
Setelah hampir memakan waktu setengah jam akhirnya pintu kamar itu bisa terbuka. Apa yang di takdir kan semuanya benar-benar terjadi pada Alina. Pantas gadis itu menyautin panggilan dari siapapun.
Kalian tahu apa yang terjadi pada Alina? Di samping tubuh Alina terdapat botol obat yang terisi beberapa butir obat. Tetapi satu hal yang membuat mereka sedih, karena mulut Alina tengah berbusa saat ini. Bisa di pastikan Alina memakan vitamin tersebut melebihi dosis yang di tentukan.
"Astaghfirullah Alina!" Teriak Mira saat melihat kondisi Anka gadis nya yang tidak sadarkan diri dengan mulut yang berbusa.
Haidar yang melihat itu di depan matanya, langsung menahan sesak di dadanya. Sedih dan takut terjadi sesuatu pada kekasih cantiknya itu.
Adero sendiri pun tidak menyangka kalau Alina melakukan hal gila seperti ini. Perkataan Alina kemarin, yang dia bilang 'lo gak akan lihat gue lagi besok' bener-bener dilakukan oleh adiknya itu.
"Haidar tolong angkat Alina dan bawa dia ke mobil, kita harus ke rumah sakit sekarang!" Pinta Mira.
Tanpa menunggu waktu lagi Haidar langsung mengangkat Alina, tetapi di tepis oleh Adero.
"Biar gue aja yang bawa Alina ke mobil, dan rumah sakit!" Seru Adero.
Haidar pun tidak mau kalah, "Gak perlu, lo yang udah bikin Alina kaya gini. Gue gak mau Alina semakin terluka kalau sama lo!" Ketus nya lalu kembali mengangkat Alina dan turun menuju mobil.
Sebelum benar-benar turun, Haidar berterima kasih lebih dulu pada tukang yang membantu membuka pintu itu dan nanti ia akan transfer untuk biaya itu semua.
Reymond yang baru saja keluar dari ruang kerja nya, kaget apa yang di lihat nya saat Haidar masih berada di tangga.
"Ya Allah, Alina anakku!" Serunya langsung menyusul Haidar dan membantunya memasukan Alina ke mobil.
Tak lama Mira datang dan duduk di belakang bersama Alina yang di tidurkan di atas pahanya. Adero yang ingin Ikut pula ke rumah sakit di larang keras oleh Reymond.
"Kamu gak perlu ikut, dan jangan pergi kemanapun, papah mau bicara sama kamu!" Seru Reymond.
Adero hanya bisa terdiam. Perasaan bersalah berasarang dihatinya. Adik yang selalu ia jaga, terluka karena dirinya sendiri. Karena keegoisan dirinya ya g lebih mementingkan kekasih nya.
Haidar segera melanjutkan mobilnya menuju rumah sakit. Khawatir, itu lah yang Haidar dan kedua orang tua Alina rasakan saat ini.
"Nak, bertahan ya sayang, kita akan sampai sebentar lagi di rumah sakit!" Seru Mira yang sudah menangis sejak tadi.
...****************...
...Flashback...
...Semalam setelah mengantarkan Hellena pulang ke rumah. Nanda memutuskan untuk ke kost Gadis, menyelesaikan makalah nya. Nanda memang tidak memberitahu Gadis kalau ia akan ke sana malam ini....
...Sebelum masuk ke dalam kost, yang terbilang bebas itu. Nanda teringat dengan Adero, ia harus membantu Alina untuk membawa bukti kepada Adero. Maka dari itu, Nanda meminta rekaman CCTV yang berada di depan kamar Gadis....
..."Pak, saya mau minta tolong boleh?" Seru Nanda pada security yang bernama Igun....
...Igun mengangguk, "Boleh apa tuh mas?"...
..."Saya butuh rekaman CCTV di depan kamar pacar saya, bisa gak ya saya minta copy-annya?"...
...Igun nampak terdiam sebentar lalu menggeleng, "Waduh mas, kalau masalah itu gak bisa. Karena CCTV bersifat rahasia mas!"...
..."Yah pak, saya lagi curiga sama pacar saya ini!"...
...Igun tetap menggeleng, "Maaf mas gak bisa, itu udah ketentuan dari pemilik kos di sini!"...
...Nanda berpikir sebentar, lalu ia mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan dan di berikan kepada Igun....
__ADS_1
..."Ini untuk bapak, kalau bapak mau bantuin saya!" Seru Nanda sambil menaik turunkan alisnya....
...Igun menelan ludahnya sendiri karena gugup melihat uang banyak itu, yang kebetulan juga ia sedang perlu uang untuk istri nya yang sebentar lagi melahirkan....
