Mengaku Tunangan CEO

Mengaku Tunangan CEO
Ekstra Part Kehamilan Bella Bagian 7


__ADS_3

Kekesalan yang sempat dirasakan Lim karena ucapan David yang sembarangan lenyap sudah seiring perputaran roda ban mobil yang mulai mendekati kediaman Erlangga. Lim memang tak bisa marah terlalu lama pada Bos sekaligus sahabatnya itu, terlebih Lim juga merasa kemarahan istri sang Bos sudah merupakan hukuman terbesar bagi bosnya.


Dengan cekatan, ia segera membukakan pintu mobil untuk David dan Bella yang sepertinya masih terlelap dalam sandaran suaminya. Tak ingin membuat istrinya terbangun, David perlahan memindahkan kepala istrinya yang sedari tadi bersandar di bahunya. Lalu, secara perlahan ia mengangkat tubuh Bella, membiarkannya tetap terlelap dalam gendongannya.


Tak ada suara saat itu, sepertinya David juga merasa bahwa candaannya tadi sedikit berlebihan. Ia terus melangkah memasuki pintu rumah. Lalu menaiki anak tangga untuk merebahkan tubuh Bella dalam kamar mereka yang terletak di lantai 2.


Saat ini kediaman Erlangga hanya dihuni oleh mereka berdua dan beberapa pelayan tentunya. Karena saat ini Paman Han, Tante Diana, Dilla, dan Nenek sedang berada di Negara R untuk mengunjungi keluarga sang Nenek yang ada di sana sekaligus melihat situasi perusahaan mereka yang ada di negara tersebut. Mulanya David dan Bella ingin ke sana, tapi karena mendadak ada masalah di perusahaan David sehingga mereka tidak jadi ikut.


Sebenarnya sejak Bella hamil, Neni tinggal di sana.


Namun saat ini, Neni sedang pergi melihat kondisi rumah dan kedai baksonya yang menurut kabar dari tetangga hampir mengalami kebakaran karena korsleting listrik akibat petir yang menyambar tiang listrik di daerah itu. Beruntung, kebakaran bisa segera diatasi sehingga hanya melahap satu pemukiman yang berdiri persis di samping rumah Neni.


David merebahkan tubuh istrinya perlahan di atas tempat tidurnya. Lalu mencium lembut kening sang istri. Mendapat kecupan dari sang suami, mata Bella perlahan terbuka, membuat David terkejut. Ia berpikir Bella akan mendorongnya karena masih marah kepadanya, namun siapa sangka Bella malah mengapit tubuh David dan memberikan ciuman yang membuatnya menggila.


Kehamilan Bella memang sering memberikan banyak kejutan untuknya. Wanita itu menjadi lebih agresif dan itu begitu dinikmati oleh David. Suara-suara surga mulai terdengar memenuhi kamar milik dua orang yang sekitar tiga bulan ini melangsungkan pernikahan mereka.


Astaga, aku pikir akan terjadi perang dingin hingga sepuluh hari ke depan. Tapi lihatlah ini.. apa yang mereka lakukan sekarang? Aarrrgh... seharusnya aku tak kemari (ucap Lim dalam hati).

__ADS_1


Lim memang naik ke atas, ke kamar David. Ia bermaksud untuk mengembalikan ponsel Bella yang tertinggal di dalam mobilnya. Saat naik ke atas, ia melihat pintu kamar David yang sedikit terbuka dan saat hendak masuk terdengar suara surga dunia yang menahannya untuk meneruskan niatnya ke kamar David. Ia pun berbalik dan segera meninggalkan kamar kedua insan tersebut, lalu menitipkan ponsel Bella kepada para pelayan.


“Simpan ponsel Nyonya kalian! Dan pastikan untuk saat ini jangan ada yang ke lantai atas terkecuali Tuan kalian yang memintanya,” ucap Lim kepada para pelayan sebelum meninggalkan rumah itu.


“Baik, Tuan,” jawab para pelayan yang tak berani meminta penjelasan pada Lim, walaupun sebenarnya jiwa penasaran mereka kini seolah mengajak mereka untuk berontak.


Semakin dilarang, malah semakin ingin tahu. Itulah pepatah yang menggambarkan jiwa mereka saat ini.


Lim mengambil mobilnya yang diletakkan di garasi rumah David. Ia bersiap menyalakan mesin mobilnya dengan tak lupa memasang sabuk pengaman terlebih dahulu.


Sebuah pesan ia kirimkan untuk bos tercintanya.


Ehem.. suaramu seksi sekali, Bos. Tapi jangan lupa tutup dulu pintunya (pesan Lim).


Tak lama setelah pesan itu terkirim, terdengar notif balasan dari David.


Iri bilang, Bos.. (balasan pesan David dengan emoticon gambar wajah dengan lidah menjulur).

__ADS_1


“Sial,” umpat Lim. Namun, meski begitu senyum tetap merekah di bibirnya.


Ya, memang seperti itulah cara mereka berdua mencairkan suasana yang sempat menegang di di antara keduanya. Mungkin, hal inilah yang nantinya akan dirindukan Lim jika dirinya telah menikah dengan Kalista dan pindah ke negara K sesuai permintaan orang tuanya.


Setelah menyimpan ponselnya kembali ke tempatnya semula, Lim mulai menstarser mobilnya dan meninggalkan kediaman Erlangga.


***


Bersambung


Apakah setelah Sekretaris Lim menikah dengan Kalista, ia akan meninggalkan David, sahabat yang selama ini bersamanya?


Nantikan kelanjutan ceritanya yang insyaAllah akan update siang nanti. Jangan lupa berikan like dan di setiap bab cerita ini dan tetap jadikan cerita ini favoritmu.


Terima kasih...


Note: Maaf, cuma segini aja dulu karena tadi sempat ditolak jadi author revisi dulu ya 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2