
Ide yang bagus dari Alina membuat yang lain ikut bergerak menuju cafe waktu Alina bertemu dengan Gadis, dan Gadis jalan dengan cowok lain. Itu adalah satu satunya bukti yang bisa di berikan kepada Adero.
Persahabatan yang sangat kompak, hingga permasalahan ini pun di tanganin bersama. Benar kata Nanda, mereka beruntung memiliki sahabat seperti Alina yang selalu mengutamakan teman-temannya dari pada dirinya sendiri.
Alina yang selalu mengerti bagaimana kondisi dan situasi yang sedang di hadapin oleh para sahabatnya. Cocok dengan Haidar selalu bisa mengambil keputusan yang bijak dalam setiap masalah.
Bukan kah ada pepatah yang mengatakan kalau jodoh itu adalah cerminan diri sendiri? Maka dari itu, Alina sangat cocok bersanding dengan Haidar, bukan? Jangan kan di dunia ini, bahkan di langit pun mereka tetap bersanding!
Memang menyadarkan orang yang buta karena cinta itu agak sulit. Seperti Alina dulu, waktu masih memperjuangkan Haidar. Sudah di tolak dan di buat malu, tetap saja gigih memperjuangkan nya. Mungkin sama seperti yang Adero lakukan saat ini. Hanya bedanya, Gadis itu bukan cewek yang tepat untuk Adero!
Sesampainya di cafe tersebut, Alina langsung menuju ke security cafe untuk meminta izin melihat rekaman CCTV di area depan itu. Namun sayang seribu sayang, CCTV itu sudah rusak dari 3 bulan lalu dan belum sempat di pasang yang baru.
Kaki Alina sudah kemas rasanya, "Terus gimana dong?" Serunya pelan karena merasa sangat lelah hari ini.
"Semua saling pandang, tidak tahu apa lagi yang akan di lakukan untuk memberitahu Adero. Lio melirik jam di tangannya dan ternyata sekarang sudah pukul 6 sore.
"Mending kita masuk aja dulu deh ke dalam sambil mikirin gimana selanjutnya, udah mau magrib juga kasihan bumil!" Seru Lio sambil merangkul istri nya.
Yang lain mengangguk setuju, Lik memesan meja dan bangku sesuai dengan anggota nya ini. Akhirnya para pelayan memepetkan meja agar mereka bersatu. Setelah itu mereka memesan makanan masing-masing.
Alina yang sedang melihat menu makanan, kaget karena getaran di sakunya, yaitu ponselnya. Memang hanya mode getar yang Alina pakai saat ini.
Alina melihat nama seseorang yang tengah menghubungi nya, dan ternyata itu Mira. Pasti mamah khawatir sama gue batin Alina. Gapa menunggu lagi Alina mengangkat panggilan tersebut.
"Iya mah?"
"......"
"Iya maaf mah, ini aku lagi sama teman-teman!"
"......"
"Iya maaf mah, tadi lagi sibuk bikin kue buat bumil makanya gak lihat hape!"
"......"
"Aku mau makan bareng di sini mah!"
"......"
"Oke mah, maafin Alina yang udah buat mama khawatir!"
"......"
"Iya, i love u mom!"
BIP
Panggilan itu selesai, membuat Haidar langsung menanyakan ada apa dan Alina hanya memberitahu kalau Mira khawatir dengannya.
Tak lama pesanan mereka datang, semua makan dengan hikmah, tak lupa ada sedikit candaan di sana untuk mencairkan sesuatu agar tidak canggung.
Seperti biasa di cafe ini memang selalu ada live music dan membuat para pengunjung semakin menikmati makanan sambil mendengarkan musik yang di bawakan oleh penyanyi di cafe ini.
"Gue mau nyanyi ah, boleh gak sayang?" Tanya Alina yang tiba-tiba ingin menyumbangkan lagu di atas panggung itu.
__ADS_1
Sahabat nya yang lain mengangguk setuju, karena suara Alina memang bagus dan enak di dengar, tetapi tidak dengan Haidar yang langsung menggeleng.
