
Alina pulang bersama Haidar untuk segera menemui Reymond yang katanya sudah menunggu di rumah. Alina bingung, kapan Reymond tiba di Indonesia, karena Reymond tidak mengabari apapun tentang kepulangan nya hari ini.
Alina takut kalau Reymond tahu tentang masalah yang Adero perbuat kepada Nanda. Karena Reymond bukan orang sembarangan, pasti ia memiliki mata-mata selama ini untuk menjaga anak-anak nya di Indonesia.
Saat sudah sampai di depan rumah Alina, keduanya langsung turun dari mobil. Alina menatap Haidar karena kekasihnya itu mengikutinya sampai masuk ke halaman rumah.
“Kamu mau ngapain?” tanya Alina.
Haidar menghela napasnya, “Yah ketemu calon mertua lah. Mau ngapain lagi?”
Alina terkekeh lalu mengangguk sebentar, “Aku rasa saat ini bukan waktu yang pas deh, aku takut papah lagi marah atau gimana.” serunya.
Haidar menggeleng, “Aku harus menemani kamu bagaimana pun kondisi nya.” seru Haidar karena ia tahu kalau Alina sedang risau tentang kedatangan papahnya yang tiba-tiba.
Alina mau tak mau mengangguk lalu menggengam tangan Haidar menuju pintu utama. Setelah itu Alina mulai memasuki rumah dan ternyata Reymond sudah duduk di ruang keluarga bersama dengan koran di tangannya.
“Assalamu'alaikum pah!” seru Alina saat ia sudah berdiri tak jauh dari tempat Reymond saat ini.
Reymond yang tadinya fokus dengan koran, langsung menoleh ke sumber suara dan melihat Alina datang bersama dengan Haidar.
“Waalaikumsalam, sini duduk nak!” panggil Reymond menyuruh Alina dan Haidar untuk duduk.
Tak lama Mira datang dari area taman belakang, ternyata mamahnya itu pun ikut ke Indonesia dan pasti Mira habis mengecek tanamannya di taman belakang rumah.
“Eh ada Haidar juga, udah makan nak? Kalau belum kita makan sama-sama ya nanti.” seru Mira lalu duduk di samping Reymond.
Haidar mengangguk pelan, “Iya Tante, terima kasih!” jawabnya.
Setelah itu mereka mengobrol santai perihal kuliah Alina dan Haidar bagaimana. Tentang teman-teman mereka pun di tanya satu persatu.
“papah dengar, sahabat kamu ada yang sudah menikah lagi karena sebuah kecelakaan?” seru Reymond membuat Alina kaget tahu dari mana Reymond tentang informasi ini.
Ah ya balik lagi, karena pasti Reymond punya orang yang bisa di percaya untuk menjaga anak-anak nya dari jauh.
__ADS_1
Sebenarnya waktu itu Reymond dan Mira di undang ke pernikahan Meilla dan Edo, tetapi karena pekerjaan Reymond sedang banyak dan tidak bisa di tinggal makanya mereka tidak hadir.
Alina bingung harus menjawab apa, ia menatap Haidar meminta bantuan tentang ini. Takut Reymond jadi marah karena pergaulan yang tak benar seperti ini.
Haidar mengangguk pelan, “Iya om,” jawab Haidar dengan jujur, karena kejujuran adalah hal yang paling utama.
Reymond menatap Alina dan Haidar dengan seksama, seakan meneliti kedua anak muda di hadapannya.
“Kalaian gak pernah berbuat di luar batas kan?” Alina dan Haidar yang mendengar pertanyaan itu dari Reymond langsung menggeleng cepat.
“Gak pernah pah, beneran Alina gak bohong!” jawab Alina.
Setelah itu Reymond mengangguk an kepala nya sambil jari telunjuknya memegang dagu, “Haidar, kalau malam ini saya mengajak orang tua kamu untuk makan malam, apa mereka bisa?” seru Reymond tiba-tiba membuat Haidar langsung mengangguk cepat.
“Bisa om pasti, nanti aku langsung kasih tahu mereka.” seru Haidar dengan semangat.
Haidar suka dengan situasi seperti ini, seakan bisa membuat kedua orang tuanya dan kedua orang tua Alina semakin dekat. Apalagi orang tua Alina yang jarang datang ke Indonesia, kesempatan ini tak akan Haidar sia-siakan.
Reymond mengangguk lalu tersenyum, “Oke, nabati om kasih tahu lokasinya ya?” Haidar mengangguk sebagai jawaban.
Setelah kedua orang tuanya setuju, Haidar kembali ke ruang keluarga dan duduk di samping Alina.
