Mengejar Cinta Pria Dingin

Mengejar Cinta Pria Dingin
Pertemuan yang tak diduga


__ADS_3

Haidar sudah menghubungi orang tua Alina, dan mereka akan segera datang ke rumah sakit. Haidar belum menjelaskan secara detail bagaimana kejadiannya, ia hanya bilang kalau Alina saat ini sedang berada di IGD dan berjanji akan menceritakan kronologis nya setelah kedua orang tua Alina datang.


Haidar pun tak luput memberitahu orang tuanya, dan sahabatnya yang lain. Mereka semua pun akan segera datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi Alina.


“Lo kenapa bisa berantem kaya gitu?" Tanya Hellena yang sedang duduk di kursi.


Haidar menoleh sekilas ke Hellena lalu kembali fokus ke pintu yang di dalamnya ada Alina. “Dia kurang ajar sama Alina, dan gue gue gak terima dengan itu semua!"


“Kenapa Lo masih selalu pakai otot buat nyelesaiin masalah? Lo ingat gak dulu pernah putus sama Diana karena takut sama lo, yang apa-apa menggunakan otot bukan otak!" Seru Hellena mengingatkan kejadian dulu.


Haidar memutarkan otaknya mengingat kejadian itu. Benar apa yang Hellena ceritakan, Diana memutuskan hubungannya karena Haidar bertengkar dengan kakak kelasnya hanya karena mengobrol dengan Diana saja.


Haidar terdiam, bingung hanya merespon bagaimana ucapan Hellena tadi karena semua itu benar.


“Sebelum Alina melakukan hal yang sama kaya Diana dulu, lebih baik lo ubah kebiasaan lo itu Dar! Alina cewek yang baik, sifat dan tingkah lakunya sama seperti Diana. Gue yakin lo sama dia bisa bahagia, meskipun hubungan kalian selalu di ganggu! Jadi, gue pikir lo gak perlu terlalu khawatir berlebihan kaya gitu sih!" Saran Hellena dengan tulus.


Jujur, setelah mengenal Alina, Hellena merasa kalau Diana telah hidup i mbali di diri Alina. Tingkah dan sifatnya sama persis hanya wajahnya saja yang berada meskipun sama-sama memilih pesona yang tinggi.


Tak lama Keluarga Alina telah sampai di rumah sakit, bersamaan dengan dokter yang keluar dari ruangan untuk memberitahu kan hasil dari pemeriksaan yang telah di lakukan.


“Permisi, apa di sini ada orang tua pasien?" Tanya dokter yang bernama Desi terlihat dari nametag yang di pakainya.


“Iya saya ayahnya dok, bagaimana keadaan putri saya? Apakah ada luka yang cukup serius?" Tanya Reymond dengan penuh kepanikan.


Desi menggeleng, “Sejauh ini tidak di temukan sesuatu yang serius pak, tapi saya sarankan agar pasien bisa istirahat total beberapa hari untuk memastikan kalau tidak ada luka dalam. Jika nanti pasien ada keluhan, bisa langsung di bawa ke rumah sakit ya pak!" Beritahu Desi.


Reymond dan yang lainnya bernapas lega setelah mendengar penjelasan dari dokter itu. Perasaan bersalah Haidar, sedikit berkurang karena mengetahui kalau Alina tidak mengalami luka yang serius karenanya, tetapi bagaimanapun, Haidar harus tetap meminta maaf pada Alina nanti.


“Makaaih banyak dokter, apakah boleh menjenguk putri saya di dalam?" Tanya Reymond.


Desi mengangguk, “Boleh pak, kebetulan pasien sudah siuman. Kalau ingin menjenguk, bergantian ya." Yang lain pun mengangguk.


Reymond masuk ke dalam bersaam dengan Mira untuk melihat kondisi Alina dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Sedangkan di depan, masih ada Hellena dan Haidar di tambah dengan Adero.