..."Mas beneran, kasih saya sebanyak ini?" Tanya igun ragu-ragu....
...Nanda mengangguk cepat, "Iya pak, gimana, boleh?"...
...Igun akhirnya mengangguk lalu bangkit dari duduknya ke ruang CCTV yang terletak tak jauh dari sana. Setelah itu keduanya mengcopy setiap rekaman yang memang Gadis suka membawa laki-laki yang berbeda. Igun tidak kaget dengan hal itu, karena rata-rata yang kost di sini, memang seperti itu....
...Setelah mendapat kan apa yang Nanda mau ia berterimakasih pada Igun lalu pamit untuk segera ke kamar Gadis. Tetapi sebelum itu, ia menghubungi Meilla lebih dulu untuk meminta nomer Adero....
...Setelah mendapat kan nomer Adero, Nanda langsung mengirimkan video itu dan memberitahu semuanya tentang pertemuan Alina dan Gadis waktu itu. Setelah semua beres, Nanda melangkah ke kamar Gadis dan mengetuk pintu sebelum masuk....
...Tak lama pintu tersebut terbuka, dan menampilkan sosok perempuan dengan handuk di atas kepalanya. Terlihat kalau Gadis baru saja selesai mandi....
..."Loh, Nanda, kenapa kamu gak bilang kalau mau ke ai i?" Tanya Gadis gugup, pasalnya sebentar lagi ada orang yang akan datang juga ke kost....
...Maklum cewek bayaran!...
..."Boleh, gue masuk dulu?" Bukannya menjawab, Nanda malah meminta izin untuk masuk ke dalam kamar Gadis....
...Gadis mengangguk lalu menyingkir sedikit agar Nanda bisa masuk ke dalam kamar. Setelah itu Nanda duduk di sofa yang memang ada di dalam sana. Gadis pun duduk di samping Nanda sambil membelai wajah tampan milik Nanda....
..."Kamu kangen ya sama aku?" Seru Gadis dengan suara manja....
...Nanda menepis tangan Gadis dari wajah nya membuat Gadis menyerengitkan dahinya bingung. Tumben sekali Nanda bersikap seperti itu, bahkan tadi Nanda menggunakan lo-gue saat berbicara dengannya....
..."Kamu kenapa?" Tanya Gadis berpura-pura sedih....
...Gadis kaget dengan apa yang di dengar nya tadi, putus?...
...Gadis menggeleng, "Kenapa? Aku berbuat salah sama kamu?"...
..."Stop Gadis, benar apa kata Alina, apa sih yang gue harapin dari cewek club kaya lo. Lo bilang gak akan bermain sama cowok lain lagu selain gue, tapi apa?" Seru Nanda kesal....
...Gadis yang mendengar nama Alina di sebut, langsung mengerutkan kesal dan mengerti semua ini pasti karena hasutan dari Alina sampai Nanda seperti ini....
..."Nanda, dengerin dulu penjelasan aku!" Seru Gadis....
...Nanda menggeleng, "Gak ada yang harus di jelasin Dia, thanks atas service lo selama ini. Gue mau lo jangan pernah ganggu gue lagi, dan kak Adero! Lo gak cocok buat kita!"...
...Gadis tertawa "Gak semudah itu lepas dari gue brengsek! Lo lihat apa yang akan lo lakuin setelah lo memutuskan buat mengakhiri ini semua!" Ancam Gadis....
...Nanda yang di ancam seperti itu, sedikit takut tetapi ia tutupin dengan senyum sinis, "Berani lo sentuh orang terdekat gue, lo yang akan habis detik itu juga sama gue sialan!" Ancam balik Nanda....
...Memang dasar Gadis itu bukan cewek penakut, ia hanya tertawa kencang sambil mengerutkan tak jelas....
..."Pergi lo dari sini, brengsek!" Suruh Gadis....
...Nanda langsung bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu, "Lo inget pesan gue tadi, lont*!" Seru Nanda langsung keluar dari kamar Gadis....
...Setelah kepergian Nanda tadi, membuat Gadis langsung berpikir bagaimana caranya membalas ini semua pada orang ya g telah mengacau hidupnya. Semenjak dengan Nanda dan Adero, Gadis akui kalau dirinya mendapatkan banyak uang dari kedua cowok tampan itu, bukan hanya uang melainkan barang pun ia dapatkan....
..."Gue harus balas ini semua, terutama sama Alina!" Geram Gadis....
__ADS_1
...Flashback off...
...****************...
Di rumah, dengan perasaan khawatir dan takut terjadi hal yang sangat serius pada Alina. Adero bingung harus bagaimana, setelah mendapat kan beberapa video yang di krim Nanda semalam, rasanya ia ingin segera menemui Gadis malam itu juga. Namun sayang, ia sedang di hukum oleh Reymond dan posisi Alina pun tidak tahu keadaannya di dalam kamar.
