
Di taman belakang itu mereka berlima tertawa membicarakan banyak hal, terutama saat Bella menolong Nenek David dari gerombolan para preman serta bagaimana awal pertemuan Bella dengan Steven.
“Waw, aku tidak bisa membayangkan bagaimana Steven yang begitu narsis bisa terkena lemparan sandal bututmu itu Bella, ha ha ha?” tanya Tante Diana dengan tawa lepas yang sudah lama tak pernah dilihat oleh Han.
Aku sudah lama tak pernah melihat Diana tertawa lepas seperti itu. Apakah pernikahan kami terlalu menyakiti hatinya? Mungkin jika Thomas masih hidup dan tragedi itu tidak pernah terjadi, dia sudah bisa melupakanku. Kami berdua pun sudah bisa bahagia dengan pilihan kami masing-masing (batin Handika sambil menatap wajah cantik Diana)
“Kenapa Paman? Baru sadar kalau Tanteku itu sangat cantik,” bisik David saat melihat Han yang tak berhenti memandang Diana.
Mendengar bisikan David, Han pun mengalihkan pandangannya dari Diana. Kali ini tatapannya tertuju pada Dilla.
Kenapa aku baru sadar? Jika gadis itu sedang tertawa dia sangat mirip dengan Arini. Oh, Arini kenapa aku masih belum bisa melupakanmu? Bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah kau sudah menikah dan menemukan pasangan yang baru? Apakah kau sekarang sudah bahagia? (batin Handika dan tiba-tiba saja ia merasakan sakit di bagian pinggangnya)
“Paman kenapa? Apakah Paman sakit?” tanya Dilla cemas.
“Han, kau tidak apa-apa kan?” tanya Tante Diana.
“Bella, Dilla, tolong bawa Paman Han ke kamar dulu! Sepertinya penyakit Paman kambuh lagi,” pinta David.
“Baiklah,” jawab keduanya.
Tante Diana pun hendak mengikuti mereka, namun segera ditahan oleh David.
“Tante, tunggu! Aku ingin bicara berdua dengan Tante,” ucap David.
“Bicara apa?” tanya Diana heran karena tidak biasanya David bersikap seperti itu. Ia pun kemudian mengajak David kembali duduk di kursi yang sempat mereka tempati.
“Bicaralah!” seru Diana.
“Tante, Tante tahu selama ini aku sudah menganggapmu sebagai ibu kandungku,”
“Iya, Tante juga sudah menganggapmu sebagai putra kandung Tante sendiri. Lalu?”
“Aku tidak ingin menyembunyikan apa pun dari Tante karena itulah aku ingin memberitahukan semuanya kepada Tante,” ucap David.
“Jadi itu artinya kau sudah menyembunyikan sesuatu dari Tante? Apa itu David?”
David menghela nafas panjang sebelum akhirnya melanjutkan perkataannya.
“Sebenarnya aku dan Bella sudah menikah Tante,”
__ADS_1
“Apa? Kau gila, David! Kalau nenekmu sampai tahu semua ini, dia pasti tidak akan membiarkan semua ini terjadi. Hubunganmu dan Bella akan semakin sulit,"
“Aku tahu Tante karena itulah aku memilih untuk merahasiakan semua ini dari Nenek dan Paman,”
“Lalu apa yang akan kau lakukan David? Meskipun Bella telah menyelamatkan nenekmu, tapi itu bukan berati nenekmu bisa menerimanya begitu saja. Kau tahu kan selama ini nenekmu begitu menginginkan adanya ikatan antara Keluarga Erlangga dan Keluarga William,” bentak Diana dengan sorot mata yang mulai memerah karena menahan kemarahan dan kekecewaannya pada David.
“Iya, aku tahu Tante, tapi aku mencintai Bella dan aku tidak ingin melepaskannya begitu saja. Lagi pula, aku pikir Tuhan juga merestui cinta kami,” ucap David.
“Apa maksudmu?” Diana memandang David dengan sorot mata yang sulit diartikan.
“Apa kau sudah memiliki cara untuk mengatasi masalah ini?” tanya Diana menyelidik.
“Iya, aku tahu caranya,”
“Apa itu?” tanya Diana penasaran.
“Yaitu menikahkan Steven dengan Dilla,”
“Apa maksudmu David? Apa hubungan gadis itu dengan masalah keluarga kita? Apa maksudmu kalau dia itu...,” Diana tak berani melanjutkan ucapannya. Ada rasa sakit yang mendalam ketika ia mencoba menerkanya.
“Benar, Tante. Dilla adalah putri kandung Paman dengan istri pertamanya, Arini”
Seketika ada rasa sakit yang teramat dalam menyusup dalam kalbu Diana. Air matanya tumpah mendengar kenyataan pahit jika suaminya itu memiliki anak dengan wanita lain. Wanita yang selama ini menjadi bayang-bayang dalam kehidupan rumah tangganya.
Dadanya terasa sesak, cintanya yang tulus benar-benar terkhianati. Cintanya telah kalah oleh takdir yang semakin mengikis jarak antara dirinya dengan laki-laki yang dicintainya sedari kecil.