“Puas lo, udah buat adik gue sampai masuk ke rumah sakit. Lo janji sama orang tua gue, buat jaga Alina. Tapi apa? Lo bisa gak sih jagain Alina sebenarnya!" Seru Adero ketus yang berdiri tak jauh dari Haidar.


Haidar menoleh ke arah Adero, ia berpikir mengapa sekarang Adero nampak berubah seperti ketus dan seperti tak suka dengan Haidar. Hellena pun mendengar jelas apa yang Adero kataka. Pada Haidar.


Hellena tak suka dengan tuduhan Adero kepada Haidar itu, karena itu semua tidak benar! Hellena bangkit dari duduknya dan berdiri tak jauh dari mereka berdua.


“Sorrt, kalau lo gak tahu kronologi nya minimal jangan asal tuduh!" Ketus Hellena membuat Haidar langsung menggeleng menatap Hellena.


Bermaksud, agar Hellena jangan ikut campur urusan nya dengan Adero saat ini. Hellena tidak ingin memperkeruh masalahnya. Meskipun Haidar tidak tahu, masalahnya dengan Adero itu apa.yang pasti, mungkin karena Gadis, pikir Haidar.


Adero menatap Hellena, “Lo siapa?" Tanya Adero.


Hellena menatap Adero tak suka, “Gak perlu tahu gue siapa, yang jelas ini semua bukan salah Haidar!"


“Lo bela Haidar, karena lo suka salam dia? Gih ambil, biar Alina gak jadi nikah sama dia!" Ketus Adero.


Hellena menggeleng, tak habis pikir dengan Adero bisa-bisanya berkata seperti pada pacar adiknya sendiri.


“Seharusnya lo terima kasih sama Haidar, karena dia jagain adek lo sampai mikirin nyawanya sendiri. Lo tahu gak, adek lo hampir di kurang ajarin sama cowok, dan Haidar belain Alina sampai harus adu tojos sama tuh orang!" Jelas Hellena dengan ketus.

__ADS_1


Malas sebenarnya menjelaskan kejadian itu, tetapi Haidar hanya diam saja tidak menjawab apapun membela diri ga saat di tudubyang tidak-tidak ok h Adero.


Adero hanya terdiam setelah mendengar penjelasan itu dari Hellena, dan menatap Haidar masih dengan tatapan tak suka.


“Kak, maaf kalau misalnya gue salah dalam menjaga Alina, tapi satu yang harus kakak tahu gue jagain Alina tulus dan sekuat tenaga yang gue punya!" Ujar Haidar pada akhirnya dan membuat Hellena menggeleng.


“Ngapain juga lo minta maaf sama dia, yang udah nuduh lo tanpa tahu kejadian yang sebenarnya!" Desis Hellena dengan ketus lalu kembali duduk di kursi.


Tak lama orang tuanya Haidar datang, bersamaan dengan sahabatnya yang lain. Semua langsung menghampiri Haidar, ingin tahu bagaimana ini semua bisa terjadi pada Alina.


“Nak, gimana keadaan Alina?" Tanya Indira yang sangat khawatir dengan kondisi calon menantunya itu.


“Alina sudah sadar mah, dan kata dokter pun gak ada luka yang cukup serius. Cuma di sarankan untuk istirahat total beberapa hari ke depan!" Beritahu Haidar.


Semua kembali bernapas lega, sambil mengucapkan kata syukur mengetahui kondisi terkini Alina.


“Kenapa ini semua bisa terjadi?" Tanya Roy yang masih mengenakan pakaian kantor.


Haidar mulai menjelaskan dari awal hingga akhir, mengapa akhirnya Alina bisa di larikan ke rumah sakit. Kemarahan Adero naik kembali, karena mendengar Haidar dan lawannya tak sengaja memukul Alina hingga pingsan.


“Brengsek lo, ternyata lo sendiri yang bikin adik gue sampai kaya gini!" Seru Adero sambil mendekat ke arah Haidar dan ingi. Menghantam wajah Haidar.


Haidar sama sekali tidak bergeming, ia rela di pukul balik oleh Adero untuk menebus rasa sakit Alina yang rasakan tadi saat terkena pukulan nya.


