Mengejar Cinta Pria Dingin

Mengejar Cinta Pria Dingin
Akhirnya ketemu juga..


__ADS_3

Nasi sudah menjadi bubur alias sesuatu yang sudah terjadi tidak mungkin bisa di ulang kembali. seperti hal nya Meilla saat ini, sesuatu yang sudah terjadi padanya tidak akan mungkin di ulang atau di perbaiki. semua sudah terjadi, tinggal dia menyikapi bagaimana seharusnya.


Biar bagaimanapun ada nyawa seseorang yang saat ini tengah berada di dalam perut nya. Nyawa yang tidak bersalah dan nyawa yang mungkin nantinya akan menjadi sebuah kebahagiaan untuk kehidupannya.


Sedih sekali ya menjadi Meilla. Oh astaga kita gak bisa bayangin gimana kondisinya saat ini.


...****************...


Alina menghubungi Haidar untuk memberitahu kondisi Meilla saat ini yang tengah berbaring sambil terus menangis di kasurnya. Alina juga ingin meminta tolong pada Haidar, untuk mencoba datang ke rumah Edo dan membawanya kesini.


Meilla butuh Edo! Mungkin itu yang bisa membuat Meilla tenang.


Setelah mendengar deringan hampir 3 kali, barulah panggilannya di angkat oleh seseorang yang tampan di ujung sana alias tunangannya.


“Iya sayang?” Haidar langsung menjawab seperti itu, padahal Alina belum bicara apapun.


“Kamu masih di kampus?”


Haidar mengangguk, padahal Alina tidak dapat melihatnya, “Iya, kenapa? Udah kangen ya? Ini aku mau on the way ke rumah kamu kok.”


Alina pun ikutan menggeleng, padahal Haidar tidak melihat, haduhh pasangan yang aneh memang!


“Bukan, aku mau kasih kabar kalau Meilla lagi di rumah aku.”


“Terus? Aku gak boleh kesana?”


“Bukan gitu, ada masalah yang lebih penting. kamu bisa ke rumah Edo dulu gak, ajak dia kesini?”


“Ada apa sayang?”


“Ceritanya panjang Haidar, Tapi yang terpenting sekarang Meilla butuh Edo!”


“Suruh dia hubungi tuh anak!” Haidar memang masih kesal dengan perbuatan Edo, tetapi kalau ada orangnya mereka tetap mengobrol seperti biasa.


“Itu dia, gak bisa di hubungi dari semalam. Please tolongin Meilla, kamu kan sahabatnya.”


“Penting banget?”


Alina menghela napasnya dan itu terdengar oleh Haidar di ujung sana. “Meilla hamil, Dar! Sekarang yangdia butuh cuma Edo , tapi dia ceritakan hubungan mereka di tentang sama keluarga nya karena papi sama papahnya Edo bermusuhan!” seru Alina menjelaskan apa yang sedang terjadi pada Meilla.

__ADS_1


Haidar yang mendengar itu langsung tersulut emosi, tidak menyangka kalau ini semua terjadi pada sahabat perempuannya. Pikiran Haidar langsung tertuju pada Meilla, bagaimana kondisinya saat ini?


“Oke aku coba ke rumah Edo, kamu tolong tenangin Meilla dulu ya jangan sampai dia berbuat macam-macam. Nanti aku kabarin lagi, i love you Alina!”


“I love you too Haidar!”


Bip


Alina mendengar nada khawatir dari Haidar tadi, tetapi Alina tidak akan marah karena wajah seorang sahabat khawatir dengan sahabatnya sendiri, ya seperti dirinya dan Elsa sekarang sama khawatir nya dengan Meilla.


Bagaimana dengan kondisi Meilla saat ini?


...****************...


Di perjalanan menuju rumah Edo. Haidar terus saja menggerutu kesal. Haidar bingung harus bersikap seperti apa sekarang. Bagaimana dengan kondisi Meilla saat ini? Lalu bagaimana dengan Fandi kalau mengetahui semua ini?


Haidar paham betul dengan sifat Fandi. Papi dari sahabatnya itu sangat keras dan disiplin dengan segala hal. kalau Fandi tahu tentang ini, apakah Edo akan habis di tangannya atau malah menyetujui mereka?


Haidar menghubungi Lio dan Nanda untuk menemaninya ke rumah Edo, ia butuh teman karena butuh penenang. Yg Akut ia terbawa emosi saat melihat wajah Edo. Biar bagaimanapun Edo lah yang salah di sini, dia berani berbuat di luar batas dan mengakibatkan Meilla menjadi seperti ini.


Haidar telah sampai di depan rumah besar milik Edo, Tak lama pula Lio dan Nanda yang memang kebetulan sedang berada di cafe langsung tancap gas ke si j. Haidar sudah menjelaskan semuanya pada kedua cowok di depannya saat ini. Mereka pun kaget dan tidak menyangka kalau akan serumit ini.


“Edo nya ada pak?” Tanya Lio pada satpam rumah Edo.


“Ada di dalam den, langsung masuk saja!” seru satpam tersebut.


