
Seperti janji Nanda tadi yang akan mengantarkan Hellena pulang ke rumah. Meskipun tadinya Hellena m nolak karena kesal di hilang curut oleh Nanda, tetapi akhirnya mereka pulang bersama juga.
Keduanya yakin pasti saat ini Alina sedang membicarakan nya dengan Haidar sambil tertawa kencang. Memang dasar ya Alina, Teweh banget padahal lagi sakit juga
Selama setengah perjalanan ini, hanya ada kesunyian di antara keduanya. Hellena uang fokus pada ponsel nya dan Nanda yang fokus pada jalanan di depan nya. Sejak tadi Nanda selalu mencuri pandangan ke arah Hellena, namun tak di notice sama sekali oleh Hellena.
“Sibuk amat sama handphone!" Geram Banda yang emlihat Hellena terus memainkan ponselnya.
Hellena yang di tegur oleh Nanda langsung menoleh ke sumber suara, “Kenapa emangnya? Masalah buat Lo?" Serunya.
Nanda menatap Hellena sekilas, “Ngobrol kek apa kek, ini mah sibuk sendiri! Masih untung gue anterin pulang lo!" Kesal Nanda.
Hellena mendengus kesal juga, “Yqng nawarin diri buat nganterin gue, kan lo sendiri? Emangnya gue minta? Kalau gak ikhlas yaudah turunin gue aja!"
Nanda menggeleng, tak habis pikir ternyata Hellena orang yang keras kepala. Nanda tersenyum jahil, ia menepikan mobilnya tetapi tidak berhenti dan hanya berjalan pelan.
“Berhenti kampret, gimana gue mau turun kalau li masih jalan terus!" Gerutu Hellena.
“Yang nyuruh lo buat turun siapa curut?" Tanya Nanda sambil terkekeh karena berhasil membohongi Hellena.
Hellena langsung membuatnya terdengar meringis kecil.
“Selain keras kepala, lo ternyata galak juga ya! Mana tenaga lo kuat banget lagi, ih!" Cibir Nanda lagi-lagi membuat Hellena memukul bahunya.
“Sakit tahu, curut! Lo mah galak banget sih jadi cewek, nanti gak ada yang mau sama lo kalau galak begini!" Desis Nanda membuat Hellena malah menarik telinga cowok itu.
“Dasar kampret!" Gerutu Hellena.
Setelah perdebatan kecil itu, akhirnya keduanya sama-sama menarik napasnya. Nanda kembali fokus pada jalanan, dan Hellena pun hanya diam sambil memandang jalanan.
“Nan, gue boleh nanya gak?" Seru Hellena tiba-tiba tetapi dengan matanya tetap pada jalanan.
Nanda menoleh sekilas ke arah Hellena, “Bayar kalau mau nanya!" Sahut Nanda membuat Hellena lalu memukul lengan Nanda kali ini
“Elah gue serius kampret! Boleh gak?"
Nanda mengangguk, “Boleh curut!" Jawabnyq.
Hellena berdehem kecil lalu kepalanya ia miringkan untuk menatap Nanda dari samping, “Lo punya masalah sama kakak nya Alina ya?" Tanyanya.
Nanda yang di todong pertanyaan seperti itu terdiam, lalu akhirnya mengangguk, “Ada sedikit kesalah pahaman gue sama dia." Jawabnya dengan serius.
“Taoi dari yang gue denger, masalah cewek?" Nanda mengangguk membenarkan pertanyaan itu.
“Karena?" Tanya Hellena lagi.
Nanda menepikan mobilnya dan kali ini benar-benar berhenti, “Karena gue sama kakak nya Alina memiliki pacar yang sama." Jawab Nanda dengan nada pelan.
Hellena yang belum mengertu maksud kalimat itu langsung menggeleng, “Tunggun maksud ny?"
Nanda menghela napasnya, “Iya pacar kak Adero, pacar gue juga!"
“Jadi maksud cewek lo selingkuh?" Tanya Hellena yang sekarang sudah mengerti.
Nanda mengangkut bahunya, “Menurut pengakuan si ceweknya sih katanya mereka udah putih lama, baru jadian sama gue. tapi kak Adero gak reka di putusin, makanya terjadi kesalahpahaman antara gue salam dia!"