"Kenapa?" Tanya Alina saat melihat Haidar malah menggeleng.
"Aku gak mau kamu jadi perhatian orang lain, aku cemburu Alina!" Alasan Haidar tidak mengizinkan Alina yang untuk bernyanyi di atas punggung.
Sahabatnya yang mendengar alasan Haidar, malah tertawa kencang karena tak habis pikir dengan alasan Haidar. Bisa saja memang nih cowok dingin yang sudah mencair.
"Gue tahu gimana caranya biar lo ga di lihatin oleh orang waktu lo nyanyi, Lin!" Seru Lio dan semuanya langsung menatap suami dari Elsa itu.
Lio menaikkan alisnya, "Maka lo tutupin pakai kain, nanti gue pinjem kepelayan deh biar gak kelihatan muka lo dan di konsumsi sama yang lain!" Usul Lio membuat yang lain semakin tertawa kencang.
Aina pun terkekeh mendengar saran dari Lio, "Satu lagu aja ya, please!" Mohon Alina.
Haidar menghela napasnya lalu akhirnya mengangguk, mungkin itu adalah satu cara untuk mengungkapkan rasa sedih Alina saat ini. Biarlah apa yang akan dilakukan Alina, tetap harus Haidar dukung agar gadis itu tidak sedih.
Setelah mendapat kan izin dai Haidar. Alina bersorak gembira dan meminta kepada sahabatnya untuk menyanyikan lagu apa. Setelah berdiskusi tetapi tidak ada lagu yang pas, akhirnya Alina memilih lagu dari band terkenal yaitu Govinda dengan judul lagu Hal Hebat.
Seperti lagu itu yang sedang cocok dengan hidup nya saya ini. Beruntung memiliki sosok Haidar dan para sahabatnya di sisi hidupnya!
Alina bangkit lalu menuju ke belakang punggung untuk meminta izin pada pihak cafe. Setelah mendapatkan izin, Alina langsung naik ke atas panggung dan berdiskusi dengan band pengiring. Setelah di rasa semua oke, baru lah lagu yang akan di nyanyikan Alina mulai mengalun.
...Di hidup ini telah kusinggahi banyak cinta...
...Namun tak pernah aku temui cinta sekuat aku menginginkan dia...
...Hal hebat kurasakan...
...Kini dicintai seseorang yang ku pun mencintai itu sempurna...
...Belum tentu ada yang seperti dia...
...Satu dunia tahu aku bahagia...
...Banyak pasang mata saksinya...
...Takkan duakan dia...
...Belum tentu esok kan masih ada kesempatan tak datang kedua kalinya, hargai dan jaga hatinya...
Suara Alina mengalun merdu masuk ke telinga para pengunjung cafe di malam hari ini. Benar apa yang Haidar takutkan tadi, kalau Alina akan menjadi pusat perhatian saat ini.
Alina menyanyi dengan penuh penghayatan sambil matanya terus memandang Haidar dengan berbinar. Merasa sangat amat beruntung memiliki Haidar yang selalu support dirinya selama ini.
Para pengunjung pun ikut bernyanyi dengan Alina. Hingga berakhir lagu yang di nyanyikan Alina. Terdengar suara tepukan tangan dai mereka semua membuat Haidar membungkukkan badannya sedikit, memberi hormat kepada mereka.
"Lagi!"
"Lagi!"
Seruan para pengunjung di sana termasuk para sahabatnya yang meminta Alina untuk kembali bernyanyi lagi. Tetapi Alina hanya izin kepada Haidar untuk bernyanyi satu lagu, ia tidak mau beringkar pada janji nya.
Alina menatap Haidar sebelum turun dari panggung, berharap kalau Haidar memberikannya izin untuk satu lagu lagu. Akhirnya Haidar mengangguk lalu tersenyum membuat Alina bersorak senang lagi dalam hati.
