Mengejar Cinta Pria Dingin

Mengejar Cinta Pria Dingin
Liburan sama Haidar


__ADS_3

Bukan hal yang mudah untuk Alina akhirnya memaafkan Haidar saat ini. Menurut Alina masalahnya kemarin itu cukup serius, apalagi Haidar yang memang ingin serius dengannya. Rasa kecewa itu masih ada, tapi biar bagaimanapun Haidar pasti punya kesabaran dan butuh kepastian.


Alina tidak mau menyia-nyiakan perjuangan nya yang dulu. Mengapa setelah akhirnya berhasil mendapatkan hatinya Haidar, ia malah melepaskan nya begitu saja. Tidak bisa, hatinya terpaku pada sosok laki-laki dingin itu.


Niatnya Alina memang akan baikan di esokkan harinya saat bertemu di kampus, eh siapa sangka Haidar malah menghampiri nya ke rumah. Bahkan Haidar bilang sudah tak tahan kalau harus seperti ini lama-lama sama Alina juga!


Weekend yang sangat indah. Karena hari ini mereka akan menghabiskan waktu bersama, untuk menebus waktu yang sudah terbuang kemarin. Haidar bilang akan menuruti apapun kemauan Alina hari ini, tapi dengan Alina yang menyetir mobilnya.


“Maaf ya karena aku belum sembuh total jadi gak bisa setirin mobilnya.” seru Haidar saat sudah di dalam mobil Alina.


Alina menatap kekasihnya sekilas lalu tersenyum, “It's okay baby, hak masalah kok. Yang penting hari ini kita quality time.” seru Alina dengan senang.


Haidar tersenyum bahagia karena melihat Alian bahagia seperti ini. Ini yang Haidar kagumin dari sosok Alina, selalu ceria dan baik pada siapapun. Alina itu paket lengkap pokonya!


“Kita ke pantai, boleh?” seru Alina.


Haidar mengelus kepala Alina, “Kemana pun, aku temanin sayang. Ke ujung dunia pun asal sama kamu, aku mau!” seru Haidar membuat jantung Alina berdebar.


Alina langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Sepanjang perjalanan Alina bernyanyi mengikuti lagu yang terputar di radio mobil. Kebanyakan lagu galau yang di putar di radio.


“Sakit banget ya, sayang?” seru Haidar tiba-tiba setelah mendengar Alina menyanyikan lagu galau yang lagi viral saat ini.


Jangan dipaksa


Bila semua telah berbeda


Untuk apa pertahankan


Jika kita tak sejalan


Lirik itu lah yang membuat Alina seperti ketus hatinya. Lagu dari penyanyi muda Ziva Magnolya dengan judul lagu pilihan yang terbaik. Coba kalian dengerin deh, apa cocok juga lagu itu untuk mereka?


Alina langsung menoleh sekilas ke arah Haidar setelah mendengar pertanyaan itu, “Cuna lagu, haidar.” seru Alina.


Haidar berdehem, “Habis kamu kaya menghayati banget. Aku jadi ngerasa tersindir.”


Alina terkekeh mendengar pengakuan dari Haidar, “Makanya jangan pernah ada dusta lagi ya di antara kita. Semoga ke depannya ini jadi pelajaran buat kita ” seru Alina bernada serius.

__ADS_1


Haidar mengangguk, “Sebisa mungkin aku akan kasih tahu dan minta persetujuan kamu apapun yang akan aku lakukan. Maaf kalau sering buat kamu kecewa, jangan pernah pergi lagi ya.” Alina hanya mengangguk tanpa menjawab apapun.


Setelah hampir menghabiskan waktu sekitar 3 jam akhirnya mereka telah sampai di pantai. Alina turun dari mobil begitu juga dengan Haidar. Mata Alina berbinar melihat pantai Yanga da di depannya ini. Sudah lama sekali ia tidak ke pantai, waktu itu terakhir ke pantai saat perpisahan dengan Alister dan sampai sekarang baru ke pantai lagi.


Dulu Alina menganggap pantai adalah tempat yang membuat nya sedih. Padahal sebelumnya pantai adalah destinasi favoritnya untuk liburan. Tapi semua itu berubah, karena Alister memberitahu kalau dia akan pindah ke luar negeri di pantai. Meskipun bukan pantai yang sekarang ia kunjungi bersama Haidar, namun tetap saja bukan angin, air dan ombak setiap pantai sama.


“Kamu suka pantai?” tanya Haidar yang tengah duduk di samping gadis nya yang masih terus berbinar melihat ke depan.


Alina mengangguk antusias, “Pantai membuat aku merasa bebas, masalah hidup itu seperti seru ombak di tepi pantai, ia akan datang tetapi pada saat ya pula ia akan pergi ” seru Alina.


Haidar mengacak rambut Alina gemas, “Nemu qoutes di mana tuh? Pinter banget pacar aku!”