__ADS_1
Entah mengapa Nanda malah menceritakan masalah nya dengan Hellena yang baru saja ia temuin lagi, bahkan dulu ia tidak terlalu dekat dengan cewek ini. Selain dari dulu Nanda tahu kalau Hellena galak, dulu Hellena pun sudah memiliki kekasih makanya mereka tidak terlalu dekat.
“Ceqeknya cantik sampai kalian rebutin?" Nanda mengangguk sebagai jawaban nya.
“Cantikan mana sama gue?" Tanya Hellena dengan owrcaya dirinya.
Nanda yang mendengar pertanyaan itu, langsung menatap Hellena cukup dalam dan cukup lama sampai akhirnya kepala Hellena di toyor ke belakang oleh Nanda.
“Selain keras kepala dan galak, ternyata lo juga terlalu percaya diri ya!" Cibir Nanda lagi.
Hellena yang sedang mengusap kepalanya sambil berkata, “Kalau gak percaya diri, kita gak punya temen Nanda!" Serunya.
Padahal saat Nanda tadi menatap Hellena cukup lama, Nanda menyadari kalau Hellena memang lebih cantik dari pada Gadis. Hellena yang memiliki wajah putih dengan hidung mancung di tambah natural make-up yang di pakainya memiliki daya tarik sendiri. Berbeda dengan Gadis, yang memiliki kulit sawo matang dengan make-up yang lumayan tebal membuat cewe itu terlihat dewasa dari pada umurnya.
Tetapi entah mengaap Nanda menyukai Gadis ya? Begitu pun Adero? Apa ada daya tarik yang lain selain itu?
“Hell, habis ini belok ke mana?" Tanya Nanda yang sudah kembali melajukan mobilnya menuju rumah Hellena.
“Ah ya, belok kanan terus lurus aja nanti ada pagar perumahan terus masuk ke dalam gak jauh dari situ ada pagar warna hitam tinggi, itu rumah gue!" Jawab Hellena.
Nanda terkekeh mendengar penjelasan Hellena tadi, “Ah ya tambah satu lagi, Lo juga cerewet!" Cibir Nanda membuat Hellena gemar dan kembali memukul Nanda sambil ikut terkekeh.
Setelah itu keduanya kembali berbincang santai mengenai kuliah masing-masing. Hingga akhirnya mereka telah sampai di depan rumah mewah Hellena. Rumah yang lebih besar dari pada milik keluarga Nanda seperti nya.
“Lo mau mampir dulu?" Tanya Hellena sebelum turun dari mobil.
Nanda menggeleng, “Gue langsung cabut aja deh kayaknya, ada tugas juga." Jawabnya.
Hellena mengangguk, “Oke deh, thanks ya setelah perdebatan tadi akhirnya gue sampai juga di rumah dengan selamat!"
Keduanya sama-sama terkekeh, karena ke rendoman yang sejak tadi mereka lakukan. Cocok kalau kata Alina!
“Kalau gitu gue masuk duluan ya, sekali lagi makasih buat tumpangannya!" Seru Hellena.
Nanda mengangguk, saat Hellena ingin membuka pintu mobil tangannya di cekal oleh pemilik mobil, yaitu Nanda.
Tanpa di duga Nanda menyodorkan ponselnya pada Hellena, “Siapa tahu bisa berdebat lagi nanti!" Seru Nanda membuat Hellena pura-pura tidak mengerti.
“Maksud nya, ponsel lo buat gue?"
Nanda menoyor kepala Hellena karena gemas, “Rumah lo mewah gini, masih mau ngambil milik orang lain? Gila dasar!" Celetuk Nanda.
Hellena menoyor balik kepala Nanda, “Lo gak inget kalau punya pacar eh? Gue gak mau jadi ribut ah sama pacar lo!" Seru Hellena membuat Nanda kaget dengan ujaran itu.
Benar juga ya, eh tapi kan berteman doang mas agak boleh?
“Cuma buat nambah kontak doang, jangan kepedean dulu kenapa sih elah!" Gemas Nanda sambil menarik rambut belakang Hellena dengan pelan.
Kayaknya mereka lebih suka main fisik dan ya! Cocok kalau kata Alina!
“Yakin nih gak akan jadi masalah nantinya?" Seru Hellena memastikan.
Nanda menggeleng, “Atau yang akan jadi masalah sama lo nya! Lo takut ketahuan sama pacar li?" Tuduh Nanda.
