
Masalalu yang seharusnya di lupakan mengapa malah jadi selalu di ingat! Memang malah jadi selalu di ingat! Memang tidak semudah itu untuk melupakan, tapi kalau kita tidak berusaha mau sampai kapan kita di hantui masa lalu.
Haidar punya masalalu, begitu pula dengan Alina. Masa lalu yang hampir sama, mungkin. Di tinggal pergi oleh orang yang mereka sayang.
Hubungan Alina dengan Alister, kandas di tengah jalan karena Alister harus pindah keluar negri. Waktu awal perpindahan Alister, mereka masih sempat menjalani hubungan tapi setelah satu bulan berlalu keduanya memutuskan untuk pisah.
Banyak masalah yang mereka hadapi waktu itu, terutama Maslah kepercayaan. Keduanya sama-sama tidak saling percaya. Maklum namanya juga masih bocil.
...****************...
Setelah hampir 4 tahun tidak bertemu, kini keduanya bertemu kembali di sebuah universitas ternama di ibu kota Indonesia. Alina tidak menyangka dengan pertemuan ini, begitu pula dengan Alister sendiri.
Sejak kepulangan nya ke Indonesia, Alister sempat mencari keberadaan Alina. Namun tidak ada hasilnya. Kontak untuk menghubungi Alina sudah di blokir oleh Alina sendiri. Waktu Alister ke rumah Alina, tidak ada di siapapun di sana.
Tetapi mungkin ini jalannya yang mempertemukan mereka kembali di sebuah kampus. Akan kah kisah mereka kembali terulang?
Alister menggeleng, “Aku kangen kamu!” seru Alister membuat jantung Alina berdebar.
Alina bingung harus merespon bagaimana setelah mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Alister. Rasanya pada cowok di depannya itu sudah tak ada lagi.
“Ali, are u okay?” pertanyaan konyol macam apa yang keluar dari mulut Alina saat ini.
Alister mengangguk lalu tersenyum, “Aku kira, aku bakal baik-baik aja setelah kamu pergi tapi nyatanya enggak, Lin. Kehidupan aku berubah, aku ngerasa sepi sejak kamu pergi.” jujur Alister membuat Alina mengangguk.
“Ali, kisah kita udah berakhir.” seru Alina mengingat kan Alister.
“Tapi, aku masih sayang sama kamu, Alina.” seru Alister membuat dunia Alina seakan berhenti beberapa detik.
Semakin bingung apa yang harus Alina katakan, agar tidak menyakitkan Alister. Alina terdiam cukup lama, hingga akhirnya ada seseorang yang datang.
“Alina!” panggil Hellena yang kebetulan lewat di sana.
Alina langsung bernapas lega saat melihat Hellena menghampiri nya. Alina jadi punya alasan untuk segera pergi dari hadapan Alister. Cukup tidak nyaman!
“Lo ngapain masih di sini? Ayo masuk kelas sebentar lagi pasti dosennya Dateng!” seru Hellena saat sudah dekat dengan Alina.
Alina mengangguk, lalu menatap Alister, “Ali, aku pergi dulu ya.” pamit Alina.
Belum mendengar jawaban apapun dari Alister, Alina segera melangkah menjauh bersama Hellena keduanya melangkah menuju kelas.
“Tadi Siapa, Lin? Tumben Lo gak sama Haidar?” tanya Hellena penasaran.
“Haidar udah di kelas, temen lama gue waktu SMP dan kebetulan banget dia kuliah di sini juga.” jelas Alina.
Hellena mengangguk-angguk, sedikit kagum saat melihat wajah Alister tadi. Tampannya hampir sama dengan Haidar walau Haidar memang selalu unggul di antara yang lain.
****
__ADS_1
Jam pertama Haidar sudah selesai lebih dulu, dan sesuai janji nya Haidar langsung menghampiri kelas Ali a, menunggu kekasihnya selesai belajar.
Haidar duduk di kursi yang tak jauh dari ruangan Alina sambil fokus dengan ponselnya tanpa perduli kan sekitar. Meskipun Haidar tahu kalau banyak yang melirik ke arahnya.
Tak lama Alina keluar bersama Hellena. Saat melihat Alina keluar, Haidar melambaikan tangannya agar Alina melihat ke arahnya. Hellena pun mengikuti arah pandang Alina dan ternyata ada Haidar dia sana. Dengan malas Hellena buat muka tanpa mau melihat wajah Haidar.
“Hell, gue ke Haidar ya. Lo pulangnya hati-hati!” seru Alina.
Hellena mengangguk, “Lo juga nanti hati-hati kalau pulang!”
“Thanks Hell!” seru Alina.
Setelah Alina melangkah menuju parkiran, Alina segera menghampiri Haidar yang tengah duduk sambil menatap Alina dari jauh.
“Hai!” sapa Alina lalu duduk di samping Haidar.
Haidar masih tetap menatap Alina, “Hai sayang.” seru Haidar membuat Alina tersenyum mendengar kata itu.
“Kamu udah nungguin aku dari tadi?” seru Alina.
Haidar menggeleng, “Bary sekitar 10 menit kok. Gimana belajarnya?”
“Aman kok pak guru! Bapak sendiri gimana?” goda Alina sambil terkekeh.
