Mengejar Cinta Pria Dingin

Mengejar Cinta Pria Dingin
Kabar bahagia..


__ADS_3

Pagi hari yang seharusnya membuat siapa saja semangat, tetapi tidak berlaku dengan Alina. Pagi ini Alina merasa malu untuk bertemu Nanda nanti. Alina sudah bercerita semuanya pada Haidar tentang ini.


Keputusan Haidar adalah membebaskan Nanda menggunakan pengacara keluarga nya. Meskipun Nanda terbukti tidak bersalah, tetapi harus ada orang yang menjamin kalau Nanda tidak melakukan itu lagi.


Semuanya sudah berkumpul di depan kantor polisi di mana Nanda di tahan sejak 2 malam. Alina Manarik napasnya sebelum nanti ia menceritakan semuanya pada yang lain, kalau hal ini di sebabkan oleh Gadis. Alina merasa Gadis membawa pengaruh buruk untuk kakaknya dan juga sahabat nya.


Setelah menunggu pengacara berbicara dengan polisi, akhirnya Nanda telah dinyatakan bebas dan di bolehkan pulang oleh polisi.


“Makasih banyak om, Haidar sudah transfer ya om, silahkan cek!” seru Haidar.


Pardi sebagai pengacara keluarga Roy sejak dulu mengangguk sambil mengucapkan terima kasih pada Haidar, lalu pergi meninggalkan para anak muda.


“Kita bicarain ini di rumah gue aja!” seru Edo membuat yang lain mengangguk.


Semuanya menaiki mobil masing-masing dan bergegas ke rumah Edo, untuk membahas soal ini. Ingin mengetahui juga bagaimana kronologi yang sebenarnya dari Nanda langsung.


Sesampainya di sana, Edo langsung memesan berbagi macam makanan untuk menjadi teman berbincang mereka di rumahnya. Hal itu lalu di sambut gembira oleh Lio yang memang selalu membuat suasana menjadi cair.


Sambil menunggu makanan datang, semuanya menatap Nanda yang sedang tertunduk lesu. Nanda merasa bersalah kepada teman-teman nya masalah ini.


“Sorry guys, tapi beneran gue gak pakai barang kaya gitu!” seru Nanda memulai pembicaraan sebelum ada yang bertanya.


Yang lain mengangguk, tahu dengan fakta itu karena mereka pun yakin Nanda tidak akan separah itu.


“Gimana sih kejadian nya sampai ada polisi segala?” tanya Edo.


Nanda menarik napasnya, “Gye gak tahu pasti, waktu itu gue lagi mabuk kayaknya udah berat deh sampai gue gak sadar kalau ada orang yang naruh barang itu di saku Cena gue!” jelas Nanda.


Alina terdiam cukup lama, Samapi akhirnya ia menarik napas panjang lalu di hembuskan kembali. Haidar yang tahu Alina akan mulai berbicara, langsung menggenggam tangan kekasihnya itu agar tetap tenang.


“Guys, sebenarnya kejadian ini ada sangkut pautnya sama kakak gue!” seru Alina membuat yang lain kaget kecuali Haidar.


“Kak Adero?” tanya Lio.


Alina mengangguk, “Kak Adero nyuruh orang buat ngejebak lo Nan, Lo tahu karena apa?”

__ADS_1


Nanda hanya diam tidak menjawab, dia menunggu kelanjutan apa yang akan di katakan oleh Alina.


“Karena Gadis, kak Adero marah sama lo, karena menurut dia lo udah ambil Gadis dari nya. Semenjak ketemu lo, Gadis langsung memutuskan hubungannya sama kakak gue dan milih lo!” sambung Alina membuat emosi Nanda naik.


“Gue harus bales ini semua sama kakak lo!” desis Nanda.


Haidar menahan Nanda yang akan bangkit dari duduknya dan pergi dari rumah Edo, “Tunggu dulu, Lo mau kemana?”


“Mau ketemu Adero lah, gue mau pukulin dia sampai babak belur! Lo pada gak lihat muka gue lebapm kaya gini, karena di gebukin polisi! Gue gak terima sama perbuatan laki-laki brengsek itu!” sahut Nanda.


Alina menggeleng, “Gak gitu cara nyelesaiin nya Nan, gue tahu kakak gue salah tapi ini semua kan karena cewek, kalau Gadis bukan cewek yang baik, tapi apa lo gak denger omongan gue!”


“Gue pun baru tahu kalau kakak gue punya hubungan sama Gadis, dan kemarin gue udah peringatan dia buat jauhin Gadis juga. Please deh kali ini dengerin apa kata gue, gue tahu persis gimana Gadis, Nan!” sambung Alina.