Hellena langsung menggeleng cepat, “Fak punya cowok gue!" Tegas nya lalu mengambil ponsel Nanda dan mengetikan nomer ponselnya di sana.
__ADS_1
Setelah itu akhirnya Hellena keluar dari mobil Nanda dan menunggu pemilik mobil itu pergi sebelum akhirnya Hellena masuk ke dalam rumah. Hellena masuk ke dalam rumah dengan senyuman yang tidak pudar sama sekali. Perasaan aneh itu muncul saat mendengar pernyataan Nanda tentang kepemilikan pasangan!
“Apa itu kode ya namanya?" Seru Hellena pada dirinya sendiri.
...****************...
Sedangkan di tempat lain, di rumah sakit yang sama Meilla dan Elsa sedang melakukan USG di temanin para suaminya masing-masing. Usia kehamilan keduanya ternyata sama, yaitu 4 Minggu.
Saat USG tadi, belum kelihatan jelas karena masih belum terbentuk apalagi jenis kelaminnya belum terlihat sama sekali. Setelah melakukan pengecekan dengan dokter kandungan, dan menyatakan kalau semuanya baik-baik saja, mereka pulang bersama.
Tetapi tidak langsung pulang, mereka ingin berkunjung ke rumah Alina karena tadi mereka tidak sempat ikut menjemput Alina untuk pulang dari rumah sakit.
Enak ya punya sahabat yang seperti ini. Selalu ada dalam kondisi apapun.
Siapa nih yang punya sahabat mvam mereka?
Setelah menghabiskan waktu sekitar 40 menit, akhirnya mereka telah sampa di kediaman Alina dan ternyata masih ada Haidar di sana karena terlihat mobilnya masih terparkir rapi di halaman rumah Alina.
Mereka di persilahkan masuk oleh Eni, dan langsung di suruh ke ruang keluarga karena semuanya tengah berkumpul di sana.
“Assalamu'alaimum;" seru Lio membuat semua yang ada di ruang keluarga menoleh.
Semua menjawab salam dari Lio tersebut, dan Reymond mempersiapkan teman-teman Alina untuk duduk.
“Kalian ngapain?" Tanya Alina karena mereka tidak mengabari untuk ke sini.
“Loh kok di tanya sih dek? Ya pasti jenguk kamu!" Sahut Reymond.
Mereka mengangguk serentak, membenarkan apa yang Reymond katakan tadi.
“Alina emang kaya gitu om, suka gak bersyukur punya teman sebaik kita!" Seru Lio.
Reymond terkekeh mendengar nya lalu bangkit dari duduknya, “Lanjutin deh acara anak mudanya, om tinggal ya." Seru Reymond lalu pergi ke kamar untuk melakukan meeting virtual.
Setelah kepergian Reymond, mereka mulai berbincang ringan. Meilla dan Elsa memberitahu Alina hasil USG tadi, sambil mem erikan foto yang masih hitam putih itu pada Alina.
“Beluk kelihatan ya?" Seru Alina dan di anggukin Meilla dan Elsa.
“Next gue ikut kalau USG, boleh kan? Seru Alina lagi dan di anggukin lagi oleh Meilla dan Elsa.
“Ah ya guys, gue ada berita bagus nih!" Seru Alina dengan semangat.
Semua langsung pasang telinga tapi tidak dengan Haidar,, karena cowok itu sudah tahu Alina akan menyampaikan berita ala pada Sahabat nya yang lain.
“Hellwna dan Nanda lagi pdkt guys! Tadi mereka pulang bareng anjir dari rumah gue!" Seru Alina membuat yang lain keget.
Haidar menggeleng, “Bukan lagi, tapi di paksa Alian!" Koreksi Haidar.
“Lo berdua serius?" Tanya Elsa dan di anggukin Alina dengan semangat.
“Guys, gimana kalau kita bikin rencana biar mereka semakin dekat? Biar si Nanda putus sama si Gadis itu!" Usul Alina.
Semua mengangguk serentak, laku akhirnya menyusun rencana apa yang akan di gunakan untuk membuat nanada dan Hellena semakin dekat.
Yang lain setuju, agar Nanda bisa terlepas dari Gadis yang terlihat memang tidak baik untuk Nanda dan Adero. Mereka berharap, setelah Nanda terlepas Adero pun terlepas dari Gadis!
__ADS_1
Guys jangan lupa komen dan kasih usapan ya, biar aku tambah semangat buat cerita nya!