
Setelah mengetahui kalau Haidar pindah ke kampus yang sama dengan Alina. Jangan ditanyakan lagi bagaimana perasaan Alina saat ini, sudah pasti sangat bahagia.setelah 3 tahun di satu sekolah yang sama tanpa status hubungan apapun dan sekarat satu kampus dengan status berpacaran. Naik satu tingkat dari sebelumnya, bukan?
Dan benar, Hellena mendengarnya lalu menoleh ke arah sumber suara itu. Betapa terkejutnya Haidar saat melihat Hellena.
Hellena berjalan mendekat ke arah Alina dan Haidar dengan senyuman teduh milik gadis itu. Senyuman yang membuat Haidar teringat seseorang di atas sana.
Tau kan seseorang di atas sana siapa?
Saat sudah dekat, Hellena pun sama terkejutnya dengan Haidar. Sudah lama sekali ia tidak melihat seseorang di depannya ini. Sejak Dina meninggal keduanya tidak pernah ketemu lagi.
“Haidar?” seru Hellena memastikan kalau dia tidak salah lihat dengan keberadaan Haidar di depan matanya itu.
Alina yang mendengar Hellena mengucapkan nama Haidar pun bingung. Apakah keduanya saling kenal sebelumnya? Kenapa sih selalu Alina yang menjadi orang baru di kehidupan Haidar ini.
“Lo kenal Haidar?” tanya Alina pada Hellena karena Haidar tidak merespon apapun.
Hellena mengangguk, “Iya, gue pernah ketemu dia beberapa kali waktu di rumah Diana dulu.” seru Hellena membuat Alina semakin bingung.
“Ehem, kalau boleh tau hubungan lo sama Diana apa?” tanya Alina penasaran.
“Sepupu.” sahut Haidar membuat Alina menoleh ke arahnya begitu pula dengan Hellena.
Hellena tersenyum lalu mengangguk, “Iya, btw lo kenapa ada di sini?” tanya Hellena menanyakan keberadaan Haidar di kampus ini.
Pasalnya kemarin ia tidak melihat Haidar sama sekali, lalu mengapa seorang ada Haidar di sini.
“Iya, dia kuliah di kampus ini dan satu jurusan juga sama kita, Hel.” beritahu Alina karena Haidar hanya diam.
Hellena mengangguk.
Haidar menarik tangan Alina ingin pergi dari sana, karena melihat Hellena sama saja melihat Diana, walau wajahnya tidak mirip tetapi senyumannya cukup mirip. Tetapi saat ingin beranjak Hellena kembali mengajukkan pertanyaan pada keduanya.
“Kalian pacaran?” tanya Hellena karena melihat Haidar menggenggam tangan Alina.
Alina mengangguk lalu tersenyum, “Iya Hel.” jawab Alina.
Hellena mengangguk lalu tersenyum sedih, “Semoga hubungan kalian langgeng ya, jangan berakhir tragis kaya Diana!” seru Hellena tersirat kesedihan yang mendalam.
Karena Diana adalah satu-satunya sepupu yang sangat baik padanya. Selalu mendukungnya selama ini, selalu memberi nasihat baik atau tidaknya. Di bandingkan dengan sepupunya yang lain, yang tidak pernah care padanya.
Haidar sedikit tersulut emosi, karena Alina bisa merasakan itu dari genggaman tangan Haidar yang semakin mengerat. Maka dari itu Alina memutuskan untuk membawa Haidar pergi dari sana.
__ADS_1
“Amiin, thanks doanya Gel, kalau gitu gue duluan ya, sampai ketemu nanti di kelas!” izin Alina lalu melangkah pergi dari sana bersama Haidar.
Hellena hanya tersenyum miris lalu melihat ke atas, seakan mengadu pada Diana yang tengah berada di atas sana.
Sedangkan keduanya berjalan di lorong kampus, ternyata banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka, sedikit membuat Alina risih padahal ini hal biasa untuknya.
Tetapi kali ini berbeda, karena kebanyakan yang melihat mereka adalah mahasiswi. Mahasiswi tersebut melirik ke arah Haidar dengan tatapan memuja, membuat Alina tak suka.
“Haidar, mereka ngeliatin kamu tuh!” seru Alina sedikit ada nada kesal di sana.
Sedangkan pandangan Haidar tetap fokus ke depan, tanpa melirik ke kanan atau ke kiri takut nanti jadi salah. Tahu sendiri kan kalau cewek sudah cemburu!
“Biarun, mereka punya mata!” jawab Haidar semakin membuat Alina sebal.
“Ih aku gak suka tau kamu di tatap kayak gitu sama mereka! Lagi kamu bisa gak sih gak usah ganteng, aku gak rela tau harus bagi-bagi sama mereka.” gerutu Alina membuat Haidar melepaskan genggamnya.
Alina semakin sebal karena merasa di abaikan oleh Haidar, tanpa di duga ternyata Haidar malah merangkul bahunya dan membuat siapa saya yang melihat menahan jeritannya.
