
Kehidupan itu memang seperti roller coaster kadang kita di atas, kadang kita di bawah bahkan bisa sampai terombang-ambing, jadi tutup mata dan nikmati saja proses hidup ini.
Biar bagaimanapun hidup dan masalah selalu berdampingan, dan pasti setiap makhluk hidup akan memiliki masalah entah kecil atau besar.
Seperti Alina saat ini, kemarin ia merasa semua orang jahat padanya, ia benci dengan posisi dan kondisi seperti kemarin. Tetapi siapa sangka ternyata semua yang di anggap Alina salah. Semua orang di dekatnya sangat menyayangi nya, sangat mencintainya.
Dan sekarang Alina merasa jadi orang paling beruntung di muka bumi ini. Benar kan hidup seperti roller coster kalau seperti ini?
...****************...
Besok adalah hari ulang tahun Alina, jujur Alina memang lupa dengan hari ulang tahunnya karena sibuk memikirkan masalah nya dengan Haidar.
Roy mengajak semuanya untuk berlibur ke villa keluarga mereka untuk merayakan ulang tahun Alina di sana. Bayangkan, betapa bahagianya menjadi Alina.
Sebelum mereka berangkat ke villa, tepat jam 12 malam tadi Alina kembali di kasih kejutan oleh kedua orang tua dan kalanya di rumah. Mereka baru pulang dari hotel sekitar pukul 11 malam, baru ingin beranjak istirahat tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk dan terlihat papah, mamah dan kakaknya berdiri di depan pintu sambil Mira menggenggam kue dan bernyanyi bersama.
Tanpa sadar Alina pun merasakan air mata, tidak menyangka kalau ia akan di berikan kejutan lagi di hari ulang tahunnya. Kejutan yang tadi masih membuat nya bahagia di tambah kejutan baru ini semakin bahagia.
“Happy birthday sayang, semoga sehat selalu ya nak!” ucapan pertama dari Mira sang ibu.
“Makasih banyak mah!” seru Alina lalu mengecup pipi Mira.
“Happy birthday gadis kecil papah, yang sekarang sudah jadi tunangan orang. Hem, rasanya papah belum siap kalau nanti kamu akan menikah. Biar bagaimanapun kamu akan tetap jadi putri kecilnya papah sayang, i love you nak!” ucap Reymond sambil memeluk Alina dan mengecup keningnya.
“Thank you pah, i love you more!” jawab Alina.
Beralih ke Adero, “Happy birthday dek, maaf kalau selama ini gue belum bisa jadi kayak yang terbaik buat lo. Tapi gue ikhlas kok kalau lo ngelangkahin gue, bahagia selalu cantik!” seru Adero sambil memeluk Alina.
“Kakak adalah kakak terbaik sepanjang masa! Makasih banyak kak!” sahut Alina.
Hati Mira dan Reymond menghangat saat melihat kedekatan kedua anaknya. Meskipun jauh dari orang tua sejak dulu, terapi mereka bisa membentuk diri menjadi anak yang baik dan saling menyayangi satu sama lain.
Mereka kembali bernyanyi tiup lilin dan potong kue. Kue pertama Alina berikan kepada Mira, lalu Reymond dan terakhir Adero. Setelah kejutan itu selesai, semuanya kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat.
Baru akan merebahkan diri, pintu kamar Alina kembali di ketuk. Ali a berjalan ke arah pintu, dan alangkah terkejutnya Alina saat melihat Haidar dan para sahabatnya di depan pintu.
“Hapoy birthday Alina!” seru semua secara kompak.
Lagi-lagi Alina terharu dengan ini semua. Lagi-lagi Alina di beri kejutan yang tidak terduga olehnya.
__ADS_1
Lio menyalakan lilin yang ada di atas kue, “Tiup lilin Lin, jangan lupa make wish dulu!” seru Lio.
Alina melakukan apa yang Lio suruh tadi dan Alina berdoa dalam hati untuk semua keluarga dan para sahabatnya juga.
Setelah itu mereka satu persatu memberikan ucapan pada Alina, dan terakhir Haidar yang memberikan ucapan itu untuk sang tunangan nya.
“Hapoy birthday sayang, terima kasih karena pada akhirnya kamu mau terima aku. Bahagia terus sama aku ya.” seru Haidar.
Alina mengangguk lalu tersenyum, “Sama-sama Haidar. Makasih juga buat kalian yang sudah repot-repot kaya gini.” seru Alina.
Alina mengajak para sahabatnya untuk duduk di meja makan dan memakan kue bersama-sama. Tanpa sadar sekarang sudah pukul 3 pagi dan mereka harus segera pulang karena nanti pagi mereka akan pergi berlibur.
“Gimana kali Meilla dan Elsa nginep aja di rumah Alina? Gue gak enak soalnya mulangin Elsa jam segini. Nanti di kira abis ngapain lagi!” usul Lio.
Alina mengangguk setuju, “Benar tuh kata Lio, lo berdua tidur di sini aja.” seru Alina.
