Mengejar Cinta Pria Dingin

Mengejar Cinta Pria Dingin
kebahagiaan 3


__ADS_3

Kedatangan Reymond dan Mira yang tiba-tiba awalnya membuat Alina khawatir. Tetapi dengan berjalannya pembicaraan tidak ada yang perlu di khawatir kan. Semua aman sejahtera dan bahkan Reymond mengajak orang tua Haidar untuk makan malam nanti.


Alina dan Haidar sempat kaget, karena Reymond tahu kabar Meilla dan Edo menikah karena mereka telah membuat kesalahan besar. Alina takut papahnya akan mengurangi rasa percaya nya pada Haidar ataupun dirinya.


Tetapi setelah Haidar menjelaskan semuanya, Reymond mengerti dan berfikir itu semua karena pergaulan yang terlalu bebas. Reymond pun tidak mendapatkan informasi menyimpang apapun dari orang yang selama ini ia percaya untuk menjaga anak-anak nya.


Reymond tahu kalau Adero suka ikutan balap liar, bahkan mendatangi club'. Reymond tahu semuanya tentang itu, hanya saja Mira bilang ‘Kalau semakin di larang, ananto semakin menjadi. Jadi biarlah Adero mencari jati diri nya sendiri. Selagi Adero tidak membuat celaka dirinya dan membuat malu keluarga nya, biarkan saja!’ itu lah yang selalu Mira ucapkan, kalau Reymond mendapat laporan tentang Adero.


Selama ini memang Adero selalu berhasil menarik perhatian para clientnya. Adero sudah menang beberapa bisnis, padahal dia belum genap satu tahun bekerja di kantor. Itu yang membuat Reymond bangga pada Adero.


...****************...


Malam ini, semua sudah berkumpul di sebuah restoran di dalam ruang VIP yang sengaja Reymond pesan untuk kenyamanan tamunya. Malam ini pula, pertama kalinya Adero membawa kekasih nya ke acara keluarga.


Mira senang karena akhirnya Adero berani membuka dirinya, untuk berhubungan dengan perempuan. Mira sempat khawatir, Kalau Adero tidak suka perempuan.


Gadis, nama kekasih Adero yang di bawa ke acara makan malam kali ini. Sejak pertama perempuan itu masuk, matanya selalu terarah ke Haidar. Hal itu membuat Alina tak suka dan merasa cemburu.


“Dia ngapain sih ngeliatin kamu terus?” bisik Alina sambil tangannya menggenggam tangan Haidar lalu di taruh di atas meja agar Gadis melihatnya.


Haidar mengangguk, “Kamu cemburu ya?” goda Haidar.


Dengan jujurnya, Alina mengangguk sambil matanya terus menatap gadis tak suka karena terus saja menatap Haidar dengan senyum yang tidak pudar sejak tadi.


Setelah memesan makanan, Reymond berbincang santai dengan Roy, begitu pun Mira dan Indira. Biasalah paling obrolan orang tua, dan anak muda pun terlarut dengan obrolan masing-masing.


“Sorry bro karena ngajakin makan malam dadakan kaya gini!” seru Reymond meminta maaf pada Roy.


Reymond dan Roy sepakat untuk memanggil dengan sebutan ‘Bro’ agar terdengar santai, dari pada ‘Pak' terdengar sangat formal. Iya gak?


Roy mengangguk, “Gak masalah bro, selagi ada kesempatan kenapa harus di sia-siakan.” sahut Roy.


Reymond ter kekeh mendengar Jawaban itu, entah apa yang lucu, “Sebenarnya, saya mengajak bro dan keluarga untuk makan malam karena ada sesuatu yang ingin saya bicarakan.”


Saat mengatakan hal itu, semua orang yang berada di sana langsung menatap Reymond dengan lekat. M nunggu apa yang akan di katakan lagi oleh lelaki paruh baya itu.


“Bro, udah denger tentang temannya mereka menikah karena sebuah kesalahan?” seru Reymond sambil menunjuk Alina dan Haidar dengan wajahnya.


Roy mengangguk karena tahu persis siapa yang di maksud Reymond itu. Roy pun awalnya tidak menyangka kalau itu benar terjadi. Selama ini, Roy mengenal Meilla gadis yang baik dan sopan. Indira pun sempat pingsan saat mendengar kabar itu dari Riani.


