Mengejar Cinta Pria Dingin

Mengejar Cinta Pria Dingin
Ketemu dia lagi..


__ADS_3

Kesalahpahaman memang akrab terjadi, bukan hanya dengan pasangan saja, kesalahpahaman pun bisa terjadi di antara orang tua dan pertemanan.


Karena kesalahan pahaman pun bisa menyebabkan hal-hal di luar dugaan, tergantung sih orang meresponnya seperti apa.


Dan juga...


Tidak di percaya dengan pasangan sendiri, adalah hal yang menyakitkan bukan? Siapa yang pernah merasakan ini?


Bukannya, suatu hubungan harus di landasin dengan kepercayaan, kali salah satu ada yang tidak percaya, untuk apa di lanjutkan? Benar gak?


Ah entahlah rumit kayaknya kalau masalah cinta, kan ada yang bilang “Cinta tak selamanya indah dek” nah benar kan!!


...****************...


Malam ini Alina di ajak orang tuanya untuk makan malam bersama dengan teman lama dari Mira di sebuah restoran ternama di kota ini. Sejak tadi memang Alina bingung, mengapa ia di ajak, toh hanya makan malam biasa.


Alina sampai curiga kalau kedua orang tuanya akan menjodohkan dia dengan anak teman dari mamahnya itu. Seperti novel-novel yang Alina baca selama ini!


Setelah bertanya seperti itu, dan melihat respon orang tuanya, Alina lega ternyata tujuan mereka bukan menjodohkannya.


“Terus ngapain ngajak Alina?” tanya Alina.


“Kata teman mamah, anak mereka juga seumuran sama kamu, siapa tahu kan kamu nambah teman lagi kalau kenalan sama mereka.” jelas Mira memberitahu maksud dan tujuan mengajak Alina ke sini.


Alina mengangguk paham.


Tak lama wanita dan lelaki paruh baya berjalan ke arah meja mereka. Ternyata itu teman Mira yang sedang mereka tunggu.


“Astaga udah lama ya sampainya? Sorry ya macet banget!” seru wanita itu.


Mira terkekeh, “Santai kali Son.”


Mereka bersalaman dan cepika cepiki ala ibu-ibu. “Son, kenalin ini anak aku namanya alina.” ujar Mira memperkenalkan Alina pada wanita itu.


Sonia mengulurkan tangannya dan di sambut balik oleh alina, tanpa di suruh Alina langsung mengecup punggung tangan itu.


“Alina, tante.” seru Alina memperkenalkan dirinya.


Sonia mengangguk, kagum dengan sosok Alina. Sangat cantik, persis seperti Mira dulu waktu masih muda.


“Btw, anak lo mana? Katanya lo bawa anak juga?” tanya Mira.


Sonia mencari keberadaan anaknya dan pas banget saat itu di sedang berjalan menuju meja mereka.


“Itu dia.” rujuk Sonia pada sosok anaknya yang sedang berjalan.


Alina mengikuti arah tangan Sonia dan betapa kagetnya melihat siapa anak dari teman mamahnya itu.


“alvaro?” seru Alina sedikit keras membuat Sonia dan Mira langsung menatap Alina.


“Kamu udah kenal sama anak Tante?” tanya Sonia dan di anggukin oleh Alina.


Alvaro telah sampai di hadapan Sonia, sama seperti Alina tadi, ia pun kaget melihat Alina ada di sana.

__ADS_1


“Alina?” seru Alvaro lalu berjalan menghampiri Alina.


Mereka bersalaman, lalu tanpa di duga Alvaro langsung memeluk Alina. Kangen, itulah yang Alvaro rasakan, sudah lama sekali ia tidak bertemu Alina sejak malam perpisahan nya waktu itu.


Setelah melepaskan pelukannya, Alina berdehem menghilangkan gugup di hatinya. Tak menyangka bisa bertemu Alvaro di sini, kalau Haidar lihat pasti akan ada perang lagi nih balik Alina.


“Kalian saling kenal? Dan kayaknya cukup dekat?” tanya Mira pada keduanya.


