Mengejar Cinta Pria Dingin

Mengejar Cinta Pria Dingin
Makan malam di cafe


__ADS_3

Di dalam kamarnya Alina hanya bisa menangis menahan perih di hatinya. Sakit dari tamparan yang di berikan Adero tadi, tidak terlalu berasa di bandingkan dengan sakit hati melihat perubahan sikap kakaknya itu.


Alina sedih karena melihat Adero berubah drastis sampai tega menampar nya. Kalau Haidar tahu kejadian ini, pasti dia orang pertama yang akan membalas perbuatan pada Adero.


Alina beruntung bisa bertemu dengan Haidar yang bisa menjaganya dengan tulus, sampai tak ada celah untuk orang yang menyakiti nya. Alina berharap Haidar tidak akan pernah berubah sampai kapan pun.


Sedang menangis sambil tiduran, tiba-tiba ponselnya berdering kencang membuat Alina mau tidak mau bangkit dan mengambil ponselnya di atas meja belajar. Saat melihat siapa yang menghubunginya membuat Alina lay menghapus air matanya lalu menarik napas panjang agar Haidar tidak curiga.


Setelah di rasa sedikit tenang, barulah Alina menjawab panggilan itu dan terpampang lah wajah tampan milik kekasihnya di layar ponsel.


"Iya sayang?" Sapa Alina lebih dulu.


Haidar diam seakan sedang mengamati Alina, gak lama senyum tampan milik Haidar terbit.


"Kamu lagi ngerjain tugas?"


Alina mengangguk sebagai jawaban, dan Haidar pun ikut mengangguk.


"Kenapa nelepon sayang?"


"Perasaan aku tiba-tiba gak enak, takut kamu kenapa-napa makanya aku telepon kamu, maaf ya aku ganggu nugas kamu!"


Alina menarik napasnya lalu di hembuskan kembali, agar sesegukan yang ia alami saat ini tidak terlihat oleh Haidar.


Alina menggeleng, "I'm okay babe!" Jawab Alina sambil tersenyum lebar.


Haidar mengangguk, "Yaudah kamu lanjutin nugasnya, kalau udah selesai jangan lupa kabarin aku ya?"


Alina mengangguk lalu mengangkat jempolnya dan di tunjukkan ke layar ponsel agar Haidar bisa melihat.


"Siap komandan!" Kekeh Alina dan membuat Haidar pun ikut terkekeh.


"Yaudah kalau gitu aku tutup ya telepon nya, semangat ngerjain tugas ya cantik, i love you Alina!"


"Kamu juga semangat main ps nya, i love you more Haidar!" Seru Alina.


BIP


Panggilan telah selesai, dan Alina mulai kembali mengerjakan tugasnya meskipun dengan hati yang masih terasa sakit. Tetapi ia harus menjalankan kewajiban nya juga sebagai mahasiswi.


Setelah menghabiskan waktu 2 jam untuk mengerjakan tugas ya g cukup banyak, akhirnya semua itu selesai. Alina mulai merebahkan dirinya di atas kasur kesayangan miliknya. Sebelum menyelami alam mimpi, Alina memberi kabar dulu pada Haidar dan izin untuk tidur sebentar.


...****************...

__ADS_1


Acara tidur Alina terusik karena ada suara ketukan pintu dari luar kamarnya. Alina langsung bangkit dari tidurnya untuk membuka kan pintu kamar, sebelum itu ia melirik jam yang terpampang di dinding. Ternyata sudah lumayan lama tidurnya dan sekarang hampir mendekati magrib.


Alina membuka pintu melihat Eni yang ada di depan pintu kamarnya sambil tersenyum lebar.


"Kenapa mba?" Tanya Alina.


Eni tersenyum, "Ehem itu neng, dibawah ada mas Haidar nungguin!" Seru Eni memberitahu kedatangan Haidar.


Alina yang kaget untuk apa kekasihnya itu datang tiba-tiba tanpa bilang terlebih dahulu padanya. Alina mengangguk lalu mengatakan pada Eni agar menyuruh Haidar untuk menunggunya. Setelah mendapat perintah itu, Eni langsung turun ke bawah dan memberitahu pada Haidar. Tanpa menjawab apapun dan Haidar hanya mengangguk.


Maklum lah cowok dingin!


Sebelum turun, Alina mencuci mukanya terlebih dahulu lalu mengoles bibirnya dengan Liptbam miliknya agar tidak terlalu pucat. Setelah sudah merasa sedikit rapi, barulah ia keluar kamarnya dan segera menemui kekasih tampan nya itu.


"Hei," sapa Alina saat sudah sampai di ruang tamu.


Alina langsung bangkit dari duduknya dan memeluk kekasihnya itu sebentar, lalu kembali duduk.


"Tumben kamu gak bilang dulu mau kesini?" Seru Alina yang ikut duduk di samping Haidar.


Haidar terdiam sambil mengamati wajah Alina dengan seksama, mata Alina terlihat bengkak. Waktu video call tai, sebenarnya Haidar sudah curiga kalau Alina habis menangis.


"Habis menangis?" To the point Haidar membuat Alina sedikit menjauh dari Haidar.


Haidar menggeleng, "Mata kamu bengkak, bukan karena baru bangun ini karena habis. Kenapa?"