Edo, Nanda dan Lio maju untuk menghalangi adero. “Semuq ini kecelakaan bukan karena di sengaja!" Seru Lio pada adero.


“Tahu, seharusnya lo terima kasih sama Haidar!" Kesal Nanda.


Nanda sebenarnya masih menyimpan dendam pada Adero tentang kejadian kemarin, tetapi para sahabatnya sudah mengingatkan untuk tidak bertengkar di rumah sakit saat bertemu Adero. Mereka tidak mau, orang tua Alian mengetahui kejadian ini, dan menambah Maslah baru nantinya.


“Alina sahabat gue!" Jawab Nanda mengapa ia ada di sini.


Adero menatap sahabat adiknya satu persatu, “Kalau sampai Alina kenapa-napa, Lo semua habis sama gue! Terutama lo, dan lo!" Seru Adero sambil menunjuk Haidar dan Nanda.


“Buat lo, kalau sampai gue tahu lo masih berhubungan sama cewek gue. Gak akan segan-segan gue buat perhitungan lebih dari kemarin! Ingat itu!" Ancam Adero pada Nanda membuat Nanda hanya tersenyum licik.


Tidak merasa takut sama sekali dengan ancaman yang di berikan oleh Adero tadi. Selama janur kuning belum melengkung, Nanda masih berusaha terus untuk mendapatkan Gadis.


Sedangkan di sisi lain, Hellena yang sedang duduk sambil memperhatikan para sahabat Alina yang berkumpul di sini termasuk Meilla di sana. Hellena baru mengetahui wajah dari orang tua Haidar saat ini. Pantas Haidar tampan, toh orang tuanya juga bibit unggul.


Meilla pun sejak tadi melihat ke arah Hellena, namun tak ada perkataan apapun dai keduanya, hanya saling pandang dari jarak yang tak suka.


“Sayabg, kamu duduk aja." Seru Edo pada Meilla dan mengantarkan Meilla untuk duduk di kursi yang sama oleh Hellena bahkan sebelahan.


Edo yang baru menyadari kalau itu Hellena langsung terkaget, “Hellena?" Serunya.


Hellena mengangguk lalu menatap Edo dan yang lainnya saat melihat ke arah Hellena dan kaget. Alamak, sejak tadi Hellena duduk di sana tidak ada yang mengenalinya?


“Gue titip Meilla ya," seru Edo dan membuat Hellena mengangguk.


Hellena menoleh ke samping melihat Meilla uang duduk sambil matanya fokus ke depan. Meilla ini adalah sahabat Diana dulu, meskipun Meilla dekat dengan Haidar tetapi Dina tidak pernah marah aja. Hal itu. Malah Hellena yang tak suka dengan itu, karena menurut Hellena hal itu tak wajar kalau hanya di landasi dengan kata sahabat antara Meilla dan Haidar.


“Kabar lo gimana?" Tanya Hellena tiba-tiba membuat Meilla menoleh ke samping pula, mata mereka bertemu.

__ADS_1


Meilla mengangguk lalu tersenyum, “Baik, lo sendiri?" Hellena pun mengangguk dan mengatakan baik pula.


Hellena memeluk Meilla secara tiba-tiba, karena melihat Meilla membuat nya mengingat Diana yang selalu pergi bersama Meilla kemanapun. Waktu Hellena berada di Indonesia hanya Meilla dan Diana lah yang menemaninya setiap hari.


“Gue kangen lo sama Diana, La!" Seru Hellena menangis di dalam pelukan Meilla.


Meilla mengelus punggung Hellena, ia pun jadi ikut menangis, “Gue juga Hell, tapi Diana sudah bahagia dia tas sana. Dia cuma butuh keikhlasan dari kita!" Seru Meilla.


Hellena mengangguk lalu melepaskan pelukannya, “Maaf karena setelah kejadian itu, gue selalu bersikap gak baik sama lo? Padahal gue tahu itu semua bukan salah lo!"


Meilla mengangguk, mengerti posisi Hellena saat waktu itu, “Gak papa, semua orang pernah khilaf kok."