Nanda masih tetap tidak terima dengan apa yang Adero lakukan padanya, mengapa Adero tak langsung berhadapan dengannya, mengapa Adero menggunakan cara kampungan seperti itu.


“Lin, lo cinta sama Haidar? Dan lo rela perjuangin Haidar sampai kapan pun?” seru Nanda membuat Alina mengangguk.


“Gye pun sama Lin, gue cinta sama Gadis. Gue akan perjuangin dia atau bikin dia berubah menjadi lebih baik. Jadi tolong jangan terlalu ikut campur dengan urusan gue terlalu jauh, untuk urusan kakak lo, biarin gue bersaing secara sehat sama dia!” seru Nanda membuat yang lain tidak habis pikir apa yang Nanda katakan tadi.


Sudah jelas, kalau Gadis itu bukan perempuan yang baik tapi tetap saja Nanda tidak mendengar kan nasihat Alina. Kita lihat nanti apa lagi yang akan terjadi setelah ini?


Alina hanya bisa diam sambil terus memikirkan bagaimana Adero dan Nanda kedepannya jika terus harus merebutkan Gadis?


Setelah itu mereka memakan makanan yang tadi Edo pesan.seakan melupakan kejadian tadi, semuanya bercanda seperti biasa. Ini lah yang di suka dari pertemanan mereka, walau ada yang salah tetapi tidak sampai di jauhkan.


Susah senang bersama!


Sedang asik bergurau, tiba-tiba suara Lio menghentikan semuanya. Semua mata langsung menuju ke suami dari Elsa itu.


“Guys, gue ada informasi yang hangat nih!” seru Lio.


“Apaan?” ketus Haidar.


Lio mengeluarkan sebuah testpack dari saku celananya lalu di letakan di tengah-tengah mereka. Semuanya langsung melihat ke benda itu dan membaca hasil yang terlihat di sana.

__ADS_1


“Tespack? Garis dua? Artinya?” seru Alina lalu menatap Elsa dengan lekat.


“Hamil!” jawab mereka serempak membuat semuanya sadar kalau Lio sedang membawa kabar bahagia tentang rumah tangga nya.


“Lo seriusan lagi hamil Sa?” tanya Alina.


Elsa mengangguk pelan sambil tersenyum.


“Pantesan tuh anak dari tadi gak pecicilan, kan biasanya dia heboh banget!” seru Nanda membuat yang lain setuju dengan apa yang Nanda bilang tadi.


Elsa dan Lio terkekeh, “Iya lah gue harus jaga calon anak gue dengan baik!” seru Elsa sambil mengelus perutnya sendiri.


Lio pun melakukan hal yang sama, “Iya dong, harus di jaga sampai dia lahir ke dunia!”


Edo mengangguk lalu ikut mengelus perut Meilla, “Berarti usia anak kita nanti gak beda jauh. Semoga aja sepasang biar bisa kir jodohin nanti!” seru Edo membuat tangan Haidar terulur untuk menoyor kepala bapak muda satu itu.


“Anjir si Edo, anaknya belum lahir aja udah mau di jodohin aja!” seru Alina.


“Jangan iri gitu kenapa Lin, minta Haidar bikin juga dong!” seru Lio menggoda Alina.


Haidar langsung menatap Lio dengan tajam karena mendengar perkataan itu yang menurutnya tak pantas.


“Gue harus balik deh kayaknya, ini bokap gue krim pesan soalnya!” seru Alina tiba-tiba karena merasa moodnya turun seketika.


Bukan karena ia iri, tapi karena memang Reymond mengirimnya pesan memintanya untuk segera pulang ke rumah karena ada sesuatu hal yang mau di bicarakan.


“Tuh kan lo sih, Alina jadi ngambek!” seru Edo menyalahkan Lio.


“Eh Lin, bukan gitu maksud gue. Maafin Lin, jangan marah dong!” Lio meminta maaf karena salah bicara tadi


Alina menggeleng lalu tersenyum, “Gue gak marah kok, tapi emang bener bokap gue nyuruh balik. Selamat ya atas kehamilan Elsa, semoga anak kalian sehat selalu. Gue cabut dulu ya?”


Meskipun hilang ia tak apa, tapi dari nada suaranya tidak bisa berbohong. Alina merasa sedih dengan situasi ini. Sebagai perempuan, Kehamilan adalah salah satu yang di tunggung.


“Aku antar ya?” seru Haidar sambil membantu Alina berdiri.

__ADS_1


Alina mengangguk lalu berjalan keluar bersama Haidar dengan saling bergandengan. Haidar pun tahu apa yang di rasa oleh Alina saat ini diam dari pada semakin membuat Alina merasa sedih.


“Kira-kira papah kamu ada apa ya? Tanya Haidar dan Alina hanya mengangkat bahu ya tanda tidak tahu


__ADS_2