“Tapi gue belum packing buat pergi nanti!” ujar Meilla.
Elsa mengangguk, “Iya gue juga,” timpal Elsa.
“Tenang, pake barang gue aja sih kaya gak pernah aja begini ih!” seru Alina dan membuat Meilla serta Elsa menyengir tak berdosa.
“Oke lah!” seru Meilla dan Elsa bersamaan.
...****************...
Pagi hari telah tiba, karena kelelahan Alina, Meilla dan Elsa hampir saja kesiangan kalau Mira tidak membangunkan mereka. Ketiganya segera membereskan barang yang akan di bawa saat liburan ini.
Setelah rapi, ketiganya segera turun ke bawah untuk ikut sarapan bersama dengan kedua orang tua dan kakaknya Alina.
Tak lama Haidar dan yang lain nya datang ke rumah Alina, bersama dengan kedua orang tuanya juga. Untung saja Eni dan Mira membuat sarapan cukup banyak, jadi cukup untuk semuanya ikut sarapan di sini. Lebih tepatnya para cowok saja sih, kedua orang tua Haidar tidak ikut sarapan karena sudah sarapan di rumah.
“Ngopi gak bro?” tanya Reymond pada Roy.
Roy mengangguk, “Boleh deh, kopi susu ya!” sahut Roy.
Reymond memanggil Eni untuk segera membuat kan kopi untuk Roy. Sebelum berangkat mereka berbincang-bincang. Orang tua dengan orang tua, anak muda dengan anak muda. Jadi ada dua kubu di sini hehehe.
Setelah semua selesai, mereka bergegas untuk berangkat ke villa keluarga Haidar. Hari ini ada dua mobil yang berangkat, seperti tadi orang tua dengan orang tua dan anak muda dengan anak muda. Mereka ingin menikmati waktu bersama di dalam mobil, pasti sangat seru.
__ADS_1
Di sepanjang perjalanan, di mobil anak muda sangat berbisik karena ada konser dadakan di dalam mobil semua ikut bernyanyi kecuali Haidar yang fokus menyetir.
Tolong katakan pada dirinya
Lagu ini ku tuliskan untuknya
Namanya selalu ku sebut dalam doa
Sampai aku mampu ucap maukah denganku
Lagu Budi Doremi berjudul tolong yang saat ini sedang mereka nyanyikan. Bernyanyi bersama membuat hati siapapun menjadi gembira. Tidak ingin melewatkan moment ini dengan para sahabat.
“Kaya aku ya sayang, sampai aku ucap maukah kamu bertunangan dengan aku?” seru Haidar pelan kepada Alina yang kebetulan duduk di sampingnya.
Alina menoleh ke arah Haidar dan mengelus pipi Haidar dengan lembut. “Iya dong sayang, betapa bahagianya aku saat itu dan saat ini.” ujar Alina sambil tersenyum.
Haidar pun ikut tersenyum ke arah Alina, untuk saja saat ini sedang lampu merah ada waktu beberapa detik untuk Haidar mencuri kecupan di kening Alina yang kebetulan temannya yang lain pun sedang sibuk masing-masing.
“I love you, Alina!” ujar Haidar.
“I love you more, Haidar!” sahut Alina.
Sedang asik lihat-lihat dengan Alina, Haidar di kejutkan dengan tepukan di bahu dan suara klakson dari belakang mobilnya. Ternyata lampu lalu lintas sudah berubah menjadi hijau artinya sudah boleh jalan.
“Haidar, itu udah hijau buruan jalan!” seru Edo sambil menepuk bahu Haidar.
“Tahu, kentang mentang lagi bahagia Samapi lupa kalau dia lagi nyetir kali!” timpal Nanda.
“Nanti aja lanjut di kamar villa, Dar!” sahut Lio membuat Elsa langsung menoyor kepala kekasihnya itu.
“Otak lo mesum banget anjir, serem gue!” kesal Elsa.
“Tau lo, lagian mana bisa kan ada orang tua mereka. Kasihan dengan liburan tapi gak bebas!” timpal Nanda.
Meilla menoyor kepala Nanda, “Otak lo juga sama kaya Lio, mesum mulu anjir. Pantesan aja lo gak dapet-dapet cewek!” gerutu Meilla.
Semua tertawa mendengar keluhan dari Meilla itu. Memang dasar ya anak muda jaman sekarang. Pikirannya seram semua!
“Nanti kita di villa mau ngapain dulu, sayang?” tanya Haidar dengan nada manja membuat Alina reflek memukul paha Haidar sedikit keras.
__ADS_1
“Anjir Haidar juga otaknya mesum guys!” teriak Alina membuat yang lain menoleh ke arah Haidar lalu tertawa.
Semua gembira hari ini, tetapi yang sangat gembira adalah Alina. Betapa beruntungnya dia di kelilingi oleh orang yang cinta dan sayang padanya sampai seperti ini. Alina berharap pertemanan mereka tidak akan pernah putus sampai kapanpun.