Siapa yang tidak kecewa dengan berita itu, apalagi Indira sudah menganggap Meilla seperti anaknya sendiri, Roy pun sama.


“Maka dari itu, maaf sekali bukannya saya gak percaya dengan Haidar untuk menjaga Alina dengan baik. Tetapi kita sebagai orang tua, ada baiknya mencegah sebelum hal itu terjadi pada mereka. Betul gak?” seru Reymond lagi

__ADS_1


Alina dan Haidar mendengar kan itu secara teliti, berharap kalau keputusan Reymond itu membuat mereka bahagia. Tangan keduanya saling menggenggam menguatkan satu sama lain.


“Iya betul tuh bro, karena itu semua bukan hanya berdampak pada keluarga tetapi pada masa depan mereka juga.” jawab Roy membenarkan apa yang Reymond katakan tadi.


“Saya sudah memikirkan hal ini dari kemarin setelah mengetahui berita itu.saya pikir, lebih baik Alina dan Haidar di pisahkan dulu sampai nanti mereka lulus kuliah?” seru Reymond membuat Alina dan Haidar langsung berdiri karena tak setuju dengan keputusan itu.


Bukan itu yang ingin mereka dengar, begitu pun Roy dan Indira uang sudah berharap lebih dengan apa yang ingin Reymond katakan. Tetapi nyatanya, Reymond mengatakan ingin memisahkan Alina dan Haidar.


“Enggak pah, Alina gak setuju dengan keputusan papah! Selama ini apa belum cukup Haidar membuktikan kalau dia mampu jagain Alina?” seru Alina yang air matanya sudah mengalir deras di pipi.


Haidar mengangguk, “Iya om, maaf kalau kali ini Haidar menolak dengan keputusan om itu, Haidar gak mau pisah dari Alina, om terus percaya sama Haidar kalau Haidar gak akan ngelakuin hal di luar batas!”


Mira menghampiri Alina lalu mengelus punggung anak gadisnya itu, “Mah, Alina gak suka di atur terus seperti ini.haidar itu bahagianya Alina, masa kalian tega mau pisahkan Alina sama Haidar!” seru Alina menggebu-gebu.


Gadis yang melihat drama di depannya pun tersenyum sinis, karena senang mendengar kabar ini yang artinya Gadis memiliki kesempatan untuk mendekati Haidar tanpa adanya Alina di sisinya kan?


“Sorry bro, apa ini gak kelewatan? Selama ini mereka baik-baik aja kok, kuliah mereka pun tetap berjalan dan masih sama-sama berprestasi. Maaf juga untuk kali ini saya gak setuju dengan keputusan bro!” timpal Roy yang memang benar-benar tak menyangka.


Reymond menghela napasnya kalau meminum air yang ada di depannya, untuk membasahi tenggorokan nya yang kering.


“Duduk dulu ya, papah belum selesai bicara!” seru Reymond dengan pelan.


Alina menggeleng kuat, “Gak mau, lebih baik Alina pergi bersama Haidar dai pada kami harus di pisahkan!” seru Alina dan di anggukin pula oleh Haidar.


“Duduk dulu nak, dengerin dulu apa yang mau papah bicarakan. Gak baik menolak permintaan orang tua seperti itu!” seru Mira sambil mengelus lengan Alina dan Haidar secara bersamaan.


“Paph belum selesai bicara, dengerin dulu Samapi selesai. Papah sama mamah sudah diskusi soal ini, rencana nya kami akan menetap di Indonesia lagi.” seru Reymond membuat Adero terkejut, begitu pun dengan Alina.


Entah harus sedih atau pun senang mendengar kabar tersebut. Bukankah itu kemauan Alina selama ini, yang selalu dekat dengan kedua orang tuanya.


Reymond menatap Roy, “Gini bro, saya sama istri saya berdiskusi Maslah ini, sebagai orang tua kita mau yang terbaik buat anak-anak. Iya kan? Maka dari itu saya berniat untuk menikahkan mereka lebih cepat!” seru Reymond dengan menelan di kata terakhir nya.


Semua yang ada di sana belum bisa menelaah apa yang tadi di katakan oleh Reymond terlalu kaget mungkin. Sampai akhirnya suara Mira terdengar dan membuat mereka kembali sadar.


“Iya, mamah gak mau hal yang tidak di inginkan terjadi sama kamu. Maka dari itu keputusan ini akhirnya ada!” seru Mira.


“Bro serius?” tanya Roy memastikan.


