Mengejar Cinta Pria Dingin

Mengejar Cinta Pria Dingin
Keputusan Akhir


__ADS_3

Suasana yang tadinya tegang, saat ini berubah menjadi cair karena akhirnya Fandi merestui dan mengizinkan Meilla dan Edo untuk bersatu. Semua bahagia, apalagi Alina karena kekasihnya tidak jadi di suruh tanggung jawab oleh Fandi.


Setelah semua selesai di rumah Meilla, sekarang saatnya mereka pergi ke rumah Edo untuk meminta izin tentang hal ini, agar Edo tidak jadi di pindahkan ke Jepang.


Jantung Meilla dan Edo kembali berdetak kencang, takut apa yang akan terjadi nanti di rumah Edo malah merubah pikiran Fandi karena Yanuar tetap tidak setuju dengan ini.


Mungkin saat ini hanya dia yang bisa mereka lakukan demi kebaikan kedepannya nanti. Edo sempat berpikir, kalau memang Yanuar tidak setuju dengan ini semua, Edo akan tetap menikah dengan Meilla tanpa Yanuar dan Retno yang menjadi saksi nikahnya nanti.


Atau kalau pergi, Edo akan mengajak Meilla pergi dari kota ini dan memulai kehidupan baru berdua di kota lain. Kawin lari kali ya namanya?


Setelah melewati beberapa menit menuju rumah Edo, akhirnya mereka semua telah sampai di depan rumah ini. Semua bersamaan turun dari mobil, tetapi Edo dan Meilla yang lebih dulu berjalan.


Edo membuka pintu utamanya, dan terlibat lah Yanuar sedang duduk di ruang keluarga dengan laptop di pangkuannya. Yanuar yang menyadari kedatangan seseorang langsung menoleh. Alangkah terkejutnya Yanuar saat melihat siapa yang ada di samping Edo saat ini.


Yanuar langsung bangkit dari duduknya, dan menunggu Edo semakin dekat dengan posisinya. Edo mengambil tangan Yanuar untuk di kecupnya, dan Yanuar membiarkan itu. Tetapi saat Meilla ingin melakukan hal itu, tangan Meilla langsung di tepis begitu saja sama Yanuar membuat Edo reflek langsung merangkul Meilla.


“Ngapain kamu bawa dia ke rumah ini? Dia itu anak musuh papah, dan papah gak suka lihat muka dia!” seru Yanuar keras.


“Pah-!” seru Edo tetapi terpotong dengan ucapan Yanuar lagi.


“Kamu sama teman kamu itu sekongkol ya? Tadi bilangnya cuma nongkrong di cafe tanpa ketemu dia, kenapa sekarang pulang malah bawa cewek ini? Kurang ajar kamu!” tanpa di duga Edo malah di tampar oleh Yanuar membuat Meilla meringis lalu menggengam tangan Edo sangat erat.


Takut, itu lah yang Meilla rasakan saat ini di hadapan Yanuar, apakah ini yang di rasa Edo tadi saat menghadap ke Fandi?


“Pergi kamu, ngapain kamu datang ke rumah saya? Mulai besok, kamu gak akan bisa ketemu Edo lagi, karena dia akan saya pindahkan! Ngerti kamu?” maki Meilla.


Fandi yang sejak tadi berdiri di belakang tembok dan mendengar jelas bagaimana Yanuar memaki anak gadisnya itu, membuat emosinya kembali menaik dan langsung keluar dari tempat persembunyiannya.


“Kurang ajar kamu Yanuar, bisa-bisanya kamu maki-maki anak perempuan seperti itu! Saya sebagai orang tua nya tidak terima dengan perlakuan kamu tadi!” seru Fandi kesal dan langsung di tanganin oleh Riani dan Haidar dengan cara mengelus lengan dan punggung.

__ADS_1


Retno yang sejak tadi ada di dapur langsung ke ruang keluarga karena mendengar suara keributan dari sana. Betapa terkejutnya, saat di rumahnya sudah ramai dan terlihat pula Fandi dan Riani di sana. Untuk apa, pikir Retno.


Yanuar pun kaget dengan kedatangan Fandi di rumahnya, sejak permusuhan nya Fandi tidak pernah lagi datang ke rumahnya begitu pun sebaliknya. Padahal dulu mereka sering menghabiskan waktu bersama hanya untuk bermain catur atau badminton.


“Fandi? Ngapain juga lo ada di sini? Hah?” seru Yanuar dengan nada tinggi.


Fandi menarik napasnya, seakan mengatur emosinya, biar bagaimanapun tujuan ia ke sini untuk berdamai dengan Yanuar demi anak-anak mereka dan cucu mereka. Iya kan?


“Lo bisa gak diem dulu, biar anak lo jelasin semuanya! Udah tua, makin tua lo marah terus!” cibir Fandi membuat Yanuar semakin emosi dan ingin sekali menghantam wajah tengil sahabat lamanya.


Edo menghadap ke Yanuar dan melirik sekilas ke Retno, tangannya masih terus bergandengan dengan Meilla.


“Pah, sebenarnya Edo ingin meminta izin untuk segera menikahi Meilla. Om Fandi pun sudah setuju dengan ini!” seru Edo.