Ketiganya melangkah menuju pintu utama lalu kembali memencet bel. Tak lama pembantu di rumah Edo membukakan pintu dan kembali mempersilahkan masuk ketiga teman tuan mudanya ini.


“Saya panggil den Edo dulu ya.” seru Titi lalu melangkah ke tangga menuju kamar Edo.


Sebelum kedatangan Edo, tiba-tiba sosok lelaki paruh baya datang dan menghampiri ketiganya. Dengan spontan ketiga nya bangkit dari duduknya lalu melangkah mendekat dan mencium punggung tangan lelaki itu.


Setelah di persilahkan duduk kembali oleh Yanuar, papah Edo. ketiganya menunduk sedikit gugup karena memang mereka jarang sekali bertemu dengan orang tua Edo. Mungkin sejak berteman dengan Edo, bisa di hitung dengan jari saat bertemu dengan orang tuanya seperti saat ini.


“Ada apa datang ke sini?” tanya Yanuar.


Lio menyentuh paha Haidar, begitu pun Nanda. Bermaksud agar Haidar saja yang berbicara pada Yanuar karena keduanya takut. Yanuar tampan tapi terlihat garang.


“Ehem, biasa om mau ajak Edo nongkrong aja sekalian nugas kuliah!” seru Haidar berusaha santai.

__ADS_1


Jujur Haidar pun takut dengan tatapan yang Yanuar berikan padanya.


Yanuar mengangguk, “Mau ajak Edo nongkrong sambil ngerjain tugas atau mau ngebantu dia untuk bertemu pacarnya?” to the point Yanuar.


Ketiganya langsung menelan ludah masing-masing, semakin ciut nyali mereka berhadapan dengan Yanuar saat ini. Sekeras ini ternyata orang tua Edo, pantas Edo lebih memilih di luar rumah kau ada kedua orang tuanya di rumah.


“Edo mau saya pindahkan ke Jepang mulai besok. Jadi kalian tidak perlu lagi datang ke rumah ini, mulai besok!” seru Yanuar lagi-lagi membuat mereka menelan ludahnya.


Ketiganya kaget dengan fakta yang di berikan langsung oleh Yanuar tadi. Bagaimana bisa Edo pergi begitu saja, saat kondisi Meilla yang saat ini membutuhkan nya. Tidak, tidak bisa Haidar biarkan begitu saja, Edo harus tanggung jawab dengan semua perbuatannya.


“Apa gue langsung bilang aja kalau Edo sudah menghamili Meilla?” Tanya Haidar pada dirinya sendiri di dalam hati.


Haidar menggeleng, Tidak itu terlalu gegabah dan pasti akan menimbulkan masalah baru. Bisa-bisa hari ini juga Edo di berangkat kan karena Yanuar mengetahui masalah ini.


“Pindah ke Jepang om? Besok?” Tanya Haidar dengan nada kagetnya, seakan-akan tidak mengetahui apa masalah nya, sempai Edo harus pindah ke sana.


Yanuar mengangguk.


“Apa boleh, sebelum Edo pergi kami mengajak dia untuk pergi bersama kali dulu hari ini? Kami berteman dengan Edo sudah cukup lama, pasti kami akan kehilangan Edo besok saat dia pindah.” seru Haidar dan di anggukin oleh keduanya.


Yanuar terdiam seakan sedang memikirkan sesuatu. Tak lama Edo datang dengan wajah kusutnya.Edo langsung duduk di samping Yanuar sambil menatap ketiga sahabatnya.


“Kamu siap-siap, mereka mau ajak kamu keluar untuk hari ini sebelum besok kamu berangkat ke Jepang! Tapi ingat, jangan sampai kamu ketemu pacar kamu itu!” seru Yanuar membuat yang lain mengucapkan kata ‘Yes’ dengan pelan.


Edo pun langsung bangkit dengan semangat, ini yang ia tunggu sejak semalam.


Terlepas dari kurungan Yanuar, sejak pulang dari restoran kamar Edo di kunci dari luar, laptop dan ponselnya di sita oleh Yanuar sampai saat ini.


Setelah mendapatkan izin dari Yanuar, Mereka langsung berpamitan dan melangkah keluar rumah. Edo satu mobil dengan Haidar dan Nanda satu mobil dengan Lio. Keempat nya langsung ke arah rumah Alina, di perjalanan Haidar menceritakan bagaimana kondisi Meilla saat ini.


Alangkah terkejutnya Edo saat mendengar kabar seperti itu. Rasa bersalah nya semakin. besar pada kekasih cantik itu. Edo bingung harus berbuat apa setelah ini? Besok ia harus berangkat ke Jepang, ia tidak mungkin meninggalkan meilla dengan kondisi yang buruk seperti ini.


“Gue akan tanggung jawab atas kesalahan gue, Dar!” Seru Edo dengan nada serius.


Haidar mengangguk lalu Tersenyum miring,meskipun Edo tak melihatnya, “Harus, kalau sampai lo kabur dari tanggung jawab, gue yang akan habisin lo detik itu juga. Lo inget!” ancam Haidar membuat darah Edo mendesir takut.


Bantu komen dan kasih ulasan juga jangan lupa..


Happy reading guys❤️

__ADS_1


__ADS_2