“Papah serius?” tanya Alina dan Adero bersamaan.


“Om serius?” kali ini Haidar yang bertanya.


Reymond mengangguk lalu tertawa, “Serem juga yang lihat kalian berdua kompak seperti tadi.” cibir Reymond.

__ADS_1


Mira memukul bahu suaminya itu, “Lagian papah jahil banget sih, pake segala ngerjain mereka. Kasihan tuh Alina sampai nangis sesegukan!” kesal Mira karena Reymond memang suka sekali jahil.


“Awas aja ya papah!” ancam Alina semakin membuat tawa Reymond pecah.


Roy yang masih belum percaya kembali memastikan, “Bro ini serius tentang pernikahan mereka? Tapi mereka kan belum lulus kuliah?”


Reymond mengangguk lagi, “Serius bro, saya ingin Alina benar-benar di jaga dengan tulus oleh Haidar. Lagi pula, menikah bukankah sebuah ibadah? Kalau mereka sudah siap masa kita harus terus halangin Bro.”


“Saya sudah berpikir, kalau saya egois menyuruh Alina untuk menyelesaikan kuliah lebih dulu baru menikah, padahal jodohnya sudah ada. Lagi pula saya juga dulu menikah dengan Mira sebelum lulus kuliah. Saya yakin setelah menikah, prestasi mereka pun tidak akan turun nantinya, karena tahu karakter mereka seperti apa. Pendidikan nomer satu bukan?” sambung Reymond.


Alina dan Haidar mengangguk secara bersamaan. Hati keduanya bahagia saat ini, mendengar apa yang Reymond katakan tadi, itu lah yang Haidar tunggu sejak dulu, memiliki Alina seutuhnya


Malam yang sangat indah untuk hari ini tapi tidak untuk Gadis yang awalnya berpikir ada celah untuk mendekati Haidar, ternyata tidak. Semua sudah tertutup dengan kata-kata Reymond yang akan menikah kan Alina dan Haidar.


“Sialan!” seru Gadis dalam hati.


Tunggu, mengapa Gadis tidak kaget saat melihat Alina dan Haidar pertama kali di ruang ini? Karena Gadis sudah tahu dari Nanda kalau Adero itu kakaknya Alina. Hal itu yang membuat Gadis ikut ke acara malam ini. Lalu tujuan Gadis untuk apa sebenarnya?


“Tunggu dulu!” seru Adero tiba-tiba membuat semua yang ada di sana menatap Adero dengan tatapan tanda tanya.


“Kenapa kak?” Tanya Mira pada anak sulungnya itu.


“Aku gak setuju kalau di langkahin oleh Alina. Aku mau menikah juga dengan Gadis, sebelum Alina menikah dengan Haidar!” seru Adero membuat Alina dan Haidar keselek dengan ludah mereka sendiri.


Gadis pun yang mendengar Adero mengatakan itu langsung diam dan menatap Adero seakan meminta penjelasan. Bukan ini yang Gadis mau!


Lalu apa Gadis, yang kamu mau?


Reymond mengangkat alisnya, “Kamu serius sama ucapan itu?”


Adero mengangguk antusias.


“Tapi maaf om, saya belum ingin menikah!” seru Gadis membuat Adero terdiam mendengar nya.


Adero berdecik kesal, kalau pikirannya langsung menyalakan Nanda penyebab ini semua. Gadis tidak mau menikah dengannya pasti karena Nanda, pikir Adero.


“Adero, kamu dengar sendiri apa yang pacar kau bilang tadi?” seru Reymond.


“Tapi aku tetap gak mau di langkahin sama Alina, aku tetap mau menikah lebih dulu pah!” kekeuh Adero.


Reymond mengangguk, “Papah kasih kamu waktu untuk membawa calon istri kamu ke hadapan papah. Pacar kamu saja, belum aku menikah lalu kamu menikah dengan siapa?”


Adero mengangguk lalu menarik tangan Gadis keluar dari ruang tersebut, “Ikut aku, ada yang mau aku bicarain sama kamu!” seru Adero.

__ADS_1


Alina menatap gadis dengan tatapan tak suka, berharap hal itu beneran tidak terjadi. Adero tida boleh menikah dengan Gadis, masih banyak wanita baik di luar sana.


Setelah pulang nanti, sebisa mungkin Alina aja. Menyadarkan hal ini pada Adero dan tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah.


__ADS_2