
Setelah satu Minggu lebih 3 hari Alina benar-benar istirahat, baru hari ini ia akan mulai kembali beraktivitas seperti biasa. Mulai hari ini pula ia akan kembali kuliah. Untung saja selama ia tidak masuk kuliah, Hellena selalu memberi catatan nya untuk di salin oleh Alina agar ia tidak tertinggal pelajaran.
Pagi ini seperti biasa, Haidar menjemput Alina untuk berangkat ke kampus bersama. Biasanya setiap pagi, Haidar akan menunggu Alina di depan gerbang rumah karena tidak boleh masuk ke dalam rumah. Bukan tanpa alasan, karena di dalam tidak ada siapa pun hanya ada Eni yang berada di dapur. Alina tidak mau orang menyangka hal yang tidak-tidak dengan membawa Haidar masuk ke dalam.
Tetapi pagi ini, Haidar menjemput Alina di depan rumahnya, karena seperti yang waktu itu Reymond katakan kalau mereka akan menetap di Indonesia. Sambil menunggu Alina yang masih siap-siap, Haidar berbincang bersama dengan Reymond di ruang keluarga.
“Hauda, udah sarapan nak?” tanya Mira yang datang dai dapur sambil membawa 2 gelas kopi di atas nampan.
Haidar mengangguk, “Sudah kok mah!” jawabannya.
Mira mengangguk lalu kembali bangkit setelah meletakkan kopi di atas meja, “Ya sudah minum kopi sama biskuit aja ya, sambil nunggu alina.” seru Mira lalu kembali ke dapur untuk masak makan siang nanti
Tak lama Mira kembali ke ruang keluarga setelah mengingat ada sesuatu yang ingin di tanyakan oleh Haidar.
“Haidar, mamah boleh bertanya? Tapi mungkin pertanyaan mamah sedikit sensitif.” seru Mira yang duduk di sebelah suaminya.
Haidar mengangguk, tak masalah untuk Haidar biar Mira tahu semua hal tentangnya sebelum nanti menjadi menantunya.
Dewasa banget ya Haidar!
“Ehem, emang benar ya mamah tiri kamu, mamah Giselle itu lagi mengandung?” tanya Mira sedikit hati-hati.
Haidar kaget dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Mira, begitu pun Reymond yang mendengar juga. Sejujurnya Haidar tak suka saat membahas wanita yang membuat mamanya depresi dulu.
Mira mendapat kabar ini dari Sonia, sahabat sekaligus ibunya Alvaro itu. Sonia sempat bertemu dengan Giselle dengan perut yang sedikit membesar. Giselle bercerita kalau itu adalah anak dari Roy, makanya Mira menanyakan hal itu. Tanpa maksud apapun sih, hanya ingin tahu saja. Gak papa kan?
“Mah, dia bukan mamah tirinya Haidar. Papah sama perempuan itu gak pernah ada ikatan apapun sampai sekarang!” jawab Alina yang tiba-tiba duduk di samping Haidar.
Alina mendengar jelas apa yang di tanyakan Mira tadi, bukan karena suara Mira yang keras tetapi memang Alina yang hampir sampai ke tempat mereka berbincang.
“kalau untuk masalah kehamilan, papah Roy pun tidak yakin itu anak nya. Makanya, setelah anaknya lahir nanti, papah Roy akan mengadakan feat DNA untuk membuktikan kalau itu bukan anak nya!” sambung Alina.
Alina menggenggam tangan Haidar yang sudah dingin itu. Alina tahu, Haidar sangat tidak nyaman dengan pembahasan kali ini, tetapi itu semua Haidar tahan untuk menjaga hati Mira agar tidak merasa bersalah.
“Maafin mamah ya karena udah bertanya seperti itu.” seru Mira pada Haidar.
Alina itu seperti Mira, yang memiliki hati lembut dan mudah merasa bersalah dengan apapun walaupun itu bukan kesalahannya juga.
“Gak papa kok mah, wajar mamah bertanya itu sama Haidar! Maafin juga karena Alina yang harus jawab pertanyaan itu!” jawab Haidar sambil tersenyum.
“Sudah jangan di bahas lagi masalah gak penting kaya gitu. Karena keluarga Haidar sekarang sudah bahagia, biarlah masalalu itu gak perlu di ungkit!” seru Reymond agar semuanya menyudahi percakapan itu.