Adero ingin meminta maaf langsung pada Alina, setelah melihat video dan penjelasan dari Nanda. Adero percaya karena melihat video yang memang bukti kuat.
Seperti Nanda, Adero pun meminta Gadis untuk tidak berkencan dengan cowok lain lagi selain dirinya, tapi sayang di dalam video itu bahkan lebih dari 5 pria masih berkunjung ke kost Gadis, tetapi tidak ada jawaban sama sekali dari cewek itu.
"Gue harus temuin cewek brengsek itu!" Seru Adero lalu mengambil kunci mobilnya di kamar.
Untuk masalah dengan Reymond biarlah nanti Adero pikirkan lagi. Saat ini ia hanya ingin meminta pertanggungjawaban dari Gadis untuk Alina. Karena Gadis, Adero sampai tega menampar Alina dan berakhir Alina di bawa ke rumah sakit.
Di sepanjang perjalanan menuju kost Gadis, hari Adero masih terpaku pada Alina. Masih takut, dan sangat khawatir semoga tidak terjadi apapun sama adiknya itu harapan Adero.
Akhirnya setelah menempuh jarak yang lumayan, Adero telah sampai di kost Gadis dan langsung mengetuk pintu kamarnya. Tak lama Gadis membukakan pintu dengan handuk yang masih berada di kepalanya, biasa habis mandi guys!
"Loh, kamu?" Seru Gadis sedikit gugup.
Entah mengapa aura Adero ini berbeda tidak seperti biasanya saat bertemu Gadis, makannya ia merasa sedikit terkejut Samapi gugup.
Adero langsung masuk ke dalam dan duduk di sofa yang semalam Nanda dudukin. Adero memandang Gadis dengan tajam., Tetapi Gadis berusaha menutupi ketakutannya.
Adero menggeleng, "Ganti baju lo, ikut gue sekarang!" Kencan Adero membuat Adero meringis takut.
Nanda tidak sekejam ini pikir Gadis.
"Kita mau kemana? Gak mau main di sini aja?" Ujar Gadis.
Adero bangkit duduknya, lalu merejang pipi Gadis dengan tangannya, dan membuat Gadis berontak tak suka di perlakukan seperti itu.
"Ikut gue, untuk tanggung jawab sama semua yang lo lakuin sama adik gue!" Tajam Adero.
Gadis menggeleng, "Gu..gue.. ga..gak nge..la..ku..in..apa..pun!" Serunya sambil terbata-bata.
Adero tersenyum miring lalu menarik rambut Gadis ke belakang lumayan kencang, "Tujuan lo ngadu domba gue sama Alina itu apa? Lo tahu gak, adek gue sekarang lagi berjuang di rumah sakit, itu semua karena lo!"
Gadis yang mendengar perkataan Adero, bukannya sedih dan merasa bersalah, ia malah merasa senang karena Alina masuk ke rumah sakit tanpa dirinya repot-repot melukai.
"Saa..sa..kit!" Guman Gadis. Jujur memang sangat sakit kepalanya.
Adero menatap Gadis dengan tajam, wajahnya memerah. "Sekarang lo ikut gue, buat jelasin semuanya sama keluarga gue! Lo bilang, kalau ini semua salah lo!"
Gadis menggeleng.
Adero melepaskan tangannya lalu kembali mencekik Gadis hingga cewek itu terbatuk. "Dasar cewek sialan, bikin hidup gue jadi berantakan aja!" Seru Adero.
Setelah puas Adero melepaskan cekikikan itu, agar Gadis tidak meninggal kalau sampai meninggal semakin rumit masalah.
"Lo lihat kalau sampai adik gue kenapa-napa, Lo akan gue laporin ke polisi!" Ancam Adero lalu pergi dari kost Gadis untuk segera pulang sebelum Reymond Samapi rumah.
Niat Adero tadi memang membawa Gadis untuk ketemu Reymond di rumah sakit. Tetapi ia berpikir lagi, Reymond sedang emosi dan apalagi itu rumah sakit tidak mungkin ia membuat keributan di sana. Biarlah nanti Adero yang mengaku lebih dulu pada Reymond, baru menyeret Gadis untuk bertanggungjawab atas adu domba yang dia berbuat.
...Guys please komentar yang bikin aku semangat dong. Dan mohon maaf kalau aku lama update tapi aku usahain update lebih dari satu bab kok dan di real life pun aku gak punya waktu luang yang banyak. Jadi mohon pengertiannya yaaaaaa.......
__ADS_1
...Guys jangan lupa komen dan kasih ulasan ya, biar aku tambah semangat buat ceritanya!...