,”


“Dan kalau dilihat-lihat lagi wajahnya sedikit mirip dengan Tuan David,”


“Mungkin itu yang disebut jodoh,”


“Bisa jadi,” sahut wartawan yang lainnya.

__ADS_1


Setelah berjalan beberapa langkah, Bella dan Dilla akhirnya sampai di meja depan yang telah disediakan untuk mereka melakukan konferensi pers.


Bella memilih duduk, tepat di sebelah David membuat para wartawan yang menyaksikan dibuat melongo tak percaya.


“Lihat, lihat, gadis ondel-ondel itu duduk di sebelah Tuan David,” bisik para wartawan.


“Bagaimana dengan penampilanku?Apa kau suka?” ucap Bella tersenyum senang. Ia merasa telah berhasil membuat David merasa dipermalukan.


“Gadis tengik, kamu benar-benar cari mati ya!” ancam David dengan nada rendah.


“Oh, aku takut,” ejek Bella tersenyum senang.


“Ehem,” Lim berdehem.


“Bisa dimulai Bos?” tanya Lim.


“Baiklah mulai saja, setidaknya dengan begitu ini akan cepat berakhir,” perintah David.


Setelah David mengeluarkan perintahnya, Lim langsung menggunakan microphone untuk membuka konferensi pers pada hari itu.


***

__ADS_1


Bersambung


Setelah membaca jangan lupa like, vote, dan jadikan favorit ya...


__ADS_2