“Tante,” David memeluk Diana erat, membiarkan wanita yang sudah bertahun-tahun membesarkannya, menumpahkan seluruh kesedihannya dalam dekapannya.
“Tante, tenanglah. Ini tidak seperti yang Tante pikirkan. Selama pernikahan kalian Paman tidak pernah mengkhianati Tante karena Paman sendiri pun belum mengetahui masalah ini,” ucap David mencoba memberi ketenangan pada ibu angkatnya.
“Apa maksudmu David? Pamanmu belum tahu semua ini,” tanya Tante Diana menatap wajah anak angkatnya. David menjawab dengan anggukkan kemudian berkata.
“Tante Arini sudah mengandung Dilla saat mereka berpisah, Tante,” jelas David.
“Apa? Jadi itu artinya secara tidak langsung akulah wanita yang menjadi penyebab keluarga mereka berpisah, hiks hiks hiks” ucap Diana sesegukan, tangisnya semakin pecah saat itu juga. Ada rasa marah, sedih, dan kecewa yang membaur menjadi satu.
Padahal sebenarnya, Diana sudah melepaskan Han ketika Han memutuskan untuk membatalkan pertunangan mereka dan berniat kawin lari dengan Arini. Han sudah bahagia dengan Arini, dia pun perlahan sudah mulai melepaskan Han, melepaskan cinta masa kecilnya. Andai saja tragedi itu tidak pernah terjadi.
“Dari mana kau yakin kalau Dilla adalah putri kandung Pamanmu?” tanya Tante Diana setelah ia sudah mulai bisa menguasai dirinya.
__ADS_1
David menyerahkan laporan hasil tes DNA yang ia simpan di balik saku jasnya kepada Diana. David sudah membaca laporan itu saat Bella sedang tertidur di rumah sakit. Dia tidak terkejut dengan isi laporan itu karena jauh sebelumnya David memang sudah menduganya.
Diana pun menerimanya. Ia membuka dan membaca laporan hasil tes DNA tersebut “Kecocokan tes DNA dari Ardilla Larasati dan Handika Erlangga 99,99% menandakan mereka memiliki hubungan biologis sebagai ayah dan anak kandung."
Diana meremas, lalu menyimpan kembali kertas laporan itu. Ada rasa bersalah, saat dirinya mengetahui fakta itu.
"Kalau begitu setelah Nenek menerima hubunganmu dengan Bella. Tante akan mengembalikan keluarga pamanmu, " ucap Diana dengan suara parau.
"Tidak, Tante. Itu tidak akan pernah terjadi,"
"Apa maksudmu, David? "
"Karena Tante Arini, ibunya Dilla, sekarang sudah tiada, "
"Apa?? " Diana terkejut, air mata kembali mengalir dari sudut matanya.
Ya Tuhan, pantaslah Engkau tidak pernah memberikanku kebahagiaan. Karena aku telah merebut kebahagiaan wanita lain dari sisinya (batin Diana)
Sementara itu tidak jauh dari mereka, tampak Bibi Mun yang sedari tadi ikut mendengarkan pembicaraan keduanya. Ia bukan sengaja ingin menguping, hanya saja ia merasa terkejut saat mendapati Diana yang sedang menangis dalam pelukan David sehingga ia ingin tahu lebih jelas hal apa yang menyebabkan Diana menangis sampai seperti itu.
“Jadi gadis yang dibawa Tuan Muda dan Nona Bella adalah putri kandung Tuan Han dan Arini. Pantas aku seperti mengenali wajahnya, ternyata dia adalah cucunya Laras yang selama ini aku cari. Apakah aku harus memberi tahukan semua kebenarannya pada Nyonya?” gumam Bibi Mun.
Sebenarnya nenek dari Dilla adalah teman baik dari Bibi Mun. Mereka sudah sedari kecil mengabdikan hidup mereka untuk keluarga ini hingga Arini, putri dari Laras, yang juga tumbuh besar bersama Haris dan Handika menjalin hubungan yang tidak diperkenankan dengan Han. Hal itulah yang membuat Bibi Mun berselisih pendapat dengan Laras dan membuat hubungan keduanya retak.
Menurut Bibi Mun, Laras terlalu bodoh. Ia tidak bisa melawan perasaan dan keinginan putrinya hingga menyebabkan Laras dan suaminya harus diusir dari Kediaman Erlangga karena mereka merasa terkhianati. Sedangkan selanjutnya Bibi Mun menjadi satu-satunya pelayan kepercayaan sang Nyonya Besar. Ia pun terus mengikuti Nyonya Besar tanpa ada keinginan untuk berkeluarga kembali setelah suaminya meninggal.
***
Bersambung
Tragedi apa yang sebenarnya terjadi?
Akankah Nenek David menerima Dilla sebagai cucunya?
Mampukah rencana David untuk mempersatukan Dilla dan Steven berjalan sesuai keinginannya? Lalu bagaimanakah Ar akan bereaksi?
Temukan jawabannya di episode-episode selanjutnya.
Jangan lupa selalu berikan like, vote, dan komen di cerita ini ya.. serta tetap jadikan karya ini favoritmu, terima kasih. 💐💐💐
__ADS_1