
Luka uang paling sakit adalah kamu di lukai oleh seseorang yang kamu pikir tidak akan pernah melukai mu sampai kapan pun.
Mungkin itu yang bikiin Alina sangat kecewa pada Adero. Kakak satu-satunya yang selalu menjaga dan menyayangi nya sejak dulu. Kakak yang selalu membuat dirinya Semangat terus menjalaninya kehidupan tanpa orang tua di dekatnya.
Sekarang keadaan berubah, memang waktu itu terus berjalan dan bumi itu berputar. Tetapi Alina belum bisa percaya kalau kakaknya berubah hanya karena wanita. Untuk apa sih Alina lakukan ini semua, kalau tidak ada alasannya?
Alina pun pasti punya masalah di kehidupan nya, seperti tugas kampus yang sulit atau berbeda paham dengan Haidar. Untuk apa Alina repot-repot mengurusi urusa. Adero dan Nanda, kalau bukan bertujuan baik?
Alina hanya tidak mau Adero dan Nanda terjerumus jauh ke pergaulan yang tidak benar. Gadis bukan perempuan yang cocok untuk mereka itu adalah intinya.
Lalu kenapa perjuangan Alina malah membuat Adero marah sampai tega menampar nya? Sedih, Sakit, Kecewa itu lah yang Alina rasakan. Benar kata Nanda, ia selalu memprioritaskan orang di dekatnya tanpa memikirkan dirinya sendiri lebih dulu.
...****************...
Sejak semalam ia mengunci pintu di kamar nya, sampai saat ini sudah hampir pukul 10 pagi Alina tidak membuka pintu sama sekali. Bahkan tidak terdengar suara apapun dari dalam.
Dari bangun tidur Mira dan Reymond masih terus berusaha memanggil Alina, tetapi masih tetap sama tidak ada jawaban sama sekali. Sampai akhirnya Reymond memutuskan untuk menghubungi Roy, dan meminta tolong untuk Haidar segera datang ke rumahnya. Siapa tahu dengan Haidar, anak perempuan nya itu mau membuka pintu.
Setelah menunggu hampir setengah jam, akhirnya Haidar telah tiba di rumah Alina, Haidar pun sama khawatir dengan kekasihnya itu, karena sejak semalam pula ponsel Alina tidak aktif.
Semalam Haidar ingin kembali ke rumah Alina untuk memastikan kalau semua baik-baik saja. Tetapi Indira melarang, karena takut mengganggu waktu istirahat orang tua Alina, yang memang semalam sudah tidur.
"Kamu langsung ke kamarnya Alina saja, tolongin papah bujuk dia biar keluar kamar, papah khawatir sama Alina!" Seru Reymond yang tidak jadi berangkat ke kantor karena khawatir dengan putri nya.
Haidar mengangguk, "Iya pah, Haidar coba ke atas dulu ya!"
Reymond mengangguk, setelah itu Haidar mulai melangkah ke atas menuju pintu kamar Alina. Tak di sangka, saat itu pula Adero tengah keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah pintu kamar Alina juga.
"Ngapain Lo ada di sini?" Ketua Adero.
Haidar hanya diam tidak menjawab pertanyaan Adero yang menurutnya tidak penting. Lagi pula pasti Adero tahu lah mengapa Haidar ada di rumah ini. Kan dia calon menantu Reymond.
Haidar mencoba mengetuk pintu kamar Alina dengan pelan, "Alina, ini aku Haidar!"
Tidak ada jawaban apapun dari dalam, membuat kekhawatiran Haidar semakin bertambah.
"Alina, buka sayang pintunya, kita kan harus ke kampus!" Ujar Haidar lagi.
"Alina!" Panggil Adero ikut membantu Haidar.
__ADS_1
Sudah hampir 10 menit, berdiri sambil mengetuk dan memanggil Alina tetap saja tidak ada jawaban sama sekali. Akhirnya Reymond memutuskan untuk memanggil tukang bangunan, untuk membobol pintu itu. Tapi sebelum itu ia harus meminta izin terlebih dahulu dengan Reymond.
"Sayang, pasti kamu dengar aku kan? Kamu jangan macam-macam ya, aku akan usahain buka pintu ini, kamu tunggu ya!" Seru Haidar lalu segera turun ke bawah untuk meminta izin pada Reymond.
Setelah mendapatkan izin, Haidar segera menghubungi tukang bangunan yang biasa bekerja di rumahnya. Setelah itu Haidar kembali ke atas dan melanjutkan aksinya sampai tukang itu datang.
"Lo apain adek lo?" Tanya Haidar tajam.
Haidar yakin, Alina begini karena masalahnya dengan Adero. Tidak mungkin Alina melakukan hal konyol seperti ini, kalau tidak ada penyebabnya.
Adero yang di todong pertanyaan seperti itu langsung menatap Haidar tajam, "Maksudnya, Lo nyalahin gue?"
Haidar mengangguk dengan jujur, "Jelas, kalau bukan karena lo, Alina gak mungkin ngelakuin hal kaya gini!"
"Enak aja li asal tuduh gue tanpa bukti!" Elak Adero.
"Lo kakaknya, seharusnya lo tahu Alina, orang yang seperti apa. Selama gue kenal dia, gak pernah dia sampai segitunya kalau marah!" Kesal Haidar karena Adero tidak mengakui kesalahannya.
