
“Bella!!” teriak menggelegar Neni mengejutkan Bella dan Dilla yang masih sibuk berdebat di dalam kamarnya.
“Ada apa itu Bell? Kenapa Neni sampai berteriak seperti itu?” tanya Dilla.
“Entahlah, tapi Neni memang sudah biasa seperti itu,”
“Bella, cepat kemari!” teriak Neni lagi.
“Tapi sepertinya kali ini serius Bell," ucap Dilla.
“Masa sih?”
Bella dan Dilla segera turun ke bawah menemui Neni. Mereka penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi di bawah sana sehingga Neni sampai berteriak seperti itu. Saat Bella dan Dilla sampai di bawah semua pandangan mata mereka tertuju kepada kedua gadis itu. Merasa diri menjadi pusat perhatian, Bella dan Dilla hanya saling memandang, bingung dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi.
“Aww,” sebuah jeweran mendarat di telinga Bella.
“Aww, Neni, sakit Neni. Neni ingin telingaku putus ya?” rengek Bella.
“Biarin ! Biar kali ini kamu bisa selalu ingat akan perkataan nenekmu ini,” sahut Neni kesal.
“Memang apa lagi salahku?” tanya Bella tak mengerti.
“Apa lagi salahmu? Lihatlah!” Neni menunjuk pada kerumunan orang yang kali ini sedang fokus menonton sebuah kotak persegi.
“TV?? Siapa yang bawa tv itu kemari?” gumam Bella saat mendengar sayup-sayup suara dari asal benda itu.
Bella mencoba menghilangkan rasa penasarannya dengan memecah kerumunan orang-orang itu untuk menyaksikan apa yang sedang mereka tonton. Matanya membulat sempurna saat ia menyaksikan siaran konferensi pers yang baru siang tadi terjadi.
Dia segera menutupi benda persegi yang ukurannya tidak terlalu besar itu dengan badannya.
“Katakan siapa yang membawa benda ini kemari?” tanya Bella dengan berkacak pinggang.
“Eh, artisnya sekarang sudah ada di sini toh,” ucap salah satu pelanggan yang biasa dipanggil Bang Mandor.
“Bang Mandor ! Katakan siapa yang membawa televisi ini kemari?” Bella mengulangi pertanyaan sebelumnya, kali ini ia menatap lekat laki-laki yang baru saja berbicara.
“Noh, si Otoy,” tunjuk Bang Mandor pada laki-laki berbadan kutilang alias kurus, tinggi, dan langsing yang kini berada tak jauh dari tempat Bella berdiri.
Bella yang mendengar itu langsung menatap tajam, laki-laki kurus yang dimaksud Bang Mando itu. Lalu ia mengangkat satu kepalan tanganya ke arah Otoy dan berkata, “Kamu ya!”
“Kenapa? Kamu mau ngapain si Otoy, hah?” Neni kembali menjewer telinga Bella.
“A-aampun Neni, aku bisa jelasin. Semua enggak seperti yang Neni bayangkan,” rengek Bella.
__ADS_1
“Jelasin apa?!! Kamu ini benar-benar telah mempermalukan Neni ya... Sejak kapan... Kamu memakai baju kurang bahan seperti itu?” tanya Neni sambil mengoyang-goyangkan tubuh Bella gemas.
“A-ampun Neni.. aku sama sekali enggak berniat mempermalukan Neni,” sangkal Bella.
“Tidak mempermalukan bagaimana? Kalau kamu memakai pakaian kurang bahan seperti itu orang-orang bisa mengira kalau cucu Neni ini adalah seorang wanita ******? Lalu dandanan mu itu? Bahkan topeng monyet saja masih lebih cantik dibanding kamu,” ejek Neni.
Ejekan itu membuat para pelanggan yang sebelumnya sempat terlihat tegang karena melihat kemarahan Neni, kini justru merasa geli karena harus menahan tawa mereka akibat ucapan Neni.
“Ih, Neni. Cucu sendiri dibandingkan sama monyet,” ucap Bella sambil memonyongkan bibirnya.