Lebay gak sih? Maklum orang ganteng sama cantik!
“Biar mereka tau kalau udah ada yang punya!” seru Haidar membuat Alina tersenyum puas sambil tangan nya ikut melingkar di pinggang Haidar.
“Alina?” sapa Adriel membuat mata Hadar langsung memincang ke arah cowok itu.
Adriel melirik sekilas ke arah Haidar lalu kembali menatap alina, gadis cantik adik tingkatnya di kampus ini.
“Eh kak-” Alina sempat terdiam karena sedang mengingat nama kakak tingkatnya itu. Jujur ia lupa.
“Adriel!” sambung adriel karena tahu kalau Alina lupa dengannya, tak apalah baru pertama kali ketemu, kebetulan pula pikir Adriel.
Alina mengangguk lalu tersenyum, yang tadinya tangan melingkari di pinggang Haidar pun langsung terlepas dan mengganti dengan menggenggam tangan Haidar.
“Lo siapa? Anak kampus ini juga?” tanya Adriel tak suka melihat Alina sudah menggandeng cowok ternyata.
“Iya kak, dia anak kampus sini dan jurusan ekonomi juga.” jawab Alina karena Haidar hanya diam sambil memandang Adriel dengan tatapan dinginya.
Adriel mengangguk sekali lalu mengeluarkan ponselnya dan ingin memberikan pada Alina, “Taruh nomer lo di sini Lin. Siapa tau kita bisa kenalan lebih jauh.” seru Adriel tanpa basa-basi membuat Haidar emosi.
“Gak punya mata?” seru Haidar sambil mengangkat tangannya yang sedang menggenggam tangan Alina, agar Adriel bisa melihat dengan jelas.
Adriel tersenyum miring, “Ada Maslah?” sahut Adriel semakin membuat Haidar geram dan maju satu langkah.
__ADS_1
Alina langsung menarik kembali Haidar agar tidak membuat keributan di hari pertama nya masuk kampus ini.
“Tahan Haidar, lebih baik kita pergi aja.” ujar Alina lalu menarik Haidar pergi dari sana.
Keduanya kembali berjalan, dengan Haidar yang masih mengatur emosi dan napasnya. Tak habis pikir dengan cowok macam Adriel tadi, yang seakan tidak melihat kenyataan yang ada di pikiran Haidar.
“Ngibarin bendera perang dia!” keluh Haidar.
Alina terkekeh melihat wajah Haidar yang memerah akibat menahan emosinya, “Sabar sayang, baru masuk kuliah loh jangan buat masalah ya!”
“Tapi aku gak suka!”
“Iya aku tau, aku juga gak suka kok. Aku kan suka nya sama kamu, udah ya!” sahut Alina membuat hati Haidar menghangat.
“Belajar gombal dai mana kamu?” tanya Haidar.
“Dari kamu!” sahur Alina sambil menyubit kalau terkekeh.
Tak lama pengumuman untuk masuk ke dalam kelas masing-masing terdengar dan membuat keduanya harus berpisah sebentar.
“Belajar yang benar ya, jangan lirik sana sini!” pesan Alina.
“Kamu juga, kalau ada yang minta nomer kamu banting langsung handphone nya!” jawab Haidar membuat Alina terkekeh.
Alina mengangguk lalu berbalik badan meninggalkan Haidarhaidar yang kelasnya berbeda arah dengannya, tanpa di duga Haidar menariknya hingga kembali berhadapan. Haidar langsung membawa masuk Alina ke dalam dekapannya. Haidar bis merasakan detakan jantung Alina karena menyenderkan kepalanya di dada bidang lelaki itu.
“I love you, Alina!” seru Haidar dengan suara pelan namun terdengar sangat romantis.
Alina mengangkat kepalanya agar bis melihat wajah Haidar, setelah itu lalu tersenyum manis untuk Hadar, “I love you too, Hadar!” jawab Alina membuat Haidar ikut tersenyum.
Sebelum pelukan itu terlepas, Haidar mencuri kecupan mesra di kening mulus alina,. Salah tingkah itu la yang Alina rasakan, padahal itu sudah sering terjadi.
Seperti akan berpisah beda negara ya dan di tinggal lama padahal cuma berpisah kelas dan itu pun hanya sebentar.
“Setelah keluar kelas, langsung ketemu ya!” seru Haidar dan di anggukin oleh Alina.
“Iya sayang, udah yuk masuk kelas nanti kita telat!” seru Alina dan membuat pelukan terlepas.
Akhirnya keduanya berpisah memasuki kelas masing masing, dan menunggu pengumuman selanjutnya. Sambil jalan, Alina senyam senyum sendiri membayangkan tingkah Haidar padanya akhir-akhir ini.
Menurut kalian Haidar dan Alina Termasuk Bucin akut apa Lebay?
__ADS_1