“Maaf karena Edo melakukan kesalahan yang seharusnya hal itu enggak pernah terjadi. Maaf kalau Edo membuat malu papah dan mamah karena masalah ini!” lanjut Edo.


Yanuar dan Retno tidak paham dengan ucapan Edo tadi, membuat kedua orang tua Edo itu diam tidak memberikan jawaban apapun tetapi matanya menatap semua yang ada di sana satu persatu.


Yanuar yang sekarang mengerti dengan masalah ini, tanpa di duga kembali menampar wajah Edo dengan keras hingga sudut bibir Edo mengeluarkan sedikit darah. Meilla pun kembali tidak bisa menahan tangisnya, ia tak suka melihat Edo di aniaya seperti ini. Ini bukan hanya kesalahan Edo, tetapi kesalahannya juga, mengapa Edo yang menanggung ini semua sendiri!


“Stop om, jangan sakiti Edo!” teriak Meilla membela Edo.


Yanuar yang di teriakin oleh Meilla seperti itu langsung menatap Meilla tajam, “Berani kamu teriak kepada saya seperti itu, dia anak saya, saya berhak melakukan apapun padanya!”


Meilla menggeleng lalu menghalangi tubuh Edo dengan tubuhnya, “Disini yang salah bukan cuma Edo, tapi saya juga. Om bisa pukul saya juga, kalau om mau!” seru Meilla sambil terisak


Fandi menggeleng, tidak percaya perjuangan Meilla sampai seperti itu, “Sudahlah Yan, untuk apa sih kita ribut-ribut begini terus. Lo gak kasihan sama Edo yang cinta sama anak gue? Biarin lah mereka bersatu, buat ngurusin cucu lo yang ada di dalam perut Meilla!”


Yanuar malah berdecih, “Cucu? Ogah gue besanan sama Lo! Gue gak bisa nikahin mereka, karena-”

__ADS_1


Ucapan Yanuar terpotong karena Fandi kembali tersulut emosi, “Yaudah kalau Lo gak kasih izin mereka menikah, gue akan ngelaporin anak lo ke polisi karena kasus pelecehan, Lo siap liat anak li di penjara?”


Yanuar maju selangkah dan berhadapan langsung dengan Fandi, “Makanya kalau orang ngomong itu jangan suka di potong, dengerin dulu omongan gue sampai habis!” kesal Yanuar sambil mendorong bahu Fandi lumayan keras.


Haidar sudah berjaga-jaga dari samping, takut Yanuar langsung menyerang Fandi tanpa aba-aba.


“Gue gak bisa nikahin mereka, karena gue bukan penghulu. Besok kita panggil penghulu untuk menikahi mereka dengan sah!” seru Yanuar membuat semua yang ada di sana langsung diam seakan kaget dengan ucapan Yanuar tadi.


Sampai akhirnya, Fandi yang lebih dulu membuka suara, “Lo serius? Lo restuin mereka?”


Yanuar mengangguk sambil menatap Edo, “Gue pasti akan sangat berdosa kalau misahin mereka, sedangkan ada anak di antara mereka. Gue bangga sama Edo, karena dia mau tanggung jawab sama apa yang dia lakukan.”


“Lo udah gak dendam sama gue?” pertanyaan bodoh macam apa yang di tanyakan Fandi saat ini.


Yanuar menghela napasnya, “Lo aja bisa dengan menurunkan ego datang ke sini, demi anak Lo. Terus kenapa gue gak bisa ngelakuin itu demi anak gue juga?”


“Sudah lah Fan, kita ini sahabat mau sampai kapan kita nyimpen dendam satu sama lain. Umur kita pun sudah tua, seharusnya kita lebih banyak berbuat baik karena umur tidak ada yang tau!” sambung Yanuar membuat siapa saja tersentuh dengan kalimat itu.


Edo langsung menghampiri Yanuar dan bersujud di kakinya, “Makasih banyak pah, karena sudah nge restuin aku sama Meilla. Maaf aku sudah buat keluarga kita malu dengan ini, tapi aku janji setelah ini aku akan selalu buat papah bangga!”


Yanuar menarik Edo agar bangkit, lalu memeluknya erat, “Ingat pesan papah, jangan pernah bikin om Fandi kecewa kedepannya, dia orang yang tegas, bisa kena tebas kepala kamu kalau sampai buat dia kecewa!” seru Yanuar sambil terkekeh.


Meilla pun menghampiri Retno dan bersalaman dengan calon mamah mertuanya itu, begitu pun dengan Riani yang mendekat ke arah Retno dan berpelukan karena doa mereka selama ini terkabul membuat suaminya kembali berteman baik seperti dulu.


“Semoga kamu dan dia sehat sellau ya, nak!” seru Retno sambil mengusap perut Meilla yang masih sangat datar.


Semua yang ada di sana ikut bahagia, karena drama kisah Edo dan Meilla sudah berakhir. Tinggal bagaimana kedepannya mereka mengurus sang buah hati.


Lalu tinggal Alina dan Haidar dong yang masih berstatus tunangan saat ini? Kita doakan semoga, mereka di segera kan juga tanpa menunggu Alina lulus kuliah lebih dulu.

__ADS_1


Kan seru, kalau mereka hamil bertiga samaan, nanti anaknya seumuran seperti para orang tuanya, dan kembali lagi kisah persahabatan mereka nanti.


__ADS_2