Mengejar Cinta Pria Dingin

Mengejar Cinta Pria Dingin
Hari pernikahan


__ADS_3

Hari pernikahan Elsa dan Lio telah tiba. Saat ini semuanya sudah siap dengan pakaian yang di berikan dari kedua mempelai, tetapi tidak termasuk orang tua mereka ya. Semua undangan tanpa terkecuali, tetapi ada pula yang tidak bisa hadir. Seperti orang tua Edo yang memang kebetulan ada di luar negeri sedang ada urusan penting dan orang tua Nanda yang juga sibuk.


Untuk acara makan malam dengan orang tua Meilla, Edo sudah memeberitahu kepada kedua orang tua meilla, namun belum bisa di pastikan karena sedang sibuk. Untung saja Fandi mengerti kasibukan orang tua Edo dan sabar menunggu kapan waktunya tiba.


Alina dan Meilla tidak menyangka kalau Elsa yang lebih dulu menikah di antara ketiganya. Karena sejak dulu, Elsa memang sering cuek kepada laki-laki dan sering bertengkar pula dengan Lio. Eh namanya jodoh tidak ada yang tahu, bukan?


Alina beserta yang lainnya menunggu di kursi kosong yang telah di sediakan oleh panitia. Elsa dan Lio membuat seakan para sahabatnya yang paling spesial di antara yang lain, sampai hal kecil aja mereka menjamin agar para sahabatnya pun bisa merasakan hari bahagianya.


Hingga waktunya tiba, Lio akan mengucapkan ijab Qabul sebentar lagi. Sedangkan Elsa masih di dalam, setelah ijab Qabul selesai baru Elsa akan keluar.


“Pasti Elsa cantik banget!” seru Meilla dan di anggukin oleh Alina.


“Iya, pasti kita pangling deh!” sahut Alina.


Memang keduanya belum melihat hasil akhirnya makeup Elsa, mereka hanya datang waktu Elsa baru mulai di make up.


Suara MC yang memandu acara ini mulai terdengar. Memberitahu kalau acara akan di mulai sebenar lagi. Setelah sambutan dari dua keluarga mempelai, lalu di lanjut dengan pembacaan Al-Qur'an, dan di lanjut lagi dengan acara sakralnya yaitu saat Lio akan membacakan ijab qabul.


Ayah Elsa menggenggam tangan Lio dengan erat, lalu membaca ijab qabul tersebut.


“Saya nikahkan dan kawinkan engkau Arjunolio Anggara bin Ronal Anggara dengan anak saya Elsa Dania Putri bin Baim Fernandez dengan maskawin berupa uang tunai 100 juta rupiah di bayar tunai!” seru Baim dengan lantang.


“Saya terima nikah dan kawinnya Elsa Dania Putri bin Baim Fernandez dengan maskawin tersebut di bayar tunai!” jawab Lio dengan satu tarikan napas dan lantang.


“Gimana saksi, sah?” seru penghulu yang menuntut ijab qabul tersebut.

__ADS_1


Para saksi mengangguk, “Sah.” saru para saksi di meja sana.


Terdengar sorak heboh dari mempelai pria, “Yeay, udah sah Weh!” seru Lio sambil menoleh ke arah belakang di mana para sahabatnya duduk.


Para tamu dan sahabatnya hanya bisa menggeleng sambil terkekeh pelan melihat tingkah Lio yang sedang berbahagia ini. Setelah doa, waktunya Elsa masuk ke dalam dan duduk di samping Lio untuk menandatangani dokumen penting.


Setelah semua selesai, kedua mempelai menjalani berbagai rancangan acara adat yang telah di di rencanakan sebelumnya. Saat semua sudah selesai, baru lah mereka menerima ucapan selamat dari para tamu yang telah hadir di sana.


Alina dan yang lain nya sengaja membiarkan para orang tua dan tamu yang lainnya untuk memberikan ucapan lebih dulu. Karena Alina dan yang lain lebih dulu naik ke atas pelaminan pasti akan lama. Biasalah obrolan anak muda dulu di atas!


Menunggu lumayan lama, karena memang tamu yang hadis sudah banyak, maklum acara ini ada batas waktunya dan hanya sampai sore saja.


Setelah merasa cukup sepi, Alina dan yang lainnya naik ke atas bergandengan tangan dengan pasangan masing-masing, kecuali Nanda uang memang tidak mengajak Gadis. K betulan memang Gadis sedang ada acara keluarga juga, jadi tidak bisa ikut.


“Gila emang ketua kelas gue yang satu ini, sat set sat set langsung halal anjir!” seru Alina setelah memeluk Lio dengan cepat, karena Haidar sudah menariknya agar cepat terlepas.