Kali ini akan menyanyikan lagu Sang Dewi yang dibawakan oleh penyanyi muda bernama Lyodra. Lagu yang saat ini sedang banyak di nyanyikan oleh siapapun.
__ADS_1
...Walaupun jiwaku pernah terluka...
...Hingga nyaris bunuh diri...
...Wanita mana yang sanggup hidup sendiri...
...Di dunia ini...
...Walaupun t'lah ketutup mata hati Begitupun telingaku...
...Namun bila di kala cinta memanggilmu Dengarlah ini...
...Walaupun dirimu tak bersayap ku akan percaya Kau mampu terbang bawa diriku Tanpa takut dan ragu...
Semua kembali bernyanyi bersama Alina. Benar-benar suara Alina itu bikin candu, rasanya ingin terus mendengar suara indah itu. Hingga di bagian nada tinggi pun, Alina mampu menyandingin penyanyi aslinya.
Semua bersorak senang saat Alina mengakhiri lagunya. Kembali tepukan tangan dan sorak 'lagi' terdengar. Tetapi menurut Ali a dia sudah cukup, dan membuat perasaan nya sedikit lega.
"Terimakasih semuanya!" Seru Alina lalu turun dari panggung dan kembali duduk di kursinya.
Semua mata terus mengikuti arah langkah Alina, sampai mereka melihat tangan Haidar yang langsung mengelus kepala kekasihnya itu. Seperti banyak yang menahan jeritan dari para kaum hawa yang memang sedang makan juga di sana.
"Anjir, pantes cantik begitu cowoknya aja ganteng!" Seru cewek yang melihat Alina dan Haidar.
"Iya cocok banget anjir, pasti sama-sama beruntung deh mereka!" Sahut temannya.
"Cowoknya kelihatan sayang banget ya sama ceweknya, gak kaya kitajomnlo semua!" Sahut lagi yang lain.
"Lo lihat dong circle mereka aja berpasang-pasangan anjir, mana cakep-cakep semua!"
Setelah itu, music kembali mengalun dengan penyanyi cafe biasa. Semua pun kembali ke kesibukan masing-masing lagu. Meskipun sebenarnya mereka masih ingin lagi mendengar suara Alina. Et tapi bukan berarti penyanyi cafe suaranya tidak bagus ya, hanya saja suara Alina bikin candu!
"Guys, baik yuk?" Seru Meilla yang memang sudah merasa lelah.
"Ayo, gue juga udah di teleponin sama nyokap!" Sahut Hellena membuat Nanda langsung menoleh.
"Serius? Yah baru gue mau ajak lo keluar lagi setelah ini!" Timpal Nanda.
Hellena hanya mengangguk.
"No, Hellena gak boleh pulang malam, jangan ajak Hellena yang macam-macam ya lo!" Marah Alina.
Nanda menggaruk kepala belakang nya yang padahal tidak gatal sama sekali. Ia gugup karena sedang di tatap oleh 2 bumil dan Alina. Ketiga wanita itu, takut Hellena di ajak yang tidak benar oleh Nanda!
"Bener tuh, kalau lo sampai macam-macam sama Hellena, gue getak pala lo!" Seru Elsa.
"Lo langsung anterin Hellena pulang, Jagan bawa kemana-mana lagi. Kalau sampai Hellena bilang ke gue lo ajak dia pergi ke tempat gak bener, lo habis sama gue!" Ancam Alina lalu merapikan pakaiannya dan memasukan ponselnya ke dalam tas.
"Denger tuh Haidar, masa Alina mau ngehabisin gue, emang lo gak cemburu?" Seru Nanda meminta bantuan Haidar.
"Lo kalau di ajak Nanda kemana-mana, bilang sama Alina ya!" Bukannya membela Nanda, tetapi malah memberi pesan pada Hellena dan membuat Hellena mengangguk lalu Tersenyum kecil.
Memang lucu pertemanan ini batin Hellena.
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang melaksanakannya :)
__ADS_1
Guys jangan lupa komen dan kasih ulasan ya, biar aku tambah semangat buat cerita nya!