
Senyum merekah di bibir Clarissa saat dia berhasil mengirimkan foto yang sedari tadi tak sabar ingin ia kirimkan kepada David. Bahkan saking tidak sabarnya, ia nekat menyalakan ponsel yang masih tersambung dengan kabel pengisi daya baterai tanpa menunggu baterai ponsel itu penuh.
“Akhirnya aku bisa mengirimkan foto ini. Aku tidak sabar ingin melihat bagaimana reaksi David saat ia menerima kiriman foto tersebut. Aku yakin dia pasti akan sangat marah pada gadis itu dan memberikan pelajaran yang setimpal kepadanya,” ucapnya.
“Aduh Clarissa, ternyata kau ada di sini. Aku sedari tadi mencarimu. Ke mana saja kau?” tanya Lolita begitu masuk ke dalam ruangannya dan mendapati Clarissa sedang memainkan ponselnya.
“Aku tadi sedang mengikuti gadis gembel itu dan kau tahu aku mendapatkan sesuatu yang berharga di ponselku ini,” jawab Clarissa sambil menunjukkan ponsel yang dipegangnya pada Lolita.
“Hooh pantas saja, karena tidak biasanya aku melihatmu memainkan ponsel saat sedang di-charger seperti itu. Kau tahu kan menyalakan ponsel di saat sedang diisi baterai seperti itu akan membuat ponselmu cepat rusak,”
“Aku tidak peduli karena aku tidak ingin membuang sedetik pun kesempatan untuk bisa menghancurkan gadis gembel itu,”
“Oh ya? Aku jadi penasaran memang apa yang sudah kau dapatkan di ponselmu itu sehingga kau begitu tidak sabarnya?” tanya Lolita.
“Kalau kau ingin tahu, maka kemarilah dan lihatlah ini! Aku yakin kau pasti juga akan terkejut melihat ini,” ucap Clarissa yang sekarang tengah duduk di dekat meja yang tak jauh dari tempat Lolita berdiri.
Lolita yang merasa penasaran segera berjalan mendekati Clarissa, lalu duduk di sampingnya. Kemudian ia mendekatkan wajahnya ke foto yang ada di layar ponsel yang diperlihatkan Clarissa kepadanya. Matanya terbelalak tak percaya saat melihat foto tersebut.
“Astaga, apa yang sedang gadis itu lakukan dengan calon kakak iparku? Bagaimana mereka bisa sedekat itu? Ah, sepertinya dia memang penggoda yang ulung. Bahkan, gunung es saja bisa mencair di dekatnya,” celoteh Lolita.
“Kau benar. Aku tidak tahu bagaimana gadis gembel itu bisa mengenal Azril? Tapi yang pasti ini bisa membuat David merasa dikhianati oleh gadis itu,”
“Apa kau yakin? Bukankah kau sendiri yang bilang bahwa bisa saja hubungan di antara mereka itu palsu. David bisa saja hanya berpur-pura dan memanfaatkan gadis itu agar kau bisa menjauhinya. Selain itu, keluarganya pun tidak memaksanya untuk menikah denganmu. Jadi, bagaimana mungkin dia akan merasa terkhianati?”
“Hey, apa kau lupa kalau David itu punya harga diri yang tinggi? Dia tidak akan mungkin membiarkan gadis rendahan seperti itu menjatuhkan harga dirinya dengan berkhianat kepadanya,” sahut Clarissa.
“Oh ya? Kau benar temanku. Kalau begitu habislah gadis itu,” timpal Lolita dengan senyum yang merekah di bibirnya.
“Sayangnya, media tidak mengetahui rupa asli gadis itu. Andai saja media tahu, dia pasti akan menerima pelajaran yang sama dengan yang pernah diterima Almira waktu itu,” ucap Clarissa sinis.
“Almira, kalau kau tidak mengingatkan aku hampir lupa kalau temanku ini bukan hanya gadis yang pintar tapi juga cukup keji,” sahut Lolita.
“Itu semua salahnya sendiri. Siapa suruh dia tidak berkaca? Berani-beraninya gadis miskin seperti dia mengejar-ngejar David dengan tingkah sok polosnya. Bahkan memamerkan diri sebagai siswa teladan di sekolahnya hingga perhatian semua orang mengarah kepadanya,”
Sekilas Clarissa teringat dengan salah satu adik kelas David semasa berada di tingkat SMA yang begitu menyukai David. Bahkan, saking sukanya gadis itu berusaha keras untuk meraih beasiswa agar bisa berkuliah di tempat yang sama dengan David.
Gadis yang bernama Almira itu sama seperti Clarissa. Dia menggunakan segala cara agar bisa dekat dengan David yang memang dari dulu terkenal dingin dan jutek, namun memiliki banyak talenta.
Clarissa yang memang dari sejak kecil sudah menyukai David merasa tidak tenang dan menganggap Almira adalah saingan beratnya. Alhasil, ia memfitnah Almira dengan menciptakan sebuah skandal besar yang membuat Almira dijauhi oleh teman-teman dan tetangganya. Bahkan, saat itu David merasa jijik pada Almira hingga membuat Almira frustasi dan memilih mengakhiri hidupnya.