Adero terdiam sebentar, "Gak usah sok nyalahin gue, ini urusan gue sama Alina!"
"Urusan Alina, urusan gue juga!" Geram Haidar.
Adero terkekeh pelan, "Munafik dasar, di belakang Alina lo ganggu pacar gue kan?"
"Gadis bilang sama gue kalau gak sengaja ketemu lo, terus lo minta nomer dia! Munafik bukan namanya kalau kaya gitu?"
Haidar langsung menggeleng, ketemu Gadis, kapan?
"Cewek sialan, masih aja lo mau sama cewek yang biasanya ngadu domba lo sama Alina adik lo sendiri? Lo yang munafik!" Kesal Haidar yang di tuduh oleh Adero.
Adero terkekeh, "Stop beda dari lo, gue ada buktinya dan gue akan kasih tahu papah tentang ini biar lo gak jadi nikah sama Alina!"
Haidar mengepalkan tangannya menahan emosi yang sudah berada di pucuk kepalanya. Adero yang dulu dia kenal seperti ini. Memang benar, cinta bisa membuat orang berubah. Tetapi tergantung pasangan nya yang bisa berubah menjadi baik atau buruk.
"Lo tahu kan kalau cewek lo itu, lont*! Berharap apa sih, lo dari dia?" Cibir Haidar dan mampu m mbuat emosi Adero timbul.
Tanpa di duga, Adero langsung menghantam wajah Haidar dan membuat sudut bibir Haidar berdarah karena tak siap dengan pukulan itu.
"Brengsek beraninya lo ngatain cewek gue kaya gitu! Sialan!" Geram Adero dan mencoba memukul kembali wajah Haidar, namun sayang saat Haidar telah siap dan akhirnya menghindari dari pukulan itu.
__ADS_1
Reymond dan Mira yang ada di ruang bawah, mendengar suara pukulan itu langsung berlari ke atas. Dan betapa terkejutnya orang tua itu saat melihat Adero dan Haidar tengah baku hantam.
"Adero, Haidar. Cukup!" Teriak Reymond dengan kencang membuat kedua laki-laki itu berhenti.
Mira menggeleng tidak percaya, "Kenapa kalian saling pukul seperti itu? Kalian ada masalah?" Tanya Mira dengan nada sedih.
Sedih karena memikirkan Alina yang tak kunjung keluar, dan sedih melihat anak laki-laki nya dan menantunya bertengkar seperti ini.
"Haidar duluan yang mulai, mah!" Seru Adero membuat Haidar kembali emosi.
Baru kali i i Haidar bertemu seseorang yang benar-benar busuk seperti Adero. Kalau Haidar tidak mengingat dia calon kakak iparnya, sudah habis di tangannya tadi. Untung saja Haidar masih bisa menghargai Reymond dan Mira sebagai calon mertuanya.
"Haidar, apa benar yang di hilang Adero?" Tanya Reymond yang sedikit tidak percaya dengan anak sulungnya itu.
Entah mengapa pula kepercayaan Reymond sedikit berkurang pada Adero, sejak kasusnya kemarin.
Haidar menggeleng, "Penyebab Alina seperti ini, kakaknya sendiri pah. Coba papah tanya dia, Kenapa bisa Alina sampai seperti ini!"
Reymond menatap ap Adero tajam, "Jawab papah dengan jujur, apa yang udah kamu lakuin sama Alina, Adero!" tanya Reymond penuh dengan penekanan di setiap katanya.
Adero menggeleng, masih enggan untuk memberitahu sebenarnya apa yang terjadi antara dirinya dengan Alina.
"Oke kalau kamu enggak mau jujur juga, papah bisa lihat CCTV di rumah ini!" Seru Reymond yang baru terpikir kalau di depan kamar Alina terdapat CCTV.
Adero menelan ludahnya, takut.
"Kalau sampai papah lihat ada sesuatu yang kamu lakukan sama adik kamu sendiri, lihat apa yang akan papah berikan sama kamu!" Kesal Reymond lalu berjalan menuju ruang kerjanya untuk melihat CCTV.
Setelah kepergian Reymond ke ruang kerja, tak lama tukang yang di panggil Haidar telah tiba dengan 2 orang lainnya untuk membantu membuka pintu kamar Alina.
"Maaf mas, pintu yang mana yang mau di buka?" Tanya si tukang bernama Wahyu ketua dari yang lainnya.
Haidar menuju pintu kamar Alina, "Yang ini pak!"
Setelah mendapat jawaban, Wahyu mulai mengeluarkan alat-alatnya dan mulai membongkar pintu kamar Alina.
Wajah Mira dan Haidar terlihat sangat cemas, berbeda dengan Adero yang hanya menampilkan wajah datarnya. Sejujurnya ia pun cemas, namun rasanya lebih takut pada ancaman Reymond tadi.
"Semoga, Alina gak kenapa-napa ya Haidar!" Seru Mira yang berdiri di samping Haidar.
__ADS_1
Haidar mengangguk, "Aku pun berharap seperti itu mah!"
GUYS JANGAN LUPA KOMEN DAN KASIH ULASAN YA, BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT BUAT CERITA NYA!