“Lalu Neni harus bandingkan sama apa? Sama pelacur di jalanan?” bentak Neni.
“Gak gitu juga kali, Neni,”
“Lalu apa yang mau kamu jelaskan sama Neni tentang masalah ini?” tanya Neni dengan nada sudah merendah.
“Begini Neni, aku sengaja berdandanan bak ratu kecantikan seperti yang Neni lihat tadi itu agar orang-orang di sini tidak mengenaliku,”
“Tunggu dulu! Yang seperti itu kamu bilang ratu kecantikan?” tanya Neni sambil mengclose up foto Bella yang sedang hancur itu.
“Hehe.. iya, Neni itu ratu kecantikan versi aku,” jawab Bella.
“Cih, otakmu memang sudah miring,” sahut Neni.
“Neni!!” rengek Bella.
“Konferensi pers Neni,” ucap Bella memperbaiki ucapan neneknya.
“Iya, itu maksud Neni,” sahut Neni.
“Konferensi pers itu bukan keinginanku, Neni. Aku semua melakukan itu karena permintaan dari laki-laki yang mengaku tunangan ku itu,” jawab Bella.
“Maksud kamu laki-laki tampan dan kaya itu?” taanya Neni menunjuk wajah David yang terpampang di televisi.
Bella pun menjawabnya dengan anggukan.
“Apa kalian percaya itu?” tanya Neni sambil memandang semua pelanggan yang sekarang sibuk menonton drama antara cucu dan nenek itu.
Mendengar perteanyaan Neni, mereka semua serentak menjawab dengan gelengan kepala.
“Lihat Bella! Apa kamu pikir Neni bisa percaya dengan ucapanmu? Mereka saja tidak mempercayainya,” sahut Neni.
“Neni, Neni mungkin tidak percaya dengan Bella, tapi Neni bisa percaya padaku kan?” ucap Dilla menyela pembicaraan antara Nenek dan cucunya itu.
__ADS_1
“Jadi maksud kamu Bella mengatakan yang sebenarnya?” tanya Neni pada Dilla.
“Tentu saja, Neni. Karena dengan ekonomi kita ini, mana mungkin kita bisa memanggil seluruh wartawan untuk hadir di konferensi pers itu? Dan lagi siapa Bella sampai dia bisa meminta seorang David Erlangga untuk mengaku menjadi tunangannya,”
“Jadi, laki-laki yang tadi itu beneran David Erlangga, Neng Dilla?” tanya Otoy.
“Iya,” jawab Dilla.
“David Erlangga, CEO tampan yang terkenal itu?” celetuk yang lain.
“Iya,” jawabnya lagi.
“Cucu dari pengusaha ternama dan terkaya di Negara S ini?” tanya Bang Mandor yang ikut penasaran.
“Iya,” jawabnya.
“Wah, apa benar itu? Bisa jadi kaya mendadak itu sih Bella,” bisik-bisik para pelanggan.
“Tapi bukannya David selama ini tidak pernah ingin terekspos oleh media ya?” tanya salah seorang pelanggan wanita.
“Mungkin karena dia sudah mau menikah kali,” jawab yang lainnya.
“Sudah...sudah... kenapa kalian semua malah jadi ribut di sini? Sekarang kembali ke tempat duduk kalian! Saya ingin menanyakan masalah ini lebih lanjut lagi kepada cucu saya di atas,”
“Otoy, tolong jagain kedai bakso ini dulu sebentar!”
“Siap, Neni! Tapi nanti Otoy dapat bakso gratis ya?”
“Iya,” sahut Neni.
“Bella, Dilla ikut Neni!” ajak Neni kepada Bella dan Dilla.
“Iya, Neni,” sahut Bella.
Bella dan Dilla pun segera mengikuti Neni ke lantai atas.
***
Bersambung
Jangan Lupa beri like, vote, dan jadi kan favorite ya.. terima kasih 😍😍
Memenuhi permintaan kalian semua author up lagi ya... dengan episode yang lebih panjang.
__ADS_1
Berikan terus dukungannya 😍😍
Terima kasih 💐💐