Mengejar Cinta Pria Dingin

Mengejar Cinta Pria Dingin
nge-date


__ADS_3

Tepat pukul 7 malam, Haidar sampai di depan gerbang rumah milih Alina menggunakan mobil. Alina sejak tadi sudah menunggu di depan rumah langsung keluar setelah mendengar deru mobil.


Outfit Haidar kali ini, baju polos berwarna hitam di padukan dengan menggunakan jaket jeans dan celana Levis, tidak lupa dengan sepatu putih bersih dan jam tangan kesayangan nya. Menurut Alina ini sangat tampan padahal ini biasa saja menurut aku hehe.


Sedangkan outfit Alina mengenakan dress tanpa lengan berwarna Aqua dengan tas kecil warna putih dan sepatu kets berwarna putih, dengan rambut di gerai. Menurut haidar, cantik. Itu yang terlintas di otaknya saat melihat Alina.


"Kita mau kemana?" Tanya Alina.


Haidar menggeleng kan kepalanya, tidak tau.


Alina menghela nafas nya, "gimana kita pergi ke pasar malam aja? Kayak nya seru, soalnya gue belum pernah ke sana." Usul Alina dan di anggukin oleh Haidar.


Haidar menggeser tubuhnya agar Alina bisa masuk ke dalam mobil dan Alina mengira Haidar akan membuka kan pintu mobil untuknya tetapi sudah hampir dua menit tidak ada pergerakan apapun dari Haidar.


"Ah elah, gue kira Lo geser mau bukain pintu buat gue!" Gerutu Alina lalu membuka pintu mobil dan masuk ke dalam.


Haidar yang mendengar gerutu itu hanya tersenyum kecil lalu melangkah menuju kursi pengemudinya.


"Dimana?" Tanya Haidar untuk menanyakan lokasi pasar malam itu.


"Itu di lapangan dekat SD mekar jaya, yang lapangan luas itu loh." Ujar Alina memberitahu lokasinya.


Haidar menggeleng, "gak tau!" Ujarnya.


Alina menghela nafas kecewa, dan ingin mengubah lokasi nge-date nya. Tetapi Haidar sedang membuka maps di ponselnya dan di ketik alamat yang tadi Alina beritahu.


Haidar melajukan mobilnya setelah membaca maps yang tadi ia buka. Ternyata tidak jauh dari kompleks rumahnya dan mengapa ia baru tau di sana ada pasar malam.


Di dalam mobil hanya terdengar suara musik, Alina yang sedang menikmati waktu berdua dengan Haidar dan sedangkan Haidar sedang fokus dengan setirnya.


Setelah 40 menit akhirnya mereka sampai juga di lokasi tersebut. Mata Alina berbinar dan senyuman cantiknya mengembang. Alina sangat antusias sekali seperti anak kecil. Sedangkan Haidar hanya tersenyum kecil tanpa Alina tau.


"Ternyata bikin bahagia Lo simple ya!" Batin Haidar.


Alina menoleh ke arah Haidar yang berada di sampingnya dengan senyuman tanpa di sadari Haidar ikut tersenyum sedikit lebar hingga Alina melihatnya.


"Aaaa Haidar lo senyum! Lo senyum depan gue tadi, aduh gue kayaknya mau pingsan deh nih gak kuat gue liat senyuman Lo!" Ujar Alina ngawur membuat tangan haidar menyandang di bahu sang gadis.


"Gue pegangin." Ujar Haidar semakin membuat Alina bahagia.

__ADS_1


"Ah elah haidar, jangan manis-manis kek. Semakin susah gue jauh dari lo kalo kaya gini!" gerutu Alina.


"Salah?" Satu kata itu yang keluar dari mulut Haidar dengan cepat Alina menggeleng.


"Gak salah, gue yang salah kok disini. Kenapa bisa jatuh cinta sama Lo sedalam ini, apalagi sekarang kita jalan berdua padahal gue tau lo punya pacar. Murahan gak sih gue?" Ucap Alina sedikit gelisah.


Haidar menggeleng, "gak perlu di bahas." Ujarnya dan Alina mengangguk.


"Haidar, boleh beli es krim dulu gak?" Tanya Alina sambil menunjuk ke arah pedagangnya.