Alina menggeleng lagi, "Aku gak papa sayang. Udah ah kamu lebay banget sih perihal mata aja!" Seru Alina sambil mencubit perut Haidar dengan gemas.


Alina terkekeh melihat Haidar yang nampak menghindar, "Sayang, kamu belum jawab pertanyaan aku, ada apa tiba-tiba ke sini?"


"Kangen!" Hanya satu kata itu saja yang keluar dari mulut Haidar dan mampu membuat wajah Alina berubah warna menjadi merah karena salah tingkah.


Kali ini Haidar yang menggelitiki perut Alina hingga gadis itu berubah menghindar sambil terkekeh kencang membuat Mira datang hampiri mereka.


"Aduh bahagia banget nih anak mamah!" Cibir Mira lalu duduk di kursi yang kosong di sana.


Keduanya berubah ke mode santai sambil menatap Mira dengan senyuman, tak lupa juga Haidar mencium punggung tangan calon mamah mertuanya itu.


"Haidar kapan datang nak?" Tanya Mira.


"Baru saja kok mah!" Jawab Haidar.


Mira mengangguk, "Kita makan malam sama-sama ya?" Ajak Mira.

__ADS_1


Haidar tersenyum, "Maaf mah, Haidar ke sini karena mau mengajak Alina untuk makan malam di luar, boleh?" Tanya Haidar.


Mira nampak berpikir sebentar, lalu akhirnya mengangguk, "Oke boleh nak, Kalau begitu kamu siap-siap sana, pasti belum mandi kan?" Seru Mira pada anak perempuan nya.


Alina menyengir kuda lalu mengangguk, "Belum, aku siap-siap dulu ya kamu tunggu di sini sama mamah!" Pamit Alina lalu pergi menuju kamarnya.


Haidar hanya mengangguk, setelah itu Mira dan Haidar berbincang sambil menunggu Alina. Tidak ada hal yang serius untuk di bahas antara mereka, hanya sekedar kuliah dan cita-cita Haidar yang sama seperti Alina.


Menghabiskan waktu hampir 15 menit akhirnya Alina telah kembali ke ruang tamu. Tidak terlalu rapi pakaian Alina, hanya pakaian santai tetapi tetap sopan.


Setelah itu keduanya pamitan dengan Mira untuk pergi makan malam di luar. Hal itu pula ternyata di lihat oleh Adero dari ruang keluarga. Rasanya Adero semakin iri dengan keberuntungan yang selalu di dapat oleh Alina. Ah tidak, padahal dulu Adero tidak pernah berpikir seperti ini.


"Selalu beruntung lo dek!" Batin Adero dalam hati.


...****************...


Alina dan Haidar akan makan malam di sebuah cafe ha g sedang viral di media sosial. Sebelumnya Alina yang mengajak Haidar, namun karena belum ada waktu akhirnya baru sekarang mereka bisa ke sana.


Sepanjang perjalanan Haidar terus berbincara dari hal penting hingga tidak penting tetapi selalu di jawab pula oleh Haidar. Alina melakukan itu agar Haidar percaya kalau dirinya baik-baik saja.


"Kata si Nanda, cafe ini menyediakan live music juga sayang!" Seru Haidar.


Mata Alina berbinar, lalu menatap kekasihnya itu, "Seriusan kamu? Ah aku suka banget! Pasti ini jadi cafe favorit aku nantinya kalau oke!"


Haidar mengangguk lalu tersenyum sambil tangan yang satunya mengelus rambut Alina pelan, "Aku yang akan selalu nemenin kamu ke sana sayang!"


"Ah gak seru kalau gitu, aku mau pergi sendiri aja ah nanti!" Seru Alina untuk mengerjakan Haidar.


Haidar yang mendengar itu langsung memanyunkan bibirnya, "Kamu mau cari yang baru ya di cafe itu?"


Alina terkekeh melihat wajah Haidar dan mendengar nada suara nya, lirih gitu, "Aku cuma bercanda, Haidar!" Seru Alina.


Hadar gemas lalu menarik pucuk hidung mancung milik Alina dengan gemas, membuat sang pemilik meringis lalu membalas cubitan ke arah perut Haidar. Keduanya kembali tertawa bersama hingga akhirnya mereka sampai di tujuannya.


Keduanya turun dari mobil dan mulai memasukin cafe itu, betul apa yang Nanda bilang kalau di sana ada live music, dan kalau malam seperti ini akan sangat ramai.


Haidar menunjuk tempat duduk yang kosong tepat di sebelah kaca dan tak jauh dari panggung live music. Setelah itu keduanya memesan menu makanan yang memang sangat recommended di cafe ini. Sambil menunggu makanan tiba, Alina terus bersembunyi mengikuti alunan lagu yang saat itu berputar.


Hingga makanan mereka datang dan mereka menyantap makanan itu bersama, sambil di selingi oleh obrolan singkat di antara mereka. Tiba-tiba mata Haidar menangkap seseorang yang sedang berdiri di lua cafe. Membuat ia memfokuskan pandangannya, meskipun kalau ia tidak salah melihat siapa itu.


Nah kali ini kira-kira siapa yang di lihat Haidar ya? Tebak guys!


Guys jangan lupa komen dan kasih ulasan ya, biar aku tambah semangat buat cerita nya!

__ADS_1


__ADS_2