Alina berdehem sebelum menjelaskan pada Mira, tapi keduluan dengan Alvaro yang mulai menjelaskan bagaimana hubungan keduanya.


“Iya Tante, kita sahabatan sejak SMA.” jelas Alvaro.


“Dunia ternyata sempit banget ya Mir.” seru Sonia yang tidak menyangka ternyata anak mereka sudah saling mengenal.


Tujuan mereka ajak anak masing-masing kan udah mengenalkan agar menjadi teman, eh ternyata sudah jadi sahabat sejak dulu.


“Ini si Giselle, kemana ya? Kok belum sampai!” seru Sonia menanyakan teman mereka satunya lagi.


Tak lama orang tersebut tiba bersama dengan lelaki paruh baya dan juga gadis seumuran dengan Alvaro dan juga alina. Betapa terkejutnya Alina dan Alvaro saat melihat Vanesa di sana.


Alina langsung menepuk bahu Alvaro pelan lalu membisikkan sesuatu di telinga Alvaro, “jadi itu bokapnya Haidar, Var?” tanya Alina sambil melihat lelaku paruh baya yang datang bersama dengan Vanesa.


Alvaro mengangguk sebagai jawaban dari bisikan itu l, Alina tidak menyangka akan bertemu dengan Roy, ayahnya Haidar di sini. Apakah orang tuanya tahu tentang ini?


“Yaampun, Sel kamu bikin pangling banget!” puji Mira saat melihat Giselle, ibunda Vanesa.


“Mir, Sob kenalin ini suami gue, namanya mas Roy!” seru Giselle memperkenalkan suaminya pada sahabat lamanya.


Btw, Reymond dan Anton ayah Alvaro sedang berbincang masalah bisnis makanya tidak ikut nimbrung dengan ibu-ibu, namun saat Roy datang mereka berdua langsung menyambut nya dengan baik.


Giselle terkekeh lalu mengangguk, “Buasalah!” sambil mengedipkan matanya saat Roy sudah ikut bergabung dengan Reymond dan Anton.


Mira da Sonia paham maksud dari ucapan Giselle tadi, sudah tidak kaget dengan sifat Giselle selama ini.


“btw, kenalin ini anak gue namanya vanesa.” seru Giselle memperkenalkan Vanesa.


Vanesa tersenyum lalu mengangguk sopan, sejak tadi ia sudah melihat keberadaan alvaro dan Alina namun ia pura-pura tidak kenal saja. Malas pikirnya!


“Alvaro, kenalin ini anak Tante Giselle namanya Vanesa, Sel, ini anak gue namanya alvaro., Dan itu anaknya Mira namanya alina.” seru Sonia.


“Udah kenal, Bun!” sahut Alvaro dengan nada malas.


Ketiga wanita paruh baya itu pun di buat kaget dengan ujaran Alvaro tadi, benar-benar dunia sangat sempit ya ternyata. Jangan lupakan dengan Roy yang ikut kaget mendengar nama Alina.


Sedikit banyak ia tahu tentang Alina yang saat ini berstatus menjadi kekasih anak lelakinya, Haidar. Meskipun ia tidak pernah pulang, tetapi ia terus memantau Haidar dari jauh dan belum lama pun Roy mendengar kabar, kalau Alina lah yang membuat Indira itu sadar dari depresinya.


“Alvaro Sam Vanesa itu, satu sekolah pas SMP, dan Vanesa murid baru di sekolah SMA alina.” seru Alina memberitahu faktanya.


“Kok bisa?” seru Sonia yang bingung harus merespon bagaimana.


Alvaro hanya menggeleng melihat tingkah bundanya, yang memang selalu seperti itu, heboh!


Alina melangkah ke arah Mira, lalu membisikkan sesuatu di telinganya, “itu yang sama Vanesa, papahnya Haidar juga.” seru Alina pelan.

__ADS_1


Mira bingung maksud dari omongan Alina, tetapi ia tidak bisa membahas itu di sini, tidak enak dengan Giselle.


“Kamu, Alina pacarnya Haidar?” tanya Giselle dengan nada tak suka saat menyebut nama Haidar.