“Kita makan dulu ya? Makanan udah siap semua.” seru Mira yang baru saja menata makanan di atas meja.
Ketiganya bangkit dari duduknya menuju meja makan, dan mulai menyantap makanan mereka dengan nikmat. Masakan Mira itu sangat enak, membuat Alina selalu kangen Dengan masakannya.
Setelah selesai makan, mereka kembali ke ruang keluarga dan kembali mengobrol santai. Alina salah, ternyata Reymond tidak membahas apapun tentang Adero Yang artinya masalah Adero, Reymond tidak tahu.
...****************...
Sekarang sudah pukul 7 malam, dan Haidar beserta kedua orang tuanya sudah siap menuju lokasi makan malam bersama dengan keluarga nya Alina sama. Seperti Haidar, Roy dan Indira pun semangat dengan pertemuan ini, dan berharap kalau pertemuan ini bukan hanya pertemuan biasa.
Alina memberitahu lokasi untuk makan malam hari ini . Setelah di rasa sudah rapi semua, Haidar langsung melajukan mobilnya ke restoran yang waktu itu pernah ia kunjungi bersama dengan Alina.
__ADS_1
Setelah menghabiskan waktu hampir 30 menit, akhirnya keluarga Haidar telah sampai. Di lihatnya mobil Alina pun sudah terparkir di restoran tersebut, yang artinya keluarga Alina pun sudah datang.
Haidar melangkah dengan gugup bersama dengan kedua orang tuanya. Haidar pun berharap yang sama kalau ini bukan pertemuan biasa, ada hal yang penting yang ingin Reymond katakan mungkin.
Haidar melangkah ke ruang VIP yang sudah di beritahukan oleh pelayan di restoran tersebut. Roy merangkul Haidar sambil menepuk bahu anaknya itu, seakan memberikan ketenangan agar tidak gugup.
Haidar membuka pintu ruangan tersebut, dan terlihatlah Reymond, Mira, Adero dan juga Alina di sana. Ternyata Adero ikut untuk makan malam kali ini.
Keluarga Haidar di persilahkan duduk oleh Reymond setelah kedua orang tua itu saling berjabat tangan dan cepika cepiki ala ala. Tak lama, pintu kembali di buka dan terlihat seorang gadis yang masuk ke dalam ruangan itu.
Alina dan Haidar saling menatap padahal keduanya duduk berdampingan. Tatapan keduanya penuh arti saat melihat siapa yang hadir di sana.
“Mohon maaf karena saya telat, om, Tante!” seru Gadis yang ikut hadir di makan malam kali ini.
Waktu Reymond memberitahu Adero kalau malam ini akan makan bersama dengan keluarga Haidar, saat itu pula Adero meminta izin untuk mengajak kekasih nya juga di acara ini.
Tunggu, jadi Gadis menduakan Nanda? Eh Nanda yang menjadi ke dua ya?
Mira mengangguk sambil tersenyum, “Gak papa Gadis, silahkan duduk.” seru Mira dengan sopan.
Mata Gadis terus memperhatikan Haidar yang duduk tepat di seberangnya, bahkan senyumnya tak pudar sedikit pun. Hal itu pun bisa di lihat oleh Alina dan langsung menggenggam tangan Haidar dengan erat dan di taruh di atas meja agar Gadis melihat nya.
“Tuh cewek ngapain sih lihatin kamu terus!” bisik Alina sebal.
Haidar mengangguk, “Cemburu ya?” godanya.
Alina dengan jujur langsung mengangguk lalu memasang wajah tak suka a Gadis. Lagi untuk apa sih Adero membawa itu perempuan di acara makan malam indah ini. Bikin kacau saja batin Alina.
Setelah memesan banyak makanan, Reymond memulai pembicaraan santai ala orang tua dengan Roy dan Indira. Sedangkan Alina dan Haidar terlibat dengan obrolan masing-masing begitu pun dengan Adero dan Gadis, meskipun mata Gadis masih suka mencuri pandang ke arah Haidar.
“Maaf ya bro, kalau ngajakin makan malamnya mendadak gini.” seru Reymond meminta maaf pada Roy.
Roy dan Reymond sepakat memanggil satu sama lain, ‘Bro’ agar lebih santai, dari pada ‘Pak’ terdengar sangat formal.
__ADS_1
“Santai bro, mumpung ada waktu juga kan.” sahut Roy.
Reymond berdehem sebelum melanjutkan pembicaraan nya, “Sebenarnya saya mengundang makan malam ini, karena ada hal yang mau saya bicarakan.” seru Reymond membuat siapapun yang mendengarnya langsung terdiam menunggu kelanjutan apa yang akan Reymond katakan.