Namun, Clarissa tidak tahu bahwa David telah mengetahui semua yang dilakukannya pada Almira. Mulai dari jebakan hingga fitnah keji yang telah dibuatnya untuk Almira. Hal itulah yang menjadi alasan David sangat tidak menyukainya dan mencoba berbagai cara untuk memutus rantai perjodohan antara dirinya dengan Clarissa.
“Lalu bagaimana kondisimu saat ini? Bagaimana hasil pemeriksaannya?” tanya Clarissa melihat keadaan tangan Lolita yang kini telah dibalut gift.
“Kau lihat saja sendiri. Keadaanku sangat buruk. Gara-gara gadis tidak waras itu aku terpaksa harus beristirahat dulu sekitar tiga hingga empat hari ke depan,” jawab Lolita sebal.
“Lalu bagaimana dengan rencanamu untuk menjebak OB itu?” tanya Clarissa.
“Sementara kita tunda dulu. Anggap saja beberapa hari ini dia sedang beruntung. Sekarang kau antar aku pulang ya? Karena aku tidak mungkin membawa mobilku dalam keadaan seperti ini,” sahut Lolita sambil memperlihatkan lengannya yang terbalut gift.
“Tapi aku masih ingin melihat pertunjukan antara gadis gembel itu dengan David,” tolak Clarissa.
“Bukannya sekitar satu jam yang lalu David sudah pulang ya? Itu yang aku dengar dari para perawat penggemarnya itu saat aku sedang memeriksa lukaku ini,” ucap Lolita yang lagi-lagi memperlihatkan tangannya yang terluka.
“Oh ya? Sayang sekali, kalau begitu sekarang aku antar kau pulang. Kau tinggalkan saja mobilmu di sini dan kau ikut saja denganku!” seru Clarissa.
“Baiklah, aku akan meminta sekuriti di sini untuk mengamankan mobilku,” jawab Lolita.
“Tapi tunggu sebentar lagi! Biarkan baterai ponsel ini penuh dulu,” ucap Clarissa.
__ADS_1
“Oke,” sahut Lolita menyetujui keinginan Clarissa.
Akhirnya setelah 30 menit berlalu, Clarissa telah selesai mengisi daya ponselnya. Setelah itu, mereka bergegas meninggalkan rumah sakit tersebut.
Di tengah jalan mobil Clarissa berpapasan dengan mobil David, namun Clarissa tak menyadarinya.
“Bos, sepertinya saya tadi melihat mobil Nona Clarissa lewat,” ucap Lim saat melihat mobil milik Clarissa berpapasan dengan mobil David yang dikemudikannya.
“Oh ya? Kalau begitu baguslah. Setidaknya dia tidak akan jadi pengganggu untuk sementara waktu ini, " timpal David.
***
David dan Lim kini sudah berada di rumah sakit kembali. Setelah satu jam setengah yang lalu, mereka meninggalkan tempat itu. Sama seperti sebelumnya, kali ini pun mereka tetap menjadi sorotan orang-orang yang berada di rumah sakit tersebut.
“Eh, Tuan David kembali lagi,” bisik salah satu perawat yang sebelumnya telah melihat David dan Lim keluar meninggalkan rumah sakit.
“Iya, dia juga selalu terlihat tampan ya?” puji perawat di sebelahnya.
“Tentulah. siapa dulu? Tunanganku,” timpal rekannya kembali.
“Huu, ngaku-ngaku,” ledek yang satunya.
Meski banyak perawat dan pengunjung yang membicarakannya, David tidak peduli. Sekarang yang ia pedulikan dan ia cari hanyalah Bella.
“Lim, kau masih ingat kamar mana yang dikunjungi Bella?”
Tumben, sekarang menyebut namanya biasanya selalu memanggil gadis tengik (batin Lim).
“Lim,” panggil David kembali karena Lim tak segera menjawab pertanyaannya.
“Maaf, Bos, saya juga lupa di mana tempatnya. Bagaimana kalau Anda telepon Nona Bella dan tanyakan langsung di mana keberadaannya?” usul Lim.
“Ah, kau benar. Aku hampir saja lupa,” sahut David yang langsung mengeluarkan ponselnya dan bergegas menghubungi Bella. Namun, Bella tak langsung mengangkat teleponnya membuat David sedikit kesal. Ia mencoba sekali lagi, kali ini Bella langsung mengangkatnya.
“Aku sedang bersama Ar dan Dilla. Kami sekarang sedang menuju parkiran karena kami ingin makan bakmi janda yang ada di dekat rumah sakit ini,” jawab Bella dari balik telepon.
Mendengar Bella nama Ar disebut, darah David seperti mendidih.
“Kembali kemari! Aku sekarang sedang berada di lobi rumah sakit!” perintah David.
“Untuk apa? Nanti saja aku kembali ke sana. Sekarang aku mau makan bakmi janda dulu,” sahut Bella sebal.
“Hey, apa kau lupa dengan salah satu pasal yang ada dalam surat perjanjian tersebut bahwa jika aku memanggilmu kau harus segera datang,” ucap David penuh penekanan.
