Mengejar Cinta Pria Dingin

Mengejar Cinta Pria Dingin
pulang


__ADS_3

Sekarang sudah pukul 4 pagi, dan mata Alina sudah mulai berat alias mengantuk. Akhirnya Alina mengajak Alvaro untuk pulang, dengan senang hati Alvaro mengantar Alina karena sejak datang ke markas pun Alvaro selalu bertanya 'ingin pulang sekarang atau tidak?' tapi selalu 'tidak' jawaban dari Alina.


Dan Alvaro hanya bisa mengikuti apa permintaan Alina, Alvaro tidak mau memaksa Alina karena itu akan membuat reputasi di hadapan Alina jelek dan Alvaro tidak mau itu terjadi.


"Var, balik yuk?" Ajak alina


Alvaro langsung melihat Alina dan bangun dari duduknya, "Ayo, lagian ini udah pagi. Nanti Abang lo nyariin atau bisa aja dia udah lapor polisi atas hilangnya lo."


Alina terkekeh. "Gak mungkin sampai segitunya kali var, lagian kan belum 2×24 jam mana bisa di sebut orang hilang."


"Tapi kalau itu beneran terjadi gimana?" Ujar Alvaro khawatir, ia tidak mau berurusan dengan polisi.


"Lo tenang aja, gue yang tanggung jawab semuanya lagian kan disini yang salah gue, Lo cuma nolongin gue."


Alvaro hanya mengangguk dan mengajak Alina pulang ke rumah nya.


Di sepanjang perjalanan keduanya nampak berbincang akrab dan Alina merasa nyaman bersama dengan Alvaro begitu pula sebaliknya.


Saat sampai di depan gerbang rumah Alina, terlihat ada dua buah mobil yang terparkir di depannya dan terlihat pula ada 4 orang yang tengah berdiri di sana. Alina kaget saat tahu siapa yang ada di sana.


"Ka..kalian ngapain?" Tanya Alina gugup karena ia melihat Haidar ada di sana.


"Lo bilang ngapain? Lo yang ngapain!" Ketus Meilla saat melihat Alina pulang bersama dengan Alvaro.


"Gue?" Tanya Alina menunjuk dirinya sendiri.


"Lo gak tau ini jam berapa hah? Kakak lo panik nyariin Lo sampe minta bantuan ke kita dan sekarang lo dateng tanpa bersalah sama sekali?" Jelas Meilla dengan emosi.


"Loh?" Hanya kata itu yang keluar dari mulut Alina, ia pun bingung harus berkata apa.


Alina melirik ke arah Haidar sekilas dan ternyata Haidar sedang menatap nya juga.


"Lo dari mana Alina? Lo pergi sama bajingan ini dan dia ngebiarin lo pulang sepagi ini?" Tanya Lio pada Alina sambil melirik ke Alvaro tajam.

__ADS_1


"Gak usah nyalahin Alvaro, gue yang minta pulang jam segini. Alvaro cuma nolongin di saat gue bener-bener kecewa sama seseorang!" Ujar Alina sambil melirik ke arah haidar.


"Tapi gak sampai selagi ini Alina, Lo tau gak kakak lo panik banget nyari Lo dan sekarang dia lagi di kantor polisi buat bikin laporan Lo hilang!" Ujar Elsa.


Alvaro langsung menatap alina, bener kan apa yang ia pikirkan ini kejadian. Alina mengangguk seakan tau apa yang di maksud Alvaro.


"Jangan pernah deketin Alina!" Tegas Haidar pada Alvaro karena sekarang Haidar tengah berdiri di hadapan Alvaro.


"Lo gak bisa ngelarang-larang gitu! Emangnya Lo siapa?" Ketus Alina dan ini pertama kalinya aku a berkata seperti itu pada haidar.


Hal itu pun menarik perhatian siapapun di sana kecuali Alvaro yang nampak tersenyum senang karena merasa menang kali ini.


"Alina." Panggil Haidar pelan.


Alina yang di panggil seperti itu sempat terenyuh tapi langsung sadar dengan keputusan yang barusan ia buat.


