Mengejar Cinta Pria Dingin

Mengejar Cinta Pria Dingin
bocor


__ADS_3

Kata kata Meilla terus saja berputar di kepalanya bagai kaset rusak. Terpaku satu kata yang membuat hatinya sakit. Kemarin Alina meminta penjelasan pada Meilla, namun sayangnya Meilla hanya diam tidak menjelaskan apapun lagi.


Curiga, tentu tapi balik lagi, dirinya siapa? Dan Alina percaya dengan Meilla bahwa sahabatnya tidak akan berkhianat di belakang nya.


****


Alina melangkah menuju kelasnya dengan wajah yang sedikit murung tidak ada senyum ceria di wajahnya pagi ini.


"Hffft, gak mood banget gue hari ini!" Keluh Alina saat mendaratkan bokongnya di kursi.


Tak lama Meilla dan Elsa datang dan langsung duduk masing-masing. Alina yang sedang tidak mood langsung menidurkan kepalanya di meja.


"Alina,Lo kenapa, sakit? Tanya Elsa sambil mengecek suhu tubuh Alina.


Alina hanya menggeleng lalu memejamkan matanya . Meilla melihat kondisi Alina merasa bersalah. Meilla tau, Alina begini karna ucapan nya kemarin.


Bukan bermaksud mau menyakitkan Alina, tapi memang itu menyakitkan. kemarin Haidar sudah bicara kasar pada Alina lalu besok apalagi kalo terus membiarkannya seorang Haidar yang tidak pernah bisa menghargai seseorang.


"Lin, Lo marah sama gue?" Tanya meilla.


Alina hanya menggeleng.


"Terus Lo kenapa begini?" Tanya Meilla.


"Gue cuma lagi gak mood aja sekolah." Jawab Alina.


"Kenapa lo gak izin l, dari pada Lo kata mayat hidup kaya gini." Ujar Elsa sambil memakan sandwich buatannya.


Alina menggeleng, "kalo gak ada ulangan juga mungkin gue gak masuk hari ini." Jawab Alina sambil mengambil sandwich buatan Elsa itu.


"Oh iya ya ada ulangan gari ini, mampus semalam gak belajar!" Ujar Elsa sambil menepuk jidatnya.


Meilla menoyor kepala Elsa yang sedang drama. "Gak usah belaga deh, tiap ulangan juga Lo kan gak pernah belajar, isi ulangan lo kan copy-an dari Alina."desis Meilla dan Elsa hanya menyengir.


Tiba-tiba Lio datang ke meja mereka bertiga sambil senyumt tidak jelas.


"Lo kenapa? Kesambet?" tanya Meilla


"Burung kutilang makan pepaya!" Teriak Lio untuk berpantun.


"Cakep!" Entah dari mana suara itu.


"Kamu gang cantik, siapa yang punya?" Lanjut Lio menyelesaikan pantunnya sambil menunjuk ke arah Elsa.


"Cieeeeeee!" Sorak dari murid yang lainnya.

__ADS_1


Sedangkan Elsa langsung melempar Lio dengan buku yang ada di mejanya.


"Jijik banget anjir! Pergi Sono hush!" Usir Elsa dengan muka memerah.


Meilla tertawa kencang, sedangkan Alina Alina hanya menggeleng lalu tersenyum.


"Alina, ada yang nyariin tuh di depan!" Beritahu Lio karena memang ini tujuan awalnya.


"Di cariin siapa?" Tanya Alina.


"Aid!" Jawab Lio sambil tersenyum lebar.


"Aid? Anak baru?" Tanya polos


Meilla yang tau maksud Lio pun langsung diam, buat apa Haidar nyariin Alina setelah apa yang dia lakuin kemarin, mau minta maaf? Alah paling juga dia ulangi lagi batin Meilla.


"Ih Lo kenapa alin, kok jadi oon, aid itu kan artinya Haidar. Jadi artinya Haidar yang nyariin lo! Ah jadi kesel gue!" Ujar Lio sambil membanting buku yang dibanting Elsa tadi.


"Mau ngapain dia?" Tanya Alina entah pada siapa.


"Katanya sih mau ngajak ngedate, tapi tau deh bener apa ngga, Lo coba aja tanya langsung ke orangnya!" Jawab Lio lalu pergi.