Alina terkekeh, “Dari internet, sayang.” jawab Alina jujur.


Haidar mendekap Alina dari samping lalu mengecup pipi Alina beberapa kali.


“Alina, semua hal tentang aku kamu udah ketahui, kalau aku mau tau tentang kamu boleh?” tanya Haidar.


Alina menoleh ke arah wajah Haidar, “Mau tau tentang apa di hidup aku? Hidup aku tidak seindah yang orang pikir, Haidar. Aku selalu kesepian di saat aku di rumah, makanya aku lebih suka pergi bersama dengan Elsa dan Meilla.”


“Ehem, kalau tentang Alister boleh aku tanya?” seru Haidar.


“Alister mantan terindah kamu?” tanya Haidar membuat Alina terkekeh.


“Kalau indah gak mungkin jadi mantan haidar.” sahut Alina.


Hadar mengacak rambut Alina gemas, “Ehem, maksud aku mantan yang sangat berkesan ya?”


Alina menggeleng, “Gak ada yang lebih berkesan selain waktu sama kamu.” kekeh Alina.


“Aku serius, Alina. Jujur saat ini aku takut kamu balik lagi atau kamu di ambil sama dia, aku gak suka lihat dia nampakin diri lagi di depan kamu.” seru Haidar menyuarakan kegelisahan hatinya.


Alina mengelus pipi Haidar dengan pelan, “Haidar, aku udah sering bilang sama kamu. Aku gak akan pergi kalau bukan kamu yang suruh aku pergi.”


“Tapi aku tetap takut, Alina.”


Alina menggenggam tangan Haidar yang sedang berada di pahanya, “iya aku tahu rasanya gimana, tapi untuk sekarang kita jalanin dulu ke depan. Untuk hasil akhir kita pun gak ada yang tahu kan? Tapi aku harap kamu lah yang terakhir buat aku, Haidar.”

__ADS_1


Haidar memeluk Alina lagi dari samping, “Aku pun berharap seperti itu Alina.”


Lalu keduanya mengobrol santai sambil menunggu sunset yang akan muncul sekitar 30 menit lagi. Angin kencang membuat rambut Alina berantakan, tetapi tetap saja Alina terlihat sangat cantik dan natural saat ini. Haidar mengambil ponselnya lalu mengabadikan moment ini secara diam-diam. Terlalu sayang untuk di lewatkan.


Alina yang sedang berdiri sambil menatap langit, akhirnya tersadar kalau Haidar tengah mengambil gambar nya. “Hayo, nyuri foto aku ya kamu!” seru Alina dengan mata masih menatap langit yang indah.


Haidar kaget dengan seruan itu membuat nya langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku, “Pede amat pacar aku!” elak Haidar lalu menghampiri Alina dan memeluk gadisnya dari belakang.


Rasanya jantung Alina ingin copot saja kalau posisinya seperti ini.


“Ginana kalau kita selfie aja?” bisik Haidar membuat Alina merinding mendengar itu.


“Hah?” hanya itu yang keluar dari mulut Alina membuat Haidar terkekeh.


Haidar tau kalau kekasihnya itu sedang salah tingkah sekarang, ingin berhenti membuat Alina seperti ini tetap Haidar terlalu gemas dengan tingkah dan ekspresi yang Alina tunjukan.


Haidar langsung mengeluarkan ponselnya kembali dan memberikan pada Alina agar cewek itu yang mengambil gambarnya, “Nih kamu yang foto!” seru Haidar.


Alina yang mulai sadar langsung mengambil ponsel Haidar dan pose berbagai gaya, sedangkan Haidar hanya satu pose yaitu tersenyum itu saja. Tetapi tak apalah, jarang-jarang Haidar mau berfoto kan? Kalian tau kan cowo cool seperti apa.


“Kirimin ke aku ya.” seru Alina saat sudah membalikkan ponsel Haidar.


Haidar melepaskan pelukan itu lalu mengirimkan hasil potretan tadi ke ponsel Alina, ia juga langsung memposting satu Poto dengan caption ❤️


Alina yang masih melihat-lihat hasil fotonya tadi, tidak sadar kalau Haidar telah mengupdate foto profilnya.


“Alina, itu sunsetnya!” seru Haidar saat melihat sunset sudah mulai terbit.


Alina langsung mengalihkan pandangannya ke arah matahari yang akan terbenam itu dan mata yang berbinar, takjub.


“Indahya, kaya kamu!” seru Haidar dengan nada berisik.


Alina hanya mengangguk tanpa menjawab.


“kayaknya seru deh kalau kita nikah di pantai kaya gini, nanti.” seru Haidar lagi dan kali ini membuat Alina terusik lalu menatap Haidar.


“Aku mau!” hanya jawaban itu yang Alina keluarkan. Entah maksud nya apa Haidar pun belum paham.

__ADS_1


Kira-kira Alina mau apa yaaaaa??


__ADS_2