Mengejar Cinta Pria Dingin

Mengejar Cinta Pria Dingin
Keributan


__ADS_3

Baru di bilang semakin bahagia setiap harinya, tetapi namanya hubungan selalu saja ada masalahnya. Apalagi hubungan Alina dan Haidar ini, huft lelah rasanya.


Tanpa Alina dan Alvaro sadari, saat mereka berdekatan tadi, ada seseorang yang jahil mengambil gambar mereka lalu di krim ke ponsel seseorang


Alister, itu dia lah orang yang memotret Alina dan Alvaro di cafe tadi. Alister sengaja mengikuti Alina sampai ke sini, entah apa motifnya yang jelas Alister masih berusaha untuk mendapatkan Alina kembali.


Alister memang tidak mengirim gambar itu ke Haidar langsung karena tidak memiliki kontaknya, tetapi Alister mengirim gambar itu ke Hellena, teman kelas Alina dan berharap agar Hellena memberitahukan hal ini pada Haidar.


“Alina sama siapa? Terus maksudnya apa?” seru Hellena sambil melihat gambar tersebut.


Belum sempat menyimpan kembali ponselnya, pesan dari Alister kembali terdengar.


Alister :


Kasih tahu pacarnya Alina ya kelakuan ceweknya di belakang dia!


Pesan itu di terima dan di baca oleh Hellena sambil mengerutkan keningnya. Bingung, untuk apa maksud nya? Ah ya Hellena mengerti, ini pasti salah satu cara Alister untuk menghancurkan hubungan Alina dan Haidar.


Hellena menggeleng, “Kalau gue kasih tahu Haidar, terus mereka berantem nah Alister masuk ke hubungan mereka terus gue gak dapet apa-apa dong?” seru Hellena.


Hellena hanya mengabaikan pesan itu lalu memasukkan kembali ponsel ke dalam saku. Sedangkan di ujung sana, Alister terus berharap apa yang ia harapkan itu terjadi sesuai dengan ekspektasi nya.


...****************...


Alina telah selesai dengan tugas kelompok nya, begitu pun kuliah Haidar. Maka dari itu Haidar akan menyusul Alina ke cafe tersebut, untuk menjemputnya. Padahal kan Alina bawa mobil sendiri juga ya, ngapain di jemput? Mending jemput para pembaca yang jomblo aja nih Haidar!


Anggota yang lain sudah meninggalkan cafe, hanya tinggal Alina dan Alan di sana. Alina sudah menyuruh Alan agar meninggalkan nya sendiri tidak apa, tetapi akan tetap kekeuh ingin menemani Alina sampai kekasih cewek itu tiba.


Alan takut Anisa dan Rena kembali lagi ke cafe hanya untuk mengganggu Alina. Btw, kalau di tanya suka atau tidak dengan Alina, pasti jawabannya Alan suka. Cowok normal mana yang bisa menolak pesona dari seorang Alina coba!


Tetapi kali ini Alan memang hanya berniat melindungi Alina dari serangan Anisa dan Rena saja kok, tidak bermaksud lebih apapun. Lagian, cowok yang tadi menegur Anisa sudah pergi dari cafe.


“Al, seriusan gue gak papa. Lagian di sini ramai kok, Anisa sama Rena gak akan berani macam-macam sama gue!” Alina terus membujuk Alan agar segera pergi karena Alina tahu bagaimana sifat kekasihnya itu.


Cemburuan!!


Alan menggeleng, “Gue tetap nungguin lo sama cowok lo datang Alina!” seru Alan yang tetap dengan pendiriannya.

__ADS_1


Alina menghela napasnya, “Bukannya gimana, tapi cowok gue itu cemburuan banget, gue takut lo kena pukul sama dia!” akhirnya Alina jujur bagaimana sifat Haidar yang sebenarnya.


Bukannya pergi Alan malah terkekeh, “Kalau gue jadi cowok lo juga pasti begitu, secara gue takut lo di ambil orang kalau gak cemburuan!” seru Alan.


Alina menggeleng, “Tapi serius, dia suka asal mukul orang loh, nabati lo kena pukul gimana?” Alina sengaja menakut-nakuti Alina agar segera pergi.


“Lo bertahan sama cowok toxic kaya gitu Lin?” bukannya pergi malah Alan mengajukan pertanyaan.


Alina sudah lelah membujuk temannya itu, biarkan saja lah dia tetap di sini, dan kita lihat bagaimana reaksi Haidar saat melihat Alina hanya bersama dengan Alan saat ini.


Duduk mereka cukup jauh kok, tidak berdempetan. Berarti kesannya mereka tidak lagi dekat atau bermesraan.


Tak lama saat Alina lagi fokus dengan ponselnya begitu pula dengan Alan, tiba-tiba ada seseorang duduk di samping Alina lalu merangkulnya dengan erat. Betapa kagetnya Alina saat melihat siapa yang berani di sampingnya sambil merangkulnya saat ini.


Posisi duduk Alina membelakangi pintu masuk, dan Alina tidak melihat kalau Hadar pun sudah masuk ke dalam cafe dan melihat bagaimana Alister merangkulnya saat ini.