__ADS_1
Semua mengangguk, setelah itu Alina dan Haidar berpamitan untuk segera berangkat ke kampus karena pagi ini katanya akan ada kuis.
Di sepanjang perjalanan menuju kampus, keduanya terlihat perbincangan kecil yang membuat mereka sering tertawa. Entah apa saja yang mereka bahas tetapi berujung tertawa. Bahagia itu sederhana ya!
Keduanya turun dari mobil setelah Haidar memarkir kan mobil di parkiran nya di kampus.apalagi beberapa waktu lalu, Alina mengalami kejadian yang sangat mengerikan itu.
Banyak yang kasihan melihat Alina, banyak juga ang tak suka melihat Alina. Yah mungkin yang tak suka itu karena iri dengan Alina yang bisa dekat dan berpacaran dengan cowok tampan macam Haidar.
Saat berjalan di koridor menuju kelasnya, tiba-tiba ada seorang mahasiswi entah dengan sengaja atau tidak menabrak dada Haidar lumayan keras. Hingga minuman yang mahasiswi itu bawa tumpah tepat di baju Haidar.
Saat itu Haidar yang tengah memakai kaos putih polos di padukan dengan jaket jeans yang di pakainya. Karena bajunya tersiram air minum, membuat bajunya basah dan menampilkan otot-otot yang ada di perutnya.
Siapapun yang melihatnya akan terpesona, apalagi perempuan. Lihat saja Alina yang berdiri di samping nya pun melongo di buatnya, karena ini pun kali pertama nya Alina melihat perut sixpack milik Haidar.
“Aduh sorry, gue gak sengaja!” seru cewek yang tadi nabrak Haidar sambil mengelap baju Haidar dengan tisu yang baru saja di ambil dari tasnya.
Haidar yang tak suka ada orang yang menyentuh tubuhnya langsung menghempaskan tangan cewek itu dengan kasar. Alina yang melihat itu pun tak suka dengan perlakuan Haidar pada cewek.
“Haudar gak boleh kasar gitu!” perintah Alina.
Tidak di dengar oleh Haidar, dan langsung menarik tangan Ali a untuk menjauh dari sana. Alina yang tidak enak hati pada cewek tadi langsung meminta maaf sebelum benar-benar di tarik oleh Haidar.
Ternyata Haidar membawa Alina ke toilet, dan menyuruh gadisnya itu tunggu di luar jangan kemana-mana karena Haidar ingin membuka bajunya yang basah tadi. Entah kebetulan atau sudah firasat akan terjadi seperti ini, Haidar sudah membawa baju ganti di tas nya.
Bukan tanpa alasan Haidar membuangnya, karena kalau di taruh di tasnya bisa membuat buku pelajaran nya itu basah juga nanti. Toh hanya kaos polos dan Haidar mempunyai banyak di kemarunya.
Setelah semua sudah selesai, Haidar kembali keluar dari toilet dan mencari keberadaan Alina yang sudah tidak ada lagi di titik terakhir menyadarkan pandangan nya mencari gadisnya.
Tepat 5 langkah dari sana, gadis yang di carinya tengah berdiri sambil tertawa bersama dengan seseorang. Haidar langsung menghampiri Alina dengan langkah yang lebar.
Haidar kesal bukan karena melihat Alina berdiri sambil tertawa dengan seseorang di sana, tetapi kesal karena Alina tidak mendengarkan nya untuk menunggu di depan toilet.
Loh waktu itu dan tadi saja Haidar tidak mau mendengar ka. Ucapan Alina. Dasar Haidar egois!
“Aku suruh kamu tunggu di depan toilet, kenapa malah pergi!” seru Haidar tiba-tiba mengagetkan Alina yang sedang berbincang dengan Hellena.
Yaps, itu Hellena di sana bersama dengan Alina. Keduanya sedang bercerita, lebih tepatnya Alina yang bertanya lebih dulu pada Hellena tentang nanda.
“Wh iya sayang, aku gak sengaja lihat Hellena jadi aku samperin dua disini! Maaf ya?’
Haidar hanya menjawab dengan deheman saja. Toh ini bukan masalah yang besar juga, untuk apa di perpanjang.