Haidar mengangguk, lalu mengulurkan tangannya untuk Alina. Dengan cepat Alina menerima tangannya dan menggenggam nya erat seakan tidak mau terlepas.


"Bang, mau dua ya!" Seru alina.


"Gak mau paket romantis aja neng?" Tawar bapak penjualnya.


"Paket romantis?" Ucap Alina.


"Iya beli satu makannya berdua." Ujar nya dan membuat Alina terkekeh.


Alina menggeleng, "gak ah pak, belum muhrim beli beli dua aja biar masing-masing." Jawab Alina membuat sang penjual tertawa sedangkan Haidar hanya tersenyum.


"Bukan muhrim kok pegangan tangan, atuh ya sama aja dosa neng!" Ujar bapak penjual membuat Alina dan Haidar menatap tangan mereka yang saling menggenggam.


Bapak penjual mengangguk dan tertawa lalu membisikkan, "semangat terus neng cantik, bapak doain semoga kalian jodoh." Ujarnya pelan dan di amiin in oleh Alina dengan kencang membuat Haidar bingung.


"Alina." Panggil Haidar dengan suara dinginnya.


Alina langsung .enarap Haidar dan tersenyum.


"Berapa pak?" Tanya Alina setelah es krim nya sudah jadi.


"Jadi dua puluh ribu aja neng." ujar penjual itu.


Haidar langsung memberikan uang 50 ribu ke penjual, "gak usah kembali pak."


"Aduh mas makasih banyak.bapak do'ain semoga kalian bahagia selalu!" Teriak sang bapak langsung di amiin in oleh Alina.


Keduanya duduk di bangku kosong di lapangan sambil menikmati es krim.

__ADS_1


"Haidar, setelah ini kita mau naik yang mana?" Tanya Alina.


"Terserah." Ujar Haidar.


Alina menoleh ke arah haidar, ternyata ada sisa es krim di sudut bibir Haidar dengan cepat Alina ingin membersihkan es krim tersebut tapi belum sampai di sudut bibir tangan Alina di tepis pelan oleh Haidar.


"Mau ngapain?" Tanya Haidar.


"Cuma mau bersihi. Bekas es krim Lo!" Ujar Alina tetapi dengan suara yang berbeda.


Haidar menyadari hal itu, lalu menarik kembali tangan Alina dan di arahkan langsung ke sudut bibirnya agar Alina membersihkan bekas es krim itu.


"Gak usah marah!" Ujar haidar.


Setelah selesai makan es krim, Alina mengajak Haidar untuk menaikin wahana kincir angin. Awalnya Haidar tidak mau, karena antriannya terlalu panjang tetapi Ali a terus memaksa akhirnya Haidar mengalah.


Alina sangat antusias, karena ini pertama kalinya begitu juga dengan Haidar. Sebenarnya Haidar tidak seantusias Alina.


Kincir angin mulai berputar, dan mereka melihat suasana kota dari atas, begitu juga lagu romantis yang di setel penjaga wahana ini.


"Kenapa?" Tanya Haidar membuat Alina bingung.


"Kenapa apanya?" Tanya balik Alina.


"Kenapa lo bisa jatuh cinta sama gue?" Ujar Haidar dan membuat Alina speechless mendengar Haidar berkata panjang.


"Kenpa tiba-tiba Naya kaya gitu?"


"Jawab aja,"


"Kalau ditanya kenapa gue bisa jatuh cinta sama lo jawabannya pun gue gak tau. Tapi gue yakin, rasa yang gue rasain saat ini gak mungkin salah."


"Rasa ini beneran rasa cinta, dan cinta gak perlu pakai alasan kan?" Ujarnya lagi.


"Tapi.." ucap haidar terpotong oleh Alina.


"Iya tau, lo udah punya pacar." Sahut Alina cepat.


Haidar menggeleng, "udah selesai." Dan membuat Alina menoleh ke bawah.

__ADS_1


"Belum selesai, ini masih muter kok wahananya." Ujar Alina yang salah tanggap dengan ucapan Haidar.


"Gue sama dia udah selesai." Ujar Haidar membuat mulut Alina terbuka lebar.


__ADS_2