“Li siapa asal rangkul temen gue?” seru Alan saat melihat Alister yang tidak sopan seperti itu, dan saat Alan melihat Haidar telah tiba di waktu yang sama.


Bukannya menjawab, Alister malah tersenyum sambil mengelus kepala Alina dengan pelan. Jangan kalian pikir Alina diam saja ya, dia berontak agar terlepas dari Alister, namun sayang tenaga cowok itu lebih besar di banding kan dirinya.


“Kurang ajar banget Lo!” seru Alan sambil menarik kerah baju Alister.


Suasana pengunjung cafe jadi riuh, karena keributan yang di ciptakan mereka. Bahkan para pegawai langsung berdatangan membantu memisahkan mereka.


Dengan emosi, Haidar semakin memperkuat pelintiran itu dan membuat Alister kesakitan. Alina sebagai manusia waras di sana, berusaha untuk memberhentikan Haidar agar melepaskan tangan Alister.


“Haidar cukup, kasihan dia!” seru Alina membuat Haidar terusik dengan kata-kata yang keluar dari mulut Alina saat ini.


Haidar tidak melepaskan tangan Alister, tetapi matanya menatap Alina dengan tajam lalu tersenyum miring.


“Kenapa? Kamu menikmati juga di elus sama tangan brengsek ini?” ketus Haidar memebuat Alina langsung menggeleng cepat dan menunduk takut.


Haidar yang sadar kalau ia salah telah membentak kekasihnya sampai takut seperti itu langsung melepaskan tangan Alister dan di hempaskannya begitu saja.


“Kalau aja bukan Alina uang minta, tangan lo udah copot dari tempatnya!” seru Haidar pada Alister.


Hadar langsung memeluk gadisnya yang masih ketakutan dan menatap Alan yang masih memegangi kerah baju milik Alister itu.

__ADS_1


“Lo siapa?” tanya Haidar sambil terus memeluk Alian.


Belum sempat Alan menjawab, suara Alina terdengar, “Dia teman sekelompok aku, jangan pukul dia!” seru Alina memohon karena takut kebaikan Alan di balas pukulan oleh Haidar.


Hadar mengelus rambut kekasihnya dengan lembut, matanya masih menatap Alan, “Thanks udah jagain cewek gue, gue cabut duluan sama Alina. Lo urusin aja si brengsek ini!” seru Haidar sambil membawa Alina keluar dari kerumunan yang terjadi di sana.


Seakan takut dengan pesona Haidar, para pengunjung yang tadinya berkerumun seakan membuka jalan untuk Haidar dan Alina lewat keluar dari cafe.


“Mana kunci mobil kamu?” tanya Haidar dan Alina langsung memberikan nya tanpa banyak tanya.


Haidar membukakan pintu mobil Alina di kursi penumpang dan menyuruh Alina untuk masuk. Alina bingung perintah itu, tetapi ia takut untuk bertanya.


“Kamu pulang sama aku, mobil aku biar supir yang ambil nanti!” Haidar menjelaskan rencananya tanpa Alina bertanya lebih dulu.


Alina hanya bisa mengangguk dan membiarkan Haidar mengendarai mobilnya. Jujur, Alina memikirkan bagaimana kondisi Alister saat ini. Biar bagaimanapun dulu Alister tetap teman terbaiknya. Mungkin kejadian ini di luar ekspektasi Alister, yang melihat peluang. Tetapi Alina pun tidak membenarkan apa yang Alister lakukan tadi. Selain kurang ajar, Alister pun tidak sopan seperti itu.


Datang tak di jemput, pulang tak di antar tau gak! Macam jalangkung aja si Alister!


“Lain kali, kalau di rangkul sama di elus kaya gitu langsung aja tampar muka tuh cowoknya!” seru Haidar sambil mengelus kepala Alina seakan menenangkan agar Alina tidak lagi takut dengannya.


Plak


Terdengar suara tamparan di dalam mobil, tangan Haidar mengelus pipinya yang yang barusan di tampar oleh Alina. Sambil tersenyum tipis Haidar malah mencubit pangkal hidung mancung Alina.


“Kenapa malah aku yang di tampar?” tanya Haidar gemas dengan Alina.


“Tadi kamu bilang, kalau ada cowok yang rangkul sama elus kepala aku, suruh tampar aja. Yah aku tampar kamu, kan kamu lagi ngelus kepala aku?” seru Alina dengan ponselnya.


Entah polos atau pura-pura sih entah lah!


Haidar terkekeh lalu mengacak rambut kekasihnya, “Yah benar juga sih, tapi kan ada kepanjangan nya lagi. Kecuali aku yang rangkul dan elus, kamu cukup nikmat aja!”


“Bisa gitu ya? Namanya curang, kan kamu juga cowok?”


“Kan aku cowok tampan, bukan cowok brengsek kaya mantan kamu tadi!” ketus Haidar membuat Alina terdiam.


Menurut kalian Alina itu gimana?

__ADS_1


__ADS_2