"Pergi!" Usir Haidar pada Alvaro.


"Lo gak berhak ngusir dia! Dia yang udah nolongin gue di tengah malam yang sepi."


Semua yang ada di sana langsung kaget dengan pernyataan Alina tadi, termasuk Alvaro yang akhirnya mengetahui kebenaran nya.


"Brengsek! Lo gak tau gimana wajah panik dan takutnya Alina waktu itu? Dan sempat-sempatnya dia bohong sama gue, cuma buat nutupin ke brengsek kan Lo itu!" Bentak Alvaro tepat di depan wajah Haidar tak pula juga nunjuk wajahnya itu.


"Pantesan dari tadi gue tanya, Lo gak jawab Haidar! Lo emang gak pernah tau rasanya di sia-siain!" Bentak meilla yang emosi.


Haidar yang di keroyok oleh dua orang hanya bisa diam, mau mengelak pun tidak bisa karena memang itu kebenarannya.


"Makasih banget buat kalian yang udah repot-repot nyariin gue sampai jam segini, maaf karena gue ngerepotin kalian." Ujar Alina.


"Ro, thanks udah jagain temen gue." Ujar meilla dan Alvaro hanya mengangguk.


"Gue balik dulu ya Lin, duluan semuanya." Pamit Alvaro pada semuanya.

__ADS_1


"Lo hati-hati ya, kalau udah sampe rumah kabarin gue. Thanks banget buat malamnya, next gue boleh ikut lagi kan?" Ujar Alina dan di jawab acungan jempol oleh Alvaro.


Setelah Alvaro pergi, semuanya masuk ke dalam rumah alina, termasuk Haidar.


"Lo baik-baik aja kan Lin? Alvaro gak macem-macem sama lo kan?" Tanya Lio yang sejak tadi memikirkan hal ini, pasalnya ia tau bagaimana Alvaro.


Lina menatap ke arah Lio lalu menggeleng dan matanya lalu bertuju ke arah Haidar yang tengah menatapnya sejak tadi.


"Kelihatannya dia memang cowok brandal tapi ternyata dia lebih bisa menghargai orang." Ujar Alina seakan menyindir Haidar.


"Gue setuju Lin, daripada yang sok diem." Sahut Meilla memandang Haidar tajam.


Haidar yang di tatap oleh dua cewek hanya diam sambil melirik mereka secara bergantian. Penyesalan di hatinya semakin besar. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana kalau Alina tidak bertemu dengan Alvaro tadi. Apakah keadaan akan baik-baik saja seperti sekarang?


"Tapi Lin, kalau gue boleh saran lo gak usah terlalu Deket sama Alvaro. Gue cuma Lo gak mau kenapa-napa." Lio memberi saran dan Alina hanya tersenyum miring.


"Sorry yo, kali ini saran lo gak gue terima."


"Tapi Lin." Ucapan Lio terpotong.


"Cabut." Ujar Haidar tiba-tiba membuat Lio menghentikan ucapannya.


Haidar berdiri lebih dulu lalu di ikuti oleh lio, tanpa pamitan dengan yang lain, Haidar keluar lebih dulu dari rumah Alina tetapi berbeda dengan lio.


Sebelum keluar dai rumah Alina, Lio sempat mengatakan, "gue harap lo terima saran gue, karena Alvaro gak sebaik yang Lo kira." Ucapannya sambil menepuk bahu Alina pelan lalu keluar.


Alina hanya diam mendengar itu, apakah ia harus percaya dengan lio? Atau Lio mengatakan itu karena tidak mau melihat Alina berhenti mengejar Haidar?


"Illa, gue mau nanya sesuatu deh sama Lo! Tapi gue mau lo jawab dengan jujur." Ujar Alina menatap Meilla


Sedangkan yang di tatap menjadi gugup. Mau bertanya apa Alina, apa menyangkut dengan Haidar? Kalau ia, Meilla sangat malas.


"Nanya apa Lin?" Jawab Meilla.

__ADS_1


"Ke kamar gue aja yuk." Ajak alina pada kedua sahabatnya itu dan di anggukin oleh keduanya.


__ADS_2