Mengaku Tunangan CEO

Mengaku Tunangan CEO
Bab 8 Kekesalan David


__ADS_3

Sekretaris Lim mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesekali ia memperhatikan David yang saat ini sedang duduk di belakangnya melalui kaca spion mobil yang ada di bagian depan.


“Bos, Anda bilang Anda akan menceritakan semuanya padaku hari ini,” ucap Sekretaris Lim saat mengemudikan kendaraan milik David.


“Menceritakan apa?” tanya David yang masih belum bisa memahami maksud pertanyaan sekretarisnya itu.


“Iya, tentang kenapa kemarin Anda sampai meminjam mobilku dan memintaku membawa pakaian untuk Anda,” jawab Sekretaris Lim.


“Oh, masalah yang kemarin itu. Iya, itu semua terjadi gara-gara ulah dari seorang gadis gila, Lim,” sahut David kesal.


“Gadis gila? Gadis yang mana? Memang apa yang dilakukan gadis itu sampai bisa memecahkan kaca spion Anda dan membuat pakaian Anda begitu kotor?” tanya Sekretaris Lim.


Lim benar-benar merasa penasaran karena setahu dirinya selama ini, belum ada orang yang berani berhadapan dengan David, satu-satunya cucu pemilik Erlangga Grup yang juga merupakan CEO dari EG Company. Apalagi jika pelakunya seorang wanita yang menurutnya pasti akan langsung terpesona saat memandang wajahnya saja.


“Gadis gila yang kutemui di jalanan,” jawab David.


“Maksudnya?” tanya Sekretaris Lim yang masih belum memahami ucapannya.


“Iya, kemarin selesai menemui teman lamaku, aku mengambil jalan yang melewati pasar. Lalu, karena aku tak begitu memperhatikan jalanan dan melajukan mobilku dengan kecepatan di atas rata-rata, tanpa sengaja mobilku itu melewati genangan air berlumpur dan byur...


Genangan air itu mengenai wajah dan seluruh pakaian gadis itu. Lalu, mungkin karena kesal aku mengabaikannya, ia pun dengan beraninya mengambil sebuah batu yang cukup besar dan melempar batu itu ke arah kaca spion mobilku. Alhasil, seperti yang kau lihat, kaca spion mobilku itu pecah dan membuatku benar-benar marah besar kepadanya,” ujar David.


“Oh ya? Lalu apa yang terjadi dengan Bos selanjutnya? Kenapa malah pakaian Bos yang kelihatan sangat kotor? Apa jangan-jangan... Dia menyiram air kotor itu ke pakaian bos juga?” tanya Sekretaris Lim.


“Lebih buruk dari itu,” jawab David kesal setiap mengingat kejadian kemarin.

__ADS_1


“Lebih buruk dari itu? Memang apa yang dilakukan gadis itu?” tanya Sekretaris Lim yang masih belum hilang rasa penasarannya.


“Dia .. Dia memelukku dengan sangat erat. Lalu mengusap-usapkan wajahnya ke kemeja yang aku kenakan agar kotoran yang menempel di wajah dan badannya itu berpindah ke pakaianku. Kau bisa bayangkan itu?” ucap David kesal.


“Ha ha ha ha,” tawa renyah Sekretaris Lim memenuhi mobil yang sedang dikendarainya.


“Kenapa kau malah tertawa?” tanya David kesal.


“Maaf Bos, aku hanya sedang membayangkan kejadian saat itu. Bos pasti sangat panik sekali waktu itu, kan. Gadis-gadis itu benar-benar pintar, hahahaha,” puji Sekretaris Lim.


“Ah, sudah diam! Apanya yang sangat pintar? Menurutku gadis itu gadis gila! Dan kau tahu apa dampak yang lebih parah dari kegilaannya itu?" ucap David menggantung


"Apa itu Bos? " tanya Lim semakin penasaran.


"Gara-gara tindakan gila gadis itu juniorku sampai terbangun dan aku yakin dia juga merasakannya. Ah, itu benar-benar memalukan!!" umpatnya kesal.


“Hey.. Kenapa kau begitu senang sekali tertawa,” ucap David kesal.


“Hahahaha, maaf Bos ceritamu ini benar-benar lucu.. Aku sama sekali tidak bisa membayangkan seseorang sepertimu bisa diperlakukan seperti ini, hahaha,” ucap Sekretaris Lim.


“Ah, diam kau!” bentak David yang membuat Sekretaris Lim langsung menahan tawanya.


“Lalu apa yang Bos lakukan kepadanya? Apa Bos sungguh diam saja diperlakukan seperti itu?" tanya Lim yang masih berusaha menahan tawanya.


“Hey, apa kau ini gila? Tentu saja aku berusaha melepaskan diri darinya. Apa kau pikir aku menikmati perlakuannya? " ucap David semakin kesal menanggapi pertanyaan konyol yang diajukan sekretarisnya itu.

__ADS_1


“Iya, lalu kenapa Bos membiarkan begitu saja kaca spion mobil Bos pecah dan pakaian Bos menjadi kotor seperti itu karena ulahnya?” tanya Sekretaris Lim.


“Itu karena Paman Han tiba-tiba menelepon dan memintaku segera menjemput Nenek di bandara. Dan kau tahu kan bagaimana watak Nenek kalau aku sampai datang terlambat"


“Tapi lihat saja nanti, kalau aku bertemu dengan gadis itu lagi. Aku akan memberinya pelajaran yang membuat dia menyesal seumur hidupnya karena telah berani berurusan dengan seorang David Erlangga,” ucap David.


“Bos, boleh aku bertanya satu hal lagi?” tanya Sekretaris Lim.


“Apa? Tanyakan saja,” jawab David.


“Bagaimana rupa gadis itu? Apakah dia gadis yang cantik?” tanya Sekretaris Lim.


Apa-apaan dia? Kenapa dia bertanya seperti itu? Apakah dia benar-benar bisa membaca raut wajahku? Apa aku harus mengatakan kepadanya kalau gadis itu memang cantik? Tidak, kalau sampai aku mengatakan hal itu, dia pasti akan lebih menggodaku. (ucap David dalam hati)


“Tidak, wajahnya jelek, sangat sangat jelek,” ucap David sambil berusaha mengalihkan pandangannya dari tatapan Lim.


Lim masih terus saja memperhatikan tingkah David dari balik kaca spion. Seulas senyum kemudian terukir di wajahnya saat melihat reaksi David akan pertanyaannya.


Anda berbohong Bos, aku bisa melihat hal itu. Aku bisa tebak, wajah gadis itu pasti cantik (ucap Sekretaris Lim dalam hatinya)


***


Bersambung


Beri dukungan terus ya .. dengan like, vote, komen, dan rate 5nya. Jadikan pula favorit.. terima kasih..❤️❤️❤️

__ADS_1


Salam sayang buat semua... 😘😘😘


__ADS_2