Hellena mengangguk lalu menghapus air matanya, “Sekarang kita temenan lagi kan?" Tanyanya.


“Sahabatan lagi!" Koreksi Meilla membuat Hellena kembali memeluk sahabat lamanya.


“Nanti kita ke rumah baru Diana yuk, kasih tahu kabar gembira ini." ajak Hellena langsung di balas gelengan kepala oleh Meilla.


“Gak bisa Hell, karena gue lagi hamil!" Seru Meilla membuat Hellena kaget dengan fakta yang baru di ketahui nya.


“Seriusan lo hamil? Berarti lo udah nikah? Sama siapa? Edo?" Seru Hellena dengan sederet pertanyaan membuat Meilla terkekeh.


Hellena masih sama seperti dulu, gadis ceria yang memiliki tingkah kepo yang sangat tinggi. Jangan lupakan dengan cerewetnya uang bisa membuat orang pusing mendengar nya.


Meilla mengangguk, “Iya gue udah nikah sama Edo dan sekarang lagi hamil!" Jawab Meilla.


“Sumoah? Kok lo gak ngundang gue sih kalau nikah!" Kesal Hellena.


Meilla menggenggam tangan Hellena, “Sejak kejadian itu, Lo kan Blick semua akun gue. Gimana gue mau ngasih tahu lo Hell!"


Hellena mengangguk mengingat hal itu, yang sampai detik ini pula ia belum membuka blokiran kontak dan media sosial Meilla.


“Tapi lo pasti tahu, gue satu kampus sama Alina. Kenapa lo gak kasih tahu lewat Alina?" Tuh kan baru di bilangi., Hellena orangnya seperti ini nih kalau sudah kenal akrab.


“Iya juga ya, tapi kan udah lewat juga. Nanti gue kasih souvernir nya aja ya, masih ada kok di rumah!" Seru Meilla membuat Hellena memukul bahu Meilla gemas lalu terkekeh bersama.


Tak lama Elsa datang dan ikut duduk di samping meilla, sejak tadi Elsa mengamati mereka berdua yang nampak sedang berbahagia. Elsa tahu kalau itu yang namanya Hellena, sepupu Diana dari Lio tadi.


“Boleh gabung?" Seru Elsa yang padahal sudah duduk.


Hellena menyenggol paha Meilla, bermaksud bertanya itu siapa, dan Meilla pun paham dengan kode itu.


“Ah ya, Hell, kenalin ini sahabat gue sama Alina juga. Namanya Elsa, ini istrinya Lio dan lagi hamil juga sama kaya gue!" Seru Meilla memperkenalkan Elsa dengan Hellena.


Keduanya saling berjabat tangan dan melemparkan senyuman satu sama lain.


“Serius lo istrinya Lio? Aih tuh anak, bisa nikah juga ternyata gue kira dia suka nya sama cowok anjir!" Seru Hellena membuat Meilla dan Elsa terkekeh mendengar nya.


“Lo berdua beruntung dapetin mereka sebagai suami, karena gue tahu banget mereka itu selalu memanjakan wanita. Gue harap kalian bahagia selalu ya, apalagi keluarga kecil kalian semakin lengkap dengan kehadiran si buah hati!" Doa Hellena dan di Aminin Meilla serta Elsa.


“Tinggal Alina dan Haidar ya yang belum menikah?" Bisik Hellena dan membuat Meilla serta Elsa mengangguk membenarkan hal itu.


“Tqoi Nanda juga belum tuh, lo gak mau coba dekatin dia?" Seru Elsa yang tiba-tiba memiliki ide untuk menjodohkan Nanda dengan Hellena.

__ADS_1


Kelihatan nya Hellena cewek yang baik dan asik saat di ajak bicara meskipun baru kenal. Tidak seperti Gadis yang sok cantik. Kalau kata Elsa namanya doang Gadis aslinya mah udah gak Gadis!


Gimana nih? Cocok gak kira-kira Hellena sama Nanda?


__ADS_2