“Ih, nyebelin! Iya, iya, iya!!!” sahut Bella yang langsung menutup teleponnya.
“Dasar gadis tengik! Seenaknya saja dia mematikan teleponku,” gerutu David.
Lim yang melihat tingkah bosnya, hanya menggelengkan kepalanya.
Aku bilang juga apa Bos? Segeralah ajak Nona Bella tercintamu itu menikah! Supaya darah tinggimu itu tidak cepat kumat (batin Lim).
Tak lama setelah itu Bella pun datang menghampiri mereka. Kali ini ia memasang wajah masam dengan bibir yang dimajukan ke depan. David yang melihat tingkah gadis itu bukannya marah tapi merasa semakin gemas dibuatnya.
Gadis itu selalu saja membuat orang gemas dan ingin menyentuhnya (batin David).
“Hey, kondisikan bibirnya,” goda David.
“Apa? Enggak tahu apa kalau orang lagi sebal?” ucap Bella dengan bibir yang dimajukan ke depan.
__ADS_1
Ya Tuhan, kenapa gadis ini selalu membuat orang tidak tahan? Rasanya aku ingin sekali mencicipi bibirnya itu. Astaga, David!! Apa yang kau pikirkan?? Kenapa otakmu jadi mesum seperti ini sih? (batin David).
Tenang David, tenanglah! Kuasai dirimu! (batin David).
“Ehem,” David berdehem untuk menetralisir perasaannya.
“Kau lupa bunyi pasal 1 dalam surat perjanjian kita?” tanya David mengingatkan.
Bella ingat, bahkan sangat ingat dengan bunyi pasal 1 dalam surat perjanjian tersebut yaitu harus selalu memberikan senyum manis dan dilarang cemberut. Tapi, bagaimana ia bisa senyum sementara hatinya benar-benar kesal setengah mati.
Itulah sebabnya ia mencoba menarik paksa dua sudut bibirnya ke kanan dan ke kiri, lalu memperlihatkan sebaris giginya hingga membentuk senyuman paksa yang terlihat sangat kaku. Dan itu membuat David dan Lim menahan tawa melihat tingkahnya.
Senyuman yang sangat jelek, tapi aku suka ini (batin David).
Bos ini suka sekali mengerjai tunangan sendiri (batin Lim).
“Sudah puas tertawanya?” sahut Bella saat melihat dua pria berjas di depannya terkekeh dengan tingkahnya.
“Ya sudah, kau tidak perlu tersenyum seperti itu lagi. Itu terlihat sangat jelek,” ucap David sambil mengacak-acak rambutnya.
“Kalau gitu sekarang aku minta pertanggung jawaban darimu,” sahut Bella kemudian.
“Hah, pertanggung jawaban apa?” tanya David heran.
Kalau kau ingin aku menikahimu. Tentu aku akan melakukannya (batin David)
“Aku ingin kau mentraktirku makan bakmi janda. Karena perutku ini sudah sangat lapar. Dari tadi dangdutan terus,” ujar Bella.
“Baiklah, tapi kenapa harus makan bakmi? Dan apa tadi namanya? Apa tidak ada makanan lain? Kan masih banyak makanan lain yang lebih lezat dan sehat,” tanya David.
“Iya, tapi sekarang aku sedang ingin makan itu,” jawab Bella.
“Ya sudah, terserah kau saja. Kalau begitu kita makan di mana?” tanya David mengalah.
“Kita makan di tempat Ar dan Dilla makan saja yuk,” ajak Bella merangkul lengan David penuh antusias.
“Kenapa harus makan bersama mereka?” protes David.
“Biar asyik, lagi pula bakmi janda di kedai itu terkenal sangat lezat di seluruh kota B, ” bujuk Bella sambil menjulurkan lidahnya membasahi seluruh bagian bibirnya.
“Apa? Tadi kamu bilang nama bakmi itu bakmi janda?” tanya David yang menyadari nama bakmi yang aneh itu karena ia sama sekali belum pernah memakan atau mendengarnya.
“Iya, rasanya sangat lezat, kau pasti menyukainya. Makanya, ayo cepat!! Aku sudah sangat lapar,” bujuk Bella sambil menarik paksa lengan David.
David yang tidak ingin salah makan, langsung mengeluarkan ponselnya dan memeriksa Mbah Guling untuk mendapatkan informasi tentang bakmi janda yang disebutkan oleh Bella tersebut.
Kuharap ini bukan jebakan gadis tengik itu (ucapnya dalam hati sambil mengetik kata bakmi janda dalam layar ponselnya)
***
Bersambung
Kira-kira David suka tidak ya dengan menu mie ayam janda?
Lalu bagaimana reaksi David dan Lim saat makan bersama Ar??
Penasaran? Nantikan kelanjutan ceritanya di episode selanjutnya.
Jangan lupa berikan like atau jempolnya pada setiap bab cerita ini, serta vote dan komen terbaiknya sebagai bentuk dukungan kalian terhadap karya ini.
__ADS_1
Terima kasih dan jangan lupa jadikan karya ini favorit kalian ya..🤗🤗
Salam sayang dan sehat selalu...