Haidar menoel ujung hidung mancung milik Alina dengan jari telunjuk, “Kamu tuh bisa aja bikin aku gemas!” keluh Haidar bukannya menjawab pertanyaan Alina.
Alina semakin terkekeh, “Resiko punya cewek imut ya kaya gini, sering bikin gemes.” ujar Alina dengan percaya diri.
Alina menarik napasnya, “kurang sabar apa lagi aku sama kamu, haidar. 3 tahun di tolak cuy!” seru Ali a mengingat kan kembali kejadian dulu.
Haidar menutup mulut Alina agar tidak terus membahas masa lalu yang kurang enak itu, “Stop sayang, jangan bahas lagi ya. Aku ngerasa bersalah tahu!”
“Tekat ngerasa bersalahnya, dasar Haidar gamon!”
“Gamon?” ucap Haidar yang tidak tau arti kata itu.
“Iya, gagal move on!” ejek Alina sambil terkekeh.
Haidar semakin gemas dengan Alina, dan menggelitiki perut Alina sampai ceweknya itu tertawa sambil meronta untuk menghindari.
“Haidar, stop!” seru Alina sambil terkekeh karena rasa geli.
Haidar masih terus saja menggelitiki Alina, “Ampun gak?”
“Ampun sayang, lepasin. Malu banyak yang lihatin!” seru Alina yang memang pada kenyataannya seperti itu.
Banyak yang iri atau tak suka melihat pemandangan itu, tapi banyak pula yang kagum dengan mereka karena yang menurut pasangan yang serasi.
__ADS_1
Haidar melepaskan gelitiki itu, lalu merapikan rambut Alina yang sedikit berantakan. “Itu senjata aku kalau kamu bandel!” seru Haidar membuat Alina kembali terkekeh.
“Aku udah gak ada kelas lagi, kamu masih ada satu kelas lagi ya?” tanya Alina dan di anggukin oleh Haidar.
“Kamu mau pulang duluan?”
Alina menggeleng, “Kalau aku pulang, kamu Sam siapa? Aku tungguin kamu sampai kelas kamu selesai ya?”
“Lama loh, kamu gak bosen?”
Alina terdiam nampak sedang berpikir, “Ehem, gimana kalau aku ke cafe dulu sambil nunggu kamu, kebetulan Elsa ngajak aku ketemu juga.”
Haidar yang sekarang nampak berpikir, “Beneran ketemu Elsa? Gak ketemu sama yang lain kan?”
Alina segera mengeluarkan ponselnya lalu memberitahu Haidar, isi pesan dari Elsa yang memang kebetulan mengajak nya ketemu. Haidar membaca pesan itu sampai selesai dan akhirnya mengangguk.
“Oke gak papa, tapi kalau kamu capek langsung pulang aja gak pap, aku bisa minta jemput supir atau naik taksi online.” seru Haidar.
“Gak aku yang jemput kamu nanti kesini, kamu chat aku 20 menit sebelum keluar kelas, biar aku sampe lebih dulu sebelum kamu keluar.” seru Alina.
Haidar menghela napasnya lalu mengangguk, “Beginu nih punya cewek bukan imut doang, tapi keras kepala juga. Tapi makasih ya sayang!”
Alina mengangguk lalu tersenyum, “Sama-sama sayang, kan kita pasangan ya harus Kompany dong!”
Haidar mencium punggung tangan Alina beberapa kali, sampai terdengar suara jeritan dari para mahasiswi yang masih terus mengamati mereka sejak tadi.
...****************...
Haidar sudah kembali masuk kelas, sebenarnya Alina juga ada dua kelas hari ini. Tapi dosen pengajar kelas kedua sedang tidak hadir dan tidak ada dosen penggantinya, makanya hanya satu pelajaran saja hari ini.
Saat ini Alina sudah sampai lebih dulu di cafe biasa. Elsa bilang akan jalan ke sini, sekitar 10 menitan lagi karena dia belum keluar kelas.
Sambil menunggu Elsa, Alina memesan minuman dan makanan favoritnya yang ada di sini. Setelah memesan makanan, Alina fokus pada ponselnya hingga suara merdu terdengar di telinga Alina.
Yaps, di cafe ini ada live music ya juga. Selama ini Alina tidak memperhatikan live music, karena seru mengobrol dengan para sahabatnya. Mungkin karena saat ini ia sendiri, jadi lebih terdengar.
Ini cerita tentang hati yang terluka tentang rasa yang kecewa bertahan dalam dilema
Ingin bahagia tapi sakit ku terima kini lelahku telahku lakukan segala nya
Alina ikut bernyanyi lagu yang sekarang sedang populer di kalangan anak muda. Alina terus menghayati setiap bait lagunya sampai akhirnya suara Alina lepas begitu saja.
Pergi sulit bertahan sakit kisah ini sungguhlah pahit sampai kapan aku terima diriku yang selalu terluka
Pergi sulit bertahan sakit kisah ini sungguhlah pahit sampai kapan aku terima diriku yang selalu terluka
Pergi sulit bertahan sakit dunia ini terasa sempit ingin pergi tapi tak bisa karena diriku masih mencinta
__ADS_1
Sedang asik menikmati lagi, sampai Alina tidak menyadari kalau ada seseorang duduk di kursi yang ada di depannya.
“Menghayati banget bu, kisahnya sendiri ya?”