Alina langsung mengangguk cepat, “Iya Tante, saya pacarnya Haidar!” sahut Alina.


“Kok lo tahu, kalau Alina sama Haidar pacaran Sel?” tanya Mira.


Giselle mengangguk, “Vanesa suka cerita tentang mereka, yang katanya Alina di cap cewek gak punya malu di sekolah karena ngejar-ngejar Haidar, tapi di tolak terus.” jelas Giselle membuat Alina sedikit emosi begitu pun dengan Alvaro sedangkan Alina tersenyum sinis.


“Apa benar begitu, Alina?” tanya Mira tegas.


Alina menggeleng, “Vanesa cuma anak baru mah, dia gak tau apa-apa! Maksud lo apa sih Nes? Gue gak pernah ngusik lo, tapi li selalu ngusik gue!” seru Alina kesal.


“Alina!” tegur Mira saat mendengar nada suara Alina meninggi.


Ketiga lelaki paruh baya itu pun kaget, mendengar keributan dari para ibu dan juga anak mereka, apalagi Reymond.


“Adaapa sih mah?” tanya Reymond tetapi tidak di jawab oleh Mira.


“mMira, kayaknya lo harus bilangin ke anak li deh, kalau Haidar itu gak pantas buat Alina. Dia bukan anak baik!” seru Giselle menjelekkan Haidar.


Roy yang mendengar anak lelakinya di jelekan di depan banyak orang pun tidak terima, biar bagaimanapun Haidar tetap anak kandungnya, bukan Vanesa!


“Giselle, maksud kamu apa bilang anak saya seperti itu?” bentak Roy membuat Giselle terkejut, karena biasanya Roy tidak akan marah kalau Giselle berkata seperti itu.


“Anak saya?” ucap Sonia yang bingung dengan keadaan di depannya.


Alvaro membisikkan sesuatu pada Sonia, memberitahu kalau itu memang ayah kandung Haidar.


“Loh, bukannya mas bilang juga seperti itu? Haidar bukan anak baik, di selalu membantah omongan orang tua! Sampai ibunya gila aja, dia tetap egois buat ngurusin Indira di rumah tanpa mau bawa ke rumah sakit jiwa!” seru Giselle ikut emosi karena di bentak oleh Roy di depan sahabatnya.


Roy menampar pipi Giselle, membuat Vanesa menjerit ketakutan, “Stop lah!” seru Vanesa menahan tangan Roy agar tidak menampar Giselle lagi.


“Kau juga stop panggil saya papah!” tegas Roy lalu pergi dari sana begitu saja.


“Kita pulang!” seru Anton dan juga Reymond untuk membawa pulang keluarga nya.


Acara makan malamnya batal, belum juga memulai makannya, sudah ada keributan yang membuat mereka akhirnya pulang ke rumah masing-masing.


“Gue gak nyangka kalau Giselle sampai kaya gitu, r.” seru Sonia saat sudah sampai di parkiran.


Mira mengangguk, “Aku juga, Son.”


Setelah berpamitan kedua keluarga itu langsung berpisah, dan masuk ke dalam mobil masing-masing untuk pulang ke rumah.


Di perjalanan, Sonia bertanya pada Alvaro sebenarnya sosok haidar. Dan Alvaro menjawab kalau Haidar anak yang baik, anak yang cerdas, semua omongan Giselle tidak ada yang benar.


“Bunda pikir Alina belum punya pacar, kalau belum mau bunda jodohin sama kamu tadinya. Bunda setuju banget kalau kamu sama Alina, bang!” seru Sonia membuat Alvaro tersenyum kecut.


“Sebelum bunda suruh, aku juga udah coba berjuang buat dapetin Alina!” batin Alvaro.


Sedangkan di sisi lain, di dalam mobil Reymond meminta penjelasan pada Mira, mengapa keributan itu bisa terjadi. Saat sudah mengetahui, Reymond kaget.

__ADS_1


“papah rasa, kamu gak usah berhubungan lagi sama Haidar!” seru Reymond membuat Alina kaget begitu pun Mira.


Nah kan, makin rumit aja hubungan mereka, kasihan banget!


__ADS_2