__ADS_1
“Haidar, kamu tahu cerita tentang sahabat kamu si Nanda gak?”
“Kenapa dia?” tanya Haidar.
Alina menceritakan apa yang tadi Hellena ceritakan padanya. Dari awal Hellena di anter pulnag oleh Nanda sampai akhir nya makan malam bersama di hari yang sama juga.
Nanda mengajak Hellena makan malam di sebuah cafe yang terdapat live music nya. Benar kan apa yang Nanda bilang. Kalau Hellena aagat berbeda di sini. Dari mereka datang hingga pulang, Hellena selalu ikut bernyanyi apapun lagu yang di bawakan oleh band di cafe tersebut. Ah ya hanya soal makan Hellena tidak ikut bernyanyi.
Hellena senang berada di cafe tersebut, sampai Nanda mengajaknya pulang saja beberapa kali di totalnya . Itu memang hobi Hellena, menyanyi dan mendengar kan musik. Maka dari itu Hellena sangat nyaman berada di cafe ini.
Senyum Nanda punyak pudar sama sekali saat melihat tingkah gemas Hellena di depannya. Jujur, Nanda menyukai senyum tulus dari Hellena itu. Mungkin saat ini, senyuman Hellena adalah candu untuk nya.
Setelah Alina menceritakan itu semua pada Haidar, membuat Alina semakin yakin untuk menjodohkan Nanda dengan Hellena. Toh kalau di lihat dari cara Nanda memperlakukan Hellena, bisa jadi Nanda sudah jatuh cinta pada Hellena. Hah gimana sih?
Hanya saja, Nanda masih beranggapan kalau dirinya hanya cinta pada Gadis tanpa mencoba untuk keluar zona nyamannya itu. Atau karena Nanda tak menyadari rasa yang tumbuh Hellena.
“Hell, menurut lo Nanda orang nya gimana?” tanya Alina.
Hellena nampak sedang berpikir, “Ehem, asik sih baik juga, sopan juga. Gue ngerasa kaya hobi dia sama kaya gue , randomnya, recehnya tuh sama!”” seru Hellena menilai bangai mana Nanda.
Alina mengangguk, “Kalau misalnya Nih ya misal doang, Nanda putus sama pacarnya dan mulai deketin Lo gimna”
Hellena mengangkat bahunya, “Gak tahu sih, gue harus tahu dulu putusnya dia karena gue. Kalau karena gue, kayaknya gue akan tolak deh. Gue gak mau kejadian kaya gitu terulang sama gue nanatjnya.”
“Maksudnya?” tanya Alina yang tak paham dengan ucapan Hellena.
Hellena menghela napasnya, “Yah, kalau Nanda putusin. Pacarnya karena karena pengen deket sama gue, bukan hal yang gak mungkin kalau nanti Nanda bisa berbuat seperti itu lagi.”
“Maksudnya kalau gue sama dia udah pacaran, terus tiba tiba dis kettemu cewek lain lagi terus mutusin gue buat deketin cewek baru itu. Karena sifat susah di ubah Lin!" Seru Hellena yang memang logis.
Alina baru mengerti dan mengangguk setuju dengan Analisa Hellena tadi, “Ehwm yaudah lo jalanin aja dulu kali ya bagaimana ke depannya, tapi gue sih berharap lo sama dia beneran pacaran Hell!”
Hellena mengangkat bahunya, “Gue pun belum mengeraaain apapun sama tuh kampret, Lin!” jawab Hellena.
“Cue panggilan sayang nya ya? Curut dan kampret ah so sweet!” cecar Alina membuat Hellena gemas lalumemukul bahu Alina, tanpa di sangka Haidar kembali memukul Hellena dengan pelan.
“Curang lo, ada pawangnya!” seru Hellena sambil menghentakkan kakinya lalu meninggalkan pasangan muda itu.
Alina dan Haidar hanya terkekeh melihat tingkah Hellena seperti itu. Tetapi tekad Alina untuk menjodohkan Nanda dan Hellena tetap berjalan, yang pastinya pula akan di bantu dengan sahabatnya yang lain. Mereka pun sudah memiliki rencana untuk Nanda dan Hellena.
Semoga saja berhasil!
__ADS_1
Guys jangan lupa komen dan kasih ulasan ya biar tambah semangat buat cerita nya!