"Kayaknya Lio suka deh sama Lo sa!" Goda Alina dan dia nggukin oleh Meilla.


"Udah deh jangan mulai Lo berdua! Sono keluar, mumpung dia yang nyariin lo tu!" Usir Elsa pada Alina.


"Ada apa Haidar?" Tanya Alina saat sudah ada di hadapan Haidar.


Edo, Nanda dan Lio memilih untuk menjauh dari mereka berdua.


"Hm, gak." Jawab Haidar singkat.


"Lah, tadi kata Lio Lo nyariin gue, katanya juga Lo mau ngajak gue ngedate, emang bener?" Tanya Alina to the point.


Haidar menggeleng, "gak!" Jawabannya cepat.


"Sialan si Lio!" Gerutu Alina dalam hati.


"Terus ngapain lo kesini?" Tanya Alina dengan sabar.


"Gak!" Jawab Haidar.


"Gak, gak terus. Ya udah gue masuk ya gak ada yang mau di omongin kan?" Pamit Alina dan memastikan sekali lagi.


"Iya ngedate!" Jawab Haidar dan membuat Alina menatap Haidar.

__ADS_1


"Ap.. apaa? Bisa ulang sekali lagi dar?" Tanya Alina untuk memastikan.


"Gak!" Jawab Haidar.


Alina menghela nafasnya, "gak apa, gak jadi ngedate?" Lirih Alina.


"Jadi!"


"Lo serius? Gue gak salah denger kan?"


Haidar hanya menggeleng.


"Oke gue terima ajakan Lo, nanti malem jemput gue ya di rumah!" Ujar Alina senang.


Malah yang tadi senyumannya hilang sekarang sudah kembali lagi.


Haidar mengangguk.


"Ya udah deh gue masuk dulu ya, jangan lupa loh nanti malem!" Pamit Alina lalu balik badan untuk masuk ke dalam kelasnya.


Tetapi saat membalikkan badannya, tiba-tiba sebuah jaket melingkar di pinggang nya dan ikat perut. Alina langsung membalikan badannya ingin melihat siapa yang melakukan itu dan Yap Haidar melakukan itu semua. Bukan karn iseng tetapi karena ada darah di rok Alina.


Astaga Alina, datang bulan.


Belum hilang serangan bahagia tadi, sekarang di tambah lebih bahagia lagi karena posisinya sangat dekat bahkan kalau memeluk bulan saat ini.


"Berdarah " ujar Haidar membuyarkan lamunan Alina yang seolah-olah sedang bersandar di dada Haidar.


Wajah Alina berubah menjadi merah, antara malu dan panik. Dengan cepat Alina masuk ke dalam kelasnya untuk saat ini. Malu pokoknya malu.


"Weh gila, sweet banget sih langsung dikasih jaket!" Goda Lio karena mereka menyaksikan setiap pergerakan dari kedua insan yang aneh itu.


"Nolak, nolak sekalinya gak nolak langsung ngasih jaket bro. Padahal udaranya lagi panas gini!" Sahut Nanda menimpali godaan dari Lio.


"Berdarah!" Hanya itu yang keluar dari mulut Haidar dan membuat ketiga cowok terdiam alias kaget.


Sedangkan di dalam kelas yang tadinya Alina ingin melompat-lompat sekarang malah ingin menangis. Menangis karena malu.


"Ah gue malu anjirr, malu! Baru aja di ajak nge date udah bikin malu kaya gini!" Gerutu Alina yang tengah berdiri di samping mejanya.


"Terus Lo gak jadi ngedate nya?karena malu ketemu Haidar nanti?" Tanya Elsa.


"Yah enggak dong, itu mah tetep jadi." Sahut Alina cepat.


"Udah deh mending Lo ke kamar mandi sekarang terus beli rok di koperasi buat ganti rok yang banyak darah!" Ujar meilla dan di anggukin oleh Alina.

__ADS_1


"Tapi nanti dulu, tunggu gaidar pergi dari situ, gue malu keluarnya."


"Emang Lo punya malu selama ini?" Sahut Meilla dan Elsa bersamaan.


__ADS_2