Alina mengangguk lalu berhadapan dengan Elsa, tanpa sadar Alina menangis dan memeluk sahabatnya itu, “Aaa pasti waktu lo udah gak akan sebebas dulu. Pasti lo gak bisa sering-sering nginep lagi di rumah gue buat nemenin gue! Tapi gue ikut bahagia kok, semoga terus bahagia dan cepat cetak keponakan buat kita semua ya!” seru Alina pada Elsa.


Elsa mengelus punggung Alina sambil menahan tangisnya, “Santai, lo tahu Lio orangnya gimana kan, pasti dia akan izinin gue kalau lo mau minta temenin di rumah!” seru Elsa.


Lio uang mendengar itu pun tidak setuju, “Eh enggak bisa, kamu harus temenin aku terus tiap malam. Alina kan udah ada Haidar, minta lah temenin sama haidar.” gurau Lio.


Elsa langsung menepuk bahu suaminya itu, “Ikut campur aja!” seru Elsa.


“Selamat buat lo sama Elsa, semoga jadi keluarga yang berbahagia selalu. Do'ain gue biar cepat nyusul lo! Seru Haidar sambil memeluk Lio ala laki-laki, lalu memberikan ucapan kepada Elsa juga.

__ADS_1


Setelah itu giliran Edo dan Meilla yang memberi kan ucapan kepada kedua mempelai, “Gila emang gila, gue gak nyangka di antara kita lo duluan yang nikah. Gue kira bakalan Nanda duluan, atau Haidar tapi selamat buat lo semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.” seru Edo lalu memeluk Lio.


Setelah itu memberikan ucapan buat Elsa dengan ucapan yangs Ama. Baru lah Meilla yang memberikan ucapan untuk Lio lebih dulu, “Selamat atas pernikahan lo sama Elsa, gue titip dia sama lo. Jangan pernah bikin dia nangis dan kecewa, bikin dia selalu bahagia ya.” seru Meilla.


Lio mengangguk lalu memeluk Meilla sebetar, “Iya gue pastiin Elsa akan selalu bahagia bersama gue. Doa yang terbaik juga buat hubungan lo sama Edo.”


Meilla mengangguk lalu tersenyum, dan beralih ke arah Elsa. Sama seperti Alina tadi, Meilla menangis haru saat di hadapan elsa. Saling berpelukan dan menguatkan satu sama lain.


“Bahagia selalu ya bestie, Lo beruntung karena kisah cinta lo mulus, gak kaya gue sama Alina yang mungkin masih banyak rintangan di depan. Gue turut bahagia dengan pilihan lo saat ini, semoga lo sama Lio langgeng sampai maut memisahkan kalian.” ucapan Meilla.


Elsa menghapus air mata Meilla, “Sabar dan selalu sabar untuk hubungan lo sama Edo ya. Usaha gak akan menghianati hasil kok, semoga orang tua Edo setuju dengan hubungan kalian dan di lancarkan semuanya.”


Giliran Nanda, yang langsung memeluk Lio dengan erat, “Gue sedih karena harus kehilangan temen gabut gue akhirnya, tapi gue juga seneng karena lo memilih buat tidur dengan satu wanita aja. Selamat bro atas pernikahan lo dengan perempuan pilihan lo. Semoga kalian bahagia selalu!” seru Nanda sambil bergurau dan beralih memberikan ucapan pada Elsa.


“Kenapa akhirnya lo milih Lio bukan gue aja Sa? Mahar yang bisa gue kasih lebih besar dari Lio loh padahal. Tapi gak papa, nanti kita sharing ya!” seru Nanda dengan penuh kata ambigu.


Lio menoyor kepala Nanda, “Kalau dia cintanya sama gue, lo bisa apa anjir! Mau sharing apaan lo, temen laknat emang!” seru Lio membuat yang lain terkekeh.


“Ya kalau gak mau sharing, minimal nanti malam live streaming lah, gue mau lihat lo Sejago mana, yo!” seru Nanda lagi membuat semuanya menoyor kepala biang kerok itu.


Emang dasar ya si Nanda, otak ************ doang!


Semuanya berfoto bersama, mengabadikan moment bersejarah ini. Semoga pertemuan mereka sampai nanti maut yang memisahkan. Ada sedih dan ada bahagia yang mereka rasakan saat ini. Karena dari kisah mereka semua, hanya Elsa dan Lio yang mulus dan enjoy aja selama ini.


Tidak pernah ada pembicaraan hal serius dari keduanya, namun tiba-tiba mereka menyebarkan undangan pernikahan, inilah yang harus di contoh anak muda jaman sekarang. Jangan mau di ajak pacaran lama-lama tapi ujung-ujungnya putus, kan buang-buang waktu. Iya gak sih?

__ADS_1


Hayo disini ada yang punya pacar, sudah pacaran berapa lama nih? Gimana sudah ada rencana menikah kah?


__ADS_2